05/09/2026
Saniscara, 5 September 2026.
Upacara Mecaru, Makuh, Mlaspas Pura Mrajapati desa Adat Beja, Desa Lalanglinggaj, Selemadeg Tabanan, Bali.
Mecaru,Makuh, dan Melaspas adalah rangkaian upacara ritual (Yadnya) dalam agama Hindu di Bali yang bertujuan untuk menyucikan bangunan / pura yang baru.
Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi untuk menyelaraskan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan (konsep Tri Hita Karana).
Berikut adalah penjelasan singkat untuk masing-masing upacara dan Fungsinya :
•Mecaru (Pecaruan)
Tujuan: Menyucikan alam lingkungan (bukan bangunannya).
Fungsi: Menetralisir energi negatif atau kekuatan alam (Bhuta Kala) di sekitar lokasi agar berubah menjadi energi positif yang harmonis.
Simbol: Menggunakan kurban suci berupa hewan (seperti ayam pancawarna, bebek, atau sapi tergantung tingkatan upacara).
•Makuh
Tujuan: Memberikan "jiwa" atau menghidupkan bangunan secara spiritual.
Fungsi: Upacara ini biasanya dilakukan untuk bangunan suci (pelinggih/tempat suci) atau bangunan rumah tinggal utama. Ritualnya melibatkan pemasangan parih (benda-benda sakral seperti rerajahan, logam mulia, permata) di bagian dasar atau tiang bangunan.
Simbol: Mengubah benda mati (material bangunan) menjadi memiliki vibrasi spiritual yang hidup.
•Melaspas
Tujuan: Pembersihan, penyucian, dan peresmian fisik bangunan baru.
Fungsi: Menghilangkan sisa-sisa kotoran secara spiritual dari proses pembangunan (seperti bekas tebangan kayu, galian tanah, paku, dll).
Simbol: Mengungkapkan rasa syukur sekaligus memohon perlindungan agar bangunan tersebut aman, nyaman, dan membawa berkah bagi penyungsungnya.