04/04/2026
BAB 2
KEHEBOHAN PAGI
“Dinaaaaaaaa cepet” teriakan dan gedoran pintu kamar mandi menghiasi irama pagi itu dikediaman keluarga Kusuma. Bagaimana tidak sibungsu kesayangan berada dikamar mandi satu satunya keluarga itu sudah lebih dari satu jam lamanya. Dan itu bukan lah hal baik dalam keluarga Kusuma. Angga sang abang sudah tidak tahan dengan sikap adik bungsu kesayanganya itu.
Dor dor dor dor
“Dinaaaaaaa cepetan, abang mau boker ini” lagi lagi gedoran pintu dan suara teriakan si sulung kebanggaan keluarga terdengar lagi. Mama yang berada didapur merebus air untuk suami tercintanya hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya menghadapi kelakuan dua anak nya tersebut. Dan papa yang merupakan sosok paling santai sejag*t raya dalam menghadapi tingkah anak anak nya tidak terganggu sedikitpun dengan kehebohan yang diciptakan oleh anak anaknya pagi itu. Beliau dengan santai menikmati secangkir kopi dan sepiring singkong rebus buatan sang istri tercinta dihalaman belakang rumah sambil memandang tingkah laku ayam ayam peliharaanya.
“wooooi kembalikan celana ku, itu mau aku pakai kerja hari ini” teriakan lain terdengar didalam kamar depan tempat siduo bujang putra kembar keluarga kusuma. Anak kedua dan ketika keluarga kusuma ini tidak pernah bisa akur dan memang mereka hanya mau mengalah pada sibungsu kesayangan yang sekarang entah tertidur atau pingsan dikamar mandi sampai sampai sang abang sulung tidak berhenti mengedor gedor kamar mandi.
“No Rafael, kemarin kamu ambil kaosku tanpa bilang, sekarang aku pakai celanamu dan tidak akan aku kembalikan” Raffa pun tanpa memperdulikan lagi umpatan Rafel dan langsung berlari keluar menuju ruang tengah untuk menghindar dari bogeman Rafael. Mereka sudah seperti kucing dan tikus saja yang tidak akan pernah bisa disatukan.
“Raffa balikin aku bilang” teriak Rafael siap siap merebut celana yang ada ditangan Raffa, Raffa yang terus meledek saudara kembarnya sambil berlari menjulurkan lidahnya seolah menang dalam membalas perbuatan saudaranya. Rafael yang sudah emosi diujung tanduk segera menegejar kembaranya yang jahilnya luar biasa menurutnya (la Abang Afel lupa kalau abang Raffa dan dirinya sama ) Raffa yang terkejut segera berlari tidak tentu arah akhirnya berlari kebelakang rumah dan menabrak tiang jemuran yang baru saja mama keluarkan sebelum memasak sayur tadi.
BRUUUK
Jemuran roboh beserta cucian yang masih basah menimpa tubuh Raffa, Rafael mematung didepan pintu tanpa berani mendekat karena bisa dipastikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
“Raffa Rafaeeeeeeeeeeeel”
Akhirnya teriakan merdu yang sang*t khas dirumah tersebut terdengar juga menambah kehebohan pagi, teriakan seriosa siapa lagi kalau bukan suara sang mama, sang ibunda ratu dikeluarga Kusuma, yang titahnya tidak akan pernah bisa ditolak apalagi dilanggar oleh seluruh keluarga.
“gelut teruuuuuuuuus, sana masih banyak centong sayur mama buat berantem. Kalau mau p*sau juga ada didapur tinggal ambil sana” teriak mama sambil mengaduk sayur yang hampir matang di atas kompor, setetelah suara seriosa sang ibunda ratu terdengar, suasana rumah mendadak hening seakan akan hanya suara jangkrik yang terdengar dibelakang rumah.
“Raffa Rafael, cuci ulang semua jemuran yang kalian robohkan, atau kalian tidak akan ada yang boleh keluar rumah pagi ini. Selesaikan semua sebelum berangkat kerja” titah sang ibunda ratu dengan nada yang terlihat sang*t murka kembali terdengar didalam rumah itu.
Lain di tempat jemuran lain p**a dikamar mandi belakang rumah masih terdengar suara Angga yang setia menggedor gedor pintu kamar mandi dengan suara rengekan nya.
“Adeeeeeeek, cepet d**g, abang sudah tidak tahan ini”
Dor dor dor
“adeeeeeeeeeeeeek”
Dor dor dor dor
“DINA PUTRI KUSUMA cepet Abang bilang” sekali lagi Angga berteriak memanggil adeknya yang masih betah berlama lama dikamar mandi.
“Abang Anggaaaaaaaaaaaa” nah kan terdengar lagi teriakan sang ratu rumah.
“pukul terus itu pintu sampai roboh sekalian” lanjut mama memarahi anaknya. Papa yang sudah mendengar teriakan istri tercintanya akhirnya beranjak dari tempat duduk dan menghampiri nya, dengan penuh cinta Papa Kusuma memeluk istri tercintanya dan mulai menggodanya.
“Nyanyian mama merdu sekali sich pagi ini, keluar yuk sayang, temani papa beli bubur ayam di pojokan sana” sambil tangan nya mematikan kompor yang masih menyala. Lekas papa Kusuma mengandeng dan menarik tangan mama untuk diajak berjalan keluar rumah sambil berkata pada ketiga putranya “kalian berdua lekas selesaikan kekacauan pagi, dan kamu Abang Angga lekas bangunkan putri tidur itu”
Judul : Brond**g Tengil
Penulis : Meinawati N
Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link di bawah :
https://read.kbm.id/book/read/dcaa4cb4-0518-48a0-957f-f80d0559df3c/f7cf4c3c-fc39-4328-908c-e59901e0dc26?af=b131ecfc-2462-44c6-caca-27b6552dd231