07/06/2026
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Warsito menegaskan bahwa penguatan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan serta kebutuhan dunia kerja di masa depan.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Penguatan Karakter dan Kewirausahaan Mendukung Peningkatan Investasi dan Lapangan Kerja Berkualitas di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kamis (4/6/2026).
"Pembangunan karakter harus dipandang dalam perspektif yang luas, tidak hanya sebagai pembentukan perilaku individu, tetapi juga sebagai fondasi pembangunan manusia yang kompeten dan produktif menghadapi tantangan masa depan," ujar Warsito.
Menurut Deputi Warsito, pembentukan karakter perlu ditanamkan sejak dini melalui keteladanan di lingkungan keluarga maupun sekolah agar sejalan dengan pengembangan kompetensi dan keterampilan generasi muda.
Warsito juga menyoroti tantangan ketenagakerjaan pemuda yang masih perlu mendapat perhatian. Angka pemuda yang tidak sedang menempuh pendidikan, bekerja, maupun mengikuti pelatihan (NEET) masih berada di atas rata-rata nasional di Jawa Barat mencapai 28%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 22%. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan karakter produktif, keterampilan, serta jiwa kewirausahaan bagi generasi muda.
"Keterpaduan sistem inilah yang akan melahirkan karakter yang tangguh, gigih, dan tidak mudah menyerah. Kemenko PMK saat ini juga tengah menyusun instrumen indikator SDM unggul yang lebih holistik dengan mengintegrasikan berbagai data yang ada," tegasnya.
Dalam rakorda tersebut, kementerian dan pemangku kepentingan terkait menyampaikan berbagai program dan kebijakan untuk mendukung penguatan karakter, kewirausahaan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui pendekatan teaching factory.