04/06/2025
Judul: Danau Misterius
Assalamu’alaikum...
Perkenalkan, nama saya Feri, asli Cimahi. Cerita ini kejadian tahun 2019, waktu saya masih kuliah di salah satu kampus swasta di Bandung.
Waktu itu saya ikut komunitas pencinta alam. Kita sering camping, eksplor tempat-tempat sepi, hidden gem gitu.
Nah, suatu hari ada temen saya, sebut aja namanya Deden, ngajakin camping ke danau kecil yang katanya belum banyak orang tahu. Lokasinya deket Lembang, tapi agak nyelip di daerah perbukitan. Katanya sih ini info dari omnya, bekas tim SAR.
“Tenang Fer, ini danau gak ada di Google Maps. Tapi asli, view-nya keren banget. Cuma ya... rada wingit,” kata Deden sambil ketawa-ketawa.
Saya pikir ya biasa aja, wong di gunung juga kadang s**a ada cerita-cerita mistis.
Kita berangkat rame-rame, lima orang. Jalan kaki lumayan jauh, harus lewat kebun teh dan jalur tanah merah. Pas nyampe... Subhanallah, danau itu memang cantik banget. Tenang, airnya jernih tapi warnanya biru tua. Di sekelilingnya pohon-pohon pinus, dan kabut tipis turun dari arah barat.
Yang bikin aneh, suasananya sepi... sepi banget. Gak ada suara burung, jangkrik pun gak kedengeran.
Pas kita lagi pasang tenda, Deden sempet nyeletuk.
“Jangan berenang ya, katanya airnya s**a ‘ngambil’.”
Saya cuma ketawa, mikirnya bercanda.
Malamnya, kita bikin api unggun, ngobrol-ngobrol. Tapi jam 11 malam, suasana mulai berubah. Kabut makin tebal, dan suara air danau mulai terdengar kayak... ada yang jalan di atasnya.
Saya kira ada binatang. Tapi pas saya lihat ke arah danau, demi Allah, saya ngelihat bayangan orang jalan pelan-pelan di atas air.
Saya masih ngerasa ini mungkin halusinasi, tapi temen saya, Rio, langsung masuk tenda. Katanya dia liat perempuan rambut panjang duduk di batu, padahal tadi sore gak ada batu sama sekali.
Paginya, Deden gak ada di tenda.
Kami cari sekeliling, teriak-teriak. Tapi gak ada jejak. Anehnya, air danau jadi keruh. Seolah-olah... baru ada sesuatu yang nyemplung besar banget. Kita lapor warga, tapi mereka cuma bilang
“Kalian yang nekat ke Situ Leuwi Halim ya? Udah dibilang, danau itu cuma boleh diliat, bukan didatengin.”
Saya cek peta, gak ada tulisan nama itu. Tapi warga bilang, danau itu cuma muncul saat kabut turun. Dulu tempat itu bekas kuburan massal zaman penjajahan. Air danau itu katanya bukan air biasa… tapi tempat ‘ngumpetnya’ para arwah penasaran.
Sampai hari ini, Deden gak pernah ditemukan.