27/03/2026
(Raja yang hilang tanpa jejak)
Semua orang melihat raja itu mati… tapi tak ada yang melihat jasadnya.
Pagi itu, singgasana kosong—dan udara terasa seperti menyimpan rahasia.
Istana panik. Prajurit disebar. Pintu dikunci. Tak ada yang keluar, tak ada yang masuk. Tapi raja tetap hilang.
Aku penjaga gerbang. Orang terakhir yang melihatnya. Malam sebelumnya, dia memanggilku. Suaranya pelan… gemetar. “Kalau aku lenyap, jangan cari aku.”
Kupikir itu lelucon. Sampai fajar datang tanpa dirinya.
Menteri mulai saling tuduh. Ratu menangis tanpa air mata. Lorong-lorong terasa lebih panjang dari biasanya. Setiap langkah seperti diawasi.
Dan aku… mulai ingat sesuatu yang tak seharusnya kuingat.
Aku tak pernah benar-benar keluar dari ruangannya malam itu.
Karena yang keluar… bukan raja.
Dia berdiri di depanku, menatap lurus, lalu berkata, “Mulai sekarang… kau adalah aku.”
Dan anehnya, semua orang percaya. Bahkan aku.