Aan Anengsih Aneka gorengan

Aan Anengsih Aneka gorengan "I be there for You!"

Bab 10 (Lanjutan): Bisikan di Balik CahayaKetika cahaya di sekitar mereka mulai meredup, Raka dan Nadya mendengar suara ...
19/01/2025

Bab 10 (Lanjutan): Bisikan di Balik Cahaya

Ketika cahaya di sekitar mereka mulai meredup, Raka dan Nadya mendengar suara lembut namun tegas, seperti bisikan yang datang dari segala arah.

"Kalian telah melangkah sejauh ini. Namun, perjalanan ini tidak hanya tentang menemukan kebenaran, tetapi juga memahami hati kalian masing-masing."

Nadya menoleh ke segala penjuru, berusaha menemukan sumber suara itu. “Siapa itu? Apa yang kau maksud dengan memahami hati kami?”

Tidak ada jawaban. Sebagai gantinya, lantai kaca di bawah mereka mulai bergetar, menampilkan refleksi berbeda. Kali ini, gambar yang muncul adalah ruangan gelap dengan sebuah pintu kayu besar di tengahnya. Pada pintu itu terdapat ukiran rumit yang menyerupai pola bunga, sama seperti yang mereka lihat sebelumnya.

Raka mengernyit, mencoba memahami maknanya. “Itu seperti… simbol yang sering muncul di perjalanan kita.” Ia menoleh ke Nadya. “Kau merasa ini penting?”

Nadya mengangguk pelan. “Iya, tapi aku juga merasa bahwa pintu itu menyimpan sesuatu yang tidak ingin kita lihat.”

Sebelum mereka sempat melangkah lebih jauh, suara itu kembali bergema.
"Keberanian adalah kunci untuk membuka pintu. Namun, setiap kunci memiliki harga yang harus dibayar."

Raka menggenggam tangan Nadya lebih erat. “Apa pun yang terjadi, aku akan melindungimu.”

Nadya menatapnya sejenak, lalu menghela napas panjang. “Dan aku akan menghadapi ini bersamamu.”

Tanpa ragu, mereka berdua berjalan menuju pantulan pintu yang terlihat di lantai kaca. Dengan setiap langkah, ruang di sekitar mereka berubah—langit ungu perlahan menjadi kelabu, dan lantai kaca di bawah kaki mereka mulai retak seperti es yang mencair.

“Raka, apa yang terjadi?” Nadya berteriak, panik, saat lantai di bawah mereka tiba-tiba runtuh.

Raka meraih tangannya, menariknya erat ke dalam pelukannya. “Jangan takut! Aku tidak akan melepaskanmu!”

Mereka jatuh ke dalam kegelapan. Rasanya seperti terjatuh tanpa ujung, tetapi suara detak jantung Raka yang kuat di dada Nadya membuatnya merasa aman. Setelah beberapa saat yang terasa seperti selamanya, mereka mendarat dengan lembut di tanah yang empuk, seperti dipenuhi rumput yang baru tumbuh.

Ketika Nadya membuka matanya, ia mendapati mereka berada di depan pintu besar seperti yang ada dalam refleksi tadi. Pintu itu terlihat lebih nyata, dengan ukiran bunga yang berpendar lembut dalam warna emas.

“Ini dia,” gumam Nadya, suaranya dipenuhi kekaguman dan kecemasan. “Pintu yang terkunci.”

Raka berjalan mendekati pintu itu, namun ia berhenti beberapa langkah di depannya, merasa ada sesuatu yang menghalanginya. “Nadya, ini pintumu.”

“Pintuku?” Nadya mengerutkan kening. “Maksudmu, hanya aku yang bisa membukanya?”

Raka mengangguk. “Aku merasa… ini adalah bagian dari perjalananmu, Nadya. Aku hanya bisa ada di sisimu.”

Nadya menatap pintu itu dengan ragu. Ada sesuatu yang memanggilnya, tetapi juga ada ketakutan besar yang menyelimuti hatinya. “Bagaimana jika aku tidak siap?”

Raka meletakkan tangannya di pundaknya, memberikan kekuatan. “Kau tidak perlu siap sepenuhnya. Kau hanya perlu percaya pada dirimu sendiri.”

Dengan napas yang berat, Nadya melangkah mendekati pintu itu. Saat ia menyentuh ukiran bunga di permukaannya, pintu itu bergetar pelan, memancarkan cahaya yang begitu terang hingga membuatnya harus menutup mata.

Ketika cahaya itu mereda, pintu perlahan terbuka, memperlihatkan lorong panjang yang dipenuhi cahaya berkilauan, seperti ribuan bintang yang berjatuhan. Di ujung lorong itu, terlihat sebuah bayangan—bayangan seseorang yang Nadya kenal.

“Ibu?” Nadya berbisik, langkahnya terhenti di ambang pintu.

Suara lembut itu kembali bergema, seperti angin yang berdesir di telinga mereka.
"Setiap langkah yang kau ambil di lorong ini akan membawamu lebih dekat pada kebenaran, tetapi juga mengungkap luka yang telah lama kau sembunyikan. Apakah kau siap untuk melanjutkan?"

Nadya menoleh pada Raka, mencari keberanian dalam tatapannya. Raka mengangguk, memberikan senyum yang menenangkan. “Aku ada di sini.”

Dengan keyakinan yang perlahan tumbuh, Nadya melangkah masuk ke dalam lorong, sementara pintu di belakang mereka perlahan menutup, meninggalkan mereka dalam perjalanan menuju misteri berikutnya.

(Bersambung…)



Selamat pagi sahabat
19/01/2025

Selamat pagi sahabat



Wilujeung wengi Baraya
18/01/2025

Wilujeung wengi Baraya



Ci Inan BanaCerita di balik layar
18/01/2025

Ci Inan Bana

Cerita di balik layar



Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Susi Shie Thinjakx, Bah Ceceng Ceceng Ceceng, Acep The...
18/01/2025

Terima kasih kepada pengikut terbaru saya! Senang Anda bergabung! Susi Shie Thinjakx, Bah Ceceng Ceceng Ceceng, Acep Thea, Irman Firmansyah, Apit Gunawan, Bang Barus, Mur Sina, Al Ramadani, Tjandra, Siti Patmawati, Yul Fajri, Ismail Hutajulu Lubis, Akbar, Aidi Bla, Kang Asjud, Mom's Billy, Aam Amiruloh, Omen Omen Wijaya, Budiyanto, Sahri Suryana Buyeh, Rusmana Rusmana, Dudihardiyana, Kimadhari, Tedi Kusmayadi, Ayi Haryadi, Agus Gusnadi, Sudarsono As'ad, Dan's Jamers, Aep Saepudin, Mon Tea, Abdul Majid, Saripa Nur Fadila, Pacakni, Darta Gatot, Ricky Icki, Iwan Kustiawan, Iwan Darmawan, Ading, Kusnaini, Omo, Amri Baco, Dadang Nurjaman, Rafa Rafa, Amsor Setiawan, Suhaepi, Sadari Kang Ali, Edi Wargi Kang Aw, Parti Suartika, Dayal Rawat, Asep Suryana

3 Keong sawahCerita di balik layar
17/01/2025

3 Keong sawah

Cerita di balik layar



Family Love
17/01/2025

Family Love


Saung Bilik
16/01/2025

Saung Bilik


Aku dan AnakuDede Arslan si bontot
15/01/2025

Aku dan Anaku

Dede Arslan si bontot



Address

Jln. Buahdua/Sanca
Sumedang
45392

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aan Anengsih Aneka gorengan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share