27/02/2024
๐๐๐ญ๐ โ๐๐ฅ๐ฅ๐๐กโ ๐๐๐ง๐ ๐๐๐ฎ ๐๐๐๐ ๐๐ซ๐ข๐๐๐๐ข ๐๐ญ๐๐ฎ ๐๐๐ค๐๐ค๐๐ญ?
Terdapat dua pandangan umum dalam memahami kata โAllahโ (Ibrani: โ๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ฉ๐ช๐ฎโ; Aram; โ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉโ; Yunani: โ๐ต๐ฉ๐ฆ๐ฐ๐ดโ) dalam Alkitab, yakni: (1) sebagai nama (istilah) Pribadi โ perspektif ini dianut oleh kelompok Kristen Unitarian Monotheisme (yang menganggap Allah itu hanya Satu Pribadi saja); (2) sebagai nama (istilah) sebuah โhakekatโ โ pandangan ini dianut oleh kelompok Kristen Tritunggal Monoteisme (yang menanggap "ada Tiga Pribadi dalam satu Hakekat Ilahi").
Dalam alam semesta (yakni di surga dan di bumi) ini, Allah menciptakan berbagai hakekat seperti manusia, tumbuhan, hewan, malaikat, dan lain-lain. Dengan demikian, istilah โmanusiaโ merupakan nama (istilah) untuk sebuah hekakat, yaitu manusia (disebut sebagai ๐ฉ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ช๐ฏ๐จ). Dan istilah โmanusiaโ tidak dapat dianggap sebagai nama (istilah) pribadi. Manusia itu terdiri dari berbagai pribadi, yang masing-masing pribadi tersebut memiliki nama seperti Harman, William, Fadel, dan lain-lain. Jadi, manusia adalah hakekat Harman, Wiliam, dan Fadel. Hakekatnya bukan tumbuhan, hewan, atau malaikat.
Gambaran ini sangat penting dalam konteks memahami kata โAllahโ dalam Alkitab. Kata โAllahโ merupakan istilah (nama) untuk suatu Hakekat Tertinggi (disebut, ๐๐ช๐ท๐ช๐ฏ๐ฆ ๐๐ฆ๐ช๐ฏ๐จ), sehingga kata ini tidak dapat dianggap sebagai nama Pribadi, karena Allah itu sendiri memiliki nama Pribadi.
Pemaksaan kata โAllahโ sebagai nama Pribadi tidak dapat dipertahankan, karena jika kata โAllahโ adalah nama Pribadi: (1) lalu apa nama (istilah) untuk Hakekat Pribadi Allah itu? Jika istilah โmanusiaโ itu adalah nama pribadi, lalu apa nama hakekat untuk โmanusiaโ itu?; (2) karena kata โAllahโ juga digunakan untuk ilah-ilah lain, dan setiap ilah itu memiliki nama Pribadi sendiri, misalnya Baal, dan lain-lain. Ini menegaskan bahwa kata โAllahโ bukanlah nama Pribadi. Jika itu yang dimaksud, maka mengapa allah-allah lain itu masih memiliki nama pribadi masing-masing?; (3) Mengapa Musa masih mempertanyakan tentang nama Allah itu?
Dari sini, dapat diapahami apa yang menjadi kesalahan awal dari para penganut Unitarian Monoteisme sehingga bersikeras meyakini bahwa Allah itu hanya satu Pribadi saja, yakni karena mereka gagal memahami dan menerapkan kata โAllahโ dalam Alkitab. Mereka menganggap itu adalah nama Pribadi, yang sebenarnya adalah bukan, melainkan istilah untuk Hakekat Ilahi.
๐๐๐จ๐๐ ๐๐๐ง๐ช๐ฃ๐๐ ๐๐๐ฃ ๐ฟ๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐๐ฉ๐๐ง๐ ๐๐๐ฃ๐ฎ๐๐ง๐ฉ๐๐ ๐๐๐ฉ๐,
๐๐ฝ๐