Harian Surabaya Pagi

Harian Surabaya Pagi Harian Surabaya Pagi Harian Surabaya Pagi (Surabaya Pagi Daily News), in the name media group of 'Surabaya Mandiri Group'. Surabaya Pagi Daily News has circulated to customer everyday from Monday to Saturday (except in Sunday and a national/culture day in Indonesia).
(9)

Harian Surabaya Pagi concern in law, business law, politic government and entertainment law, also to cover some sports prediction like European League/Indonesia football, etc. Have a reach in Surabaya and some big city in East Java include Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Gresik-Lamongan (SSMMG). Or more info and read my newspaper in online check it www.surabayapagi.com. Head Office. PT. Surabaya Sore Jl. Gubeng Kertajaya VII Raya No. 62-67 Surabaya Telp. 031 5016699 (hunting) ext 101,5039898 (direct), 5010099 Fax. 031 5053347 Website. http://www.surabayapagi.com/ Notes. Surabaya Mandiri Group are a one of big newspaper company that have some a publishing like Surabaya Pagi Daily News (PT. Surabaya Sore), JATIM MANDIRI (PT. Surabaya Mandiri Sejahtera), also Printing Company in Surabaya Printing (PT. Surabaya Printing). See more

Mission: being a newspaper of law in Indonesia to focusing with voice of justice and concern in business law, politic government and entertainment law.

Operating as usual

30/07/2020
Di era digital saat ini, koran Surabaya Pagi ingin selalu menemani pembacanya dengan berita-berita update & akurat dari ...
23/07/2020

Di era digital saat ini, koran Surabaya Pagi ingin selalu menemani pembacanya dengan berita-berita update & akurat dari dalam maupun luar negeri, melalui e-Paper yang bisa dibaca kapanpun dan dimanapun melalui smartphone, dengan pengiriman terdepan setiap harinya untuk pembaca

Jadi tunggu apalagi, yuk segera berlangganan e-Paper Surabaya Pagi, dengan penawaran harga promosi untuk Anda, HANYA 30RB / BULAN 😎

Dan Anda juga bisa mendapatkan FREE Pemasangan IKLAN selama 1 Minggu, hanya dengan berlangganan epaper 6 bulan seharga 150rb

Segera hubungi Customer Service Kami untuk informasi lanjut di 0818581111 atau 0818214888
E-paper Harian Surabaya Pagi, cara tepat ter-update untuk kabar berita harian Anda

SURABAYAPAGI.com - Target yang diberikan Presiden RI Joko Widodo kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta kepala da...
09/07/2020
Ego Kekuasaan, Ganggu Penanganan Covid-19

SURABAYAPAGI.com - Target yang diberikan Presiden RI Joko Widodo kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta kepala daerah di Surabaya Raya, untuk menurunkan penyebaran virus Covid-19 dalam waktu dua minggu, dianggap gagal. Pasalnya, laju peningkatan kasus Covid-19 justru semakin menjadi

Jatim menjadi daerah tertinggi penyebarannya di Indonesia. Padahal, Pemprov Jatim sendiri telah menganggarkan Rp 2 Triliun lebih untuk penanganan pandemi Covid-19 di Jatim. Pemkot Surabaya sendiri juga menganggarkan Rp 200 Miliar lebih. Namun nyatanya, baik Khofifah dan Tri Rismaharini masih kewalahan. Bahkan, ego kekuasaan sendiri cenderung masih muncul. Padahal, pandemi Covid-19 ini merupakan bencana yang memberikan dampak besar bagi masyarakat terutama perekonomian di Jatim

Hal tersebut terangkum dari pengamat Politik asal Universitas Airlangga Ali Sahab dan pengamat manajemen publik asal Univ Kristen Petra Surabaya Ronny Herowind Mustamu, yang dihubungi Surabaya Pagi secara terpisah Rabu (8/7/2020) kemarin

"Pemprov Jatim sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah Pusat harus mampu melakukan koordinasi dengan Bupati dan Walikota untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya penanganan Covid-19 di atas kepentingan apapun," ujar Ali Sahab kepada Surabaya Pagi, Rabu (8/7/2020)

Ali mengatakan rasanya sulit untuk memenuhi permintaan Presiden Jokowi memberikan dua minggu kepada Jawa Timur untuk menurunkan kurva. Dirinya juga mengatakan peran pemerintah untuk mengajak para masyarakat melalui stake holder dirasa mampu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Misal di Surabaya, seharusnya Bu Risma bisa merangkul komunitas besar di Surabaya seperti Bonek dengan mendatangi Presiden Persebaya Azrul Ananda untuk deklarasi bersama Bonek melawan Covid-19 sampai dibentuk duta Covid di tiap kelurahan yang bisa bersinergi dengan aparat kelurahan," katanya. Baca undercover berita selengkapnya di http://www.surabayapagi.com/read/ego-kekuasaan-ganggu-penanganan-covid19

Baca juga koran cetak ha rian Surabaya Pagi
Dan tidak hanya terbit dalam bentuk cetak, Surabaya Pagi juga tersedia dalam format e-Paper yang bisa Anda baca setiap saat dengan cara berlangganan.

Nikmati kemudahan membaca koran dimanapun dan kapanpun hanya dengan smartphone Anda, SEGERA! Hubungi Customer Service Kami 0818581111/0818214888

Temui juga Surabaya Pagi di instagram https://www.instagram.com/harian.surabayapagi/

  Para Pakar Manajemen dan Akademisi Kritisi Pemprov Jatim  Gagal Penuhi Target Jokowi untuk Redam Penyebaran Covid 19 di Jawa

SURABAYAPAGI.com - Mewajibkan seluruh calon mahasiswa yang hendak mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk m...
03/07/2020
Risma Wajibkan Calon Mahasiswa Rapid dan Swab Test Mandiri

SURABAYAPAGI.com - Mewajibkan seluruh calon mahasiswa yang hendak mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk masuk perguruan tinggi melakukan rapid test dan atau tes swab yang hasilnya harus negatif atau non reaktif

Hal itu tertuang dalam Surat Wali Kota bernomor 421.4/5853/436.8.4/2020 yang ditanda tangani langsung oleh Tri Rismaharini tanggal 2 Juli 2020. Surat tersebut langsung dikirimkan kepada Rektor Unair, Rektor ITS, Rektor Unesa dan Rektor UPN mengenai pelaksanaan UTBK yang harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

Poin pertama, setiap tahapan kegiatan harus mengutamakan pencegahan penyebaran Covid-19. Kedua, seluruh peserta UTBK dalam SBMPTN wajib menunjukkan uji Rapid Test dengan hasil non reaktif atau Swab Test dengan hasil negatif yang dikeluarkan selambat-lambatnya 14 hari sebelum mengikuti ujian kepada panitia.

Ketiga, panitia wajib menyusun Protokol Kesehatan dalam setiap tahapankegiatan ujian dan diberlakukan secara konsisten. Dan yang terakhir, melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan sebagaimana tersebut pada poin 3 (tiga) kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya

Hal ini dirasa memberatkan oleh sebagian besar orang tua peserta UTBK karena seperti yang diketahui sebelumnya, harga rapid test sendiri tidak murah. Di beberapa rumah sakit dan laboratorium, harganya berkisar antara Rp 350 - 500 ribu rupiah

Salah satu orang tua peserta, Rahayu, yang anaknya akan melakukan ujian UTBK di UPN Veteran Jawa Timur pada hari Rabu, 8 Juli 2020 mendatang merasa keberatan dengan persyaratan rapid test tersebut

"Masak harus rapid test? Apa tidak cukup kebijakan memakai masker, cek suhu tubuh dan jaga jarak? Menurut saya memberatkan soalnya harganya mahal," ujar Rahayu, Baca undercover berita selengkapnya di
http://www.surabayapagi.com/read/risma-wajibkan-calon-mahasiswa-rapid-dan-swab-test-mandiri

Baca juga koran cetak harian Surabaya Pagi
Dan tidak hanya terbit dalam bentuk cetak, Surabaya Pagi juga tersedia dalam format e-Paper yang bisa Anda baca setiap saat dengan cara berlangganan.

Nikmati kemudahan membaca koran dimanapun dan kapanpun hanya dengan smartphone Anda, SEGERA! Hubungi Customer Service Kami 0818581111/0818214888

Temui juga Surabaya Pagi di instagram https://www.instagram.com/harian.surabayapagi/?hl=id

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Lagi-lagi, Wali Kota Tri Rismaharini mengeluarkan surat edaran yang dinilai justru merugikan. Bila

SURABAYAPAGI.com - Wali Kota Tri Rismaharini, menyebut bahwa 90 persen kenaikan angka Covid-19 berasalkan dari perumahan...
03/07/2020
Camat Sukolilo: Kawasan Kertajaya Indah, Aman

SURABAYAPAGI.com - Wali Kota Tri Rismaharini, menyebut bahwa 90 persen kenaikan angka Covid-19 berasalkan dari perumahan elit. Namun, sayangnya, Wali Kota Risma tidak mendetailkan perumahan elit disebelah mana

"Jadi, presentase kenaikan kemarin itu rata-rata menengah ke atas, 90 persen di perumahan mewah," kata Risma

Bahkan, menurut Wali Kota Risma, di kawasan perkampungan justru sudah menurun, berkat adanya Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo yang diinisiasi oleh Pemkot. Alasan Risma, dari hasil tracing, warga yang tinggal di perumahan mewah dikarenakan sering bepergian keluar kota dan keluar negeri

Untuk menelusuri apakah daerah elit banyak meningkat pasien positif Covid-19, tim Surabaya Pagi melakukan undercover di beberapa daerah perumahan elit seperti di Kertajaya Indah yang berada dibawah wilayah Sukolilo, Pakuwon Indah yang masuk wilayah kecamatan Wiyung, Darmo Grande dan Darmo Satelit Town yang berada dibawah wilayah Kecamatan Sukomanunggal

Kecamatan Sukolilo saat didatangi Surabaya Pagi, ditemui Camat Sukolilo, Amalia Kurniawati menuturkan bila hingga saat ini perumahan mewah yang dibawah naungan kecamatan Sukolilo dapat dipastikan masih aman. "Sukolilo alhamdulilah aman, justru kami malah mendapat limpahan dari luar kota yang tempat-tempat kost begitu. Kalau perumahan elit justru aman malah, tak ada," ungkap Amalia, kepada Surabaya Pagi, Kamis (2/7/2020), Baca undercover berita selengkapnya di http://www.surabayapagi.com/read/camat-sukolilo--kawasan-kertajaya-indah-aman

Bagaimana tanggapan kamu?

Baca juga koran cetak ha rian Surabaya Pagi
Dan tidak hanya terbit dalam bentuk cetak, Surabaya Pagi juga tersedia dalam format e-Paper yang bisa Anda baca setiap saat dengan cara berlangganan.

Nikmati kemudahan membaca koran dimanapun dan kapanpun hanya dengan smartphone Anda, SEGERA! Hubungi Customer Service Kami 0818581111/0818214888

Temui juga Surabaya Pagi di instagram https://www.instagram.com/harian.surabayapagi/

   Warga di Perumahan Darmo Grande, Kertajaya Indah, Dharmahusaha Mas dan Pakuwon Indah, Menyatakan tak Diresahkan Warga Terkapar virus

SURABAYAPAGI.com - Slamet Riyadi (45), warga Jalan Tenggumung Wetan, Gang Delima, Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Suraba...
03/07/2020
Dagang Sabu Disimpan di Al Qur'an

SURABAYAPAGI.com - Slamet Riyadi (45), warga Jalan Tenggumung Wetan, Gang Delima, Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya. Ia ditangkap petugas pada Jumat (26/6)

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti tiga poket sabu dengan berat total 1,10 gram

Kanit Lidik II Iptu Danang Eko Abrianto mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi warga melalui Aplikasi Jogo Suroboyo

"Petugas melakukan penangkapan di TKP yaitu di Jalan Tengumung Wetan. Di rumah tersangka ditemukan tiga klip berisi sabu yang berat masing-masingnya 0,35 gram, 0,35 gram dan 0,40 gram yang disimpan di dalam Al-Qur'an, yang disimpan di samping televisi di kamar tersangka," kata Iptu Danang saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (2/6/2020), Baca undercover berita selengkapnya di
http://www.surabayapagi.com/read/dagang-sabu-disimpan-di-al-quran

Baca juga koran cetak ha rian Surabaya Pagi
Dan tidak hanya terbit dalam bentuk cetak, Surabaya Pagi juga tersedia dalam format e-Paper yang bisa Anda baca setiap saat dengan cara berlangganan.

Nikmati kemudahan membaca koran dimanapun dan kapanpun hanya dengan smartphone Anda, SEGERA! Hubungi Customer Service Kami 0818581111/0818214888

Temui juga Surabaya Pagi di instagram https://www.instagram.com/harian.surabayapagi/

  SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Berbagai cara dilakukan oleh para pengedar narkoba untuk menyembunyikan barang haram dagangannya agar

SURABAYAPAGI.com - Jasad wanita yang tubuhnya telah membengkak tersebut diketahui bernama Irene Siska (43), seorang Mana...
02/07/2020
Janda Membusuk di Perumahan Alam Juanda

SURABAYAPAGI.com - Jasad wanita yang tubuhnya telah membengkak tersebut diketahui bernama Irene Siska (43), seorang Manajer Regional, di perusahaan Susu Frisian Flag

Perempuan 43 tahun tersebut diketahui tinggal sendirian di rumah yang dihuninya itu. Ia seorang janda dan tidak punya anak

Kejadian tersebut diketahui saat adik korban yang bernama Adi Wicaksono mengatakan korban tidak bisa dihubungi selama 3 hari. "Ditelepon dan WA (WhatsApp) masuk, tapi tidak diangkat. Ternyata dia sudah meninggal dan ponselnya dalam posisi dicas," kata Adi Wicaksono di lokasi kejadian

Dari pantauan Wartawan Surabaya Pagi rumah Blok BB No.10 sudah ada petugas dari Polsek Sedati yang melakukan pemeriksaan sekaligus olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) serta sudah terpasang garis pembatas police line

Kanit Reskrim Polsek Sedati, Ipda Vebby Andis Ferdian, saat dikonfirmasi di tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, saat ditemukan kondisi mayat sudah membusuk dan bengkak. "Saat ditemukan kondisi mayatnya membusuk dan sudah bengkak sehingga kondisinya sulit dikenali," ungkapnya

Dia menjelaskan, pihaknya tidak menemukan bekas luka yang ada di tubuh korban, sehingga harus dilakukan proses autopsi

Sementara jasad korban akan dilarikan ke RS. Bhayangkhara Porong untuk dilakukan otopsi

"Pihak keluarga sudah mengizinkan untuk dilakukan proses otopsi. Nanti akan diketahui hasilnya seperti apa," ucap Vebby, Baca berita selengkapnya di http://www.surabayapagi.com/read/janda-membusuk-di-perumahan-alam-juanda

Baca juga koran cetak ha rian Surabaya Pagi
Dan tidak hanya terbit dalam bentuk cetak, Surabaya Pagi juga tersedia dalam format e-Paper yang bisa Anda baca setiap saat dengan cara berlangganan.

Nikmati kemudahan membaca koran dimanapun dan kapanpun hanya dengan smartphone Anda, SEGERA! Hubungi Customer Service Kami 0818581111/0818214888

Temui juga Surabaya Pagi di instagram https://www.instagram.com/harian.surabayapagi/?hl=id

  SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Penemuan mayat yang berjenis kelamin perempuan ditemukan dengan kondisi tubuh sudah membengkak serta ada bercak

SURABAYAPAGI.com - Padahal, anggaran Covid-19 tersebut, dari laporan DPRD kota Surabaya, baru terserap 23 persen. Namun,...
02/07/2020
Pemkot Minta Sumbangan ke Nakes

SURABAYAPAGI.com - Padahal, anggaran Covid-19 tersebut, dari laporan DPRD kota Surabaya, baru terserap 23 persen. Namun, realitanya, Pemkot bukannya malah mengelola anggaran yang sudah dianggarkan untuk Covid-19 di Surabaya

Kini Sekretaris Daerah Kota Surabaya Ir. Hendra Gunawan, MA, atas perintah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengeluarkan Surat Edaran yang menghimbau seluruh karyawan, pegawai hingga tenaga kesehatan di tingkat RS dan puskesmas, untuk melakukan penggalangan dana. Pantaskah?

Tim wartawan Surabaya Pagi mencoba turun untuk melakukan cek dan re-check terkait penggalangan dana tersebut

Terkait Penggalangan dana tersebut diumumkan melalui surat edaran nomor 360/5769/436.3.4/2020, yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan, pada tanggal 30 Juni 2020

Dalam surat edaran tersebut pada awal surat tertulis, “Menindaklanjuti arahan Ibu Wali Kota sehubungan dengan penyebaran Coronavirus Disease 19 (Covid-19), maka Pemerintah Kota Surabaya telah melaksanakan berbagai upaya dalam rangka pencegahan dan penanganan penyebaran Coronavirus Disease 19 (Covid-19) di Kota Surabaya,” sebagai pembuka surat tersebut

Selanjutnya, di surat edaran itu juga diminta kepada seluruh jajaran hingga nakes tingkat Puskesmas, untuk menyumbang berupa uang yang dikirim ke rekening Bank Jatim. “Berkaitan dengan hal tersebut maka diharapkan partisipasi dan keikhlasan bantuan berupa uang dari karyawan / karyawati di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya / Perusahaan Daerah / RSUD / Puskesmas yang selanjutnya dikirim melalui rekening 'Surabaya Peduli Bencana" di Bank Jatim Nomor 0017739140 yang dikoordinir oleh Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Surabaya (Contact Person Indira: 081803221972)”, Baca undercover berita selengkapnya di http://www.surabayapagi.com/read/pemkot-minta-sumbangan-ke-nakes

Bagaimana tanggapan kamu?

Baca juga koran cetak ha rian Surabaya Pagi
Dan tidak hanya terbit dalam bentuk cetak, Surabaya Pagi juga tersedia dalam format e-Paper yang bisa Anda baca setiap saat dengan cara berlangganan.

Nikmati kemudahan membaca koran dimanapun dan kapanpun hanya dengan smartphone Anda, SEGERA! Hubungi Customer Service Kami 0818581111/0818214888

Temui juga Surabaya Pagi di instagram https://www.instagram.com/harian.surabayapagi/?hl=id

Padahal ada Dana Penanganan Covid 19 Sebesar Rp 208 miliar Lebih. Bahkan Insentif ke Tenaga Kesehatan terkait Penanganan Pasien Covid-19 di Surabaya,

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rinciannya, di instansi Kementerian ada 254 orang. Komisaris pada lembaga non kementerian 11...
29/06/2020
Ombudsman Temukan Rangkap jabatan di 397 Komisaris BUMN

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Rinciannya, di instansi Kementerian ada 254 orang. Komisaris pada lembaga non kementerian 112 orang, dan yang terakhir ada 31 orang yang terindikasi masih aktif sebagai akademisi.

Menurut Ombudsman mayoritas para komisaris ditempatkan di anak perusahaan yang tidak memberikan pendapatan signifikan bagi negara, bahkan merugi. "Mayoritas komisaris ditempatkan BUMN yang tidak memberikan pendapatan signifikan," kata Anggota Ombudsman RI, Alamsyah Saragih, dalam konferensi Pers Virtual, Minggu (28/06). Alamsyah menyatakan rangkap jabatan tersebut berpotensi merugikan negara sebab bisa menimbulkan konflik kepentingan.

Oleh karena itu Ombudsman akan terus memerhatikan proses rekrutmen para komisaris BUMN. Alamsyah pun bilang, rangkap jabatan turut membuat sang komisaris mendapat upah ganda.

Tak hanya itu, Alamsyah menuturkan rangkap jabatan berpotensi menimbulkan ketidakpastian dalam proses rekrutmen, pengabaian etika, dan konflik kepentingan. "Itu yang menjadi concern kami. Jadi lebih pada ingin melihat sepertinya kita harus sungguh-sungguh, pemerintah harus selesaikan masalah benturan regulasi," kata Alamsyah. Baca undercover berita selengkapnya di http://www.surabayapagi.com/read/ombudsman-temukan-rangkap-jabatan-di-397-komisaris-bumn

Baca juga koran cetak ha rian Surabaya Pagi
Dan tidak hanya terbit dalam bentuk cetak, Surabaya Pagi juga tersedia dalam format e-Paper yang bisa Anda baca setiap saat dengan cara berlangganan.

Nikmati kemudahan membaca koran dimanapun dan kapanpun hanya dengan smartphone Anda, SEGERA! Hubungi Customer Service Kami 0818581111/0818214888

Temui juga Surabaya Pagi di instagram https://www.instagram.com/harian.surabayapagi/?hl=id

Bergaji Double dan Ada yang Tidak Menguntungkan BUMN     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia (RI) mencatat 397

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dimana terdapat besaran harga rapid test yang berbeda dikenakan oleh beberapa rumah sakit s...
29/06/2020
Rapid Test, Modalnya Rp 30 Ribu, Dijual Rp 350 Ribu

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dimana terdapat besaran harga rapid test yang berbeda dikenakan oleh beberapa rumah sakit seperti, Siloam Rp 350 ribu, RKZ Rp 325 ribu dan RSUD dr Soetomo Rp 300 ribu

Pasalnya, rapid test secara mandiri ini diperlukan sebagian besar warga masyarakat yang hendak berpergian menggunakan sarana transportasi penerbangan, kereta api, hingga kapal. Bahkan, rapid test pun kini patut diduga menjadi lahan bisnis bagi klinik laboratorium dan beberapa rumah sakit (RS) di Surabaya

Kamerad, sebut saja begitu, pria berusia 37 tahun ini, sejak Jumat (18/6/2020) hingga Senin (22/6/2020), mengaku kepada Surabaya Pagi, kalau dirinya mengawali dan memberanikan dirinya rapid test karena diperlukan surat keterangan untuk perjalanan bisnisnya. Namun, saat diketahui hasil rapid test di sebuah klinik laboratorium di Jalan Dharmawangsa, hasilnya reaktif, ia pun sedikit kaget. Padahal ia merasa sehat-sehat saja

Alhasil, Kamerad, keesokan harinya mencoba melakukan rapid test lagi, tetapi hasil yang keluar berbeda apa yang pada klinik pertama. (Baca selengkapnya di “Undercover Surabaya Pagi di berita lain di halaman 1). “Hasilnya beda. Di sebelumnya, muncul reaktif semua. Lha ini, sebagian non reaktif, sebagian reaktif. Gimana ini. Saya sudah keluar bayar hampir Rp 750 ribu,” kata Kamerad, Baca Selengkapnya di http://www.surabayapagi.com/read/rapid-test-modalnya-rp-30-ribu-dijual-rp-350-ribu

Baca juga koran cetak ha rian Surabaya Pagi
Dan tidak hanya terbit dalam bentuk cetak, Surabaya Pagi juga tersedia dalam format e-Paper yang bisa Anda baca setiap saat dengan cara berlangganan.

Nikmati kemudahan membaca koran dimanapun dan kapanpun hanya dengan smartphone Anda, SEGERA! Hubungi Customer Service Kami 0818581111/0818214888

Temui juga Surabaya Pagi di instagram https://www.instagram.com/harian.surabayapagi/?hl=id

  Siloam Rp 350 ribu, RKZ Rp 325 ribu dan RSUD dr Soetomo Rp 300 ribu    SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Langkah pemerintah mencegah

Address

Jalan Simo Kalangan II No. 183k, Simomulyo, Sukomanunggal, Kota Surabaya, Jawa Timur
Surabaya
60187

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Harian Surabaya Pagi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Harian Surabaya Pagi:

Videos

Our Story

Harian Surabaya Pagi (Surabaya Pagi Daily News), in the name media group of 'Surabaya Mandiri Group'. Surabaya Pagi Daily News has circulated to customer everyday from Monday to Saturday (except in Sunday and a national/culture day in Indonesia). Harian Surabaya Pagi concern in law, business law, politic government and entertainment law, also to cover some sports prediction like European League/Indonesia football, etc. Have a reach in Surabaya and some big city in East Java include Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Malang, Gresik-Lamongan (SSMMG). Or more info and read my newspaper in online check it www.surabayapagi.com. Head Office. PT. Surabaya Sore Jl. Cendrawasih No. 20 Surabaya and Jl. Kupang Baru I/16-18 Surabaya Telp. 031 5016699 (hunting) ext 101,5039898 (direct), 5010099 Fax. 031 5053347 Website. http://www.surabayapagi.com/ Notes. Surabaya Mandiri Group are a one of big newspaper company that have some a publishing like Surabaya Pagi Daily News (PT. Surabaya Sore), JATIM MANDIRI (PT. Surabaya Mandiri Sejahtera), also Printing Company in Surabaya Printing (PT. Surabaya Printing). See more

Nearby media companies


Other Media/News Companies in Surabaya

Show All