Liputan Infowarga

Liputan Infowarga Liputan Infowarga berkomitmen menyajikan informasi secara faktual dan terpercaya.

E-mail: [email protected]
Website: www.liputaninfowarga.com
Hp/Wa: 087860515872

Cari Bibit Muda dari Akar Rumput, Liga Kampung Soekarno Cup III Resmi Bergulir di BaliDENPASAR – Semangat sepak bola rak...
09/05/2026

Cari Bibit Muda dari Akar Rumput, Liga Kampung Soekarno Cup III Resmi Bergulir di Bali

DENPASAR – Semangat sepak bola rakyat kembali membara di Pulau Dewata. PDI Perjuangan secara resmi membuka turnamen sepak bola antarkampung, Soekarno Cup III 2026 Provinsi Bali, pada Sabtu (9/5/2026). Bertempat di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, ajang ini didesain sebagai kawah candradimuka untuk menjaring talenta potensial dari pelosok desa demi masa depan sepak bola nasional.

Perhelatan ini dihadiri langsung oleh jajaran petinggi partai, di antaranya Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster, serta para kepala daerah dan legislator dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan penuh terhadap pembinaan olahraga yang berbasis pada semangat gotong royong.

Wadah Pembinaan Karakter dan Kebangsaan
Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup 2026, Komarudin Watubun, menegaskan bahwa esensi dari turnamen ini melampaui sekadar olah bola di lapangan. Menurutnya, Soekarno Cup adalah manifestasi dari nilai-nilai perjuangan B**g Karno yang diaplikasikan melalui olahraga.

"Liga Kampung ini bukan hanya soal kompetisi, melainkan ruang untuk membentuk karakter, solidaritas, dan rasa kebangsaan. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak muda dari kampung memiliki jalur yang jelas untuk menunjukkan bakatnya hingga ke level nasional maupun internasional," ujar Komarudin dalam sambutannya.

Keseriusan dalam menjaring bibit unggul dibuktikan dengan penerapan regulasi kategori usia di bawah 17 tahun (U-17). Hal ini dimaksudkan agar para pemain muda yang selama ini tidak tersentuh oleh radar kompetisi profesional seperti Liga 1 atau Liga 2, memiliki panggung untuk bersinar.

Format Kompetisi dan Jadwal Pertandingan
Ketua Panitia wilayah Bali, I Wayan Adi Arnawa, menjelaskan bahwa turnamen tahun ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan B**g Karno. Ia menyebut sepak bola dipilih karena sifatnya yang inklusif dan mampu menyatukan seluruh strata masyarakat.

"B**g Karno sangat mencintai sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa. Melalui olahraga ini, kami ingin membumikan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda," kata Adi Arnawa.

Kompetisi tahun ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Bali yang terbagi ke dalam dua grup:
Grup A (Stadion Ngurah Rai): Banteng Denpasar, Banteng Karangasem, Banteng Klungkung, dan Banteng Buleleng.

Grup B (Stadion Kompyang Sujana): Banteng Tabanan, Banteng Badung, Banteng Gianyar, Banteng Bangli, dan Banteng Jembrana.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung hingga 19 Mei 2026. Sementara itu, laga krusial semifinal dan final akan dipusatkan pada 23 Mei 2026 mendatang. Selain memperebutkan hadiah total ratusan juta rupiah, para pemain juga berpeluang besar untuk dilirik oleh pemandu bakat nasional.

Melalui Soekarno Cup III, Bali kembali membuktikan diri sebagai salah satu lumbung pesepak bola berbakat. Di bawah sorak-sorai pendukung dan atmosfer kekeluargaan yang kental, liga kampung ini menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar pesepak bola Indonesia sering kali dimulai dari lapangan tanah di pinggiran desa. (*)

**gKarno

Semangat Toleransi di Bedugul: Pemkab Tabanan Sambut Kedatangan Bhikku dalam Indonesia Walk for Peace 2026TABANAN — Kese...
09/05/2026

Semangat Toleransi di Bedugul: Pemkab Tabanan Sambut Kedatangan Bhikku dalam Indonesia Walk for Peace 2026

TABANAN — Kesejukan kawasan wisata Bedugul terasa kian teduh dengan kehadiran para Bhikku yang tengah menjalankan misi spiritual. Pemerintah Kabupaten Tabanan secara resmi menyambut rombongan peserta Indonesia Walk for Peace 2026 di Hutan Wisata Taman Mumbul Manik, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, pada Jumat (8/5/2026).

Acara penyambutan ini menjadi simbol kuatnya komitmen daerah dalam menjaga napas perdamaian dan kerukunan antarumat beragama di Bali.

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, hadir mewakili Bupati Tabanan untuk menyambut langsung para Bhikku. Kehadiran beliau didampingi oleh jajaran perwakilan Pemerintah Kabupaten Jembrana, unsur DPRD, Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan ini bukan sekadar prosesi penyambutan formal, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjalanan fisik dan spiritual para Bhikku yang membawa pesan damai lintas wilayah.

Dalam sambutan tertulis Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wabup Dirga, ditegaskan bahwa kehadiran para Bhikku membawa dampak psikologis dan spiritual yang positif bagi masyarakat Tabanan.

"Kehadiran para Bhikku di tengah-tengah kita adalah sebuah kehormatan. Ini membawa energi kedamaian, ketenangan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sosial kita," ujar Made Dirga.

Pemerintah Kabupaten Tabanan juga memanfaatkan momentum ini untuk mempertegas visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). Visi tersebut hanya dapat dicapai apabila fondasi toleransi dan kerukunan masyarakat tetap terjaga dengan kokoh.

Pemilihan Taman Mumbul Manik sebagai titik pertemuan juga menegaskan keselarasan antara spiritualitas dan pelestarian alam. Melalui kegiatan ini, Pemkab Tabanan berharap pesan-pesan universal tentang cinta kasih yang dibawa dalam Indonesia Walk for Peace dapat meresap ke seluruh lapisan masyarakat, mempererat tali persaudaraan tanpa memandang perbedaan keyakinan.

Acara berlangsung khidmat, ditutup dengan dialog hangat antara jajaran pejabat pemerintah dan para tokoh agama, mencerminkan wajah Indonesia yang inklusif dan harmonis. (*)

PKK Tabanan Salurkan Bantuan Sosial di Penebel, Perkuat Sinergi Pemerintah dan MasyarakatTABANAN – Sebagai wujud nyata k...
07/05/2026

PKK Tabanan Salurkan Bantuan Sosial di Penebel, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

TABANAN – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat rentan, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, kembali melakukan aksi turun lapangan. Setelah menyasar Kecamatan Kerambitan, kali ini giliran Desa Buruan, Kecamatan Penebel, yang menjadi titik fokus penyaluran bantuan pada Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini menargetkan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Sebanyak 90 penerima manfaat utama menerima paket bantuan, yang terdiri dari: 10 Ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK), 20 lansia, 15 penyandang disabilitas, 15 balita dengan gizi kurang, kader PKK kurang mampu.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada 6 penderita kanker dan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 100 anak PAUD. Tidak hanya bahan pangan, Bunda Rai—sapaan akrab Ny. Rai Wahyuni Sanjaya—juga menyerahkan alat bantu kesehatan berupa: 1 alat bantu dengar, 1 kursi roda, 3 tripod (tongkat penyangga), 4 walker (alat bantu jalan).

Setiap paket sembako yang disalurkan mencakup kebutuhan nutrisi dasar, seperti 20 kg beras, susu (kalsium, ibu hamil, dan balita), kacang hijau, telur, hingga minyak goreng.

Dalam arahannya, Bunda Rai menekankan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bukan sekadar memberikan materi, melainkan untuk membangun ikatan emosional dan memberikan semangat.

"Tujuan kami datang untuk memberikan perhatian dan sedikit bantuan. Jangan dilihat besarannya, tetapi ini sebagai bentuk kepedulian agar bapak dan ibu tetap bersemangat dan berbahagia. Ini adalah bentuk jalinan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat," tegasnya.

Selain isu kesehatan dan sosial, Bunda Rai juga menaruh perhatian serius pada isu lingkungan melalui program Duta Padas (Palemahan Kedas). Ia mengajak para ibu rumah tangga untuk menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, pemilahan sampah dari rumah adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi kelestarian alam Tabanan. "Jika tidak ada sinergi masyarakat dan pemerintah, masalah sampah ini bisa menjadi bencana. Mari kita atasi dari sumbernya," tambahnya.

Aksi sosial ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat pasca-pandemi dan di tengah tantangan ekonomi global. Dengan menyasar ibu hamil KEK dan balita gizi kurang, TP PKK Tabanan secara tidak langsung sedang berupaya menekan angka stunting di wilayah tersebut. Sinergi antara pemenuhan gizi, bantuan disabilitas, dan kesadaran lingkungan menjadi potret utuh strategi pembangunan sosial yang inklusif di tingkat desa. (*)


Sinergi Lintas Sektor, Kawasan Jalan Lama dan Monumen Perjuangan Desa Bantas DibersihkanTABANAN – Semangat gotong royong...
07/05/2026

Sinergi Lintas Sektor, Kawasan Jalan Lama dan Monumen Perjuangan Desa Bantas Dibersihkan

TABANAN – Semangat gotong royong menyelimuti jalur jalan lama di Banjar Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, pada Kamis (7/5/2026). Ratusan personel gabungan dari berbagai elemen masyarakat bahu-membahu melaksanakan aksi kebersihan terpadu guna menjaga kelestarian lingkungan dan aset bersejarah di wilayah tersebut.

Kegiatan ini difokuskan pada pengumpulan sampah plastik yang berserakan serta pembabatan rumput liar yang mulai menutupi bahu jalan. Tidak hanya menyasar akses transportasi, para peserta juga melakukan pembersihan di area Monumen Perjuangan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai historis setempat.

Aksi nyata ini dipimpin langsung oleh Camat Selemadeg Timur, I Wayan Sudarya, S.Sos., M.Si. Ia menegaskan bahwa sinergi ini merupakan langkah penting dalam menjaga kebersihan lingkungan wilayah dan memastikan fasilitas publik tetap nyaman bagi masyarakat.

"Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan sampah, melainkan upaya bersama untuk memupuk rasa memiliki terhadap aset desa dan sejarah yang kita miliki," ujar Sudarya di sela-sela kegiatan.

Antusiasme peserta terlihat jelas sejak pagi hari. Dengan membawa perlengkapan mandiri seperti sabit, sapu, dan karung (kampil), mereka menyisir setiap sudut area yang menjadi target pembersihan. Kehadiran berbagai unsur menunjukkan kuatnya koordinasi antarlembaga di Desa Bantas.

Sejumlah tokoh dan instansi yang turut berkontribusi dalam aksi gotong royong ini meliputi: Camat Selemadeg Timur beserta jajaran, Bendesa Adat Bantas dan jajaran Prajuru, serta Klian Adat se-Desa Bantas, Perbekel Desa Bantas, perangkat desa, serta jajaran BPD, Kerta Desa, dan Sabha Desa. Turut juga berpartisipasi siswa dan guru dari SMKN 3 Tabanan, perwakilan perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Bantas.

Melalui aksi kolaboratif ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah plastik dan perawatan fasilitas umum dapat terus meningkat, sehingga lingkungan Desa Bantas tetap asri dan terjaga secara berkelanjutan. (*)

Koordinasi Panitia Pembangunan: Fokus pada Desain Wantilan dan Efisiensi AnggaranPENEBEL – Panitia Pembangunan Pura Dadi...
05/05/2026

Koordinasi Panitia Pembangunan: Fokus pada Desain Wantilan dan Efisiensi Anggaran

PENEBEL – Panitia Pembangunan Pura Dadia Agung Pasek Kubayan menggelar rapat koordinasi penting, Selasa (5/5/2026). Acara yang dibuka langsung oleh Ketut Supardi selaku Sekretaris Panitia Pembangunan. Pada rapat ini panitia fokus membahas pematangan desain gambar bangunan serta strategi pelaksanaan konstruksi agar berjalan efektif dan efisien.

Dalam pertemuan tersebut, panitia perencana memaparkan detail desain wantilan yang akan menjadi pusat kegiatan warga. Fasilitas yang direncanakan mencakup:
- Stage (Panggung): Untuk keperluan seni dan upacara.
- Dapur & Gudang: Penunjang kegiatan logistik pura.
- Kamar Mandi: Fasilitas sanitasi bagi umat.
- Tempat Bak Sampah: Upaya menjaga kebersihan lingkungan pura.

Menanggapi rancangan tersebut, Jro Mangku Gede memberikan restu penuh dan menyerahkan teknis pelaksanaan sepenuhnya kepada panitia. Beliau berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar demi kepentingan bersama.

Mengingat skala pembangunan yang cukup besar, panitia perencana telah menyiapkan strategi khusus untuk menekan biaya. Beberapa poin utama yang disepakati adalah:
1.Sistem Tahapan: Pembangunan wantilan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas.
2. Gotong Royong: Pengerjaan fisik akan disiasati dengan melibatkan partisipasi aktif warga (ngayah) untuk meminimalkan biaya tenaga kerja.
3. Efisiensi Material: Pengadaan bahan bangunan akan diawasi secara ketat guna memastikan kualitas tetap terjaga dengan harga yang lebih ekonomis.

Langkah strategis ini diambil agar progres pembangunan tetap berjalan stabil dan terukur, sekaligus memastikan beban finansial tetap berada dalam batas kemampuan kolektif organisasi.


Wabup I Made Dirga Apresiasi Lomba Ceki di Samsam sebagai Wadah Pelestarian BudayaTABANAN – Wakil Bupati Tabanan, I Made...
04/05/2026

Wabup I Made Dirga Apresiasi Lomba Ceki di Samsam sebagai Wadah Pelestarian Budaya

TABANAN – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menunjukkan dukungannya terhadap pelestarian permainan tradisional dengan menghadiri Lomba Ceki yang diselenggarakan oleh Desa Adat Kutuh Kaja, Desa Samsam, Kerambitan, pada Minggu (3/5/2026). Kehadiran orang nomor dua di Tabanan ini dilakukan usai dirinya meninjau kegiatan lomba mancing di Desa Sudimara.

Dalam sambutannya, Wabup Dirga memberikan apresiasi tinggi kepada krama Desa Adat Kutuh Kaja atas inisiatif mereka menjaga eksistensi budaya lokal. Menurutnya, di tengah gempuran modernisasi, kegiatan seperti lomba ceki sangat penting untuk memastikan warisan leluhur tidak punah.

"Lomba ceki ini bukan sekadar sarana hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini memiliki nilai sosial yang sangat tinggi karena mampu membangun kebersamaan dan kekompakan antarwarga," ujar Made Dirga di hadapan para peserta.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus mendukung kegiatan berbasis kemasyarakatan yang mampu mempererat tali persaudaraan sekaligus menjadi benteng pertahanan budaya Bali. (*)



Wujudkan Pengelolaan Berkelanjutan, Pemkab Tabanan Canangkan Gerakan Pilah Sampah dari RumahTABANAN – Pemerintah Kabupat...
01/05/2026

Wujudkan Pengelolaan Berkelanjutan, Pemkab Tabanan Canangkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan resmi memulai langkah besar dalam penanganan krisis sampah melalui pencanangan Gerakan Serentak Pilah Sampah dari Rumah (Gertak Pisah Rumah). Program ini diluncurkan secara langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung pada Kamis (30/4/2026).

Langkah strategis ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menggeser paradigma pengelolaan sampah, dari yang semula hanya membuang, menjadi pemilahan berbasis sumber secara berkelanjutan.

Kegiatan pencanangan ini tidak hanya bersifat seremonial. Acara diawali dengan aksi nyata pembersihan serta pemilahan sampah plastik di kawasan TPA Mandung oleh para peserta yang hadir. Sebagai simbol komitmen terhadap kelestarian ekosistem lokal, Wabup Dirga beserta jajaran juga melakukan penanaman pohon tabebuya di sekitar lokasi TPA.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
* Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara.
* Inspektur Daerah Kabupaten Tabanan.
* Kepala Perangkat Daerah dan Kelompok Ahli Pemkab Tabanan.
* Perbekel dan Bendesa Adat se-Kabupaten Tabanan.
* Pengelola TPS3R serta perwakilan Bank Sampah.

Dalam sambutannya, Wabup I Made Dirga menegaskan bahwa mulai 1 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Tabanan akan memberlakukan aturan ketat terkait alur pembuangan sampah. TPA Mandung secara resmi hanya akan menerima sampah residu.

"Mulai 1 Mei, hanya sampah residu yang diperbolehkan masuk ke TPA Mandung. Hal ini mewajibkan seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri sejak dari rumah," tegas Wabup Dirga.

Kebijakan ini diambil untuk memperpanjang usia pakai TPA dan memastikan sampah organik maupun anorganik yang masih bernilai ekonomi dapat dikelola melalui TPS3R atau Bank Sampah di tingkat desa.

Menutup arahannya, Wabup Dirga mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari perangkat desa, desa adat, hingga komunitas lingkungan—untuk bersinergi secara aktif. Menurutnya, keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada partisipasi publik dalam mengubah perilaku sehari-hari.

Target utama dari gerakan ini adalah menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang tepat guna.


SMK Negeri 3 Tabanan Lepas 500 Lulusan,Tekankan Karakter sebagai Kunci di Dunia KerjaTABANAN – Suasana hangat dan penuh ...
30/04/2026

SMK Negeri 3 Tabanan Lepas 500 Lulusan,
Tekankan Karakter sebagai Kunci di Dunia Kerja

TABANAN – Suasana hangat dan penuh haru mewarnai acara pelepasan siswa kelas XII SMK Negeri 3 Tabanan tahun ajaran 2025/2026. Sebanyak 500 siswa terdiri dari siswa laki: 343 orang dan siswa perempuan: 157 orang, mereka secara resmi dinyatakan lulus dan siap melangkah ke babak baru, baik menuju jenjang pendidikan tinggi maupun langsung terserap ke dunia kerja.

Acara yang berlangsung pada Kamis (30/4/2026) ini dipusatkan di lingkungan sekolah yang berlokasi di Br. Bunut Puhun, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Prosesi ini menjadi tonggak sejarah bagi para siswa setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pengalungan medali yang dilakukan langsung oleh Kepala SMK Negeri 3 Tabanan, I Gusti Ngurah Bagus Aryotejo, ST., M.Kom. Medali tersebut bukan sekadar aksesori seremonial, melainkan simbolisasi atas perjuangan, ketekunan, dan keberhasilan akademik yang telah diraih siswa.

"Setiap medali yang disematkan adalah bukti nyata bahwa mereka telah siap dilepas secara kompetensi dan mental untuk menghadapi tantangan di masyarakat," ujar I Gusti Ngurah Bagus Aryotejo dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah menekankan pentingnya integritas bagi para alumni. Beliau mengingatkan bahwa meskipun ijazah merupakan syarat administratif untuk mendapatkan pekerjaan, namun kualitas karakterlah yang akan menentukan keberlangsungan karier seseorang.

"Ijazah memang mengantarkan kalian untuk mendapatkan pekerjaan, namun hanya karakter yang kuat yang mampu membuat kalian bertahan dan berkembang di dunia kerja," tegasnya, mengulangi pesan yang kerap ia sampaikan pada setiap upacara bendera.

Beliau juga menambahkan komitmen sekolah untuk terus melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di masa mendatang agar SMK Negeri 3 Tabanan tetap relevan dengan kebutuhan industri.

Acara pelepasan ini turut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan pendidikan, di antaranya: Hadi Suwartana (Pengawas Sekolah), I Wayan Gunadi, S.Sos.,(Ketua Komite SMK Negeri 3 Tabanan) beserta jajaran pengurus. Para Wali Kelas dan staf pengajar SMK Negeri 3 Tabanan.

Kehadiran para tokoh ini memberikan dukungan moril bagi para lulusan yang kini bersiap menghadapi persaingan global, berbekal keterampilan teknis dan mentalitas yang telah ditempa selama masa sekolah. (*)


Perkuat Jaring Pengaman Sosial, TP PKK Tabanan Salurkan Bantuan Bedah Kamar dan Alat Bantu KesehatanTABANAN – Ketua Tim ...
29/04/2026

Perkuat Jaring Pengaman Sosial, TP PKK Tabanan Salurkan Bantuan Bedah Kamar dan Alat Bantu Kesehatan

TABANAN – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, kembali menginisiasi aksi kemanusiaan melalui program roadshow bertajuk "Bergerak dan Berbagi". Kegiatan yang berlangsung pada Senin (27/4) ini menyasar dua titik di wilayah Kecamatan Tabanan dengan fokus utama pada peningkatan kualitas hidup kelompok rentan.

Aksi sosial ini diawali di Banjar Kalanganyar, Desa Sudimara, di mana Ny. Rai Wahyuni—atau yang akrab disapa Bunda Rai—meninjau langsung sekaligus menyalurkan bantuan bedah kamar. Agenda kemudian berlanjut ke Wantilan Desa Adat Sekartaji, Desa Sesandan, untuk mendistribusikan berbagai paket bantuan sosial dan alat penunjang kesehatan.

Kehadiran Bunda Rai dalam aksi ini didampingi oleh sejumlah tokoh penting, termasuk anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Ketua GOW Ny. Budiasih Dirga, Ketua DWP Kabupaten Tabanan, serta jajaran perangkat daerah terkait. Kehadiran kolektif ini menunjukkan adanya sinergi kuat antar instansi dalam menangani persoalan sosial di akar rumput.

Menurut Bunda Rai, gerakan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya nyata untuk menghadirkan kembali semangat dan harapan bagi warga yang membutuhkan.

"Aksi sosial ini merupakan gerakan bersama yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Kami hadir tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral agar warga penerima manfaat merasa diperhatikan oleh pemerintah," ungkapnya.

Data penyaluran bantuan di Kecamatan Tabanan menunjukkan cakupan yang cukup luas dan spesifik, antara lain:
Kelompok Lansia & Ibu Hamil: 20 lansia dan 10 ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronik (KEK) menerima bantuan khusus.
Penyandang Disabilitas & Pasien Kanker: Sebanyak 15 penyandang disabilitas dan 6 penderita kanker mendapatkan perhatian medis dan sosial.

Kader PKK: 60 kader PKK kurang mampu turut mendapatkan dukungan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Selain bantuan logistik, TP PKK juga menitikberatkan pada aspek mobilitas dan fasilitas tinggal yang layak. Hal ini dibuktikan dengan penyerahan:

1. Rehabilitasi Kamar: 1 unit bantuan rehabilitasi kamar bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
2. Alat Bantu Mobilitas: 3 kursi roda, 8 tripod, 1 walker, dan 10 alat bantu dengar bagi warga dengan keterbatasan fisik.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk penguatan jaring pengaman sosial di tingkat kabupaten, memastikan bahwa kelompok yang paling rentan tidak luput dari akses bantuan pemerintah daerah. (*)


Panitia Pembangunan Pura Dadia Agung Pasek Kubayan Awali Konstruksi Wantilan dengan Ritual NgruakTABANAN – Pembangunan s...
28/04/2026

Panitia Pembangunan Pura Dadia Agung Pasek Kubayan Awali Konstruksi Wantilan dengan Ritual Ngruak

TABANAN – Pembangunan sarana pendukung keagamaan di Pura Dadia Agung Pasek Kubayan Br. Bendul, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan prosesi adat Ngruak dan Mejaya-jaya yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026). Ritual ini merupakan langkah awal pembangunan gedung wantilan multifungsi di atas lahan seluas 4 are yang terletak di area luar pura.

Pembangunan wantilan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan fasilitas penunjang umat dalam melaksanakan kegiatan keagamaan. Berdasarkan rencana pembangunan, gedung ini akan difungsikan sebagai:
* Stage (Panggung): Tempat pementasan seni tari atau kegiatan seremonial.
* Dapur dan Gudang: Fasilitas logistik untuk keperluan upacara.
* Fasilitas Sanitasi: Pembangunan toilet dan sistem pembuangan sampah yang terintegrasi.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pengembangan infrastruktur pura yang tetap mengedepankan aspek kebersihan dan ketertiban lingkungan melalui penyediaan tempat sampah yang representatif.

Untuk memantapkan komitmen seluruh jajaran kepanitiaan, dilaksanakan upacara Mejaya-jaya yang dipuput oleh Ida Pandita Samu dari Gianyar. Ritual ini bertujuan agar para panitia diberikan kekuatan spiritual (taksu) serta perlindungan dari Ida Sanghyang Widhi Wasa dan leluhur selama mengemban tugas pembangunan.

Setelah prosesi niskala tersebut, I Ketut Supardi selaku pemimpin rapat koordinasi panitia langsung mengarahkan agenda teknis. Fokus utama koordinasi meliputi:
1. Finalisasi desain arsitektur dan fungsi teknis bangunan.
2. Perencanaan anggaran biaya secara detail.
3. Strategi penggalian dana guna memastikan kelancaran finansial proyek.

Terkait linimasa konstruksi, Mangku Gede Pura Luhur Dadia Agung Pasek Kubayan menjelaskan bahwa secara administratif dan spiritual, pembangunan sudah bisa dieksekusi.

"Jadwal pengerjaan kapan saja bisa dilaksanakan dan dilanjutkan karena prosesi ngruak sudah selesai dilaksanakan," ujar Mangku Gede setelah acara koordinasi.

Dengan tuntasnya tahapan awal ini, pihak panitia mengharapkan dukungan penuh dari seluruh pengempon Pura di seluruh Bali. Mengingat pembangunan wantilan ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp1,5 miliar hingga tahap penyelesaian (finishing), dukungan tersebut diharapkan dapat memastikan proyek berjalan tepat waktu sesuai rencana.

Di sisi lain, panitia pembangunan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para semeton yang telah berpartisipasi melalui dana punia demi kelancaran pembangunan wantilan tersebut.


Jaga Kelestarian Ekosistem, Krama Bantas Bale Agung Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Tebar Benih IkanTABANAN – Dalam upa...
26/04/2026

Jaga Kelestarian Ekosistem, Krama Bantas Bale Agung Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Tebar Benih Ikan

TABANAN – Dalam upaya memperkuat kelestarian alam dan menjaga kesucian lingkungan, krama Banjar (Br.) Bantas Bale Agung, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, menggelar aksi bakti sosial kemasyarakatan pada Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini mengintegrasikan aksi peduli sampah dengan penguatan ekosistem air melalui penebaran benih ikan.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut dipandu langsung oleh Klian Adat Bantas Bale Agung, I Ketut Darmika. Aksi gotong royong ini melibatkan partisipasi luas dari berbagai elemen, mulai dari Krama Banjar Adat, Ketua BPD, Kawil mewakili Perbekel, Ibu PKK, Sekha Teruna, SDN 1 Bantas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga pihak swasta seperti staf Sumber Air Dewa dan Vila Semayar.

Fokus utama pembersihan menyasar akses jalan menuju Pura Dalem dan Pura Prajapati, serta seluruh area dalam pura. Tidak hanya area suci, masyarakat juga menyisir aliran sungai di wilayah Br. Bantas Bale Agung untuk memastikan lingkungan bebas dari sampah plastik.

Sebagai bentuk nyata pelestarian hayati, krama melaksanakan penebaran benih ikan nila di aliran sungai perbatasan, tepatnya di area Pancoran Puja. Klian Adat, I Ketut Darmika, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem air.

"Tujuan utama dari penebaran benih ini adalah untuk menjaga dan mengembalikan ekosistem air agar tetap seimbang dan lestari," ujar Darmika di sela-sela kegiatan. Guna memastikan benih ikan tumbuh maksimal, pihak adat mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak memancing atau menangkap ikan di lokasi tersebut selama tiga bulan ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Selemadeg Timur, I Wayan Sudarya, dan Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, I Made Muskadana. Kehadiran para tokoh publik ini menjadi bentuk dukungan moral bagi masyarakat dalam menjaga kerukunan dan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, I Wayan Sudarya memberikan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah dari rumah tangga.

"Dengan memisahkan sampah sejak dari sumbernya, material seperti plastik tetap bersih sehingga mempermudah proses daur ulang. Sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos melalui sistem teba modern," jelas Sudarya.

Senada dengan Camat, Anggota Komisi II DPRD Tabanan, I Made Muskadana, S.Sos., yang juga membidangi sektor lingkungan, menekankan bahwa kunci utama penanganan sampah adalah kesadaran kolektif. Selain memberikan edukasi lingkungan, Muskadana juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap aspirasi warga.

Beberapa aspirasi yang disampaikan masyarakat Br. Bantas Bale Agung meliputi usulan perbaikan jalan pengrarung untuk kegiatan atiwa-atiwa di sisi barat Setra Gede, penyelesaian (finishing) Bale Banjar, hingga pengadaan perangkat sound system untuk kreativitas Sekha Teruna.

"Aspirasi tersebut telah kami catat dan akan segera difasilitasi serta dikoordinasikan dengan pimpinan daerah agar dapat segera direalisasikan," tegas Muskadana.
Melalui semangat gotong royong ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Bantas terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian alam terus meningkat, menciptakan warisan ekosistem yang sehat bagi generasi mendatang. (*)


Address

Tabanan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Liputan Infowarga posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share