pwmu.co

pwmu.co PWMU.CO Bersinar Mencerahkan Umat dengan Dakwah Islam Berkemajuan Website Resmi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur portal berita muhammadiyah jawa timur
(19)

Operating as usual

Shalat Mengelus Jenggot, Nabi pun Berkata: “Sesungguhnya orang ini seandainya khusyuk hatinya, tentu pula juga khusyu ba...
26/09/2020

Shalat Mengelus Jenggot, Nabi pun Berkata: “Sesungguhnya orang ini seandainya khusyuk hatinya, tentu pula juga khusyu badannya.”

Demikian salah satu nukilan kajian Ustadz Dr H Syamsuddin MA dalam Pengajian Rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo, Ahad (20/9/20). Bertema Enam Ajaran pada Sepuluh Ayat Pertama al-Mukminun, kajian digelar via Zoom dan streaming YouTube.

Di awal ayat dalam surat al-Mukminun, kata Syamsuddin, menjelaskan tentang ciri orang-orang beriman. “Yakni dari shalatnya yang khusyuk,” ujar Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur tersebut.

Syamsuddin lalu menjelaskan, suasana ruhani orang beriman itu dikatakan khusyuk, jika dia menggabungkan bainal khauf wal raja’, yaitu antara takut dan penuh harap. “Takut jika amalnya tidak diterima, dan penuh harap semua amalnya diterima di sisi Allah SWT,” kata dosen UINSA Surabaya itu.

Pada ajaran kedua, lanjut dia, orang beriman itu menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang sia-sia. “Para mufasirin menerangkan, yang dimaksud dengan kesia-siaan itu adalah dusta, caci maki, dan hal-hal yang sifatnya gurauan yang tidak bermanfaat,” ungkap dia.

Menjauhkan Perbuatan Sia-sia
Itulah kenapa Ibnu Katsir mengatakan, al-laghwu itu berarti yang meliputi semua bentuk penyimpangan perilaku. “Mulai syirik, kemaksiatan, dan termasuk di dalamnya kata-kata dan perbuatan yang tidak memberi manfaat kepada manusia,” papar Syamsuddin.

Dia juga menerangkan, orang yang beriman akan memanfaatkan betul waktunya untuk sesuatu yang bermanfaat. “Tidak ada sisa waktu yang disisakan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat, baik itu terkait ucapan maupun perbuatan,” tambahnya.

Ketiga, sambung Syamsuddin, adalah orang-orang yang menunaikan zakatnya. “Di antara misi Islam adalah membawa kepada kehidupan yang suci, baik jasmani maupun rohani. Islam mengajarkan kebersihan, menjauhkan diri dari yang kotor dan najis, ada wudhu, mandi, siwak, dan gosok gigi. Termasuk memakai parfum saat hendak ke masjid dan itu termasuk dalam kesucian jasmani,” terangnya.

Namun, kata dia, ada yang lebih penting lagi yaitu kesucian rohani. “Yaitu disucikannya dari berbagai macam syirik, kemaksiatan, dan perilaku yang menyimpang, yang menjadikan kehormatan manusia hilang bahkan kemudian jatuh serendah-rendahnya,” tuturnya.

Maka menurutnya, zakat yang ditunaikan akan membersihkan jiwa, bukan untuk membersihkan harta. Karena zakat membersihkan jiwa yang punya harta tersebut.

“Orang-orang yang menunaikan zakat dalam rangka membersihkan jiwa manusia dari kemunafikan tadi. Jangan sampai bilangnya beriman pada Allah dan rasulnya, tapi dalam praktiknya, dia tidak mau menjalankan ajaran-ajaran yang merupakan konsekuensi logis dari keimanannya,” terangnya.

Agama untuk Kesucian Manusia
Keempat, menurutnya adalah orang-orang yang memelihara kemaluan mereka. Manusia pada dasarnya memiliki naluri untuk berkembangbiak. “Maka ada ungkapan, seandainya tidak turun kitab suci dan tidak diutus para nabi, manusia tetap akan kawin dan menikah. Bagaimana menikah dan kawinnya itu soal lain,” canda Syamsuddin.

Agama, sambungnya, diturunkan sebagai syariat yang mencerahkan, untuk menjamin kesucian manusia walaupun mereka tetap melakukan perkawinan itu.

“Maka dikatakan, orang-orang yang memelihara kesucian dirinya dan jika itu dilakukan pada jalur yang benar dan sesuai ketentuan-Nya, maka itu bukan termasuk perbuatan yang tercela. Yang tercela adalah barangsiapa yang mencari di luar yang ada dalam syariat ini, maka mereka dianggap melampaui batas,” tegasnya.

Syamsuddin melanjutkan, jika pernikahan merupakan sesuatu yang sakral. Karena di dalamnya ada mitsaqan galidha, walaupun sederhana tapi ada konsekuensi dan perubahan yang revolusioner. “Yang sebelumnya haram, jadi halak dari yang keji menjadi terpuji. Yang sebelumnya maksiat jadi ibadat. Sebelumnya berdosa menjadi berpahala. Hanya karena sebuah ungkapan yang sederhana yang disebut al ijabal qabul,” terang dia.

Dia lalu melanjutkan pada ayat kedelapan, tentang orang-orang yang memelihara amanah dan janjinya. Amanah itu dipikulkan di pundak dan diberikan pada yang berhak menerimanya. “Maka, menukar kewenangan yang dimilikinya dengan sesuatu yang orientasi jangka pendek dan kesenangan sesaat atau biasa disebut korupsi, adalah kianat dari amanat yang diberikan padanya,” tutur dia.

Shalat mengelus jenggot, nabi pun berkata: “Sesungguhnya orang ini seandainya khusyu hatinya, tentu pula juga khusyu badannya.”

Munafik Ideologis dan Praktis
Syamsuddin mengatakan, dari banyak kitab tafsir dijelaskan bahwa kemunafikan dibagi menjadi dua, yaitu munafik i’tiqadi atau munafik ideologis dan munafik ‘amali atau munafik praktis. “Munafik ideologis adalah orang yang sejatinya kafir. Tapi karena tujuan-tujuan tertentu yang biasanya bersifat politis dan ekonomis, maka dia berpenampilan layaknya orang beriman,” ungkapnya.

Aktivitasnya juga layaknya orang beriman, masuk masjid pake kopiah, baju kokoh dan sarung. “Orang-orang tersebut punya hidden agenda tersembunyi untuk menghancurkan atau melakukan pembusukan dari dalam terhadap Islam dan kaum muslimin,” papar Syamsuddin.

Namun, lanjut dia, ada juga munafik amali, yakni orang yang sejatinya beriman dan tidak ada niatan melalukan pembusukan terhadap Islam dan kaum muslimin. Tetapi mempunyai karakter dan sifat yang sudah menjadi ciri khas orang-orang i’tiqadi tadi.

“Yaitu kalau bicara dusta, diberi amanat khianat, dan kalau berjanji mengingkari janjinya. Karena orang beriman tidak akan ingkar janji. Adapun jika dia tidak dapat menunaikan janjinya dia akan izin dan minta maaf sebelumnya,” katanya.

Shalat Mengelus Jenggot
Terakhir, sambung Syamsuddin adalah orang-orang yang memelihara shalat. Ayat ini diawali dengan kata shalat dan diakhiri kata shalat. Khusyuk itu terkait suasana hati dan spiritualitas seseorang.

“Tapi untuk memelihara shalat itu terkait dengan sesuatu yang measurable, terukur. Seperti melaksanakan shalat tepat pada waktunya, dilakukan secara berjamaah, bacaannya, gerakannya sesuai yang dicontohkan nabi. Merupakan sesuatu yang terukur,” jelas dia.

Suasana hati, menurutnya, memang tidak bisa dibaca, tetapi indikatornya bisa muncul dalam fisik seseorang. Nabi pernah melihat seseorang yang ketika shalat mengelus jenggotnya. “Lalu beliau bilang, sesungguhnya orang ini seandainya khusyuk hatinya tentu pula juga khusyuk badannya. Nah, ini maka khusyuk-nya hati bisa juga muncul dalam fisik seseorang,” ungkap Syamsuddin.

Jadi, kata dia, shalat yang dapat membawa orang ke dalam falah, untung, akan sukses dan bahagia, jika di dalamnya ada unsur khusyuk dan mukhafadhah. “Jika khusyu berkaitan dengan unsur hati. Maka mukhafadhah atau memelihara shalat berkaitan dengan fisik, waktu, atau hal-hal yang terukur,” tutur Syamsyuddin.

Penulis Darul Setiawan. Editor Mohammad Nurfatoni

Logika Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan Najwa Shihab bertarung dalam wawancara Mata Najwa ini. Ngotot sama-sama benarnya...
26/09/2020

Logika Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan Najwa Shihab bertarung dalam wawancara Mata Najwa ini. Ngotot sama-sama benarnya. LBP saat diwawancarai Najwa Shihab, mengatakan bahwa setiap anak bangsa punya kewajiban untuk duduk tenang dan menjaga keamanan republik ini.

”Sorry Najwa, ngapain kamu menampilkan gambar-gambar yang provokatif seperti ini,” kata LBP, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi yang baru ditunjuk Presiden untuk menurunkan angka Covid dalam dua pekan di 9 provinsi ini.

Gambar yang dimaksud LBP adalah film kampanye dangdutan, arak-arakan ketika pendaftaran pasangan calon kepala daerah ke KPU, dan kerumuman hajatan Pilkada lainnya.

Nana, panggilan Najwa Shihab, langsung berkomentar. ”Ini fakta Pak Luhut. Maaf Pak Luhut, saya tidak memprovokasi, saya menunjukkan apa yang terjadi di lapangan,” jawabnya.

LBP mengomentari lagi. ”Dalam situasi seperti ini mestinya kita punya kewajiban kemanusian yaitu ikut membuat suasana tenang. Mestinya carilah topik-topik yang tidak seperti ini. Sebab tanpa kita sadari, kita ikut membuat suasana kacau. Mestinya kita lebih menekankan tanggung jawab kita kepada kemanusiaan,” kata LBP.

Bukan Nana kalau tidak tangkas menjawabnya. Dia berkata,”Lha bagaimana terhadap keputusan yang tetap menjalankan Pilkada pada 9 Desember nanti. Apakah itu tidak mengabaikan pada kepedulian keselamatan kemanusiaan?”

”Tapi,” jawab Luhut, ”dengan memberikan aturan yang jelas, rambu-rambu yang jelas. Mestinya Pilkada 9 Desember bisa kita laksanakan. Saya yakin bisa.”

To be fair, semuanya benar. Logika Luhut versi pemerintah. Nana benar versi non pemerintah khususnya yang mempertanyakan apa sebaiknya Pilkada ditunda saja mengingat pandemi yang makin mengganas. Persis seperti pikiran NU, Muhammadiyah dan tokoh-tokoh seperti JK, Din Syamsudin dan sebagainya.

Keduanya menjalankan tugasnya. LBP atau pemerintah ingin ketenangan, kepatuhan. Kondusivitas. Nana mewakili yang usul penundaan, mengatakan bahwa demi keselamatan. Demi kemanusiaan. Mencegah korban. Pemilu serentak yang lalu saja yang belum ada pandemi mengakibatkan ratusan petugas meninggal dunia dengan meninggalkan misteri.

Ketika pemerintah sudah mengambil kata putus: tetap 9 Desember, semua patuh. JK mengatakan, ”Ya, itu kewenangan pemerintah untuk memutuskan. Kita ikuti. Toh, sudah kita katakan risiko-risikonya.”

Baca Juga: Mengapa Kaum Muslimin Mundur?
Begitu juga dengan yang dikatakan Prof Haedar Nashir, Ketua Umum Muhammadiyah. ”Ya sudah kita tunduk. Tugas kita memberikan masukan sudah selesai.”

Yang tidak benar. Jangan sekali-kali berpikir yang beda persepsi, dianggap menentang. Tidak taat. Tidak patuh kepada pemerintah. Provokator. Dimusuhi, disingkirkan, dihabisi. Untuk itu digerakkan buzzer dan influencer dan manuver yang lebih licik dan ganas dari itu. Inilah sesungguhnya yang bikin kotor demokrasi.

Percayalah, second opinion, third opninion, people opinion meski beda, pasti bermanfaat. Itulah cara, sebagian rakyat negeri ini mengabdi untuk negerinya. Berpikir kritis. Salam!

Penulis Ali Murtadlo Editor Sugeng Purwanto

25/09/2020

Mohon maaf!

25/09/2020

Tetap disiplin jaga protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang grafiknya terus naik ini!

Address

Kertomenanggal
Surabaya

Telephone

0318471412

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when pwmu.co posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to pwmu.co:

Videos

Nearby media companies


Other Media/News Companies in Surabaya

Show All

Comments

PONDOK PESANTREN AT-TAQWA MIHAMMADIYAH ARJASA KANGEAN SUMENEP ==================== Secara kelembagaan, Pesantren ini dirintis tahun 1978 oleh Alm KH. Abdul Kadir Muhammad (keponakan KH. Mas Mansur). Beliau secara khusus diutus untuk mengembangkan Islam berkemajuan di daerah -daerah pinggiran, salah satunya di pulau kangean. Beliau pun bedol keluarga, memboyong seluruh keluarga, anak, cucu dan menantu ke pulau kangean. Demi keberlangsungan, pengembangan dan peningkatan kualitas dan kuantitas Pondok Pesantren, maka tahun 2020 ini akan dilaksanakan : Proyek : Pembangunan Rumah Asatidz& Kantor Pondok yang representatif Kontruksi : Lantai 2 Estimasi Dana : Rp. 600.000.000,- ___________________ _*"Pahala jariyah berlipat : Infaq shadaqah, "*_ 1. Allah Ta’ala berfirman: إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.”(Qs. Al Hadid: 18) 2. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya. [HR Muslim 3084] ___________________ _*"INVEST AKHIRAT, RAIH PAHALA TANPA HENTI"*_ bisa diantar langsung ke Kantor Pondok atau ditransfer ke rekening : Bank JATIM norek. 0343012445 a.n PONPES AT -TAQWA MUHAMMADIYAH Konfirmasi Transfer ke WA : 081332196452 Invest bisa berupa material ( semmen, Batu cor, besi dll ), yang akan kami jemput/terima pada saat proyek pembangunan dikerjakan. Do'a kami : _*"Ya Allah, lipat gandakan pahala infaq shadaqah hamba-Mu, dan berkahilah pada semua yang masih tersisakan."*_ _________________ LAPORAN INVEST/DONASI 1. Ustdza. UUNG, At taqwa Kalikatak Rp. 3.000.000 2. Hj. Tiamna, Tajjan Rp. 1.000.000 3. Hamba Allah tajjan Rp. 1.200.000 4. JUMLAH : Rp. 5.200.000 Infaq Material : 1. H. Moh. Rana, Tajjan, 100 Sak semen 2. 3.
Ijin bertanya... bagaimana hukumnya orang yang mengurus penyembelihan qurban mendapat bagian daging lebih banyak dibanding daging yang dibagikan ke warga? Takutnya bagian yg lebih itu dianggap sebagai upah, padahal itu kan tidak boleh.
Rapatkan Barisan Umat...... waspadalah
PCM Gandusari Trenggalek mengimbau warganya untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 H di rumah masing2