22/08/2015
"satu permaisuri saja"
(request : irham)
Alkisah :
Dahulu kala, di sebuah negeri bernama "sansa barantah" hiduplah seorang Raja bernama Raja Baraputra. Beliau memiliki seorang permaisuri yang setia menemaninya bernama Dewi Sarsamarta. Dari kedua pemimpin singgasana kerajaan "Barakanca" tersebut,hiduplah seorang Pangeran bernama "Pangeran Irham Baraputra Sarsamarta" yang tengah menjadi perbincangan hangat kaum wanita penduduk kerajaan.
Karena ke-elokan rupa dan budi pekertinya,serta dengan tahta yang digenggamnya, Sang Pangeran terus menerus mendapatkan tawaran perjodohan dari para putri dari berbagai kerajaan besar kala itu. Telah banyak utusan kerajaan lain yang menyampaikan permohonan perjodohan.
Namun,Sang ayahanda dan ibunda selalu menyerahkan urusan tersebut kepada putra sulungnya.
Suatu hari,Sang pangeran memutuskan untuk pergi dari kerajaan,beliau memohon restu raja dan ratu untuk mencari pendamping hidupnya di sebuah negeri bernama "martasura". Sang rajapun bertitah kepada putranya untuk tinggal di kerajaan yang ada di negeri tersebut. Namun Sang Pangeran enggan dan memilih untuk hidup di alam.
"ayahanda,ibunda, izinkanlah putramu ini mengiris jalannya sendiri,aku ingin mencari permaisuri yang mencintaiku setulus hati. Bukan karena tahta atau harta semata." begitu kiranya permohonan sang pangeran .
"berangkat putraku,kami merestuimu,karena kelak permaisurimu akan menggantikan ibundamu. Bawalah permaisuri yang elok budi pekertinya,seperti ke-elokan hatimu." Sang raja pun merestui.
Maka berangktlah sang pangeran tanpa ditemani pengawal kerajaan. Ia menyamar menjadi seorang bujangan desa dengan pakaian sederhana,lengkap dengan tudung dari anyaman bambu dan tanpa beralaskan kaki.
Di perjalanan,ia melihat penduduk berbaris dan menunduk pada seorang putri dari negeri martasura . Sang putri nampak begitu sombong ketika bahkan kereta kuda dan pasukannya menyuruh sang pangeran menepi dari jalan mereka. Bahkan sang putri menyuruh seorang pasukannya mendorong pangeran hingga terjatuh ke tanah yang berkubang air berwarna kemerahan. Kotor ! sang pangeran sungguh kotor.Pangeran berusaha tabah dan langsung mengingat putri bernama "kaswari purbalista" itu. Kelak ketika ia sampai di kerajaannya sang pangeran akan menceritakan hal ini pada ibundanya. Ia ingat dengan perkataan ibundanya dulu "ibunda ingin kamu menikahi putri dari negeri martasura,ia putri yang cantik,anggun dan berbudi baik" . Tapi kini,pangeran hanya tau bahwa sang putri adalah wanita yg sombong. Ia akan terus mengingat kejadian itu.
Setelah rombongan kerajaan pergi,berlarilah seorang gadis kepadanya.
"Ki sanad tidak apa-apa?" kata gadis itu.
"Aku baik-baik saja,terima kasih." tutur pangeran.
"Ki sanad ini siapa,entah sepertinya saya baru melihat pemuda seperti ki sanad di desa ini. Apa ki sanad seorang musafir?" katanya penasaran.
"iya,perkenalkan namaku irham,aku dari negeri di seberang hutan ini" kata pangeran sambil mengambil tudung yg kini kotor dari kubangan air.
"Kalau begitu ki sanad sebaiknya membersihkan diri dulu di rumahku.." kata gadis itu menawarkan.
"kau gadis yang baik,terimakasih." ucap pangeran.
"tidak apa-apa ki sanad,mari ikuti saya" kata gadis itu lalu berjalan ke arah timur.
Pergilah pangeran mengikuti seorang gadis yang bahkan tidak ia ketahui namanya. Setibanya di rumah gadis itu,pangeran membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Beruntung pakaian yang diikat kain pada punggungnya itu tidak kotor.
Sementara itu, gadis tadi menceritakan kejadian itu kepada orang tua nya.
Setelah pangeran berganti pakaian,ia diajak duduk bersama keluarga sang gadis.
"terimakasih ibu,bapak yang sudah berbaik hati kepada saya" tutur pangeran lembut kepada orang tua si gadis.
"tidak apa-apa nak,kami senang membantu. " ucap ayah dari gadis itu.
"sebelumnya saya belum tau nama bapak,ibu dan putri bapak & ibu ini." tanya pangeran tanpa malu.
"saya bapak siro,istri saya susmanti dan anak saya puspa anistari" kata pak siro dengan gerakan perkenalan umumnya." "nak irham ini untuk apa datang ke desa kami?" lanjut pak siro bertanya.
"Saya ingin mandiri pak,mencoba untuk hidup di desa ini" jelas pangeran irham.
Pertanyaan dan jawaban berikutnya masih berlanjut. Sampai datang ke dua gadis lainnya dan perkenalan,pertanyaan dan jawaban kembali tertutur dari banyak lisan di rumah kecil itu. Kedua gadis itu adalah saudara kandung puspa anistari,yakni puspa kirana dan puspa larasati.
Sewindu sudah pangeran tinggal di desa itu,tinggal di sebuah rumah kayu tak jauh dari rumah keluarga pak siro. Ia telah terbiasa dengan kehidupan di desa. Bertani,mencari kayu bakar,menangkap ikan di sungai dan hampir semua pekerjaan seorang pemuda desa telah ia lakukan. Pangeran tak pernah mencoba p**ang ke kerajaannya. Pangeran juga terus terusan menyembunyikan kedok asal usulnya.
Berhari hari pangeran dan ketiga putri desa menghabiskan waktu dalam pertemanan.
Hingga muncullah perasaan cinta dari ketiga puspa kepada pangeran. Ketiganya baik,cantik dan tulus. Tapi ia tidak mampu menyangkal ia lebih mencintai puspa anistari. Gadis yang pertama kali peduli kepadanya.
Suatu hari,pangeran mengundang sang trio puspa ke rumahnya untuk sekedar bersantap ikan hasil tangkapan dan untuk membicarakan apa yg ia rasakan.
"kalian bertiga adalah gadis yang berbudi baik,aku sangat berterimakasih kepada kalian.
Tapi aku mencintai salah seorang dari kalian." kata pangeran dengan beraninya.
"siapa dia?" kata ketiga puspa serentak bertanya.
"aku mencintai puspa anistari".katanya sambil menatap puspa anistari.
"tidak !! ini tidak adil irham. Aku juga mencintaimu, menginginkanmu.! " bantah puspa kirana.
"Aku juga tidak setuju !! " bantah puspa larasati.
Sementara itu puspa anistari hanya menunduk dan menangis.
"Dengar. Kalian memang sama sama baik padaku. Tapi aku tak mungkin mencintai tiga orang gadis. Mengertilah dan restuilah. aku akan menikahi puspa anistari,saudara kandung kalian. Kalian harusnya berbahagia karena saudara kalian juga akan bahagia. Suatu saat nanti pasti akan datang pangeran yg akan mempersunting gadis baik seperti kalian." Pangeran mencoba menjelaskan.
"baiklah,kami rela" kata puspa kirana dan puspa larasati hanya mengangguk pertanda setuju.
Maka diceritakanlah siapa sebenarnya "irham". Dan keluarga bapak siro pun terkejut mendengar hal hal yg sebenarnya dari pemuda yg selama ini mereka anggap pemuda biasa itu.
Maka p**anglah sang pangeran ke haribaan hidup yg semula. Ke kerajaan besarnya, ke pelukan dan kasih ayah dan ibundanya dengan membawa permaisuri yg diinginkannya beserta keluarga baru yang akan menjadi keluarga kerajaan di negeri yang makmur "Santa barantah"
TAMAT
:)