Al Qur'an Di wajahmu

Al Qur'an Di wajahmu Al Qur'an Di wajahmu keyakinan yang di ilahami

23/10/2018

merasa seperti di mana perasaan ini harus berpijak ,aku bingung harus menempatkanya. satu sisi aku harus perjuangkan perasaan ku dengan sufi Annisa . satu sisi ada keraguan untuk mengejar hidup bersama sufi Annisa...tuhan aku bisa apa? yang kubisa aku hanya mengikuti jalan cerita kehidupan yang tlah engkau berikan kepadaku.sedangkan sedikit pun aku tak tau apa yang akan terjadi esok hari dengan rahasia mu. biarlah waktu mu yang akan menjawab hati ini..tentang perasaan yang tak semestinya harus terjadi. karena hamba sadar dengan keterbatasan diri ini.

Ke esok paginya aku terbangunMasih sejuk kurasakan suhu dingin cuaca pengunungan alam pagi ini.merasuk berlahan ke pori ...
24/06/2018

Ke esok paginya aku terbangun
Masih sejuk kurasakan suhu dingin cuaca pengunungan alam pagi ini.merasuk berlahan ke pori pori tangan. Dingin memang namun terasa seperti baru mandi. segarnya udara di sini begitu murni masih berbaur dengan seisi alam.
Tak terbayang kan betapa beratnya aku harus melalui waktu semalam. Perasaan yang terhimpit oleh ketakutan, akan sesuatu yang belum aku ketahui di depan jalan ku dan sungguh aku hanya bisa berdoa di setiap langkah kepada beliau dalam perjalanan yang penuh dengan perasaan sangat takut ketika aku harus melewati pegunungan sendiri sepanjang tadi malam. Masih terasa benar ketakutan itu meskipun pagi sudah membuat aku sedikit lega
Tak terbayangkan bagaimana semalam aku melalui dengan perasaan yg takut juga was was.....

Laa haula wala quata ila billa
Sungguh hanya kepadamu cukup ku wakil kan dan hanya kepadamu semata aku meminta pertolongan

23/06/2018

Kuakui,
Memang nama mu yang mengetarkan hatiku
Nama mu yang memanggil ku
Memanggil kesufian yang kututupi selama ini dari dunia
Kesufiian yang kutenggelam kan dari sebuah kenyataan mata fana ini.
sesungguhnya aku tlah merasakan sesuatu yang lebih dan tak terduga dijalan kesufian,dan akan banyak kutemui dan kurasakan segala sesuatu di mana tak kudapat di dalam kefanaan dunia ini
Kesufiian jalan yang penuh kelembutan di antara sekian banyak hamba Alloh swt yang benar benar mengesaa kan Alloh semata baik dalam mengharapkan pertolongan atau ampunan nya
Dan sungguh berlinangan air mata hati ini. yang membuat sesak detak jantung karena tak mampu menerima nikmat dan syukur dari Alloh swt.
Gemetarlah tubuh dan sukma ku di dalam setiap setapak langkah ini
Subhanalloh semoga aku sllu dalam perlindungan Alloh agar dijaga setiap langkah hamba yang bodoh ini dari ketersesatan yang jauh dari jalan keridhoan Alloh....

20/12/2017

Sufii Annisa,..
sosok yang terlahir dari keputus asaan sebuah jati diri..hingga akhirnya menemukan tempat,di mana terbentuknya jati diri yang kuat, ketegaran yang teramat sangat tinggi.
kesabaran,dan keikhlasan yang ia temukan dari sebuah kepasrahan dari sebuah keadaan.
lihatlah, ... sinar cahaya yang terlihat dari wajahnya.
dia terlihat sangat polos,lembut,...
sosok wajah yang membuat orang di sekitarnya menjadi bahagia,ceria...dia juga terlihat begitu cantiknya..

23/07/2017

kiranya Alloh swt berkehendak lain,sosok sufi Annisa yang kutinggalkan jauh,,hari ini terlihat pada sosok gadis lain..entah apa yang akan terjadi dengan cerita antara aku dengan sufi kemudian hari. yang aku tahu aku hanya mengikuti kehendak takdir dari perjalanan hidup ini.

Timeline Photos
11/08/2016

Timeline Photos

10/08/2016

seandainya cinta ini tak pernah terjadi tak akan ada cerita seperti ini. air mata yang terjatuh,kesedihan hati yang teramat dalam memperjuangkan keinginan cinta. untuk bersama dengan sang kekasih. di dalam hatimu aku temukan kedamaian jiwa,tak ingin aku menjauh atau melepas mu. kucintai cinta ini sepenuh hati dan juga sepenuh jiwaku.aku bahagia merasakan kebahagiaan ini bersamamu. mungkin aku tak pernah mampu untuk melupakan perasaan ini meski hanya sejenak. perasaan ini membuat aku gila untuk merasakanya hingga kata kata pun tak mampu terucap mewakili kebahagian ini. cinta dalam hati ini begitu tulusnya kurasakan. sungguh tak ingin ku akhiri rasa mencintai ini hingga saat menjelang ajal ku. mungkin tangan ini tak pernah memelukmu,namun hati ini tak pernah sedetik pun melepas dekapannya untukmu. kujaga tangan ini untuk tak memberimu dosa,lisan ini kan slalu kujaga untuk tak menyakiti perasaanmu.dan bibir ini kelak akan menyentuhmu bila engkau telah menjadi istri ku.selama daraku masih mengalir mencintaimu tak akan pernah berakhir. aku menyayangi sepenuh hatiku. aku mencintai sepenuh hatiku,seperti aku menyayangi diriku sendiri. tak perlu kutanyakan rasa cintamu,karena aku aku bisa merasakan dan menyentuh cinta dalam hatimu yang begitu teramat besar tak ingin kehilanganku. aku bahagia,teramat sangat bahagia,semua ini begitu indah,mencintaimu,menyayangimu seperti tak pernah ingin kuakhiri.aku mencintaimu,menyayangimu tak cukup seumur hidupku,bahkan perasaan ini seperti abadi mencintaimu.tak pernah kurasakan mati untuk mencintaimu.asmara ini tak akan berakhir untuk membara.di ujung waktu yang melelahkan mencari cinta sejati, ku temukan dirimu. kan kujaga selalu hatimu. hingga semua ini menjadi kenyataan untuk kebahagian kita. memilikimu membuat aku merasakan seperti slalu terlahir di kehidupan ini. engkaulah yang mampu membuat ku tersenyum.bersyukur ku telah menemukan'mu dan memiliki sepenuhnya di dalam hatiku yang abadi.

engkau pun sepertinya telah mengerti dan mengenalku.meski kita tak saling bertemu sebelumnya. hingga sedikit pun bibirmu seakan tak pernah bertanya dengan sikapku juga kekuranganku. terimah kasih telah menaruh aku di dalam hatimu yang terdalam..bersama kelembutan hatimu mencintai aku.sangat kusanjung sikap dan prilakumu menerimaku penuh dengan keikhlasan hatimu.engkau menjadikan hari hariku begitu terasa sangat indah dan begitu bahagianya. sangat terharu aku,hingga air mata bahagia ini tak bisa kusembuyikan untuk menghargai dan menyanjungmu sepenuhnya. tak ingin kulepas dekapanku,untukmu. biarkan aku selalu memelukmu dengan doaku. terima kasih cinta,engkau telah menerima kekurangan ini sepenuhnya,dan mengajari aku untuk menjadi sempurna lebih baik dari kemarin. tak lupa aku mengucapkan rasa terima kasih yang begitu besar untukmu akan kesediaanmu menantiku hingga sampai aku bisa memelukmu kelak sebagai seorang istri.berkaca sudah debar jantungku bersama bayang bayang wajahmu. senyum mu seakan tak pernah lepas dari anganku..menemaniku untuk selalu merasakan kebahagian.terima kasih untuk kepercayaan'mu, semua begitu berarti untuk ku..

Dan hingga saat aku terpukul oleh keadaan.hati ini seakan teriris begitu sulitnya jalan untuk bisa menjemput mu secepatnya. Keadaan seakan menampar aku begitu kerasnya.hingga memaksa aku untuk kembali ke kotaku surabaya. Setelah aku rasa di kota kediri tak mampu membuat keadaanku berubah.terpaksa aku pulang meski hati terasa remuk.aku mengakui bahwa disini aku tak mampu.gagal usaha dan kerja kerasku. Kota kediri tak banyak memberi aku kesempatan untuk memujudkan mimpiku untuk hidup bahagia secepatnya meminangmu..aku pulang dengan sebuah kekalahan. Sejenak aku merindukan sahabat dan teman teman di kampung halaman.aku malu untuk pulang dengan kegagalan. Sungguh aku malu menampakan wajahku di depan teman teman. Kenapa aku harus gagal,dan harus malu. Ingin rasa hati ini menangis terlebih membayangkan orang yang ku cintai. Sesak sudah nafasku ada banyak kesedihan dalam hati. Mengapa aku juga belum berhasil dengan usaha ini. Dalam hati aku meminta maaf untuk Sufi Annisa karena hingga saat ini aku belum juga bisa membahagiakanya.memujudkan apa yang sangat ingin terwujud.yaitu sebuah keberhasilan untuk mempersunting orang yang kusayang. Langkah ini terus berjalan ke arah jalan kota yang terlewati bis membawa aku pulang ke surabaya. Setibanya di alun alun kota aku berhenti menunggu bis ke arah tujuan surabaya. Terlihat sudah bis mendekat,aku langsung naik dan duduk di bangku paling belakang memilih tempat yang sejuk dengan angin yang menerpaku. Sepanjang perjalanan banyak sekali yg ku pikirkan hingga membuat aku tertidur waktu itu.

Tiba sudah pagi itu aku telah sampai di kota kelahiran'ku. Meski malu menginjakan kaki'aku memberanikan juga untuk terus melangkah ke rumah. Setelah sampai di rumah perasaan begitu lega,ku beristirahat sebentar untuk melepas sejenak lelah'ku. Sungguh terasa melelahkan selama di kota kediri.hingga rasa lelah ini membuat aku ingin bersantai melepas penat merebahkan diri di kasur tempat tidur aku. Sekitar satu jam aku terbangun. Masih malas aku untuk keluar. Rumah rasa malu bertemu dengan sahabat dan teman lama di kampung. Hmm,ingin rasanya aku duduk ngopi di warung cak tik,yang kebetulan warung tersebut lumayan ramai dengan pelanggan yang rata rata pencandu kopi.itu terlihat dari ramainya pelanggan yang tak pernah terlihat sepi hampir siang dan malam. Kupesan satu gelas kopi hitam,dengan sebatang rokok surya sebagai pelengkap. Hmm suasana pagi itu lumayan menyenangkan.ternyata apa yang kutakutkan tidak seperti bayanganku semata. Teman teman begitu ramah menyapa ku. Dan terliahat sangat senang bertemu denganku. Ada senyum kerinduan diwajah mereka begitu juga dengan aku.aku sangat menikmati kerinduan itu.sudah lama memang aku tak pernah pulang kerumah dan bergaul dengan sobat sohib, mereka juga menayai bagaimana kabar ku selama ini dari mana saja. Kerja dimana,sudah sukses mungkin hingga lama tak sempat untuk pulang kampung.canda sahabat dan teman teman. Kututupi rasa kesedihan ini dengan sebuah senyuman agar tak terlihat oleh mereka.aku hanya bisa merenda di depan mereka tak banyak yang bisa kubicarakan dengan mereka.setelah selesai menikmati kopi. Aku pamit untuk balik kerumah. Rasa syukur memberi ku senyuman,dengan kebaikan sahabat yang banyak menawarkan bantuan untuk kerja.terima kasih tuhan telah membuat aku masih bisa tersenyum hari ini.bersama mereka sahabat ku.

Kunikmati hari senggangku di rumah beberapa hari tanpa kesibukan berkerja. Sambil berfikir untuk menerima tawaran pekerjaan dari teman teman. Aku tak bisa lama untuk terus menerus dengan keadaan begini.tak ada aktivitas pekerjaan.terlintas bayangan wajah Sufi Annisa,seorang kekasih yang kudamba.aku takut dan sangat takut tak ada kesempatan dari waktu ku untuk membuktikan segalanya tentang perasaan yang benar benar begitu tulusnya ingin ku wujudkan. Yaa Alloh mengapa rasa ini begitu takut kurasakan. Hasrat keinginan untuk bersama Sufi Annisa membuat aku teramat was was dan membuatku sedih.aku ingin sekali untuk hidup bersamanya dalam kehidupan ini. Angan ini begitu besar dan indah tentangnya tuhan. Hanya kepadamu aku memohon pertolongan'bantu aku tuhan. Aku sungguh tak mampu..rasa ini ,keadaan ini membuat aku begitu teramat takut. Aku sangat mencintainya.aku ingin hidup bersamanya tuhan.
Empat hari aku diam tanpa pekerjaan,akhirnya aku memutuskan untuk memilih salah satu pekerjaan yang di tawarkan sahabat ku. Yah aku memilih pekerjaan sebagai pelaksana lapangan di proyek pembangunan gedung terminal pelabuhan tanjung perak untuk menyambung hidup dan demi cita citaku,mimpi ku bersama dengan dia,kekasih ku yang terus mengikuti setiap langkah kaki dengan bayangan wajahnya.
hari itu hari pertama aku masuk kerja sebagai pelaksana lapangan di proyek pelabuhan tanjung perak. Ku awali langkah kaki ini dengan mengucap kata bismilah,dan berharap semua akan indah membawa aku dalam keberhasilan untuk mimpi ku.

Begitulah perasaan hati,terkadang aku tak mampu mengendalikan semua dengan hati yang tenang'dan mengerti bahwa segalanya ini datang hanya dari Alloh semata. Mengapa aku merasa sangat takut ? Mengapa aku kehilangan keimanan untuk selalu berpasrah diri dan bertawakal sepenuhnya kepada Alloh. Yaa Alloh sesungguhnya engkaulah dzat yang maha mulia yang membolak balikan hati,tegarkan selalu kuatkanlah keimanan ini agar selalu selamanya bertawakal dan berikhtiar kepadamu.janganlah perasaan ini menjauhkan aku dari segala keridhoan mu. Sesungguhnya hanya kepadamu aku berserah diri dan memohon selalu perlidungan diri,jagalah aku agar tak jauh menjauhkan diri darimu. Maafkanlah aku ampuni aku dengan keinginan yang menjadi mimpi'ku.aku sadar tak pantas meminta semua ini kepadamu' semoga semua ini hanya ujian yang datang hanya darimu.
Hari pertama aku lalui dengan penuh semangat dan menjadi sebuah harapan untuk terus maju.hidup memang tak mudah,hidup membutuhkan sebuah tekad dan kerja keras dalam sebuah perjuangan. Semoga kenyataan ini tak membuat aku patah dan membencimu yaa Alloh. Semoga aku selalu bisa untuk menjadi seorang hamba yang selalu menerima apa yang menjadi ketetapan takdir darimu. Kulakukan sebaik mungkin aktivitas pekerjaan ku,dengan semangat juga rasa bertangung jawab,agar tak ada kesalahan dalam pekerjaan ku. Aku bersyukur dengan apa yang aku milikiki sekarang seperti pekerjaan ini. Meski menjadi pelaksana lapangan aku sangat mencintai pekerjaan ini.karena dengan mencintai pekerjaan ini,adalah caraku bersyukur kepada mu yaa Alloh.
Disetiap aktivitas pekerjaan kusempat'kan diri untuk selalu mengingat wajah sang kekasih. Karena dengan mengingatnya membuat aku bahagia dan terus bersemangat untuk maju melewati semua ini. Masih selalu terbayang wajah kekasih ku,menghadirkan kebahagiaan yang teramat berlebihan ku rasakan. Sesekali kusempatkan diri ini untuk menjaga komunikasi dengan kekasih ku meski itu hanya sekedar telpon atau sms dengannya. Sungguh Anugerah ini tak akan pernah ku lupakan dan aku selalu bersyukur,karena Alloh memberi kesempatan aku untuk mengenal dan mencintainya. Teramat besar Anugerah ini kurasakan hingga mata ini berkaca seakan ingin menangis terharu merasakannya. Cinta yang kurasakan seakan tak pernah sedikitpun berhenti hati ini merasa bahagia.sungguh semuaa ini begitu terasa indah. Mencintainya selalu sepanjang siang dan malam .aku bersyukur bisa merasakan semua ini.

Sebagai seorang pegawai yang hanya pelaksana lapangan,mungkin gaji'ku tak begitu besar,namun aku masih bersyukur bisa hidup dengan dari hasil keringatku sendiri. Meski tak banyak yang bisa aku kumpulkan dan kusimpan.gaji dari hasil kerjaku lumayan cukup untuk kebutuhanku sendiri sehari hari. Dengan sedikit lebih dari gaji'ku aku bisa menyimpan sedikit untuk ditabung. Semua ini demi mimpiku hidup bersama Sufi Annisa,gadis yang kuidamkan menjadi istriku. Sedikit aku harus bisa sabar untuk semua ini hingga. Nanti tabunganku kurasa cukup untuk melamar Sufi. Tak jarang aku berpuasa dan sedikit tirakat agar aku bisa mengendalikan keadaan ini. Jika aku tak bisa menghargai hasil kerjaku,aku tak akan pernah bisa untuk menuju mimpi'ku bersama Sufi Annisa. Aku tak bisa selamanya hidup begini. Sungguh aku sangat malu dengan Sufi,yang sekarang sudah menjadi seorang pegawai negri,jauh labih baik di banding dengan aku. Meski Sufi Annisa tak mempermasalahkan kondisi ku.namun sebagai seorang lelaki aku sungguh sangat malu. Semoga pekerjaan ini memberi aku lebih dan bisa secepatnya melamar Sufi Annisa. Aku malu keadaanku membuat dia harus menunggu terlalu lama menyambut tangan ini untuk memeluknya. Oh tuhan kuat'kanlah aku dengan sebuah perjuangan ini. Jangan biarkan aku terjatu dan kalah dengan keadaan ini.selaksa menangis hati ini mengingat wajah kekasihku jauh disana dengan penantian cintanya. Kerinduan semakin membuat hati ini semakin dekat dan seakan tak ingin melepas pelukannya. Maafkan aku Sufi hingga sekarang aku masih belum bisa memujudkan mimpi ini.

Kusimpan semua ini dalam hati.meski semua masih terasa sulit untuk'ku aku belajar untuk tetap tegar dan penuh semangat' meski keadaan masih belum berpihak sepenuhnya aku juga merasakan kebahagiaan yang sudah lebih dari cukup dengan rasa mencintai ini. Semakin aku menyayangi Sufi Annisa. Bayang wajahnya membuat semangat diri ini seakan tak pernah merasakan lelah untuk selalu giat dengan usaha ini.kerja keras 'ku seperti tak kenal waktu.meski kadang kala pekerjaan menutut tenaga ku harus semalam suntuk hingga menjelang pagi. Semua ini demi sebuah keinginan yang sangat kuyakini akan berakhir indah dan penuh kebahagiaan. Mencintai tiada akhir,selalu bahagia takalah dapat ku berikan sesuatu yang indah untuk kebahagiaan seseorang yang teramat berarti dalam hidupku. Oh tuhan rasa ini begitu indahnya kebahagiaan hati seperti tak mengenal siang ataupun malam. Semua ini kurasakan karena aku mensyukuri segala sesuatu ini pemberian darimu yaa Alloh. Tiada berhenti sejenak saja rasa syukur ini ku ucapkan kepadamu.hingga kata kat tak cukup untuk mewakili perasaan bahagia ini. Wajah hambamu yang cantik di mataku menghadirkan rasa yang juga ingin selalu bersama mu tuhan,engkaulah pemberi kebahagiaan yang sempurna seperti yang kurasakan saat ini. Tiada kata bisa kuwakilkan rasa bersyukur ini hanya dengan bersujudku kepadamu aku aku bersyukur dengan semua ini. Yaa Alloh engkaulah maha Agung pemilik keagungan cinta yang sempurna.kepadamu rasa ini kembali,dan karenamu rasa ini dapat kunikmati.
Begitulah keseharianku dengan rutinitas semangat kerja kerasku berteman dengan sekilas wajah yang selalu hadir menemani rasa bahagiaku tak pernah aku berfikir seperti apa di kemudiaan hari entah apakah kelak usaha keras dan tekat semangat ku ini akan menjadi kenyataan.yang kutahu di tengah usaha keras ini tidak pernah lepas semua ini dengan rasa syukur yang begitu besarnya kepada sang ilahi yaa rabbi.bersama senyum seiring rasa syukur dan bahagia ini,langkah kaki ini semakin kuat dan tegar dengan semua perjuangan dan kerja kerasku ini. Senja mungkin akan pergi,dan mungkin matahari akan selalu menyapa di pagi hari namun tidak dengan perasaan ini yang tak pernah mati mengikuti sang waktu dalam sebuah perjuangan'ku

Di tengah kesibukan ku dengan aktivitas pekerjaan aku menikmati juga suasana alam yang begitu indah,panorama keindahan laut dengan semilir anginnya yang terkadang bersahabat memeluk jiwa dengan damainya.serta teman sepekerjaan yang ramah membuat diri ini terasa begitu nyaman seakan tak ada suatu kekurangan melewati hari hari terasa begitu sempurnanya. Kadang suasana alam membawa aku pada sebuah lamunan dan imajinasi yang begitu luasnya melebihi sesuatu yang sama sekali aku tak bisa. Banyak kapal bersandar, yang besar maupun yang kecil semua itu membuat mata terkagum. Memandangi suasana alam sebatas mata jauh memandang. Pemandangan yang tak pernah membosankan,guman ku berkata dalam hati. Terkadang mata ini tertuju pada lalu lalang kesibukan di dermaga. Suasana sebelum keberangkatan kapal dengan aktivitas para penumpang yang tak biasa mata ini melihat membuat hati ini merasakan kebahagiaan. Tak jarang aku anganku membawa sebuah tanda tanya dalam hati saat aku melihat para penumpang yang berebutan menaiki kapal yang penuh dengan sebuah perjuangan saat mata ini melihat. Ada tekat,kerja keras dan sebuah mimpi yang begitu besar di tengah kerumunan penumpang yang berdesakat. Sebuah perjuangan yang mungkin sama seperti yang aku perjuangkan saat ini. Dari kerumunan orang yang berjiwa besar itu,aku malu melihat perjuangan dalam diri mereka yang mungki tekat dan kerja keras mereka. Melebihi dari perjuanganku. Dari situ aku belajar untuk semakin tegar dengan keadaan bahwa hidup itu tak mudah. Hidup adalah sebuah perjuangan banyak cerita kulihat di antara mereka,sebuah pengorbanan yang luar biasa dan semua itu hanya demi sebuah keinginan agar hidup mereka menemukan suatu kebahagian dalam hidup mereka. Kembali rasa ini pada diri sendiri dan perjuangan yang sedang kuperjuangkan. Melihat mereka aku terharu juga ada kesedihan teramat dalam. Hidup memang tak mudah. Dan perlu jiwa yang kuat untuk bisa meraih apa yang di sebut. Kebahagiaan. Sama sekali aku tak melihat rasa putus asa di antara mereka semua. Itulah sejatinya kehidupan dimataku,tak harus menangis takalah kita masih belum mampu memegang dunia kita. Semangat dan tekat yang tinggi akan membuat kita kuat dan semakin tegar menatap kebahagiaan di depan kehidupan kita. Tak perlu bersedih,tak perlu menangis nikmati hidupmu dengan sebuah perjuangan yang akan membuat mu berarti

Hari hari bagai sebuah perjalanan yang harus kulewati dengan cerita dan kisah dalam langkah kaki ini. Segala kerja keras ini,cinta ini membuat aku semakin merasakan kehidupan ini sungguh sangat berarti.hidup ini memang indah,bila aku selau dekat dengan rasa bersyukur dengan sebuah ketetapan iman dan juga sebuah keyakinan tentang sebuah mimpi. Alangkah bahagia hati ini dengan semua yang aku rasakan,mendekatkan diri sepenuhnya dengan berikhtiar,dan juga keyakinan. Bahwa Sufi Annisa adalah sebuah cinta sebagai Anugerah dari yang kuasa. Sepenuhnya sikap ini selalu menjaga rasa ini. Dari
keburukan serta sesuatu yang hanya akan merugikan dan mengotori kesucian perasaan ini. terasa sungguh sempurna perasaan mencintai ini.tak pernah aku berfikir sedemikian hebatnya rasa mencintai ini.bayang wajah kekasihku seakan tak pernah lelah atau bosan untuk menemani mengikuti langkah ini. Subhanalloh begitu indah perasaan ini hingga mengetar'kan dinding dinding sukma dan jiwa'ku. Gemetar tubuh ini merasakan rasa ini. Sedahsyat inikah rasa yang engkau anugerahkan untuk kurasakan.senyum dan bayangannya bagai sebuah keindahan surga.aku merasakan pelukannya juga kebesaran nama mu tuhan.membuat hari hari tak pernah kurasakan dalam kegelapan disetiap langkah ini. Tiada pernah bisa kubandingkan rasa ini dengan yang lain. Rasa ini bagai sebuah petir,api,air,udara,tanah yang menjadi satu untuk kurasakan,hingga tubuh ini seperti merasakan panas namun tak panas,dingin namun juga tak dingin,gerah namun aku tak kegerahan,takut namun aku tak ketakutan. Subhanalloh memuji diri ini sepenuhnya atas segala keagungan dan kebesaran'mu yaa robb.tuhan'ku

Ku simpan cerita dan kisah ini didalam hatiku. Dan hanya aku yang bisa merasakan semua hal yang indah yang tak bisa aku ungkapkan lagi betapa nan indah semua ini. Didalam kesibukan pekerjaanku tak pernah sedikit pun aku melepas nama Sufi Annisa dalam hati,perasaan ini menyatu,mengingat bayangan wajah Sufi Annisa,menghadirkan sesuatu yang indah penuh makna.wajah Sufi Annisa selalu memanja angan ini begitu mesranya. Aku tak pernah bisa berhenti merasakan kebahagiaan ini.mengenal Sufi Annisa membuat perasaan dan jiwa ini seperti dekat dengan Alloh subhanaloh taa'alla. Aku merasakan betapa perasaan ini juga penuh kasih sayang dan perhatiaan Alloh swt,yang begitu sangat berlebihan hingga tak pernah aku merasakan kesedihan dan Air mata. Meski sesungguhnya ada kesedihan memikirkan kapan semua ini menjadi sebuah kenyataan untuk aku dan Sufi Annisa. Sungguh penuh rasa syukur diri ini merasakan semua.angan dan pikiran ini pun menyatu mengikuti bayang wajah Sufi Annisa. Hati ini damai dan penuh kebahagiaan.terharu Air mata bahagia ini dengan semua yang aku rasakan.betapa indah dan penuh keagungan aku merasakan semua ini. Tak sedikit pula rasa syukur ini kepada Alloh swt,dengan kenikmatan seperti surga. Entah apa yang membuat diri ini mengikuti wajah Sufi Annisa,semua terjadi begitu saja,aku hanya mengikuti kehendak kata hati bahwa perasaan ini mencintai Sufi Annisa.

Seperti biasanya hariku bersama rutinitas pekerjaan ku sebagai pelaksana lapangan di proyek.pagi itu awan terlihat cerah cuaca sangat mendukung untuk giat dan bersemangat untuk berkerja,setelah aku menikmati sarapan pagi,dan secangkir kopi. Langkah ini berlahan ke arah tempat kerja di lapangan.memulai dengan melihat hasil pekerjaan para pekerja.mengevolusi pekerjaan yang sudah dikerjaakan. Kuperiksa satu persatu hasil pekerjaan pekerja mungkin saja ada yang kurang tepat. Syukur alhamdulilah semua pekerjaan aku kira tak menemukan kendala.semua terkesan baik baik semua.membuat aku tak kuatir dengan tuntutan tanggung jawab dengan pekerjaan. Senang rasanya melihat semua berjalan lancar tanpa kendala.hmm sesibuk apa pekerjaan ini aku selalu menyempatkan diri untuk menyapa kekasihku,yang memang semua ini tak berarti tanpanya disisiku.wajah Sufi selalu membuat aku tersenyum bahagia. Di sela lamuananku terdengar bunyi ponsel tanda sms masuk,kulihat sejenak ternyata itu sms Sufi Annisa menyapaku dengan ucapan selamat pagi,senang aku dengan perhatiaanya meski semua ini masih sebatas hubungan jarak jauh dan hanya bisa berkomunikasi lewat sms dan telpon semata. Namun aku merasakan lain dengan hubungan ini. Seperti sesuatu yang sudah ditetapkan saja.entah aku merasa antara Sufi dan Aku seperti pernah menjalin hubungan ini sekian lama.seperti ada ikatan bahtin sebelumnya. Entah terkadang aku bertanya dengan semua ini,dan aku rasa sampai detik ini.apa yang ada di balik semua ini,? Apa ini hanya sebuah kebetulan semata atau mungkin ini sebuah ketetapan takdir dari Alloh. Mengapa begitu seindah ini perasaan ini. Memikirkan semua ini dengan sebuah pertanyaan hanya akan membuat aku semakin bingung dan takut. Karena. Perasaan ini mungkin akan merasa sangat kehilangan bila semua ini tidak menjadi sebuah kenyataan. Semoga ini berakhir dengan perasaan yang bahagia dan tak ada berakhir dengan sebuah kesedihan. Aku sangat takut merasakan perasaan ini sendirian. Terkadang hidup ini membuat aku takut..takut akan sebuah kesepihan.seketika angan ini berfikir jauh dan sangat jauh memikirkan sesuatu yang menakutkan entah bagaimana hidup ini setelah berakhir dengan sebuah kematian. Apa selepas mati ??? Ah anganku tak bisa memikirkan kehidupan selepas aku mati nanti tapi memikirkan itu membuat aku takut,dan sangat takut. Seketika itu pun aku lantas memikirkan hal yang lainya,lantas kubawa rasa ini kembali ke dalam keadaan seperti biasa menjalani hidup dan memikirkan sesuatu yang indah,seperti saat ini. Hidup dengan sebuah perjuangan dan berkerja sekuat tenaga untuk mencapainyansemoga Alloh selalu menyertai langkah kaki ini dengan keridhoanya untuk ku. Amin yaa robbal alamin

Waktu sudah menjelang agak siang,masih sibuk aku dengan rutinitas kerja sehari hari.cuaca pun terlihat sangat cerah'awan terlihat sedikit mendung,cuaca tak sepanas hari kemarin'yah kota surabaya memang sudah biasa dengan panas yang menyengat kulit.entah awalnya bagaimana,tiba tiba aku terbawa lagi kedalam bayang wajah Sufi Annisa dalam angan'ku kembali namun kali ini sedikit beda aku rasakan. Wajah Sufi seakan membawa aku semakin dalam untuk mengikutinya,tiba tiba wajah Sufi membawa aku mengingat ayat ayat yang ada di dalam kitab Al Qur'an seperti surat al baqoroh,al khafi,al kafirun juga surat an nisa. Aku terus mengikuti bayang wajahnya yang terus membawa aku pada ayat ayat al qur'an yang bisa kulihat keluar dari wajah'nya. Subhanalloh..apa arti semua ini. Mengapa seperti ini yang selalu ku lihat dibalik wajah Sufi Annisa? Memang sudah kesekian kalinya aku melihat itu,dari balik wajah Sufi Annisa yang selalu membawa aku pada kebesaran Alloh swt. Yah banyak sudah yang bisa aku pelajari dan aku mengerti sesuatu yang sebelumnya sama sekali aku tak mengerti.seperti pada awal sebelum aku mengenal Sufi Annisa.bahwa ada keyakinan dalam diri ini akan menemukan sesuatu yang penuh keajaiban dari balik nama dan wajahnya. Sejauh ini,aku selalu mengikuti bayang wajahnya.bayak pelajaran dan hikmah yang kudapat semenjak mengenal Sufi Annisa,banyak keajaiban yang aku temukan dari balik wajah Sufi Annisa yang semua itu membawa aku kepada kebesaran dan keagungan Alloh swt. Subhanalloh apa yang ingin Alloh tunjukan kepadaku dari balik wajah yang begitu bersinar dan penuh cahaya ini.tak pernah aku berhenti untuk memuji Sufi Annisa juga. Memuji kebesaran Alloh swt. Aku terus mengikuti tanpa bertanya tanya dalam hati,tentang apa yang kulihat dari wajah Sufi Annisa yang mengajak aku kepada ayat ayat suci Al Qur'an. Seketika angan'ku mencoba membaca tentang hal ini. Apa yang membuat wajah Sufi menunjukan aku untuk melihat ayat ayat Al qur'an tersebut. Semua ku kembalikan pada diriku sendiri sebelumnya. Memang dulu aku sering membaca semua surat surat yang tersirat dari wajah Sufi Annisa. Mungkin'kah ini karena sifatku yang terlalu buruk,hingga lewat wajah Sufi Annisa Alloh menunjukan ayat ayat suci Al qur'an agar aku ingat tentang betapa buruknya diri ini.subhanaloh,sungguh tak pernah kusangka dari wajah Sufi dapat kulihat ayat ayat Al qur'an itu. Betapa aku sungguh sangat berkesan dan penuh tanda tanya akan kebesaran Alloh swt.dan sesuatu yang ada dari kejadian semua ini. Masih dengan aktifitas pekerjaanku,seperti biasa namun apa yang barusan aku alami masih terus mengikuti aku dan membawa aku dengan penuh pertanyaan. Hingga waktu menjelang ahsar sesuatu berbicara kepadaku.sesuatu itu seperti kata hati yang berbicara dengan diriku sendiri, apa yang tidak bisa bagi Alloh swt untuk membuat hambanya kaya. Kekayaan Alloh tiada dapat di ukur didunia ini,sekecil batu permata saja sudah bisa membuatmu mencukupi anak turun mu bahkan sampai tujuh turunan mu tak akan pernah habis jika Alloh menghendaki,begitu kata hati ku yang seakan berbicara pada diriku sendiri. Aku hanya bisa terdiam dan terus terdiam mendengar sesuatu yang terus berbicara kepadaku dari dalam hati ini. Lalu kata hatiku berkata lagi, ini..kupas dan pahamilah..untuk menjadi hartamu,tempatkanlah di tempat yang layak dan terindah sebagaimana tempatnya yang layak dan penuh derajat di tempat yang paling tinggi,lalu kata hati itu seperti berbicara,terimalah dan tulis'lah ini sebagai hartamu..yaitu Al qur'an diwajah mu. Lalu hatiku berkata,aku tak bisa menulisnya dan menempatkanya di tempat terindah'? Kataku lalu sambil seperti berlalu kata hati itu berkata,tulis sajalah'
Akupun masih bertanya tanya dengan sendirinya pada diri ini.dan penuh kebingungan dengan semua ini. Hmm Al Qur'an diwajah mu?? Apa di balik semua ini?? Sungguh aku sangat tidak mengerti. Dan waktu pun beranjak menjelang sore tanda pekerjaan ini sudah waktunya untuk pulang. Namun aku masih bingung dan terus memikirkan hal ini,sepanjang perjalanan pulang, Al qur'an di wajahmu???

Sepulang kerja sebelum suara adzan magrib,diriku sudah terlihat rapi,dan bersiap siap ke masjid untuk beribadah sholat berjamaah bersama orang orang muslim lainya. Setelah selesai menjalankan kewajiban sholat magrib,aku duduk santai di dalam kamar'ku. Sambil memandang kembali foto wajah Sufi Annisa. Hemm terlalu banyak pujian untuk wajahmu Sufi,guman kata hatiku. Masih begitu terlihat oleh mata ini betapa bersinarnya kemilau wajahnya yang memancarkan aura cahaya.lalu anganku kemabali kepada awal mula terjadi pertemuan ku dengannya. Dari sebuah nama yang seakan menampar sesuatu didalam hati tentang keyakinan ku tentang ke esa'an Alloh semata membuat aku seakan terpanggil untuk mendekat dan mengenalnya. Hingga sampai sekarang.dan memang banyak hal dari keyakinanku yang terwujud nyata ku alami dan kurasakan. Seperti pada sebuah awal'nya rasa ini tertarik untuk mengenal sosok Sufi Annisa. Tak terbayangkan apa yang kutemukan dan kudapat dari diri Sufi Annisa membuat diri ini menjadi tenang dan damai.terasa sepi malam ini,membuat aku ingin menghubungi Sufi Annisa,mengobrol dengannya,atau sekedar sms dengannya. Suara nada sambung bunyi panggilan terdengar menyela,terasa was was menunggu Sufi mengangkat panggilanku. Assalamualaikum mas,kata Sufi menjawab telpon dari aku, wa'alaikum salam dik Sufi,sedang apa gerangan di rumah saat ini,tanyaku..maaf mas tadi Sufi tinggal sholat isya sebentar jadi gak terdengar bunyi panggilan telpon mas akhsan. Iya dik gak apa apa kog, malahan mas merasa bersalah sudah ganggu ibadah sholat dik Sufi, iya mas gak apa apa, ada apa toh kog telpon Sufi mas, gak ada apa apa kog dik Sufi, mas Akhsan hanya ingin ngobrol saja sama pean dik. Pingin denger suara dik Sufi saja,hehe. Oh kirain ada perlu penting mas ,apa dik Sufi gak kangen sama mas Akhsan..hehe ah mas Akhsan jangan bilang begitu mas,kurang baik Sufi mendengarnya. Iya dik maaf dik dengan perkataan mas barusan sudah buat pean gak nyaman. Oh yah dik mas mau bilang selama mengenal dik Sufi hingga sampai detik ini mas merasakan kebahagian yang teramat sangat dik.perasaan mas begitu tenang sejuk penuh kedamaian. Mas bahagia mengenal dik Sufi,terimah kasih yah sudah mau mengenal mas akhsan selama ini. Sama mas Sufi juga merasakan hal yang sama,mas Akhsan baik dan selama mengenal mas Akhsan Sufi juga merasakan sebuah ketenangan yang selama ini Sufi belum merasakan,namun semenjak mengenal mas Akhsan Sufi baru bisa mengenal perasaan yang juga membuat Sufi merasa bahagia dan nyaman dengan perhatian mas Akhsan,terimah kasih juga untuk mas Akhsan karena telah membuat diri Sufi bahagia dan merasa berarti dengan perhatian mas Akhsan. Oh yah dik sama ..syukur lah kalau mas bisa membuat diri pean bahagia dan nyaman.

Begitu indah kisah cerita cinta ini,bersama Sufi Annisa.tak terasa seiring waktu hampir setahun aku merasakan hidup dengan hari hari penuh kedamaian menikmati perasaan mencintai seperti dalam keabadian,yang tak pernah bisa sejenak kutinggalkan untuk menikmatinya.uang simpananku juga sedikit lumayan,mungkin sudah waktunya aku untuk menemui Sufi Annisa.tak sabar aku secepatnya untuk sampai dirumahnya.dengan hati penuh kerinduan.sore itu aku menunggu waktu berangkat bis menuju kota cilacap,kota kediaman Sufi Annisa.tak terbayangkan pertemuan dengannya nanti.sungguh telah lama aku menahan rasa kerinduan ini dengannya. Bis rosalia masih belum juga berangkat terlihat masih menunggu kedatangan penumpang yang memesan tiket keberangkatan ke cilacap. Hmm sore ini perasaan hati begitu tenang dan penuh keceriaan hati. Menunggu bis rosalia membawa aku pergi menemui kekasih pujaan hati.yang telah lama aku rindukan.terbayang sejenak wajah Sufi dalam angan kerinduan hati.tak sabar kerinduan ini memeluknya. Menjelang magrib bis Rosalia baru berangkat merapat berlahan meninggalkan kota surabaya menuju cilacap. Perasaan senang ini selalu menyertai hati,sepanjang perjalanan.aku tak tahu bagaimana indahnya kota cilacap nanti,karena sama sekali aku belum pernah menginjakan kaki di bumi cilacap. Rasa takut dan was juga terbesit,hanya sepenggal alamat yang kutuju,seperti yang diberi oleh Sufi dengan sangat jelas alamatnya.mulai dari Rt/Rw desa juga kecamatan semua. Sudah lengkap dan jelas.malam ini anganku melaju mendekat ke wajah Sufi seiring laju bis membawa aku kepadanya.tak banyak yang bisa aku lakukan,dalam perjalanan ini tak sempat aku ceritakan kepada malam,karena mataku sudah tenggelam dalam dekapan mimpi dan berharap esok ketika aku terbangun aku sudah sampai di rumah kekasihku Sufi Annisa.hmm ada oleh oleh kurma dari madinah yang kubeli dari ampel kemarin. Sengaja ingin kuberikan untuk oleh oleh juga bentuk dari kasih sayangku kepada Sufi. Karena kedatangan ku ke rumah Sufi bertepatan Seminggu menjelang puasa ramadhan tiba.tak sanggup aku menunggu malam menjemput cerahnya senyum sang mentari di pagi hari.dan membuka mataku untuk menatap wajah Sufi dalam kenyataan ini. Yah kerinduan ini sudah setahun hanya bertemu dalam komunikasi telpon dan media jejaring facebook saja. Terlukis angan ini.melihat senyum Sufi di depan rumah menyambut kehadiranku.waktu sudah menjelang subuh,bis sudah merapat mendekati tempat tujuanku.memasuki kota cilacap. Lantas aku bangun dari tidurku untuk mendekati kondektur dan memberi tahu di mana aku harus turun. Pak alamat ini masih jauh tidak. Nanti saya turun di sini.kataku kepada kondektur sambil menujukan sepotong selembaran kertas alamat kepadanya.oh yah mas masih kurang setengah jam untuk sampai di alamat tersebut jawab kondektur. Oh yah sudah pak terimah kasih jangan lupa yah,kataku sambil meyembuyikan rasa gusar dalam takut karena sama sekali aku belum tahu di daerah ini ,di cilacap. Setengah jam sudah waktu itu akhirnya aku turun dari bis,setelah kondektur memanggilku. Hemm udara masih terasa dingin di sini pagi itu.sangat dingin menyentuh kulit.sangat jauh beda dengan udara di kotaku surabaya. Di sini udara penggunungan masih menyengat kulit memaksa aku menggigil kedinginan.aku bersyukur sudah sampai dan menginjakan kaki ku pertama kali di daerah,ini. Lantas aku menelpon Sufi Annisa di mana rumahnya,karena aku sudah sampai di tempat yang di berikan kepadaku di alamat tersebut.bunyi nada sela sebentar terdengar menghubungi nomer Sufi Annisa,tak lama ada tanda Sufi mengangkat telpon.assalamu alaikum mas. Iya gimana mas,sudah sampai mana tanya Sufi Annisa kepadaku, iya dik mas Sudah sampai di tempat tujuan seperti yang dik Sufi berikan. Mas sekarang ada di pinggir jalan. Sambil memberitahukan tempat dan posisiku saat ini. Oh yaa sudah dekat kog dari rumah Sufi,sebentar mas Akhsan,Sufi subuhan dulu,habis itu enti aku jemput mas Akhsan. Iya dik terimah kasih.pean subuhan dulu entar mas juga menyusul subuhannya. Tak sabar rasa hati Sufi menjeputku..syukur alhamdulilah semua berjalan lancar tak ada kendala dalam perjalanan ini.sekitar lima belas menit,terlihat sebuah sepeda motor matic menuju ke arah tempat'ku mata ini tak berkedip menatapnya,berharap itu Sufi Annisa ternyata memang benar itu Sufi Annisa.alhamdulilah tak terbayang rasa hati ini. Terharu diri ini,tak menyangka akan bertemu denganya. Hingga aku hampir saja meneteskan Air mata,karena terlalu bahagia dengan pertemuan ini.

Sudah lama mas,nyampai disini,maaf Sufi gak bisa nyambut kedatangan mas Akhsan sebelumnya,gak apa apa Sufi,dapat bertemu pean aja mas sudah sangat senang,lagian gak terlalu lama juga kog mas menunggu jemputan..udara disini lumayan cukup dingin yaa,di kulit terasa baget dinginya,.iya mas maklum dataran tinggi tempatnya jadi yah masih belum banyak kena polusi asap,masih segar untuk di hirup,embun pagi juga masih terasa,coba tuh lihat didaunan,kliatan kan embunnya,.iyah dik,masih jelas terlihat embun disini. Ayo mas Akhsan yang bonceng,rumah Sufi gak jauh dari sini,cuma beberapa rumah aja sudah sampai,.iya dik ayo,biar mas yang bonceng.
Memang rumah Sufi dekat dipinggir jalan raya,beberapa menit saja sudah sampai.lalu Sufi turun untuk membuka'kan gerbang pagar,kemudian aku memasukan motor dan memakirnya.suasana kog sepi dik,ayah ibu Sufi apa sudah bangun.tanyaku. Beliau sudah bangun dari sebelum subuh mas Akhsan. Sudah kebiasaan bagun sebelum subuh. Oh yah mas Akhsan subuhan dulu,biar Sufi bikinin The hangat buat mas Akhsan. Lalu Sufi menunjukan tempat Sholat,dan dimana aku harus mengambil Air wudhu. Rumah Sufi terlihat cukup nyaman dan tenang aku rasakan. Adem ayem kata orang jawa. Lalu aku ambil Air wudhu kemudian sholat subuh. Setelah selesai dan berdoa aku menemui Sufi Annisa yang duduk dari tadi menunggu di meja makan. Ini mas minumnya,masih hangat Teh'nya enak buat hangatin tubuh katanya dingin. Iya Sufi terimah kasih. Di tengah obrolanku dengan Sufi Annisa ayah ibu Sufi datang menyambutku,kemudian aku sungkem sambil berjabat tangan dengan beliau, wajah kedua orang tua Sufi terlihat cukup senang dan ceria menyambut kedatanganku. Lalu mereka mempersilakan Aku kembali untuk ngobrol dengan Sufi Annisa. Silahkan dilanjut mas Akhsan ngobrolnya,ibu dan bapak tinggal dulu,oh yah Sufi jangan lupa kamar buat Akhsan di bersihkan dulu,ibu tinggal sebentar. Iya bu matur nuwun,jawabku hampir bersamaan dengan Sufi. Oh yah mas,gimana perjalanan'nya lancar kondisi lalu lintasnya. Alhamdulilah dik,semua berjalan lancar.cuma perasaan mas yang gak tentu pingin cepat cepat bertemu sama pean..lalu terlihat senyum bahagia dari wajah Sufi Annisa, pasti sangat melelahkan mas perjalanan dari surabaya kesini,biar Sufi bersihkan dulu kamar buat mas Akhsan istirahat. Santai saja dik,mas Akhsan masih belum ngantuk kog. Masih pingin dekat sama dik Sufi. Belum hilang rasa kangen mas ini. Iya mas Sufi juga,merasakan sama,teramat kangen sama mas Akhsan. Terimah kasih mas hari ini sudah buat hati Sufi bahagia karena sudah berkenan untuk singgah dan menemui Sufi,tak terbayang yaa mas pertemuan di FB,bisa menjadi kenyataan.semua ini membuat perasaan Sufi terharu karena bahagia mas. Sama Sufi,Mas Akhsan juga merasa sangat bahagia dengan pertemuan ini dik. Yaa sudah mas Akhsan istirahat dulu,Sufi udah persiapkan kamar buat mas Akhsan,entar habis istirahat di lanjut ngobrolnya. Lalu Sufi mengantar ke kamar di mana aku bisa beristirahat melepas lelah, terimah kasih Sufi. Mas istirahat sebentar yaa, jangan lupa nanti bagunin mas,biar gak terlalu lama boboknya.soalnya kalau mas sudah tidur lupa buat bangun. Iya mas,mas Akhsan istirahat dulu nanti Sufi bangunin mas Akhsan deh,makasih dik,mas tutup dulu yah pintunya..

Didalam kamar tak banyak yang aku fikirkan,sejenak saja lamunan dan rasa bahagia ini terbawa oleh mimpi karena tak lama kemudian aku sudah terlelap dalam tidur karena rasa lelah perjalanan. dalam tidur samar terdengar suara kedua orang tua Sufi Annisa juga Sufi dalam sebuah obrolan,aku melihat waktu di jam yang tertempel didinding kamar sudah menunjukan arah jam hampir jam sembilan,bergegas aku bangun,karena tidak enak,aku sudah cukup lama tertidur dari selepas subuh tadi,kuintip keluar kamar,aku malu untuk keluar karena terlihat ada orang tua Sufi didepan dekat kamarku singgah,lalu aku menelpon Sufi memberitahu kalau aku sudah bangun,tetapi untuk keluar kamar aku masih malu karena ada ibu dan ayah sufi. Kemufian terdengar Suara mengetuk pintu kamar,ah mungkin itu Sufi,yah memang itu Sufi annisa. Iya mas,mari Sufi antar kekamar mandi,iya dik jawabku.sambil memendam rasa sedikit malu aku keluar ke arah kamar mandi. Terimah kasih dik Sufi,lalu Sufi pergi meninggalkan aku kembali ke tempat Ayah ibu,untuk mengobrol kembali. Selesai mandi aku kembali masuk kekamar untuk merapihkan diri setelah itu menghampiri Sufi bersama Ayah ibu.aku berjabat tangan sungkem sama kedua orang tua Sufi Annisa lalu duduk bersama sama dengan mereka.tak lama mengobrol dengan mereka. Ayah dan ibu Sufi mempersilahkan aku untuk segera makan yang sudah disiapkan sebelumnya.terimah kasih bu,pak. Lalu Sufi mengantar aku kemeja makan dan menemaniku makan.hem begitu damai hari ini.tak kusangka aku bisa merasakan kedekatan dengan Sufi dan juga kebaikan keluarga Sufi. Di ambilkan aku nasi,di piring oleh sufi dan juga lauk pauknya. Hemm bahagia hati ini. Bisa menikmati makanan bersama dengan orang yang kucintai tak akan pernah bisa terlupakan semua ini. Ini mas lauknya nambah biar gak kurus mas Akhsan.hehe iya dik gak tahu nih,kog bisa sekurus ini tubuh mas Akhsan,mungkin kurang gizi juga vitamin kayaknya,jauh di banding pean yang sedikit kegemukan. Iya mas gak tahu nih Sufi jadi sedikit gemuk. Hehe gak terlalu gemuk kog dik,cukupan.sambil kutatap wajah Sufi yang cantik,kulitnya juga terlihat segar terawat,sepertinya dia banyak makan makanan bervitamin sehingga kulitnya begitu terlihat indah.lembut ahh kubuang anganku,lalu aku melanjutkan untuk menikmati hidangan makan bersama Sufi Annisa.terimah kasih dik Sufi untuk makananya kataku,siapa yang masak ini dik,bukan Sufi kog mas tapi ibu Sufi hanya bantu sedikit saja,Sufi kurang bisa masak mas,canda Sufi alaa bisa aja pean dik,tapi jujur makanan ini rasanya enak,mas suka banget dik. Lalu kami pun tertawa lirih dalam canda.

Address

Tempel Sukorejo V/38
Surabaya
60263

Telephone

085854962474

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Al Qur'an Di wajahmu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Al Qur'an Di wajahmu:

Nearby media companies


Other Media/News Companies in Surabaya

Show All