01/06/2026
Mantan bek Persib Bandung, Daisuke Sato, memberikan penjelasan lengkap mengenai kasus hukum yang menyeret namanya. Hal ini merespons kabar mengenai sanksi larangan registrasi pemain dari FIFA yang dijatuhkan kepada klub berjuluk Maung Bandung tersebut.
"Saya ingin memberikan klarifikasi terkait perbincangan yang belakangan ini muncul mengenai larangan pendaftaran pemain yang dijatuhkan kepada Persib Bandung,"
"Masalah ini bukan merupakan hasil dari laporan baru ataupun tindakan terbaru dari pihak saya. Perkara ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara Persib Bandung dan saya, Daisuke Caumanday Sato, setelah kontrak saya diakhiri pada tahun 2023,"
"Sejak awal, saya berusaha menangani situasi ini secara profesional dan melalui jalur yang semestinya."
"Namun, karena cara situasi kontraktual saya ditangani saat itu serta kondisi yang saya hadapi, saya tidak memiliki pilihan yang wajar selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum,"
"Kasus ini kemudian diperiksa oleh otoritas sepak bola dan lembaga hukum yang berwenang."
"Persib Bandung memilih untuk menggugat atau mengajukan keberatan atas perkara ini melalui prosedur yang tersedia. Setelah seluruh tahapan proses selesai dijalani, keputusan yang dihasilkan menguatkan posisi saya,"
"Persib meminta agar putusan tersebut tidak dipublikasikan dengan mencantumkan nama pemain dan klub, dengan alasan adanya kekhawatiran terkait kehormatan dan reputasi. Kami menolak permintaan tersebut karena kami meyakini bahwa perkara ini seharusnya ditangani secara transparan,"
"Oleh karena itu, larangan pendaftaran pemain yang saat ini dijatuhkan oleh FIFA bukanlah karena saya baru melaporkan klub sekarang. Sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari kegagalan untuk mematuhi putusan akhir dalam batas waktu yang telah ditentukan,"
"Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib maupun dengan klub sebagai sebuah institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan-rekan setim saya, serta sepak bola Indonesia. Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub maupun para pendukungnya. Tujuan saya semata-mata adalah melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang telah ditetapkan dihormati sebagaimana mestinya,"
"Saya dengan hormat meminta kepada publik dan para pendukung untuk memahami kronologi lengkap dari permasalahan ini sebelum memberikan penilaian atau mengarahkan kritik kepada saya,"
"Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya selama tiga tahun terakhir, khususnya tim hukum saya, Pedro Macieirinha dan JMPM – Sociedade de Advogados, yang telah mendampingi saya sejak awal proses ini berlangsung,"
"Saya tetap bersyukur atas waktu yang saya habiskan di Indonesia dan akan terus menghormati Persib Bandung, Bobotoh, serta sepak bola Indonesia," pungkasnya.