Majalah Nu Aula

25/05/2019
PWNU Jatim

PWNU Jatim

Ngaji Rutin Bersama KH Marzuqi Mustamar, Sabtu 25 Mei 2019. (Lanjutan)

25/05/2019
PWNU Jatim

PWNU Jatim

Ngaji Rutin Bersama KH Marzuqi Mustamar, Sabtu 25 Mei 2019.

Majalah Nu Aula
20/05/2019

Majalah Nu Aula

Majalah Nu Aula
12/03/2019

Majalah Nu Aula

01/02/2018

Ringkasan Ma'uidhah Hasanah KH. Marzuki Mustamar dlm rangka Haul Gus Dur ke-8 di kantor PWNU Jatim, Sabtu 30 Desember 2017 :
___

Akhir-akhir ini NU dengan sangat gencar diserang dan dilemahkan melalui media sosial dan melalui media yg lain, dengan 3 cara :
1. Poro Kyai difitnah (sampe-sampe dulu Gus Dur difitnah berselingkuh dg Aryani).
2. Kyai diadu domba.
3. Semua ajaran NU (tahlilan, yasinan, diba'an, istighotsah, manakib, genduren dll) dibid'akan dan disalahkan.

Apa tujuan ke-3 cara di atas ?, agar NU hancur. Kenapa harus hancur ?

Dikarenakan NU mjd "soko guru" Indonesia diharapkan bisa rapuh, jika NU rapuh otomatis NKRI hancur dan hancur lebur spt Syiria dan Yaman, jika NKRI hancur, masuklah kepentingan-kepentingan mereka (menguasai perdagangan senjata, ekonomi, menguasai tambang minyak, menguasai tambang emas dlsb), akhirnya Indonesia bubar dan dijajah mereka.

Lihat negara-negara Timur Tengah itu pada beriman, tetapi tidak aman. Jika tidak aman, maka bekerja dan beribadahpun juga tidak nyaman.

Indonesia harus beriman dan harus aman,
Hubungan agama dengan negara ibarat 2 sisi keping mata uang, tidak bisa dipisah2kan
- Agama : Pondasi
- Negara : Penjaga
Sehingga, jangan bentur-benturkan agama dengan negara.

Agar hubungan keduanya "chemistry" /menyatu, maka setiap warga negara wajib melaksanakan 3 konsep ukhuwah yg diajarkan almaghfurallah KH. Achmad Shiddiq :
1. Ukhuwah Basyariah : hubungan antar sesama manusia (pokoke menungso tanpa membeda2kan warga negara mana dan apa agamanya) kudu rukun dan saling mengasihi serta menyayangi.
2. Ukhuwah Wathaniyah : hubungan antar sesama warga negara Indonesia (pokoke warga negara Indonesia tanpa membedak2kan agamanya, sukunya, rasnya, partainya) kudu rukun dan saling mengasihi serta menyayangi.
3. Ukhuwah Islamiyah : hubungan antar sesama umat Islam (pokoke podo Islame tanpa melihat partainya & faham serta madzhabnya) kudu rukun dan saling mengasihi serta menyayangi.

Ke-3 konsep ukhuwah di atas oleh Gus Dur diterjemahkan ke dalam 3 konsep yang maknanya sama :
1. Ukhuwah Kemanusiaan
2. Ukhuwah Kebangsaan/Keindonesiaan
3. Ukhuwah Keislaman

Poro wali 9 dan Kyai NU serta Gus Dur dalam berdakwah selalu dilandasi dengan 3 konsep di atas, shg dakwahnya selalu adem dan rahmatan lil 'alamiin. Ini salah satu buktinya, setiap acara NU identik dg GENDUREN :
1. Saaat genduren semua yg hadir (baik yg muslim dan non muslim, muda tua, dapat makanan sama, rawon ya rawon semua, berkatnya isi jajannya sama. ----> Ukhuwah Basyariah/Ukhuwah Kebangsaan.
2. Saat genduren : tetangga diundang semua, baik yg Jawa, Cina, Islam, Katholik dlsb. ----> Ukhuwah Wathaniyah/Ukhuwah Keindonesiaan
3. Saat genduren : didahului dg yasin dan tahlil. -----> Ukhuwah Keislaman.

Dalam contoh Genduren di atas, konsep NKRI menyatu dg fiqih, maka dari itu bagi NU, NKRI harga mati.

"PBNU" : *P*ancasila, *B*hinneka *T*unggal Ika, *N*KRI dan *U*UD 1945 hrs tetap dijaga. NU getol dg menjaga hal tsb bukan utk NU saja, tp utk semua warga Indonesia dan bangsa dunia, rahmatan lil alamiin.

Saat Gus Dur jd Presiden mengesahkan Khoghucu mjd agama resmi di Indonesia, difitnah ngalor ngidul oleh pihak2 yg tdk setuju. Apa latar belakang hal tsb ?

"Gus Dur melihat data bhw populasi Muslim di Cina saat itu 125 juta orang, akan tetapi oleh pemerintah Cina dilarang menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Sedangkan populasi penganut Khonghucu di Indonesia hanya 2 juta orang. Gus Dur punya ide : mancing dg modal 2 juta, dapat 125 juta. Shg setelah diakui mjd agama Khonghucu, Gus Dur melawat kenegaraan ke Cina dan bilang ke Presiden Cina : wargamu di Indonesia sdh kami akui agamanya, gantian dong warga muslim di Cina kau perbolehkan menunaikan ibadah haji. Alhamdulillah hgga saat ini warga muslim di Cina bebas berhaji".

Semoga NU terus mjd rahmatan lil alamiin. Dan warga NU jangan gampang diadu domba melalui medsos.

Mhn maaf dan smg bermanfaat

Salam Takzim

Azis Rofi'i

20/01/2018
Nutizen

Nutizen

Sedang berlangsung ngaji hadist bersama KH. Marzuqi Mustamar di PWNU JATIM

Segera terbit Majalah Aula Nisa edisi perdana...
09/01/2018

Segera terbit Majalah Aula Nisa edisi perdana...

09/12/2017
Nutizen

Nutizen

Sedang Berlangsung ngaji Hadist dan Ke NU an bersama KH. Marzuqi Mustamar

Terlihat TG KH Turmudzi bersama Kiai Said Aqil Siroj mengikuti pawai taaruf sebelum pembukaan Munas dan Konbes 2017 di M...
23/11/2017

Terlihat TG KH Turmudzi bersama Kiai Said Aqil Siroj mengikuti pawai taaruf sebelum pembukaan Munas dan Konbes 2017 di Mataram. Didampingi sekjen PBNU @ahmad_helmy_faishal_zaini dan Menpora RI @nahrawi_imam
Foto @nahdlatuloelama
#munasdankonbesnu2017 #medianetwork #majalahaula #munaskonbesnu2017 #numedianetwork

31/10/2017

NU MANA PEDULIMU
===========================
(Majalah NU AULA edisi Nopember 2017)

UMURRISALAH
Kekuatan ekonomi warga menjadi orientasi utama. Seiring dengan pelayanan umat atas Pendidikan, Kesehatan dan Dakwah. Benarkah warga Nahdliyin bagian dari masyarakat yang tersejahterakan? -, NU Apa Pedulimu
-, KH Mutawakkil Alallah; Merawat Ideologi dengan Penguatan Ekonomi
-, NU Komitmen pada Amanat Diniyah dan Wathaniyyah
-, Ngurus Umat jangan Hanya Jelang Muktamar
-, MINU Pucang; Pendidikan Terpercaya dalam Pelayanan
-, RSI Siti Hajar; Padukan Medis dan Spiritual
-, PCNU Kab Blitar; Pertahankan Gelar, Pulang Bawa Mobil

Dapatkan juga Wawasan Kebangsaan dan Keagamaan dari para Tokoh NU
✓Iftitah : Seratus Tahun Kedua
✓Wawancara : A Athoillah ; Gelorakan Spirit Nahdlatut Tujjar
✓Kedai Sufi : Rasulullah SAW pun Istighfar dan Bertaubat
✓Wawasan : Jawaban bagi Mereka yang Memvonis Bid’ah
✓Kajian Aswaja : Selaksa Membaca Surat Yasin
✓Bahtsul Masail : Wasiat Shalat Jenazah Satu Gelombang
✓Dirasah Qur’aniyah : Memilih Bacaan yang Indah
✓Khutbah Jumat : Memberi Maaf Sebagai Jalan Keselamatan
✓Khutbah Jumat : Belajar dari Kisah Umat Terdahulu
✓Catatan Gus Ali : Menata Diri
✓Tabayun : Inspirasi Hitler ✓Ahlan : Aula dan Orientasi Perjuangan NU

Simak Berita Istimewa Lainnya
✓Laporan Khusus : Munas Konber 2017; Napak Tilas Nasbul Imam
✓Kronik Kramat Raya : Santri, Tulang Punggung Negeri dan PBNU Inisiasi Sikap Lintas Ormas terhadap Isu Rohingya
✓Ihwal Jam’iyah : Muskerwil NU Jatim; Dari Persoalan Ekonomi hingga Organisasi
✓Resensi : Lebih Dekat Kibrah Pesantren Pinggiran
✓Aktualita : Jokowi pun Cium Tangan Kiai
✓Serambi Jawa Tengah dan Kilas Nusantara

Tersedia Profil Inspiratif
✓Tokoh : Koarmatim, Menjaga Perbatasan Indonesia dengan Istighotsah
✓Prestasi : Santri Zainul Hasan Genggong Juara Film Nasional ✓Aulasiana : Asal Usul Nama Jalan dan Kampung Poligami
✓Kancah Dakwah : Padukan Dakwah dan Bisnis Lewat Buku
✓Ikuti Tebak Kata Aula raih hadiah menarik dari Majalah Nomer Satu Milik NU ini

Dapatkan segera!
Hubungi Pemasaran Majalah Aula Telp (031) 8296119 Hp (Habib 0856 4846 4128), (Khoiriyah 0813 3038 3529), (Sri 0821 4306 1170)

Majalah Nu Aula
31/10/2017

Majalah Nu Aula

Majalah Aula sudah beberapa kali menjadi obyek penelitian para mahasiswa komunikasi. Dan di antara mereka peneliannya me...
20/10/2017

Majalah Aula sudah beberapa kali menjadi obyek penelitian para mahasiswa komunikasi. Dan di antara mereka peneliannya menghiasi jagat media online. Inilah skripsi jaman now.

Sebelum ada Hari Santri, Lesbumi Surabaya telah menjejakkan Serangkaian Seminar Perjuangan Umat Islam dalam Revolusi Ind...
18/10/2017

Sebelum ada Hari Santri, Lesbumi Surabaya telah menjejakkan Serangkaian Seminar Perjuangan Umat Islam dalam Revolusi Indonesia, dalam kaitan Pembangunan Monumen Resolusi Jihad di PCNU Kota Surabaya, 22 Oktober 2011. KH Sholeh Qosim memberikan kesaksian perjuangan itu. Selamat menyambut Hari Santri 2017.
.
"Bukan hanya darah dan airmata, perjuangan para santri di medan laga di masa revolusi, disertai amalan doa yang kerap dinilai tidak rasional oleh orang sakarang". KH Sholeh Qosim Sepanjang, Saksi Sejarah.
.
Catatan Riadi Ngasiran, Pemred Majalah NU AULA

18/10/2017
13/10/2017
13/10/2017

Ketika Gus Dur Ditanya soal Konsep Negara Islam

Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid.
Di era 1970-an hingga 1980-an, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terus mengalirkan banyak gagasan tentang Islam dan kebangsaan, Islam dan budaya, Islam dan demokrasi, serta memasyhurkan gagasan pribumisasi Islam dan pesantren sebagai sub-kultur.

Tulisan-tulisan Gus Dur tentang tema-tema substantif itu menghiasi sejumlah media cetak, baik koran maupun majalah. Hingga suatu ketika Gus Dur diundang oleh Arief Budiman untuk menjadi pembicara utama di sebuah forum ilmiah.

Dalam forum yang didampingi Matori Abdul Djalil tersebut, Gus Dur menguraikan satu per satu konsep negara yang pernah ada dalam sejarah. Presiden ke-4 RI ini juga menyampaikan kelebihan serta mengkritik kekurangan masing-masing konsep tersebut.

Tibalah saatnya ketika Gus Dur menyampaikan kesimpulan, mana sesungguhnya konsep negara yang baik menurut Islam. Namun ternyata, hadirin yang berisi para pakar dan akademisi dibikin bingung karena Gus Dur dinilai kurang clear dalam menjelaskan konsep negara, yaitu negara Islam.

Gus Dur sama sekali tidak menyinggung perihal konsep negara Islam. Hal ini membuat Matori deg-degan khawatir Gus Dur diberondong pertanyaan oleh para pakar yang hadir.

Apa yang dikhawatirkan Matori betul terjadi. Sebab salah satu hadirin bertanya kepada Gus Dur, lantas apa yang dimaksud dengan konsep negara Islam?

Semua kolega Gus Dur termasuk Gus Mus yang hadir dalam forum tersebut dibawa penasaran dengan menunggu jawaban cucu Pendiri NU, Hadlratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari itu.

Ternyata dengan santainya Gus Dur menjawab, “itu yang belum aku rumuskan,” seloroh Gus Dur diplomatis. Sontak seluruh hadirin yang memadati forum ilmiah tersebut dibuat ngakak dan terpingkal-pingkal oleh jawaban Gus Dur.

Sejatinya Gus Dur ingin mengatakan bahwa konsep negara Islam tidak pernah ada. Islam hanya menawarkan nilai-nilai luhurnya untuk mengisi setiap sendi perpolitikan, perekonomian, kebudayaan, seni, dan lain-lain. “Islam tidak pernah dikerek menjadi bendera,” kata Gus Dur dalam sebuah tulisannya. (Fathoni)

Cerita ini disarikan dari buku “Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus” karya KH Husein Muhammad (Noura Books, 2015).

Ketika Gus Dur Ditanya soal Konsep Negara Islam
Almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid.
Di era 1970-an hingga 1980-an, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terus mengalirkan banyak gagasan tentang Islam dan kebangsaan, Islam dan budaya, Islam dan demokrasi, serta memasyhurkan gagasan pribumisasi Islam dan pesantren sebagai sub-kultur.

Tulisan-tulisan Gus Dur tentang tema-tema substantif itu menghiasi sejumlah media cetak, baik koran maupun majalah. Hingga suatu ketika Gus Dur diundang oleh Arief Budiman untuk menjadi pembicara utama di sebuah forum ilmiah.

Dalam forum yang didampingi Matori Abdul Djalil tersebut, Gus Dur menguraikan satu per satu konsep negara yang pernah ada dalam sejarah. Presiden ke-4 RI ini juga menyampaikan kelebihan serta mengkritik kekurangan masing-masing konsep tersebut.

Tibalah saatnya ketika Gus Dur menyampaikan kesimpulan, mana sesungguhnya konsep negara yang baik menurut Islam. Namun ternyata, hadirin yang berisi para pakar dan akademisi dibikin bingung karena Gus Dur dinilai kurang clear dalam menjelaskan konsep negara, yaitu negara Islam.

Gus Dur sama sekali tidak menyinggung perihal konsep negara Islam. Hal ini membuat Matori deg-degan khawatir Gus Dur diberondong pertanyaan oleh para pakar yang hadir.

Apa yang dikhawatirkan Matori betul terjadi. Sebab salah satu hadirin bertanya kepada Gus Dur, lantas apa yang dimaksud dengan konsep negara Islam?

Semua kolega Gus Dur termasuk Gus Mus yang hadir dalam forum tersebut dibawa penasaran dengan menunggu jawaban cucu Pendiri NU, Hadlratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari itu.

Ternyata dengan santainya Gus Dur menjawab, “itu yang belum aku rumuskan,” seloroh Gus Dur diplomatis. Sontak seluruh hadirin yang memadati forum ilmiah tersebut dibuat ngakak dan terpingkal-pingkal oleh jawaban Gus Dur.

Sejatinya Gus Dur ingin mengatakan bahwa konsep negara Islam tidak pernah ada. Islam hanya menawarkan nilai-nilai luhurnya untuk mengisi setiap sendi perpolitikan, perekonomian, kebudayaan, seni, dan lain-lain. “Islam tidak pernah dikerek menjadi bendera,” kata Gus Dur dalam sebuah tulisannya. (Fathoni)

Cerita ini disarikan dari buku “Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus” karya KH Husein Muhammad (Noura Books, 2015). #nuonline #santriNusantara #PWNUJatim #majalahAulaNU #harisatri #ayomondok.id

Yuk bagi para santri ikutan. Abadikan aktivitas pondok kalian.🤗😀
13/10/2017

Yuk bagi para santri ikutan. Abadikan aktivitas pondok kalian.🤗😀

12/10/2017

Maksiat bukan persoalan individu tapi sudah menjadi persoalan bersama. Kalau negeri ini banyak maksiat berkeliaran dan murka Allah turun di negeri ini. Bukan hanya kamu yang kena. Tapi semua makhluk akan kena imbasnya.
.
Yuk stop maksiat mari kita kembali taubat dan lakukan shalat

#quote Ketua Umum PP IPNU @asepirfanmujahid di #majalahaula edisi Oktober 2017. Ketum @ppipnu ini menyadari bahwa bersat...
12/10/2017

#quote Ketua Umum PP IPNU @asepirfanmujahid di #majalahaula edisi Oktober 2017. Ketum @ppipnu ini menyadari bahwa bersatunya Indonesia dari sabang sampai marauke dibanyar mahal oleh darah para pejuang bangsa. Untuk itu tugas kita sebagai generasi muda harus menjaga warisan para pejuang NKRI ini. Bhineka Tunggal Ika harus dijaga dan dirawat.
#ipnu #bhinekatunggalika #indonesia #nahdlatuloelama #nahdlatululama #santri #santrinasionalis #santrihitz #majalahaula

Ketum @pkcpmiijatimRadikalisme sudah masuk kampus. WASPADALAH. Ini sudah menjadi tugas PMII untuk membersihkan semua itu...
12/10/2017

Ketum @pkcpmiijatim
Radikalisme sudah masuk kampus. WASPADALAH. Ini sudah menjadi tugas PMII untuk membersihkan semua itu.
#tolakradikalisme #kampus #bersih #pmii #hidupmahasiswa #hidupindonesia
Cc @pkc_pmii_lampung @kopripmiijawatimur @pkcpmii_jambi @kopripkcjawatengah @pmii_pkc_jawatimur @pkcpmiix02 @kopri_pkcjambi @kopri_pmii_maluku @pb.pmii @pmii_stia @pmiimadura @pmii_unisma @aktivispmii @duniapergerakan @pmii_ss @pmii_surabaya @pb_kopri @pmiiuinsa @pmiinews @pmiichannel

#huttni di Cilegon ada pemandangan istimewa yakni penghormatan terhadap sesepuh pejuang NKRI Almukarom KH Soleh Qosim, S...
12/10/2017

#huttni di Cilegon ada pemandangan istimewa yakni penghormatan terhadap sesepuh pejuang NKRI Almukarom KH Soleh Qosim, Sepanjang Sidoarjo. .
Bahkan presiden @jokowi tawadlu menghapiri kiai sepuh itu. @kompastv
#huttni72 #huttni72tahun2017 #nahdlatuloelama #pejuang #majalahaula

Adakah di antara kalian yg ngurusi NU? Apakah kalian termasuk gila NU atau NU Gila? Simak yuk...Cc@jaringangusdurian @cy...
12/10/2017

Adakah di antara kalian yg ngurusi NU? Apakah kalian termasuk gila NU atau NU Gila? Simak yuk...
Cc
@jaringangusdurian @cybergusdurian @nuonline_id @kiai_ku

Presiden @jokowi mencium tangan seorang ulama yg pernah mengukuti perang melawan penjajah. Ya Kiai Sholeh Qosim Ngelom S...
12/10/2017

Presiden @jokowi mencium tangan seorang ulama yg pernah mengukuti perang melawan penjajah. Ya Kiai Sholeh Qosim Ngelom Sepanjang Sidoarjo namanya, lahir pada tahun 1930. .
Kiai Qosim adalah pengasuh Ponpes Bahauddin Al-Islami, Sidoarjo. Saat perang kemerdekaan, dia ikut mengangkat senjata menjadi anggota laskar Hizbullah tahun 1943 pimpinan KH Masykur, yang berjuang pada 10 November di Surabaya
.
Kiai Qosim adalah Mustasyar PWNU Jawa Timur. Diusia 87 tahun ini beliau tetap aktif di setiap acara NU berlangsung. Semoga beliau terus diberikan kesehatan dan umur panjang. Agar generasi muda bisa meneladainya.
#dirgahayuri #huttni72tahun2017 #huttni #huttni72 #huttnial72 #huttniau71 #presiden #jokowi #nahdlatuloelama #nahdlatululama #pwnujatim #nkrihargamati #nkriberpancasilahargamati💪 #tnibentengnkri

Sikap NU selama ini adalah moderat. Inilah komentar ketua @pb_kopri @pb.kopri maka dari itu masyarakat muslim harus memi...
12/10/2017

Sikap NU selama ini adalah moderat. Inilah komentar ketua @pb_kopri @pb.kopri maka dari itu masyarakat muslim harus memiliki sikap moderat. Jangan mudah terpancing dng sumbu pendek.
#kopri #pmii #nahdlatululama #indonesian #moderat #suara #mahasiswa #majalahaula

KAUM MUDA (SANTRI) MENGGUGAT *=============================(Majalah NU AULA edisi Oktober 2017)UMURRISALAHNegeri ini beg...
29/09/2017

KAUM MUDA (SANTRI) MENGGUGAT *
=============================
(Majalah NU AULA edisi Oktober 2017)

UMURRISALAH
Negeri ini begitu elok untuk dibiarkan terpuruk. Terpuruk karena pelbagai problematika yang melingkupinya. Keroposnya sendi-sendi moral bangsa, merajalelanya keserakahan yang mengantarkan para politisi terjerat kasus korupsi, narkoba digemari, kebhinekaan diragukan, bibit radikalisme tumbuh subur dan budaya literasi memudar. Kaum muda dari pesantren menggugat: Selamatkan Indonesia. Negeri ini harus dipimpin orang-orang yang mengedepankan akhlak yang baik.
-, Kaum Muda (Santri) Menggugat
-, Asep Irfan Mujahid; Stop Narkoba Suarakan Kebhinekaan
-, Agus Herlambang; Kader Multi Strategi, Sambut Bonus Demografi
-, Haikal Atiq Z; Budaya Riset dan Literasi Menjadi Kunci
-, Bersihkan Radikalisme dari Indonesia
-, Jangan Mudah Terprovokasi
-, Puti Husni; Tanamkan Nasionalis, Raih Prestasi
-, Antara Kemanusiaan dan Adu Domba

Dapatkan juga Wawasan Kebangsaan dan Keagamaan dari para Tokoh NU
✓Iftitah : Genari Pendobrak
✓Wawancara : Gus Reza; Promosikan Islam Nusantara di Belahan Dunia
✓Kedai Sufi : Simpan Pemberian Allah itu, dalam Pengetahuanmu
✓Wawasan : H Imam Nahrawi; Pemuda dan Jihad Kebangsaan
✓Wawasan II : Mandiri dan Inovasi dan Menjaga Tradisi
✓Kajian Aswaja : Hukum Peringatan Hari Besar Islam
✓Bahtsul Masail : Cara Berdizikir dengan Sirri dan Cara Bilal Jum’at Menurut Nahdliyin
✓Dirasah Qur’aniyah : Surat Yasin yang Mengagumkan
✓Khutbah Jumat : Sedekah adalah Amal Terbaik dan Menyelamatkan
✓Khutbah Jumat : Manfaatkan Kesempatan dengan Amal Terbaik
✓Catatan Gus Ali : Pentingnya Belajar dari Sejarah
✓Tabayun : Saracen
✓Ahlan : Rubrik Baru untuk Perempuan Pesantren

Simak Berita Istimewa Lainnya
✓Laporan Khusus : Desa-Desa Rohingya itu Dibakar
✓Kronik Kramat Raya : Kiai Said Aqil; Cabut saja Nobel Perdamaian Suu Kyi
✓Ihwal Jam’iyah : Menyamai NUsantara Mart
✓Anti Hoax : Penghina Gus Dur itu Diterima dengan Cinta Kasih
✓Aktualita : Perpres PPK pun Terbit
✓Serambi Jawa Tengah dan Kilas Nusantara

Tersedia Profil Inspiratif
✓Tokoh : Lewat Jalan Berliku Wujudkan Kampus Harapan (Ketua PCNU Blitar)
✓Pendidikan : Biaya Mahal, Pendidikan Berkualitas
✓Muhibbah : Akar Tradisi Islam Kazakhtan
✓Budaya : LTN NU Jatim Gelar Festival Literasi Nusantara
✓Obituari : Gus Luqman, Kiai yang Dermawan dan KH Syatibi Syarwani, Ulama Penyangga Banten
✓Aulasiana : Orangnya Pindah ke Baghdad, Sopir Lebih dulu Masuk Surga, Baru Kiai dan Pastur
✓Ikuti Tebak Kata Aula raih hadiah menarik dari Majalah Nomer Satu Milik NU ini

Lembaran Khusus Perempuan ‘An-Nisa’
✓Cara Perempuan Pesantren Menempa Diri
✓Toleransi Kaum Muda Menurun
✓Peran Kaum Ibu sebagai Madrasah Ula
✓Jalan Hidup Perempuan Bersuara Emas
✓Al-Qur’an Jendela Wujudkan Cita
✓Fiqh Nisa’: Tampil Syar’i Tetap Menawan dan Bersuci serta Bersih dari Haid

Harga Langganan Majalah NU Aula
- Langganan 6 bulan/edisi = Rp 140.000 (Pulau Jawa), Rp 175.000 (Luar Pulau Jawa)
- Langganan 12 bulan/edisi = Rp 270.000 (p Pulau Jawa), Rp 325.000 (Luar Pulau Jawa)
- Harga Eceran Rp 25.000 (Jawa) dan Luar Jawa Rp 30.000

Dapatkan segera!
Hubungi Pemasaran Majalah Aula
Kantor PWNU Jatim
Jl Masjid Al-Akbar Timur No 9 Surabaya
Telp (031) 8296119 Hp (Iwan 0856 4801 5858), (Khoiriyah 0813 3038 3529), (Sri 0821 4306 1170), Instagram @majalah_aula dan twitter @Majalah_Aula

AULA
Akhbarul Ulama Li Ahlussunnah wal Jamaah
Bacaan Kiai, Santri dan Pemerhati

Address

Gedung PWNU Jawa Timur Jl. Masjid Al-Akbar Timur 9
Bandar Surabaya

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majalah Nu Aula posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Majalah Nu Aula:

Nearby media companies


Other Media/News Companies in Bandar Surabaya

Show All