Dear Someone

Dear Someone +6281380033206 1. Tak ada yang lain yang kucinta selain dirimu, tak ada yang lain yang kurindu selain dirimu.. heii pekakah kau dengan yang kurasa?:')
2.luka yang kamu alami saat ini tidak separah luka hati aku yang kamu berikan..

kamu tau? sakit! lebih sakit dari luka kamu.
3.Saat ku coba untuk bertahan denganmu, tapi aku tak prnah tertahan.. Karena Percuma! Kau ku milikki namun hatimu tidak untuk aku:"

Masih banyak lagi kata-kata yang mungkin pas buat lo! stalking aja�

Operating as usual

25/11/2019

Beberapa hal aku tahu percuma, namun terus menerus aku lakukan. Menulis sajak, yang tak pernah kau baca. Misalnya~

24/11/2019

Hidup bagai berjalan di antara bunga-bunga. Banyak rupa banyak peristiwa. Banyak warna banyak cerita. Banyak aroma banyak makna. Hidup pun seperti setangkai bunga; yang tak selamanya indah dan akan layu pada waktunya"

-Sang14

18/11/2019

Selalu ada pertanyaan yang susah mengalah. Malu sekaligus takut, meski rasa penasaran bertambah. Kalau bukan kabarmu, boleh kutanya bagaimana kabar kekasihmu?

Apa dia mencintaimu sedalam aku?

18/11/2019

Aku pernah temukan teduh paling riuh di dalam matamu. Aku pernah mau tinggal di situ, sebelum kau memandangku, lalu menjauh.

17/11/2019

"Aku harap kau dekat."
"Aku juga, berharap kau dekat."

Namun di sinilah kita, masih selalu saja sebatas harap. Terpisah tanpa tahu kapan tiba sebuah dekap.

17/11/2019

Lucu sebetulnya, ketika kudengar kau mulai menghilangkan kata "kita" di setiap rencana. Barangkali perasaanmu berubah, harapanmu berganti arah. Sementara aku, masih sama saja seperti dulu.

16/11/2019

Dunia ini lucu, ya. Suka mempertemukan kita dengan seseorang yang begitu pandai mencuri hati, tapi tidak bisa dimiliki~

03/11/2019

Ada banyak hal yang tak tersampaikan,
Yang sebenarnya hendak ku tulis,
Namun tintaku kering.
Ada banyak sekali ketakutan dalam diri,
Yang sebenarnya hendak kuceritakan,
Namun suaraku serak.

Sudah lama,
Kali terakhir ketika aku benar-benar peduli,
Namun yang kurasa saat ini adalah,
Aku lebih menyukai tempat tidur,
Daripada menyukai orang-orang kebanyakan.

Saat ini aku lebih suka bergelayut dengan pikiranku sendiri,
Tertawa ketika orang lain tertawa,
Ikut gembira ketika orang lain gembira,
Padahal nyatanya,
Aku mati rasa.

Hei,
Apa yang lebih buruk dari yang paling buruk?
'Membuat orang lain melihat diriku sebagaimana aku melihat diriku sendiri'.

12/09/2019

Aku adalah seseorang yang selalu butuh diyakinkan. Meski berkali-kali sudah pertanyaan yang sama aku lontarkan. Hal-hal yang mampu membuatmu merasa bosan.
Bukan inginku yang terus saja bersikap demikian, namun sesekali rasa lemah datang kemudian. Aku, seseorang yang sesekali butuh ditenangkan. Aku, seseorang yang sesekali butuh didengarkan.
Ada bagian dari diriku yang tak mampu aku kendalikan. Ada kesedihan yang tak mampu aku sembunyikan. Aku butuh kamu sebagai seseorang yang mampu menguatkan. Kamu, seseorang yang bersedia mendengarkan apa saja yang aku rasakan. Kamu, seseorang yang bersedia menemani dalam setiap keadaan.

22/08/2019

Aku sedang menumbuhkan rindu, apa kau mau bantu memetiknya ?

12/05/2019

Aku punya seribu cara menulis tentang kamu. Tapi aku terdiam membisu ketika mencoba mengutarakan tulisanku itu kepadamu.
Andai kau tau dimana ku menulis tentang kamu, apa kamu mampu merasakannya atau sebaliknya?
Entahlah, aku tidak meminta balasan dari semua itu. Yang aku tau, aku mencintaimu~

04/05/2019

Kamu beruntung , kamu hanya kehilangan apa yang tidak kamu pilih . Sedangkan aku , aku kehilangan segalanya yang selama ini aku perjuangkan😔

04/05/2019

Bukan untuk menjadi yang terbaik dan yang paling sempurna. Namun, aku hanya inhin menjadi seseorang yang ketika kamu butuh pundak, telinga, pelukan, dekapan, bahkan tempat pulang; Aku ada.

26/04/2019

Berjanjilah, Sejauh apapun kamu pergi tak akan pernah kamu membiarkan siapapun ikut mengisi hatimu~

25/04/2019

Akan aku buktikan sehebat apa aku punya rasa, agar kelak kamu bisa melihat bagaimana aku berupaya agar tetap singgah disatu titik; yaitu kamu.

29/03/2019

Di kepalaku wajahmu telah menjadi prasasti, merusaknya hanya akan menyakiti mimpi. Walau sekadar angan tetapi itu satu-satunya cara menjamahmu dari kejauhan. Sebab memilikimu lagi aku tak pernah bisa, penolakanmu adalah sehebat-hebatnya kuasa.
-Sang14

29/03/2019

Kita berada di bawah angkasa yang sama, tetapi kenyataannya atmosfer kita jauh berbeda. Kaulah poros kenapa rinduku bisa terisi, tetapi bukan aku yang kau jadikan alasan berotasi. Aku termakan delusi. Aku terlalu berharap kita bisa mengulangnya lagi.
-Sang14

28/03/2019

Bila kau sedang dekat dengan seseorang, menjadi yang pertama dikabari saat dia sedang ada masalah, menjadi saksi berbagai prestasi yang tak henti dia ceritakan, atau menjadi kawan penghabis waktu dari senja hingga ufuk rindu, maka ketahuilah bahwa hatimu sedang berada dalam bahaya. Lewat tulisan ini aku hadir bukan untuk menyelamatkanmu, melainkan membawa kesadaranmu menyelami luka lebih dalam. Sebab kedekatan sering kali mematikan nalar, membius lewat kenyamanan, membunuh lewat pujian. Ketahuilah, sekali pun dia tak pernah menginginkanmu. Dia hanya benci sendiri, keangkuhannya butuh ditemani, dan hatinya butuh disanjung atas berbagai kisah perih yang pernah dia lewati.

28/03/2019

Lihatlah dirinya, tanpamu dia baik-baik saja. Tanpamu dia bahagia. Kau sendiri tahu betapa sering dirinya pergi dan tertawa dengan orang-orang baru setelah tak lagi denganmu.
Apakah kau sadar?
Bahwa kehilanganmu, ia tak apa. Bahwa ditinggalkanmu ia tak kesepian.
Tak ada barang darimu di kamarnya. Tak ada satu pun foto tentangmu diponselnya. Yang ada hanya senyum tabpa beban yang ia tunjukkan setiap mereka bertanya perihal kau sekarang ada dimana. Kau sama sekali tak membekas di hatinya. Baginya kau hanya pembunuh waktu.
Mau betapa kali kau tetap membaca cerita tentang sakit hati? Membaca tulisan tentang hati yang ditinggal pergi? Membaca kalimat tentang hati yang di lukai?
Mau berapa kali kau menulis tentangnya?
Ayolah, menyerah sudah.
16:49 WIB

28/03/2019

Kita pernah seiring sejalan. Melakukan banyak hal untuk satu tujuan, kebersamaan. Namun pelan-pelan kamu pergi kemudian.
Kamu memilih meninggalkan semua kebiasaan yang seringkali kita lakukan. Ada jalan lain yang ingin kamu taklukan. Ada tujuan lain yang kamu inginkan.
Ada mata lain yang lebih menenangkan. Memberikan kenyamanan pada lelahnya pikiran dan hati yang kamu rasakan. Mata yang membuatmu berjalan pelan-pelan dari aku yang menggenggam sedih kemudian.
Jalan ini tak bisa kita paksakan. Tetaplah capai apa yang kamu inginkan. Tinggalkan aku yang bukan lagi menjadi tujuan yang menjanjikan.
Semoga kelak ada kebahagiaan. Pada kamu dan aku yang memilih untuk menyudahkan kisah yang menyedihkan. Tetaplah bahagia hingga rasa sedih membuatku lupa akan kamu kemudian.

27/03/2019

Pada akhirnya, aku memilih untuk menyembunyikan semua perasaan yang tersimpan di dada. Hingga nanti tiba saatnya untuk mengungkapkan apa yang terasa. Semoga perasaan ini terus terjaga, hanya untukmu saja.

27/03/2019

Ada yang saling rindu, namun tak bisa bertemu.
Ada yang selalu bertemu, namun hanya saling diam dan membisu.

-Sang14

25/03/2019

Sesekali terlintas dipikiranku;
Perihal apakah kamu membaca semua tulisan yang aku publikasikan?
Perihal apakah kamu mengerti makna dari tulisan yang aku siratkan?
sebenarnya..
itu semua untukmu. Pesan yang tak bisa aku ucapkan dalam lisan, aku siratkan dalam tulisan. Entah jelas atau bias, aku berharap kamu mengerti makna dari semua pesanku yang nampak kandas.
Tak apa jika tak mengerti, setidaknya kamu tahu, ditujukan kepada siapakah semua tulisanku itu.
Tak apa jika tak mau mengerti, setidaknya kamu sadari, siapakah orang yang tak bosan menghabiskan masa, untuk menceritakan kamu sang pujaan hatinya.

-Sang14

24/03/2019

Hai, apa kabar hatimu? Tidakkah rindu padaku? Sampai kapan kau akan bersembunyi? Menyendiri, hanya berteman dengan sepi. Sampai kapan kau akan begini? Membiarkan egomu menguasai diri.
Aku sudah bangkit dari keterpurukan. Ditinggalkan olehmu memang menyakitkan. Tapi setiap masalah adalah pendewasaan.
Jangan jadikan lelah sebagai alasan.
Jangan berhenti lalu mundur perlahan. Jangan!
Tokoh utama dari ini adalah dirimu. Hakmu untuk memilih pergi, aku hanya peran pembantu. Sekuat apapun caraku untuk menghalangi, keputusan ada di tanganmu.
Kembalilah, pintaku. Meskipun hanya sekali waktu. Bukan untuk berjuang bersama lagi denganku, tapi untuk melepaskan rindu yang membelenggu.

Dariku, Yang kau tinggal bersama pilu😊

-Sang14

23/03/2019

Aku ‘pernah’ mengabaikanmu. Itu dulu.

Rasanya memang tak adil waktu itu. Kau selalu ada untukku namun aku tak sekalipun memperdulikanmu.
Aku terlalu fokus dengan dia yang ada di depanku. Hingga akhirnya dia pun pergi.
Aku mencoba mengejarnya. Dia semakin menjauh. semakin jauh.
Lelah, sedih, sakit? Lebih dari itu. Aku terpuruk.
Mencari-cari seseorang untuk dapat dipeluk. Untuk dapat disandari.
Aku takut menengok ke belakang. Aku takut kau tak ada di belakangku karena lelah dengan pengabaianku.
Ternyata aku salah. Kau masih di sini, lengkap dengan senyum indah yang menghiasi wajahmu.
Terimakasih karena masih ada untukku...

-Sang14

23/03/2019

Ingin kuungkap semua namun aku tak mampu. Entah mengapa lidah ini seperti kaku.

Sekumpulan manusia yang DULUNYA mengaku mereka satu, kini seperti orang dungu. Satu sama lain saling membisu. Tak mau tau.

Bahkan puisi indah yang kutuliskan tentangmu, kini tak berlaku.

Berlalu begitu saja, seperti kapal selepasnya dari dermaga.

Tawamu tak setulus dulu, aku tau ada yang salah dengan itu.

Ceritamu tak selepas dulu, kita bagai orang asing yang baru bertemu.

Kau mungkin bosan dengan lingkup yang itu-itu melulu, atau mungkin aku bukan teman yang baik bagimu

Bukan masalah siapa yang harus mengalah, hanya saja aku yang terlalu lemah.

Tak ada lagi yang namanya kenyamanan disini. Seketika sirna sejak hal itu terjadi.

Cukup aku yang mengerti. Tak kupaksakan kau untuk kembali.

Selamat menikmati duniamu kini~

-Sang14

23/03/2019

Untuk apa menahan rindu jika yang dirasai tak jua begitu? Tetap melakukan hal yang sama hingga waktu yang cukup lama. Bisa dikata hebat diriku, yang dinanti hanya kamu. Dan hingga saat ini pun masih belum berujung temu~
-Sang14

25/12/2018

Untukmu yang Membuatku Jatuh Hati, Ini Tulisan Terakhirku Untukmu

---

Pada pertukaran rasa yang tak seimbang, aku menaruh bimbang. Ketika meneruskan hanyalah berarti menambah perih pada luka lainnya, dan berhenti juga tak menyembuhkan apa-apa. Menaruh harap pada waktu yang akan menjawab, mungkin saja percuma; sebab hatimu bukan aku yang kamu mau. Sedangkan aku hanya tamu yang diundang pada sedikit kesempatan saja.

Belum genap memiliki, tapi hati ini seperti dipaksa berhenti mencintai. Harapan sudah mencapai menara tertinggi, tapi terjatuh karena tahu bukan aku yang kamu mau. Kornea seperti tercelik pada realita. Tadinya pinta bergegas menyapa pencipta agar lekas menyatukan kita. Tapi doa-doa itu menabrak dinding negeri utopia, menyadarkanku bahwa seharusnya angan-angan berhenti di sini saja agar tak menyakiti sesiapa. Andai pertemuan kita tak berbentur pada garis segitiga yang menyatukan aku, kamu, lalu dia pada sudut-sudutnya. Iya, dia kelak yang akan lebih memperjuangkanmu lebih baik daripada aku.

Pada ketiba-tibaan datangnya sebuah rasa, aku memupuk asa, Seakan tidak peduli, bahwa bagian kosong di hatimu tidak bisa aku tempati. Juga tak ingin ambil pusing dengan kenyataan yang mengharuskan kita berada pada jalannya masing-masing. Mungkin sebenarnya ada garis tak kasat mata yang menghalangi agar aku tidak melangkah lebih jauh lagi. Namun aku memilih untuk berpura-pura tidak menyadari keberadaannya.

Rasa. R A S A,
Empat huruf yang biasa-biasa saja namun bisa mematahkan logika. Hati tidak pernah memilih kepada siapa ia diambil alih, yang aku tahu aku jatuh cinta. Pada sebuah keramaian dan kamu menjadi pusat perhatian sedang aku hanya duduk di pojokan, menyaksikanmu dari belakang.

Kita pecah dalam perbincangan tentang banyak hal hingga kembali utuh dalam kata kenyamanan. Segalanya aku lakukan dengan beberapa kali melakukan penolakan terhadap hatiku sendiri. Kenyataannya hanya dengan tatapan tenang luar biasa pertahananku runtuh seketika.

Bukan salah hati, jika sedikit cinta mampu mengundang rindu setengah mati. Bukan pula salah hati, jika sedikit cinta kelak menjadi alasan ada rasa yang tersakiti. Nyatanya, cinta memang Tuhan ciptakan dengan mata yang buta arah. Bisa menuju siapapun, bisa terjatuh di manapun.

Sebenarnya aku sudah lelah menjatuhkan cinta pada hati yang salah. Aku juga ingin rasa berbalas, bukan terus menerus berbatas. Harus meminta seperti apa lagi, agar hatiku yang masih kutitipkan padamu, bersedia pulang kembali? Karena setiap kubiarkan perasaan-perasaan ini tinggal, aku takut lukaku semakin kekal.

Padahal bukannya tak kucoba mendayung perahu gerakku keluar dari zona segitigamu, tapi setiap gerikmu merangkul rasaku untuk tetap disitu. Posisiku selalu serba salah. Di sisi diri, aku tak ingin kau dirangkul oleh orang yang salah. Karena hati ini bisa membahagiakanmu dengan berlipat kali dari yang ia beri. Tapi disisi hati, aku akan menjadi sangat salah jika berulah dengan memaksakanmu untuk juga mencintaiku. Tak mungkin menumpukkan luka dengan sesuka demi kebahagiaanku semata. Pada akhirnya, aku akan meminum racun air mataku sendiri karena tak berdaya meraih kamu berada disisi.

Wujud cinta tak pernah tahu dengan pasti dimana ia semestinya berada. Karena bukankah ia tumbuh begitu saja? Kemanakah ia harus melangkah? Ketika untuk menetap ialah tidak mungkin, pun untuk meninggalkan hanyalah sebuah langkah yang begitu berat.

Begitu banyak pertanyaan terjun bebas ke kepalaku tanpa jawaban yang sejatinya aku tidak tahu. Yang aku tahu mencintaimu, tapi akan rumit dalam realita. Setiap hari aju harus menenangkan rindu yang berteriak mencari dimana tuannya, karena senyatanya dia tidak diakui siapa-siapa.

Jadi biarkanlah ini jadi tulisan terakhirku untukmu, semua tentangmu, supaya kamu tahu ada seseorang yang pernah sebegitunya mencintaimu, benar benar mencinta. Mungkin saja kamu belum terlalu percaya dengan cintaku? Atau bagaimana? Maafkan hatiku tidak bisa menepati janjinya untuk selalu mengejar hatimu. Maafkan diriku jika tidak bisa jadi pahlawanmu lagi, yang selalu hadir disaat kamu datang dan selalu mengawasimu di baying-bayang. Aku tahu jika pun aku pergi kamu tak akan pernah melarangku. Jika seseorang yang dulu pernah kamu sayang, pergi meninggalkanmu dan kamu membiarkannya, apalagi aku yang tidak ada nilainya?

Yang kuingin kebahagiaan dan kepastian, tentang tarik menarik asa dan rasa yang seperti tak ada ujungnya. Yang kuingin cinta yang sederhana; cukup sederhana hingga aku tak perlu meminta apa-apa untuk dapat merasa bahagia, hingga aku tak perlu merasa kecewa sebab keinginan tak sejalan dengan kenyataan, hingga aku tahu rasanya dicinta tanpa perlu mengiba.

Biarkan perasaan ini perlahan mengikuti aliran tanpa terlihat sebagai kesalahan karena menurutku ini bagian dari pelajaran dalam perjalanan. Pada siapapun ia takkan mungkin menurut, sampai waktu yang tepat membiarkan ia menyurut. Meski hati begitu mengingini, tapi aku tahu batas-bats yang tak bisa dipanjati. Entah siapa yang akan menggesermu dari segala ketetapan-ketatapan perasaan, tapi aku hanya bisa menyerahkannya pada Tuhan.

Aku sedang menunggu saat yang tepat untuk keluar dari segitigamu, lalu silahkan buatlah garis lurus agar dua sudut bersatu. Ya garis penemu untuk dia dan kamu. Bahagialah dengan kebahagiaanmu yang serba tanpa aku. Tersenyumlah selalu meski senyummu lahir dari balik harapan-harapan lamaku.

Tapi ingat satu hal. Aku bisa jatuh cinta berulang kali pada orang yang sama. Mungkin Tuhan suatu saat akan menyatukan kita. Semoga saja.

-Sang14

25/12/2018

Jangan lama lama pergi, aku sesak merindu sendiri. Atau kalau tidak ingin kembali, setidaknya hardik aku berkali-kali agar berhenti, agar aku sadar tak perlu lagi menunggumu yang telah pergi.
Terlepas dari semua itu, untuk kamu yang memilih pergi, aku rindu~

23/12/2018

Aku akan terus menulis tentangmu
Meski kau berhenti; Menyapaku entah lewat pesan pendek atau telpon
Peduli pada rindu yang hanya untukmu
Mengingat segala tentangku, tentang kita
Aku akan terus menulis tentangmu
Meski kau berhenti; Membaca sajak-sajakku ~

-Sang14

23/12/2018

Entah mengapa(?) Terkadang waktu yang singkat, dapat menyisakan rasa yang begitu kuat ~

23/12/2018

Disaat kau bahagia bersamanya, maukah kau lihat diri ini yang masih menyusun serpihan hati setelah kau buang sia-sia? ~

22/12/2018

Aku tak akan pernah bisa menjadi apa yang kau suka, karena yang kau suka adalah dia ~

22/12/2018

Seperti senja kamu itu indah, kamu menarik, kamu menawan, kau buat ku jatuh hati. Hingga aku sadar; seperti senja juga... Kau hanya sesaat ~

Address

Wonokromo
Surabaya
60243

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dear Someone posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Dear Someone:

Category

SELAMAT DATANG

Menulis bukan semata-mata untuk menunjukkan sebuah kehebatan yang ingin dibangga-banggakan . beberapa tulisan adalah bagian dari ungkapan perasaan yang tidak mampu di ucapkan :’)

Nearby media companies


Other Magazines in Surabaya

Show All

Comments

Masih mungkinkah pintumu aku buka dengan kunci yang pernah aku patahkan
Kangen banget sama seseorang yang jauh disana....
Jika mencintaimu dengan terang-terangan adalah salah Maka aku akan mencintaimu dalam diam saja Meski tidak tau akan berdampak apa bagi aku Karena aku tidak tau akan hari esok sama halnya dengan orang lain. Biarlah aku yang merasakan sakit daripada melihatmu sakit Karena melihatmu bahagia akupun sama akan merasa bahagia #
Np min😘😘. No Delete🚫 apalagi Banned🙄. Kamu Galau😔? Bahagia😊? Butuh Hiburan😁 bahkan butuh teman curhat😎?? Kuyy stalk dan spam like fp saia. Dijamin bnyk quotes keren yg bikin baper❤. 😊@ [151624272190569:]😍@ [1765788233675475:]😄@ [753471734847203:]😉 Opmin terbatas dan terkhusus bagi kalian yg berbakat😉😉 Taq min 😁✌