Cerita Horror Indonesia

Cerita Horror Indonesia Berbagi Pengalaman Horror. Yang mau berbagi cerita boleh DM yaa ✍️

Judul: Danau MisteriusAssalamu’alaikum...Perkenalkan, nama saya Feri, asli Cimahi. Cerita ini kejadian tahun 2019, waktu...
04/06/2025

Judul: Danau Misterius

Assalamu’alaikum...
Perkenalkan, nama saya Feri, asli Cimahi. Cerita ini kejadian tahun 2019, waktu saya masih kuliah di salah satu kampus swasta di Bandung.
Waktu itu saya ikut komunitas pencinta alam. Kita sering camping, eksplor tempat-tempat sepi, hidden gem gitu.

Nah, suatu hari ada temen saya, sebut aja namanya Deden, ngajakin camping ke danau kecil yang katanya belum banyak orang tahu. Lokasinya deket Lembang, tapi agak nyelip di daerah perbukitan. Katanya sih ini info dari omnya, bekas tim SAR.

“Tenang Fer, ini danau gak ada di Google Maps. Tapi asli, view-nya keren banget. Cuma ya... rada wingit,” kata Deden sambil ketawa-ketawa.

Saya pikir ya biasa aja, wong di gunung juga kadang s**a ada cerita-cerita mistis.

Kita berangkat rame-rame, lima orang. Jalan kaki lumayan jauh, harus lewat kebun teh dan jalur tanah merah. Pas nyampe... Subhanallah, danau itu memang cantik banget. Tenang, airnya jernih tapi warnanya biru tua. Di sekelilingnya pohon-pohon pinus, dan kabut tipis turun dari arah barat.

Yang bikin aneh, suasananya sepi... sepi banget. Gak ada suara burung, jangkrik pun gak kedengeran.

Pas kita lagi pasang tenda, Deden sempet nyeletuk.

“Jangan berenang ya, katanya airnya s**a ‘ngambil’.”

Saya cuma ketawa, mikirnya bercanda.

Malamnya, kita bikin api unggun, ngobrol-ngobrol. Tapi jam 11 malam, suasana mulai berubah. Kabut makin tebal, dan suara air danau mulai terdengar kayak... ada yang jalan di atasnya.

Saya kira ada binatang. Tapi pas saya lihat ke arah danau, demi Allah, saya ngelihat bayangan orang jalan pelan-pelan di atas air.

Saya masih ngerasa ini mungkin halusinasi, tapi temen saya, Rio, langsung masuk tenda. Katanya dia liat perempuan rambut panjang duduk di batu, padahal tadi sore gak ada batu sama sekali.

Paginya, Deden gak ada di tenda.

Kami cari sekeliling, teriak-teriak. Tapi gak ada jejak. Anehnya, air danau jadi keruh. Seolah-olah... baru ada sesuatu yang nyemplung besar banget. Kita lapor warga, tapi mereka cuma bilang

“Kalian yang nekat ke Situ Leuwi Halim ya? Udah dibilang, danau itu cuma boleh diliat, bukan didatengin.”

Saya cek peta, gak ada tulisan nama itu. Tapi warga bilang, danau itu cuma muncul saat kabut turun. Dulu tempat itu bekas kuburan massal zaman penjajahan. Air danau itu katanya bukan air biasa… tapi tempat ‘ngumpetnya’ para arwah penasaran.

Sampai hari ini, Deden gak pernah ditemukan.

Judul: SenjaBy: Cerita Horror IndonesiaLangit jingga menggantung di atas padang rumput yang luas, tak berujung. Angin be...
31/05/2025

Judul: Senja
By: Cerita Horror Indonesia

Langit jingga menggantung di atas padang rumput yang luas, tak berujung. Angin berhembus pelan, menerbangkan ilalang yang bergoyang dalam harmoni sunyi. Aroma tanah basah dan suara jangkrik samar mengiringi langkah-langkah pelan Andra, yang kebingungan.

Ia tak tahu bagaimana bisa berada di sana. Barusan ia tertidur di sofa rumahnya setelah hari yang melelahkan. Tapi sekarang, ia berdiri di tengah padang rumput yang diselimuti cahaya magrib yang menggantung terlalu lama.

"Ini mimpi…" bisiknya, mencoba menenangkan diri. Ia mencubit lengannya,, tidak sakit. “Pasti bisa bangun.”

Andra memejamkan mata, menghitung sampai tiga, dan membuka mata lagi.

Ia masih di sana.

Langit masih jingga. Angin masih berdesir. Ilalang masih menari.

Ia mulai berjalan. Terus dan terus. Tapi tak peduli sejauh apa langkahnya, pemandangan itu tetap sama. Tak ada pohon. Tak ada rumah. Tak ada suara selain alam yang hampa.

Setelah entah berapa lama, tubuhnya lelah dan ia pun rebahan di tengah rerumputan dan tertidur di dalam mimpinya.

Andra membuka mata.
Ia terbangun. Di tempat tidur kamarnya. Cahaya sore masuk dari jendela. Hatinya lega

“akhirnya”

Namun saat ia menoleh ke luar jendela...

Padang rumput. Ilalang. Langit jingga.

Hatinya mencelos. Ia lari keluar kamar dan kembali berada di tengah padang rumput itu lagi.

Ini terjadi berulang kali.
Setiap kali Andra "terbangun", ia akan membuka mata di tempat yang berbeda. Di rumah, di sekolah lamanya, bahkan di mall. Namun ujungnya selalu sama. Jendela terbuka, atau pintu terayun, dan selalu mengarah ke padang rumput dengan nuansa senja yang tak pernah berganti.

Dia mencoba menyakiti diri, menjerit, menulis pesan, bahkan mencoba tidur dan tidak bangun lagi. Tapi semuanya sia-sia.

Sampai suatu hari, ada seseorang di tengah padang itu.

Seorang anak kecil, menatapnya dengan mata kosong, berkata:
"Kamu harus pulang. Mereka nungguin kamu."

Andra menggigil. “Siapa yang nunggu aku?”

Anak itu menunjuk ke langit yang mulai gelap. “Kalau kamu nggak pulang sekarang… kamu bakal tinggal di sini selamanya.”

***

Andra terbangun. Kali ini bukan di rumah, bukan di tempat asing.

Ia melihat atap rumah sakit. Tubuhnya terasa berat. Suara mesin berdetak pelan di telinga.

Seseorang di sebelahnya menangis.. Ibunya.

“Andra?” suara itu serak. “Kamu bangun?”

Andra mencoba bicara, tapi hanya bisa menggerakkan jari.

Perawat berlarian. Lampu-lampu menyala terang. Dunia terasa asing tapi nyata.

Dokter berkata ia koma selama tiga minggu.
Kecelakaan motor. Luka dalam. Hampir tak selamat.

Namun yang terus menghantuinya adalah langit jingga itu.

Sebab hingga kini, setiap kali ia menutup mata saat magrib,, ia masih bisa merasakan angin di padang rumput itu. Dan kadang, anak kecil itu masih berdiri di sana, menunggu.

Address

Jalan Inpress Blok. 18 No. 70 RT. 002 RW. 008, Larangan Selatan, Larangan
Tangerang
15154

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cerita Horror Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share