Galang Insight ID

  • Home
  • Galang Insight ID

Galang Insight ID Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Galang Insight ID, News & Media Website, .

Bismillah, Selamat datang teman-teman!
🤝 Bantu support dengan Like dan Follow.
🤍 Share insight berfaedah dan makna kehidupan.
💌 Kirim kritik dan saran via DM.
✨ Masya Allah Tabarakallah

—Terima kasih

📎 Mukmin Sejati Akan Merahasiakan Musibahnya.Al-Munawi rahimahullah mengatakan,"Seorang mukmin yang sejati karena kejern...
10/06/2026

📎 Mukmin Sejati Akan Merahasiakan Musibahnya.

Al-Munawi rahimahullah mengatakan,

"Seorang mukmin yang sejati karena kejernihan tauhidnya ia rahasiakan dari manusia musibahnya, sakitnya, dan segala hal yang menyusahkannya.

Ia bersabar dan ridha kepada Rabb-nya, serta merasa malu kepada-Nya untuk mengeluh atau meminta pertolongan kepada manusia."

📚 Faidhul Qorib jilid 6.

*RENUNGKAN MAKANANMU, KENALI RABBMU*> Tadabbur dan Tafsir Surat 'Abasa Ayat 24–32Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah T...
09/06/2026

*RENUNGKAN MAKANANMU, KENALI RABBMU*

> Tadabbur dan Tafsir Surat 'Abasa Ayat 24–32

Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah Ta'ala yang telah melimpahkan nikmat yang tak terhitung kepada hamba-hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga Hari Kiamat.

> *Di antara cara Allah membangkitkan keimanan manusia adalah dengan mengajak mereka merenungkan nikmat yang setiap hari mereka rasakan. Dalam Surat 'Abasa ayat 24–32, Allah memerintahkan manusia untuk memperhatikan makanan yang mereka konsumsi. Makanan yang tampak biasa ternyata menyimpan bukti-bukti kekuasaan Allah, rahmat-Nya, serta dalil tentang kebangkitan manusia setelah kematian.*

Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa setiap butir makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia merupakan hasil dari pengaturan Allah yang sempurna, mulai dari turunnya hujan, terbelahnya bumi, tumbuhnya tanaman, hingga menjadi rezeki bagi manusia dan hewan ternak.

*TADABBUR SURAT 'ABASA AYAT 24–32*

Teks Ayat
قال الله تعالى:
﴿فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ ۝٢٤ أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا ۝٢٥ ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا ۝٢٦ فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا ۝٢٧ وَعِنَبًا وَقَضْبًا ۝٢٨ وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا ۝٢٩ وَحَدَائِقَ غُلْبًا ۝٣٠ وَفَاكِهَةً وَأَبًّا ۝٣١ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ ۝٣٢﴾
Artinya
> "Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit) dengan curahan yang banyak. Kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Lalu Kami tumbuhkan padanya biji-bijian, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun yang lebat, buah-buahan dan rerumputan. Untuk kesenangan dan manfaat bagi kalian dan bagi hewan-hewan ternak kalian." (QS. 'Abasa: 24–32)

*PEMBAHASAN*

*1. PERINTAH MERENUNGI MAKANAN SEBAGAI JALAN MENGENAL ALLAH*

*Firman Allooh ta'alaa:*

﴿فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ﴾

> "Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya."

*Ayat ini merupakan perintah untuk bertafakkur dan merenungkan asal-usul makanan yang setiap hari dikonsumsi.*

> *Menurut Ibnu Katsir rahimahullah, ayat ini mengandung dua pelajaran besar:*
1. Pengingat atas nikmat Allah.
2. Dalil tentang kebangkitan manusia setelah kematian.

Sebagaimana Allah mampu menghidupkan tanah yang mati sehingga menghasilkan berbagai tanaman, maka Allah juga mampu menghidupkan kembali manusia yang telah menjadi tulang-belulang dan tanah.

*Allooh ta'alaa berfirman:*

﴿وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ﴾
> "Di antara tanda-tanda-Nya adalah engkau melihat bumi itu kering, lalu apabila Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah." (QS. Fushshilat: 39)

*Pelajaran*

Orang yang memikirkan makanan dengan hati yang hidup akan sampai kepada pengenalan terhadap Rabbnya, karena setiap makanan adalah bukti kasih sayang dan kekuasaan Allah.

*2. HUJAN DAN TUMBUHNYA TANAMAN ADALAH BUKTI RUBUBIYAH ALLOOH*

*Firman Allooh ta'alaa:*

﴿أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا ۝ ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا﴾

> "Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air dengan curahan yang banyak. Kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya."

> Allah mengingatkan bahwa sumber kehidupan seluruh makhluk adalah air hujan yang Allah turunkan dari langit.
> Kemudian Allah membelah bumi sehingga air masuk ke dalam lapisan tanah dan mencapai biji-bijian yang tertanam. Dari proses itulah muncul kehidupan baru berupa tumbuh-tumbuhan.

Manusia hanya menanam, namun yang menumbuhkan adalah Allooh.

*Allooh ta'alaa berfirman:*

﴿أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ ۝ أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ﴾
> "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kalian tanam. Apakah kalian yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?" (QS. Al-Waqi'ah: 63–64)

*Pelajaran*

> Keberhasilan pertanian, perkebunan, dan seluruh sumber pangan sejatinya bergantung sepenuhnya kepada kehendak Allah Ta'ala.

*3. BERAGAMNYA REZEKI MENUNJUKKAN LUASNYA RAHMAT ALLOOH*

*Firman Allooh ta'alaa:*

﴿فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا ۝ وَعِنَبًا وَقَضْبًا ۝ وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا ۝ وَحَدَائِقَ غُلْبًا ۝ وَفَاكِهَةً وَأَبًّا﴾

*Allah menyebutkan berbagai jenis tanaman:*

*a. Al-Habb (الحب)*
> Segala jenis biji-bijian yang menjadi makanan pokok manusia.

*b. Al-'Inab (العنب)*
> Buah anggur yang penuh manfaat dan gizi.

*c. Al-Qadhb (القضب)*

*Menurut Ibnu Abbas, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan As-Suddi adalah tanaman hijauan yang dimakan ternak dalam keadaan segar.*

*Al-Hasan Al-Bashri berkata:*

القَضْبُ العَلَفُ
> "Al-qadhb adalah makanan ternak."

*d. Az-Zaitun (الزيتون)*
> Buah yang menghasilkan minyak, digunakan sebagai makanan, penerang, dan obat.

*e. An-Nakhl (النخل)*
> Pohon kurma yang menghasilkan buah dalam berbagai fase kematangan dan menjadi makanan yang penuh berkah.

*f. Hada'iq Ghulban (حدائق غلبا)*
> Kebun-kebun yang lebat, rindang, besar, dan menjadi tempat berteduh.

*g. Fakihah (فاكهة)*
> Berbagai buah-buahan yang dinikmati manusia.

*h. Abb (أبّ)*
*Menurut Ibnu Abbas:*
> هو ما أنبتت الأرض مما تأكله الدواب
> "Yaitu tumbuh-tumbuhan yang dimakan hewan ternak."

*Mujahid, Sa'id bin Jubair, dan Abu Malik berkata:*
الأب: الكلأ
> "Al-abb adalah rerumputan dan padang gembalaan."

*Pelajaran*

> Keanekaragaman tumbuhan menunjukkan keluasan rahmat Allah kepada seluruh makhluk-Nya, baik manusia maupun hewan.

*4. NIKMAT DUNIA UNTUK MANUSIA DAN TERNAKNYA HINGGA HARI KIAMAT*

*Firman Allooh ta'alaa:*
﴿مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ﴾
> "Sebagai kesenangan dan manfaat bagi kalian dan bagi hewan-hewan ternak kalian."

*Ibnu Katsir menjelaskan:*

أي عيشة لكم ولأنعامكم في هذه الدار إلى يوم القيامة
> "Sebagai sumber kehidupan bagi kalian dan ternak kalian di dunia ini sampai Hari Kiamat."

*Allah tidak hanya menyediakan makanan untuk manusia, tetapi juga menyediakan makanan bagi hewan-hewan yang menjadi sarana kehidupan manusia.*

Hal ini menunjukkan sempurnanya rahmat Allah yang meliputi seluruh makhluk.

*Pelajaran*

Setiap nikmat yang kita makan seharusnya menambah rasa syukur, bukan kesombongan.

*Penjelasan dari Atsar Sahabat*

*1. Perkataan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu*

> Ketika ditanya tentang makna "abb", beliau berkata:
«أَيُّ سَمَاءٍ تُظِلُّنِي وَأَيُّ أَرْضٍ تُقِلُّنِي إِنْ قُلْتُ فِي كِتَابِ اللَّهِ مَا لَا أَعْلَمُ»
> "Langit mana yang akan menaungiku dan bumi mana yang akan memikulku jika aku berkata tentang Kitab Allah sesuatu yang tidak aku ketahui."

> *Pelajaran penting dari atsar ini adalah kehati-hatian para sahabat dalam menafsirkan Al-Qur'an tanpa ilmu.*

*2. Perkataan Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu*

Ketika membaca ayat:
﴿وَفَاكِهَةً وَأَبًّا﴾
*Beliau berkata:*
> "Buah-buahan sudah kita ketahui, lalu apakah abb itu?"

Kemudian beliau berkata:
«إِنَّ هَذَا لَهُوَ التَّكَلُّفُ»
> "ini termasuk sikap memaksakan diri." Maksudnya, tidak perlu membebani diri dengan rincian yang tidak memiliki dampak terhadap amal, selama makna umumnya telah dipahami.

*KAITAN DENGAN AQIDAH TENTANG HARI KEBANGKITAN*

> Rangkaian ayat ini merupakan salah satu dalil Al-Qur'an tentang kebangkitan setelah kematian.

> Tanah yang mati dapat hidup kembali setelah turun hujan.

> Demikian p**a manusia yang telah menjadi tanah akan dibangkitkan kembali oleh Allah pada Hari Kiamat.
Karena itu, makanan yang setiap hari kita makan sebenarnya adalah bukti nyata kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia.

*PENUTUP*

> Surat 'Abasa ayat 24–32 mengajarkan bahwa makanan bukan sekadar kebutuhan jasmani, tetapi juga sarana mengenal Allah dan memperkuat keimanan. Hujan yang turun, tanah yang terbelah, biji yang tumbuh, kebun yang lebat, buah-buahan yang beragam, hingga makanan ternak, semuanya menunjukkan kesempurnaan rububiyah dan rahmat Allah.

Seorang mukmin yang merenungkan makanan yang ada di hadapannya akan semakin yakin bahwa Rabb yang menumbuhkan tanaman dari tanah yang mati adalah Rabb yang mampu membangkitkan manusia dari kuburnya. Oleh karena itu, setiap suapan hendaknya menambah rasa syukur, keimanan, dan ketundukan kepada Allah Ta'ala.

Wallāhu a'lam bish-shawāb.

*REFERENSI*

TAFSIR IBNU KATSIR

09/06/2026

Ibnul Qayyim rahimahullah,
'Ketahuilah bahwa ijma’, hujjah, dan assawādul a‘ẓam adalah seorang yang berada di atas kebenaran, meskipun ia sendirian dan seluruh penduduk bumi menyel*sihinya.

Sungguh Allah telah mengabarkan tentang kebanyakan orang orang itu tak beriman

وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ
"Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman, walaupun engkau sangat menginginkannya."
(Surah Yusuf: 103)

Bahkan mayoritas manusia itu s*sat sehingga apabila engkau mengikuti mayoritas manusia tentu ia akan menyes*tkanmu.

Allah ta’ala قال

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

"Dan jika engkau menuruti mayoritas orang yang ada di bumi, niscaya mereka akan menyes*tkanmu dari jalan Allah."
(Surah Al An'am: 116)

Bahkan Nabi yg mulia telah mengkhabarkan tentang ummatnya di akhir zaman akan dipe*angi oleh mayoritas manusia,
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

فَيَغْزُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا

"Mereka akan meme*angi kalian di bawah delapan puluh bendera, di bawah setiap panji terdapat dua belas ribu pasukan."

Semoga Allah meneguhkan iman di dada hamba hambanya agar semakin bertaqwa dan menegakkan dienullah di seluruh tempat.
Demi Allah wahai orang orang mu*tad dan orang orang kaf*r, Bala Tentara Nabi shallallahu alaiwasallam pasti akan mem*rangi agama k*fur kalian dengan jiwa dan harta mereka hingga kalian semua kembali pada Dienullah atau kalian mati dalam keadaan b*nasa. Bi’idznillah Ta’ala

05/06/2026

Nawāqiḍul Islām al-‘Asyr

(Pembatal Keislaman yang Sepuluh)
Karya: Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhāb – رحمه الله

---

Pembatal Pertama

Syirik dalam ibadah kepada Allah semata, tanpa sekutu bagi-Nya.
Dalilnya ialah firman Allah Ta'ala:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan akan mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (An-Nisā’: 48)
Dan termasuk syirik adalah menyembel*h untuk selain Allah, seperti menyembel*h untuk jin dan kuburan.

---

Pembatal Kedua

Barang siapa menjadikan antara dirinya dan Allah perantara, lalu ia berdoa kepada perantara itu, memohon darinya, dan meminta syafaat, maka ia kaf*r berdasarkan ijmak ulama.

---

Pembatal Ketiga

Barang siapa tidak mengkafirkan orang musyrik, atau ragu-ragu terhadap kekaf*ran mereka, atau membenarkan mazhab/keyakinan mereka, maka ia kaf*r.

---

Pembatal Keempat

Barang siapa meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Nabi ﷺ lebih sempurna, atau meyakini hukum selain hukum beliau lebih baik dari hukum beliau.
Seperti orang yang mengutamakan hukum tha*hut dibanding hukum Nabi ﷺ, maka ia kafir.

---

Pembatal Kelima

Barang siapa memb*nci sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ, meskipun ia tetap mengamalkannya, maka ia kafir secara ijmak.
Dalilnya firman Allah Ta'ala:
“Hal itu karena mereka memb*nci apa yang Allah turunkan, maka Allah menghapus amal-amal mereka.” (Muhammad: 9)

---

Pembatal Keenam

Barang siapa mengolok-olok sesuatu dari agama Allah, atau pahala-Nya, atau s*ksa-Nya, maka ia telah kafir.
Dalilnya firman Allah Ta'ala:
“Katakanlah: Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kalian selalu ber*lok-*lok?”
Janganlah kalian minta uzur; kalian telah kafir setelah beriman.” (At-Taubah: 65–66)

---

Pembatal Ketujuh

Sihir, termasuk di antaranya ash-sharf (memisahkan dua orang) dan al-‘athf (pelet / menyatukan).
Barang siapa melakukannya atau ridha dengannya, maka ia kafir.
Dalilnya firman Allah Ta'ala:
“Keduanya (Harut dan Marut) tidak mengajarkan sesuatu kepada seorang pun sebelum mengatakan: ‘Sesungguhnya kami hanyalah cobaan bagimu, maka janganlah kamu kafir.’” (Al-Baqarah: 102)

---

Pembatal Kedelapan

Menolong orang-orang musyrik dan membantu mereka melawan kaum muslimin.
Dalilnya firman Allah Ta'ala:
“Barang siapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka ia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zal*m.” (Al-Mā’idah: 51)

---

Pembatal Kesembilan

Barang siapa meyakini bahwa sebagian manusia tidak wajib mengikuti Nabi ﷺ, dan bahwa ada orang yang boleh keluar dari syariat beliau, sebagaimana Khidhir boleh keluar dari syariat Musa عليهما السلام, maka ia kafir.

---

Pembatal Kesepuluh

Berpaling dari agama Allah, tidak mau mempelajarinya, dan tidak mau mengamalkannya.
Dalilnya firman Allah Ta'ala:
“Siapakah yang lebih zal*m daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling darinya? Sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa.” (As-Sajdah: 22)

---

Tidak ada perbedaan dalam seluruh pembatal ini antara orang yang melakukannya karena bercanda, sungguh-sungguh, atau takut, kecuali jika ia dipaksa.
Semua pembatal ini adalah perkara yang paling berb£haya dan paling sering terjadi.
Karena itu, seorang muslim wajib mewaspadainya dan takut hal itu menimpanya.

Kami berlindung kepada Allah dari sebab-sebab yang mendatangkan kem*rkaan-Nya dan s*ksa-Nya yang ped*h.

Hijab Syar’i: Benteng Kemuliaan MuslimahHijab bukan sekadar pakaian atau tradisi suatu bangsa, melainkan bentuk ketaatan...
03/06/2026

Hijab Syar’i: Benteng Kemuliaan Muslimah

Hijab bukan sekadar pakaian atau tradisi suatu bangsa, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah ﷻ dan penjagaan terhadap kehormatan seorang muslimah.

Di antara syarat hijab syar’i yang disebutkan adalah:

-Menutupi seluruh tubuh.

-Longgar dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh.

-Tidak tipis atau transparan.

-Tidak menjadi pakaian syuhrah (pakaian yang sengaja dipakai untuk mencari perhatian manusia).

-Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.

-Tidak menyerupai pakaian laki-laki.

-Tidak diberi wewangian yang menarik perhatian laki-laki asing.

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita mukmin agar mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenal sehingga mereka tidak diganggu.”
(QS. Al-Ahzab: 59)

Hijab syar’i pada hakikatnya bukan pengekangan, melainkan penjagaan. Ia adalah benteng yang melindungi kehormatan muslimah dari pandangan yang haram, sekaligus syiar yang menunjukkan ketundukan kepada hukum Allah ﷻ. Di zaman ketika banyak manusia menjadikan kecantikan sebagai komoditas dan tubuh sebagai alat untuk mencari perhatian, hijab syar’i hadir sebagai deklarasi bahwa kemuliaan seorang wanita terletak pada ketakwaannya, bukan pada apa yang ia tampakkan kepada manusia.

Muslimah yang berhijab sesuai syariat sedang mengumumkan kepada dunia bahwa ia lebih memilih ridha Allah ﷻ daripada pujian makhluk. Dan tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi daripada menjadi hamba yang taat kepada Rabb semesta alam.

“Hijab bukan sekadar kain yang menutupi tubuh, tetapi ketaatan yang menjaga kehormatan dan ketakwaan yang menghiasi hati.”

Wallāhu a‘lam biṣ-ṣawāb

31/05/2026

Perkara yang Membinasakan dan Menyelamatkan.

Wallahu A’lam

Follow akun untuk melihat insight menarik lainnya. Semoga bermanfaat.

akhirzaman

31/05/2026

◽️ Perkara-perkara yang Membinasakan dan yang Menyelamatkan

---

🚫 Perkara-perkara yang Membinasakan (المُهلِكات)

🔹 Dan Perkara-perkara yang Menyelamatkan (المنجيات)

---

🔹 Ridha terhadap takdir Allah ﷻ
Allah Ta‘ālā berfirman

“Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu kebur*kan pun.”
(QS. Āli ‘Imrān: 174)

🚫 Kesombongan (الكِبْر)
Dari Nabi ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada seberat biji zarrah dari kes*mbongan.”
(HR. Muslim)

---

🔹 Sabar terhadap cobaan
Allah Ta‘ālā berfirman:

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyūb) seorang yang sabar. Sebaik-baik hamba, sesungguhnya dia amat taat kepada Allah.”
(QS. Ṣād: 44)

🚫 Kagum terhadap diri sendiri (‘ujub)
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dan Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap tawadhu‘, sehingga tidak seorang pun berbangga atas yang lain, dan tidak seorang pun berlaku zal*m terhadap yang lain.”
(HR. Muslim)

---

🔹 Ikhlas
Allah ﷻ berfirman:

“Demikianlah agar Kami palingkan darinya keburukan dan perbuatan kej*. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang ikhlas.”
(QS. Yūsuf: 24)

🚫 Riya’
Allah ﷻ berfirman:

“Mereka bermaksud riya di hadapan manusia dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit.”
(QS. An-Nisā’: 142)

---

🔹 Bertaubat dari dosa
Allah ﷻ berfirman:

“Mengapa tidak ada suatu penduduk negeri pun yang beriman lalu imannya itu berguna baginya selain kaum Yunus? Tatkala mereka beriman, Kami hilangkan dari mereka aza* yang mengh*nakan dalam kehidupan dunia.”
(QS. Yūnus: 98)

🚫 Hasad (dengki)
Allah ﷻ berfirman:

“Sungguh buruk apa yang mereka jual untuk diri mereka, yaitu bahwa mereka kaf*r kepada apa yang Allah turunkan karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Maka mereka mendapat murka demi m*rka.”
(QS. Al-Baqarah: 90)

---

🔹 Melarang kemungkaran
Allah ﷻ berfirman:

“Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan buruk.”
(QS. Al-A‘rāf: 165)

🚫 Marah (ghadab)
Dari Abū Hurairah رضي الله عنه, seorang laki-laki berkata kepada Nabi ﷺ:

“Berilah aku nasihat.”
Beliau bersabda: ‘Jangan marah.’
Ia mengulanginya beberapa kali, dan beliau tetap bersabda: ‘Jangan marah.’”
(HR. Al-Bukhārī)

---

🔹 Bersyukur atas nikmat
Allah ﷻ berfirman:

“Kecuali keluarga Luth, Kami selamatkan mereka di waktu sahur, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang bersyukur.”
(QS. Al-Qamar: 34–35)

🚫 Cinta harta
Allah ﷻ berfirman:

“Maka Kami benamkan dia (Qarun) bersama rumahnya ke dalam bumi, dan tidak ada baginya satu golongan pun yang menolongnya selain Allah.”
(QS. Al-Qaṣaṣ: 81)

---

🔹 Khusyuk dan merendahkan diri kepada Allah ﷻ
Allah ﷻ berfirman:

“Katakanlah: Siapakah yang menyelamatkan kalian dari kegelapan di darat dan di laut, yang kalian berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan secara tersembunyi?”
(QS. Al-An‘ām: 63)

🚫 Cinta kedudukan dan kemuliaan dunia
Allah ﷻ berfirman:

“Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menginginkan ketinggian di muka bumi dan tidak (p**a) berbuat ker*sakan.”
(QS. Al-Qaṣaṣ: 83)

---

🔹 Amal saleh
Allah ﷻ berfirman:

“Kalau sekiranya dia (Yunus) tidak termasuk orang yang banyak bertasbih, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari mereka dibangkitkan.”
(QS. Aṣ-Ṣāffāt: 143–144)

🚫 Mengikuti hawa nafsu
Allah ﷻ berfirman:

“Wahai Dāwud, sesungguhnya Kami menjadikanmu khalifah di bumi. Maka berilah keputusan di antara manusia dengan kebenaran dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
(QS. Ṣād: 26)

Wallahu A’lam

◽️Sumber: An-Naba

Follow Galang insight, untuk insight menarik lainnya. Semoga bermanfaat.

Address


Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Galang Insight ID posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share