30/05/2023
بسم الله الرحمن الرحيم
ARTIKEL NGAJI GUS BAHA'
*Gus Baha Jelaskan Fiqih Keseharian bagi Sopir dan Ojek Online*
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Ahmad Bahauddin Nursalim akrab disapa Gus Baha menjelaskan fiqih keseharian yang harus diketahui oleh masyarakat yang bekerja di angkutan online.
Menurutnya, fiqih dasar yang harus diketahui pekerja di angkutan online yaitu melakukan ibadah wajib seperti shalat secara profesional. Tidak terlalu lama, apalagi ada penumpang yang menunggu untuk diantar.
“Bab shalat untuk ojek online, shalatnya jangan terlalu lama, karena ditunggu penumpang. Nabi pernah menegur Mu'adz karena shalatnya lama. Saya tugasnya mengingatkan bagian fiqihnya,” jelas Gus Baha pada pengajian bersama ojol Jawa Tengah dan Yogyakarta di LP3IA, Narukan, Rembang seperti dikutip dari YouTube Official LP3IA.
Gus Baha menambahkan, masalah fiqih selanjutnya yang harus diperhatikan masyarakat yang bekerja sebagai sopir atau pengendara online yaitu ikut melakukan amar ma'ruf nahi munkar di jalan.
“Ojek online juga harus membuat suasana nyaman bagi pengguna jalan, semisal ada kecelakaan menolong pertama, ketika melihat pemerkosaan langsung menolong, menggagalkan pencurian. Kata nabi, kamu kalau di jalan, harus berkontribusi amar ma'ruf nahi mungkar,” imbuh Gus Baha.
Kata Gus Baha, hal berikutnya yang harus diperhatikan yaitu tidak menjadikan pekerjaan profesional sebagai wadah untuk melakukan maksiat kepada Allah atau memudahkan seseorang dalam melakukan maksiat kepada Allah.
Di fiqih Islam ada istilah, perangkat taat ke Allah dihukumi bagian dari ibadah, perangkat maksiat kepada Allah dihukumi maksiat. Ketika dalam bekerja sebagai sopir online dan digunakan untuk mengantarkan narkoba dan g***a maka dihukumi maksiat.
Wallahu a'lam bishawab