05/08/2026
Seorang ibu di Kabupaten Lebak, Banten, bernama Arta Grace Monica (35), membopong sendiri satu set meja dan kursi ke sekolah anaknya sebagai bentuk tanggung jawab setelah sang anak dituduh merusak fasilitas sekolah.
Peristiwa itu terjadi di SD 2 Pasir Tangkil, Kecamatan Warunggunung, Lebak
Monica terlihat berjalan seorang diri menggotong meja dan kursi sejauh 200 meter dari rumah ke sekolah.
"Karena disuruh mengganti oleh kepala sekolah di grup kelas, saya bersedia tanggung jawab," kata Monicq usai mengantarkan meja kursi ke sekolah.
Menurutnya, dirinya ditegur oleh kepala sekolah melalui grup WhatsApp orangtua murid, dengan imbauan agar anak-anak tidak merusak fasilitas sekolah karena belum tentu akan diganti.
Kursi dan meja yang dimaksud adalah tempat duduk anaknya. Namun, Monicq mengaku telah mengonfirmasi kepada anaknya, yang menyebut bahwa kursi tersebut memang sudah rusak sebelumnya.
"Saya tanya ke anak saya, kata anak saya itu memang sudah rusak sebelumnya, tapi saya bersedia ganti dan sampaikan di grup itu, kepala sekolah bilang Alhamdulillah kalau mau ganti," ujarnya.
Setelah itu, Monica membeli satu set meja dan kursi secara daring seharga Rp400.000. Meja dan kursi itu kemudian ia bawa sendiri ke sekolah dan diberi tulisan dengan spidol hitam di atas meja:
"Meja ini dapat dibeli oleh orangtua karena disuruh mengganti." Meski mengaku sedih atas kejadian ini, Monica merasa lega telah menuntaskan kewajibannya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Hadi Mulya menyebut insiden itu terjadi karena kesalahpahaman antara orangtua dan pihak sekolah.