Catatan Yusup Ardabilly

Catatan Yusup Ardabilly Welcome to my personal page! I share things that come to my mind🙂

ada apa dengan malam?mengapa seperti tak rela mengakhiri hari,rasanya ingin membiarkan mentari berada di atas lebih lama...
12/05/2017

ada apa dengan malam?
mengapa seperti tak rela mengakhiri hari,rasanya ingin membiarkan mentari berada di atas lebih lama lagi.
aku,seakan takut esok tak menjumpaimu(lagi) meski kau turutkan janji saat petang membentang dan kita satu sama memandang.
mungkin karena,sebelum kamu,janji-janji lalu melukai dan mengkhianati.
Tangerang,Mei 2017

10/09/2015

Cinta dipenggal Maut



Sarah benar-benar gundah. Didekatnya ia selalu berpura-pura.Kala jauh ia justru mendamba-damba. Kali ini sarah tak mampu menghantam kata-kata yg terlontar dari sahabat karibnya,linda. Ia memang tengah dilanda rasa antara teman biasa atau teman yg terlalu istimewa-tepatnya cinta.
Gadis berperawakan ayu itu tidak tau bahwa sesungguhnya Rafi juga memendam rasa yg sama. Hanya saja ia selalu mengulur waktu,menanti bumi nyaman untuk menyaksikan setangkai bunga berpuisi. Ya, si kutu buku terus mencari cara bagaimana?bagaimana dan bagaimana?
Hari-hari terus berlaku dengan hukum yg sama. Didekati orang lain keduanya cemburu tapi berkata TIDAK. Tak disapa keduanya penuh tanda tanya. Ketika bersama seolah tak ada apa-apa. Biasa.
Sampai di hari itu, saat gerimis terpantul dan jatuh mengalir dari genting-genting sekolah. Seorang siswi sedang menangis perlahan dan mengunci dirinya di kamar mandi sekolah. Saat pelajar lain mungkin hampir sampai di depan pintu rumah mereka. Ia masih menahan diri disana. Ia masih terpuruk oleh kabar burung yg menyayat hatinya. "Rafi berpacaran dengan Lusi". Lusi yg memang selalu terlihat memberikan perhatian lebih kepada rafi sejak saat mereka dipertemukan di kelas XI IPA B. Lagi,hatinya semakin perih saat rafi p**ang bersama lusi tertangkap lensa yg kini menumpahkan hujan. Gerimis di luar hujan di dalam. Mungkin itu kata yg tepat untuk seorang perempuan yg hanya bisa berharap dan tak berani memulai.
Saat itu,hanya ada Sarah,gerimis dan penjaga sekolah. Siswa-siswi berserta dewan guru betul-betul sudah meninggalkan rumah kedua mereka.
Sementara itu,linda terus terusan mendapatkan telepon dati tante Rose mamanya sarah. Sampai pukul 5 sore ini sarah tak kunjung p**ang juga.
Orang tua sarah tak berhenti mencoba menghubungi nomor handphone putri sulungnya itu begitupun dengan linda,tapi.sayangnya sarah tak pernah menanggapi.
"mah,akh izin ke luar ya sebentar.. pinta linda pada ibundanya.
"mau kemana lagi sayang,diluar masih gerimis loh.. "jawab ibunya.
"Mau coba cari sarah ke sekolah,siapa tau masih disana." linda menjelaskan.
"loh,belum p**ang juga dia?" tanya ibunya khawatir.
"belum mah.. boleh ya? kata linda kembali meminta.
"yaudah,kamu hati-hati ya. Pakai jas hujan juga." katanya mengizinkan.
"iya mah aku berangkat." jawab linda lalu mencium tangan malaikatnya kemudian segera berangkat menuju sekolah.
Sementara itu, seorang remaja tengah memegang tangkai mawar merah seraya terus berbicara dengan susunan kata-kata yang selalu berubah : "sarah,aku mau bilang kalau.. - ah tidak ! bukan begitu. "sarah,aku pengen kamu jadi... - ah tidak bagus" lagi : "maukah kamu.. ah terlalu kuno dan bla-bla-bla. Satu yg pasti dalam benaknya adalah malam ini ia akan menemui sarah di rumahnya dan mengungkapkan semuanya.
Di tempat dan suasana yg berbeda,linda sudah sampai di sekolah dan meminta penjaga sekolah membukakan gerbang y setiap hari menelan puluhan kekecewaan bagi mereka yg terlambat datang : lebih tepat disuruh kembali p**ang.
Setelah memarkirkan motornya ia lantas berlalu menuju kelas sarah dan linda : XI IPA A. Ia menjumpai tas dan handphone yg dingin terabaikan.
Linda makin cemas dan bergegas menelusuri 50 ruangan yg ada hingga menjumpai suara tangisan kecil dari toilet bernomor 09. Lalu ia segera mendekat.
"Sarah.. buka pintunya.. panggil linda dengan keras seraya mengetuk pintu berwarna hijau itu.
seketika sarah membuka pintu itu dan langsung memeluk sahabatnya itu.
Linda mengajak sarah menuju kelas mereka dan meminta penjelasan atas sikap bodoh temannya ini.
Kini linda mendengar semuanya dan berusaha menenangkan siswi yg masih memakai seragamnya itu.
"oke,sekarang gue anterin lu p**ang. and everything will be fine. Gak ada sedikitpun yg istimewa dari hubungan mereka berdua." kata linda sambil merapikan buku-buku sarah.
"oke thanks" kata sarah sambil membuang jauh air matanya.
Lalu berangkatlah mereka menuju rumah sarah. Saat ini awan masih menangis, hari mulai gelap dan jalanan licin. Dan naas di perjalanan mereka tertabrak sebuah mobil dari arah berlawanan..
Linda terjatuh dekat sepeda motornya, sekitar satu meter dari muka mobil yg rusak itu. sementara sarah terpental dan terseret cukup jauh darinya.
Kendaraan yg kemudian melintasi jalan itu pun banyak yg berhenti untuk menolong kemudian membawa mereka ke rumah sakit terdekat.
Kini keluarga,teman dan beberapa guru mereka berhamburan menuju rumah sakit setelah mendengar kabar buruk itu.
Sayangnya, kabar tersebut tak sampai pada rafi yg sedang di perjalanan menuju rumah sarah untuk menguntaikan beberapa nada.
Jarak rumah rafi cukup jauh dari rumah sarah, lagi ia mampir terlebih dahulu di toko bunga,untuk membeli bunga baru,yg lebih segar dan terawat.
Dua jam kemudian,ia melihat rumah sarah dipenuhi orang-orang dan tangisan. Ia segera memastikan keadaan yg sedang terjadi.
Bunga itu jatuh ketika rafi menyaksikan sahabat istimewanya tertidur bersama perban-perban yg membalut beberapa bagian ragamnya. Ia menangis bersama serumpun manusia yg tengah dihujam kesedihan. Ia belum sempat bilang " Aku Cinta Kamu "
TAMAT

26/08/2015

Bacaan Sholat Itu WAJIB Terdengar

Seorang pemuda tengah asyik memperhatikan teman sejawatnya. Sejak saat pertama temannya itu melakukan niat shalat hingga selesai akhir salamnya,ia hanya mendengar kata "Allahuakbar" dan "Assalamualaikum". Selebihnya ia tak mendengar kata-kata lain,bahkan sering kali ia dapati bibir temannya itu bagai beku tak bernyawa. Karena penasaran,akhirnya koko menghampiri radit yang baru selesai dengan sembahyangnya.
"Assalamualaikum di?sudah selesai sholatnya?" kata koko seraya memulai bersalaman.
"Wa'alaikumussalam,sudah ko alhamdulillah"kata radit membalas.
"Tertinggal sholat berjamaah ya hari ini?tumben sekali. Tanya koko kembali.
"Oh iya nih. Aku baru p**ang soalnya." jawab radit.
"Mmm sebenarnya aku mau tanya sesuatu dit" koko menghentikan basa-basinya.
"Tanya aja,selagi aku bisa jawab." Kata radit mempersilahkan.
"Maaf sebelumnya,tadi aku perhatikan kok bibir beku dan lidah kamu seolah gak mengucap bacaan sholat selain 'allahuakbar dan Assalamualaikum warahmatullah'? Tanya koko dengan mantap.
"Oh,aku selalu dalam hati kalo mengucap bacaan sholat. Lebih khusyuk gitu." Perjelas radit.
"Kamu udah lama begitu ya?" koko bertanya lagi.
"Udah dua tahunan lebih. Gara-garanya waktu itu aku sariawan. Siapa sangka sekarang sudah menjadi kebiasaan." Tutur radit.
"Mmm kamu tau gak kalo sebenarnya bacaan sholat kita wajib hukumnya terdengar oleh telinga kita sendiri. Itu merupakan kesepakatan 4 Mazhab besar yang didasarkan beberapa hadis yang memang shahih.Sayangnya aku lupa hadistnya."koko mencoba menjelaskan.
"Astagfirullah aku gak tau ko" kata radit dengan nada bersalah.
"Oh gitu ya, aduh aku juga gak tau deh hukum shalat kamu selama dua tahun belakangan ini. Tapi yang pasti sekarang kamu udah tau dan harus melafalkan bacaan sholat kamu hingga telinga kamu cukup untuk mendengarkan. Gak sah kalo gak dilakukan." Tambah penjelasan koko.
"Ya Allah gimana nih ko.. Kamu kenapa baru ngasih tau sekarang lagi ko?" Radit benar-benar kebingungan.
"Yah maaf. Biasanya kan kita sholat berjamaah. Mana mungkin aku memperhatikan sholat kamu. Sumpah aku baru kali ini aja tau kalo kamu punya kebiasaan yang salah dalam sholat." Tutur koko.
"Aduh gimana d**g sholat aku selama ini? Pak ustadz udah p**ang lagi,padahal aku mau nanya. Anterin aku ko ke rumah pak ustadz." Pinta radit.
"Boleh. Sekalian aku juga ada pertanyaan buat pak ustadz." jawab koko menyetujui.
"Ayo ko kita berangkat sekarang.." ajak radit buru-buru.
"Iya iya" kata koko sambil mulai bangun dari persimpuhan.
Berangkatlah koko dan radit menuju kediaman pak ustadz demi memastikan sederet ilmu agama yang sangat penting bagi peribadatan mereka.
Bersambung... (Kutipan)
Bagaimana dengan sholat kalian teman-teman? Semoga sudah sempurna ya :)

23/08/2015

Tanya

Seribu kali kau mengiring badai di jalan ini.
Gemuruh ku dengar dan terasa sekali.
Dalam kisah berliku yang separuh patah,
bebanmu boleh kau gantung di sini,
meski ku tak tau siapa yang salah.
Lampiaskanlah!!
Terserah! aku di tanganmu.
Saat kau tiba di jalanku,
ceritakan saja tentang sosok yang kau damba,
kau puja - kau anggap permata.
Puaskanlah!!
Kau tak salah selagi kau tak tau ada yang salah,
ada yang terluka.
Lagi-lagi kau bilang ia sempurna.
Teruskanlah!!
Aku masih kuat menampung kata-kata,
meski ada yang meringis, teriris.
Tak apa,meski terasa panas di dada.
Karena aku masih berteduh,
masih tangguh daun-daunku-
menghirup aromamu saja.
Tak mau ku rasa harum lain dunia,
Kokoh di sini menunggu roda berganti,
sampai akhirnya kau baca dan pahami
aku habis energi tuk menghadapi.
Dan nanti menaraku runtuh berkeping,
lalu singgah dari penantian yang tak kunjung terpenuhi.
Andai kau paham tentang masa..
Perhatikan saja!
Sampah yang membusuk dan terus dibiarkan.
kemarau yang membunuh rumput-rumput tanpa belas kasihan
juga debu dan noda yang mampu pudarkan.
Begitu kiranya cinta.
Tapi itu nanti,
nanti dan nanti yang tak pernah pasti.
Kini, izinkan ku habiskan darahku untukmu,
hingga terkecup sendiri batas kesabaranku.
Meski angan kian retak nan pecah,
kali ini masih bisa ku perbaiki.
Nampak,kau masih terlalu indah dalam selensa ini.
Dan belum bisa kusadari, AKU TAKKAN PERNAH MENJADI YANG BERARTI :")

,untuknya,untukku

22/08/2015

"satu permaisuri saja"
(request : irham)

Alkisah :
Dahulu kala, di sebuah negeri bernama "sansa barantah" hiduplah seorang Raja bernama Raja Baraputra. Beliau memiliki seorang permaisuri yang setia menemaninya bernama Dewi Sarsamarta. Dari kedua pemimpin singgasana kerajaan "Barakanca" tersebut,hiduplah seorang Pangeran bernama "Pangeran Irham Baraputra Sarsamarta" yang tengah menjadi perbincangan hangat kaum wanita penduduk kerajaan.
Karena ke-elokan rupa dan budi pekertinya,serta dengan tahta yang digenggamnya, Sang Pangeran terus menerus mendapatkan tawaran perjodohan dari para putri dari berbagai kerajaan besar kala itu. Telah banyak utusan kerajaan lain yang menyampaikan permohonan perjodohan.
Namun,Sang ayahanda dan ibunda selalu menyerahkan urusan tersebut kepada putra sulungnya.
Suatu hari,Sang pangeran memutuskan untuk pergi dari kerajaan,beliau memohon restu raja dan ratu untuk mencari pendamping hidupnya di sebuah negeri bernama "martasura". Sang rajapun bertitah kepada putranya untuk tinggal di kerajaan yang ada di negeri tersebut. Namun Sang Pangeran enggan dan memilih untuk hidup di alam.
"ayahanda,ibunda, izinkanlah putramu ini mengiris jalannya sendiri,aku ingin mencari permaisuri yang mencintaiku setulus hati. Bukan karena tahta atau harta semata." begitu kiranya permohonan sang pangeran .
"berangkat putraku,kami merestuimu,karena kelak permaisurimu akan menggantikan ibundamu. Bawalah permaisuri yang elok budi pekertinya,seperti ke-elokan hatimu." Sang raja pun merestui.
Maka berangktlah sang pangeran tanpa ditemani pengawal kerajaan. Ia menyamar menjadi seorang bujangan desa dengan pakaian sederhana,lengkap dengan tudung dari anyaman bambu dan tanpa beralaskan kaki.
Di perjalanan,ia melihat penduduk berbaris dan menunduk pada seorang putri dari negeri martasura . Sang putri nampak begitu sombong ketika bahkan kereta kuda dan pasukannya menyuruh sang pangeran menepi dari jalan mereka. Bahkan sang putri menyuruh seorang pasukannya mendorong pangeran hingga terjatuh ke tanah yang berkubang air berwarna kemerahan. Kotor ! sang pangeran sungguh kotor.Pangeran berusaha tabah dan langsung mengingat putri bernama "kaswari purbalista" itu. Kelak ketika ia sampai di kerajaannya sang pangeran akan menceritakan hal ini pada ibundanya. Ia ingat dengan perkataan ibundanya dulu "ibunda ingin kamu menikahi putri dari negeri martasura,ia putri yang cantik,anggun dan berbudi baik" . Tapi kini,pangeran hanya tau bahwa sang putri adalah wanita yg sombong. Ia akan terus mengingat kejadian itu.
Setelah rombongan kerajaan pergi,berlarilah seorang gadis kepadanya.
"Ki sanad tidak apa-apa?" kata gadis itu.
"Aku baik-baik saja,terima kasih." tutur pangeran.
"Ki sanad ini siapa,entah sepertinya saya baru melihat pemuda seperti ki sanad di desa ini. Apa ki sanad seorang musafir?" katanya penasaran.
"iya,perkenalkan namaku irham,aku dari negeri di seberang hutan ini" kata pangeran sambil mengambil tudung yg kini kotor dari kubangan air.
"Kalau begitu ki sanad sebaiknya membersihkan diri dulu di rumahku.." kata gadis itu menawarkan.
"kau gadis yang baik,terimakasih." ucap pangeran.
"tidak apa-apa ki sanad,mari ikuti saya" kata gadis itu lalu berjalan ke arah timur.
Pergilah pangeran mengikuti seorang gadis yang bahkan tidak ia ketahui namanya. Setibanya di rumah gadis itu,pangeran membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Beruntung pakaian yang diikat kain pada punggungnya itu tidak kotor.
Sementara itu, gadis tadi menceritakan kejadian itu kepada orang tua nya.
Setelah pangeran berganti pakaian,ia diajak duduk bersama keluarga sang gadis.
"terimakasih ibu,bapak yang sudah berbaik hati kepada saya" tutur pangeran lembut kepada orang tua si gadis.
"tidak apa-apa nak,kami senang membantu. " ucap ayah dari gadis itu.
"sebelumnya saya belum tau nama bapak,ibu dan putri bapak & ibu ini." tanya pangeran tanpa malu.
"saya bapak siro,istri saya susmanti dan anak saya puspa anistari" kata pak siro dengan gerakan perkenalan umumnya." "nak irham ini untuk apa datang ke desa kami?" lanjut pak siro bertanya.
"Saya ingin mandiri pak,mencoba untuk hidup di desa ini" jelas pangeran irham.
Pertanyaan dan jawaban berikutnya masih berlanjut. Sampai datang ke dua gadis lainnya dan perkenalan,pertanyaan dan jawaban kembali tertutur dari banyak lisan di rumah kecil itu. Kedua gadis itu adalah saudara kandung puspa anistari,yakni puspa kirana dan puspa larasati.
Sewindu sudah pangeran tinggal di desa itu,tinggal di sebuah rumah kayu tak jauh dari rumah keluarga pak siro. Ia telah terbiasa dengan kehidupan di desa. Bertani,mencari kayu bakar,menangkap ikan di sungai dan hampir semua pekerjaan seorang pemuda desa telah ia lakukan. Pangeran tak pernah mencoba p**ang ke kerajaannya. Pangeran juga terus terusan menyembunyikan kedok asal usulnya.
Berhari hari pangeran dan ketiga putri desa menghabiskan waktu dalam pertemanan.
Hingga muncullah perasaan cinta dari ketiga puspa kepada pangeran. Ketiganya baik,cantik dan tulus. Tapi ia tidak mampu menyangkal ia lebih mencintai puspa anistari. Gadis yang pertama kali peduli kepadanya.
Suatu hari,pangeran mengundang sang trio puspa ke rumahnya untuk sekedar bersantap ikan hasil tangkapan dan untuk membicarakan apa yg ia rasakan.
"kalian bertiga adalah gadis yang berbudi baik,aku sangat berterimakasih kepada kalian.
Tapi aku mencintai salah seorang dari kalian." kata pangeran dengan beraninya.
"siapa dia?" kata ketiga puspa serentak bertanya.
"aku mencintai puspa anistari".katanya sambil menatap puspa anistari.
"tidak !! ini tidak adil irham. Aku juga mencintaimu, menginginkanmu.! " bantah puspa kirana.
"Aku juga tidak setuju !! " bantah puspa larasati.
Sementara itu puspa anistari hanya menunduk dan menangis.
"Dengar. Kalian memang sama sama baik padaku. Tapi aku tak mungkin mencintai tiga orang gadis. Mengertilah dan restuilah. aku akan menikahi puspa anistari,saudara kandung kalian. Kalian harusnya berbahagia karena saudara kalian juga akan bahagia. Suatu saat nanti pasti akan datang pangeran yg akan mempersunting gadis baik seperti kalian." Pangeran mencoba menjelaskan.
"baiklah,kami rela" kata puspa kirana dan puspa larasati hanya mengangguk pertanda setuju.
Maka diceritakanlah siapa sebenarnya "irham". Dan keluarga bapak siro pun terkejut mendengar hal hal yg sebenarnya dari pemuda yg selama ini mereka anggap pemuda biasa itu.
Maka p**anglah sang pangeran ke haribaan hidup yg semula. Ke kerajaan besarnya, ke pelukan dan kasih ayah dan ibundanya dengan membawa permaisuri yg diinginkannya beserta keluarga baru yang akan menjadi keluarga kerajaan di negeri yang makmur "Santa barantah"
TAMAT
:)

21/08/2015

Cowok Tau Kapan Harus Bohong :D
Alkisah : Neeettt... neeettt... neeettt... Bel Upacara berbunyi.
Seorang siswi bernama Nanda justru baru sampai di kelasnya,hampir terlambat. Secepat gerakan teman-temannya yg segera berhamburan ke luar menuju lapangan,secepat itu p**a ia ingat iya meninggalkan salah satu atribut yg menjadi syarat fardu 'ain upacara hari senin. Topinya tertinggal di rumah.
Ia kalang kabut mengingat tanpa topi ia pasti dihukum guru favorit pilihan siswa di tahun ini : Bapak Bobi Kuncoro.
Beliau akan menyuruh mengepel kamar mandi atau berdiri di depan singgasana merah putih sampai pukul 10:00.
Oh ini sungguh bukan negara merdeka,kata nanda dalam hati yg ketakutan.
"nanda.... " Lisa baru saja membuatnya semakin panik dengan teriakan mautnya.
"apa sih lis?lu harus tolongin gue.." kata nanda pelan-pelan.
"Tolong apa?Kalo masalah PR Fisika gue pasrah ya.. " balas lisa kali dengan volume standar.
"Gue gak bawa topi !!! " Kini nanda berteriak.
"Oh,bagus kalo gitu. Gantian minggu kemaren kan gue yg dihukum. " saut lisa.
Tiba-tiba Rizky datang dan memasang topi miliknya tepat di kepala nanda sambil berkata"nih pake aja nan punya gue"
"nanti lo gimana ki?" jawab nanda sambil melepas topi yg bukan haknya itu.
"Gue kan punya dua,tenang aja. Gih sana buruan baris,gue mau mau ambil topi yg satu lagi di tas" rizky menjelaskan.
"makasih banget ya ki,lo malaikat gue hari ini" Habis dengan kata-katanya nanda segera menarik lisa ke luar kelas untuk berbaris di lapangan.
Sementara itu,rizky mengikuti perlahan dari belakang,bersembunyi dibalik rombongan siswa siswi yg lain memastikan bahwa nanda segera berbaris,dan ia pun mengisi barisan kosong di bagian belakang.
Upacara pun berlangsung khidmat selama 30 menit.
Ratusan peserta upacara segera bubar menuju ruangan masing-masing.
Kecuali 3 orang siswa yg tengah berhadapan dengan pak kuncoro. Nanda melihatnya dari teras kelas,salah satunya adalah Rizky.
Bersambung..

21/08/2015

Maaf postingan sebelumnya cuma postingan ulang status dari akun saya.
Untuk postingan terbaru segera menyusul :)

21/08/2015

Apa yang dapat ku pinta?
Pada pencipta hura bergelimpang..
Kala malam meraja
Selain bendera putih berkibar-
di kubu keduanya
demi kami,
harta mereka.
Apa yang ku bisa?
selain meminta bendera putih-
berkibar
Agar tak ada kata saling tindih
berselisih
Tak ada yang ku mau jua!
Selain bendera putih yang ku damba
agar tak ada retak pada kaca
agar mereka tersenyum satu sama
menggenggam jari - jari bahagia
dan utuh semua pada cinta
Apa yang dapat ku bisik dalam buta
dalam lorong di penghujung asa
dalam setiap tangan bersimpuh di dada
selain bendera putih
tertanam di bumi kami
yang tiangnya kekal
hingga ajal mencumbui
Hanyalah itu yang ingin ku jumpa
hingga mereka renta
dan kami bangun singgasana

6 Mei pukul 17:02·

21/08/2015

Senja semakin tua,mentari tepat hilang dalam dua lensa wanita parubaya itu. Ia masih saja menatap dinding - dinding yang merona jingga.
Tak ayal walau seorang lelaki tinggi berseragam terus menyuruhnya p**ang.
"Pulanglah bu," rayu lelaki itu.
" Tidak, tidak akan!" wanita itu menolak untuk kesekian kalinya. Lalu ia menatap kembali dinding yang semakin buta.
"Kalau ibu enggan meninggalkan tempat ini, mungkin keluarga ibu tengah risau menanti kep**angan ibu." Kata lelaki itu lagi.
Belum sempat wanita itu menjawab,ia melanjutkan kata-katanya-
"sudah berjam-jam ibu menunggu anak ibu di sini tapi tak kunjung datang.
Padahal sudah sangat banyak kereta yang singgah di stasiun ini, tapi tetap tidak ada.Mungkin anak ibu tidak p**ang hari ini."
"Tolong izinkan saya tinggal lebih lama lagi pak, sampai sebuah gerbong kereta berwarna biru penuh dengan coretan hitam datang.." pinta wanita malang itu.
"Tidak ada bu. Tidak ada gerbong yang seperti itu lagi. Gerbong itu milik kereta naas yg sebulan lalu sudah tidak bisa difungsikan kembali bu.." jelas lelaki itu meruntutkan kata-katanya.
Ya,memang kereta yang itu. Saya ada di sana saat tragedi itu terjadi. Saya tidak tenang pak. Saya tidak bertemu anak saya." Secepat kata-kata darinya berlalu secepat itu p**a wanita itu menghilang.

Address

Jalan Ciakar Kadusirung No. 9 Kec. Pagedangan
Tangerang
15337

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Catatan Yusup Ardabilly posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share