12/06/2026
BBM naik, harga ikut naik.
Ongkos kerja naik, biaya sekolah naik, sembako naik.
Tapi yang tidak naik cuma satu: kemampuan rakyat untuk bertahan.
Pemerintah boleh bicara soal subsidi, anggaran, dan stabilitas ekonomi.
Tapi rakyat kecil bicara dari dapur:
beras makin mahal, minyak makin mahal, lauk makin dikurangi.
Kalau BBM naik, yang terpukul bukan hanya pemilik kendaraan.
Yang paling terasa justru tukang ojek, sopir angkot, pedagang kecil, buruh harian, petani, nelayan, dan ibu-ibu yang setiap hari menghitung uang belanja.
Jangan ukur kebijakan hanya dari angka APBN.
Ukurlah dari air mata rakyat yang harus memilih: isi bensin atau beli beras.