cahaya hati

cahaya hati Cahaya hati

31/01/2026
31/01/2026
31/01/2026

Gunung Slamet hari ini seolah memberi isyarat bahwa alam sedang memikul beban berat. Di beberapa wilayah lerengnya—Pratin Purbalingga, Pulosari Kabupaten Purbalingga, Guci Pemalang, hingga Telaga Sunyi dan Baturraden Kabupaten Banyumas—terjadi longsor dan banjir yang meninggalkan jejak kerusakan nyata. Tanah runtuh dari perbukitan, sementara aliran sungai membawa pasir hitam pekat bercampur lumpur, mengubah wajah alam yang sebelumnya jernih dan tenang.

Di beberapa titik, kedung yang dahulu dalam dan menjadi penyangga ekosistem air kini menyusut drastis. Dari kedalaman yang aman, kini hanya tersisa sekitar 25 sentimeter, tertutup endapan pasir dan lumpur yang terus terbawa arus. Perubahan ini bukan sekadar soal lanskap, tetapi peringatan tentang keseimbangan alam yang mulai terganggu.

Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa alam bukanlah ruang tanpa batas untuk dieksploitasi, melainkan titipan yang harus dijaga bersama. Menjaga hutan, lereng, dan aliran sungai berarti menjaga keselamatan kita sendiri. Saat alam dirawat dengan bijak, ia memberi kehidupan; namun ketika diabaikan, ia berbicara dengan caranya sendiri. Mari kita jaga alam, demi keselamatan bersama—hari ini dan untuk generasi yang akan datang.





31/01/2026
31/01/2026

Cuaca hujan yang disertai angin kencang berpotensi menimbulkan gangguan keselamatan, seperti banjir, jalan licin, dan pohon tumbang. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas.

Pastikan kondisi rumah dan lingkungan tetap aman, serta berhati-hati saat berkendara dengan menyesuaikan kecepatan dan menghindari genangan air.

Address

Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when cahaya hati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share