Informannya Warga Kaltara

Informannya Warga Kaltara Memberikan informasi seputar Kalimantan Utara, membagikan hal-hal penting terkait informasi dari pemerintah.

menjadi wadah untuk berdiskusi kepada masyarakat luas

14/08/2026

TANJUNG SELOR – Prestasi membanggakan ditorehkan dua saudara kembar dalam ajang Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar Piala Dispora Kabupaten Bulungan 2026. Keduanya sukses meraih medali emas dan berdiri bersama di podium juara.

Kejuaraan tersebut digelar pada 12 Agustus 2026 di Gedung Tenis Indoor, Jalan Gelatik, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Dalam pertandingan kategori pelajar tingkat SLTP/SMP, kedua atlet kembar itu sama-sama tampil maksimal hingga berhasil menjadi juara pertama di kelas masing-masing.

Keduanya berhasil meraih:
🏆 Juara 1 Taekwondo Putra Kelas 39,1–42 Kg
🏆 Juara 1 Taekwondo Putra Kelas 36–39 Kg

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian istimewa karena dua saudara kembar itu mampu membawa pulang dua medali emas dari ajang yang mempertemukan para pelajar berbakat di Kabupaten Bulungan.

Prestasi tersebut tentu tidak diraih dengan mudah. Latihan rutin, kedisiplinan, mental bertanding, serta dukungan dari keluarga dan pelatih menjadi bagian penting di balik keberhasilan mereka menaklukkan lawan-lawannya.

Kekompakan sebagai saudara kembar pun seolah menjadi motivasi tersendiri. Keduanya mampu menunjukkan bahwa usia muda bukan halangan untuk berprestasi dan mengharumkan nama sekolah maupun daerah.

Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa Kabupaten Bulungan memiliki potensi atlet-atlet muda yang patut mendapatkan dukungan dan pembinaan secara berkelanjutan.

Dengan dua medali emas yang berhasil dibawa pulang, kiprah kedua atlet kembar tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk berani berlatih, berkompetisi, dan mengejar prestasi di bidang olahraga.

Cc Heru Rachmady New KONI BULUNGAN

14/08/2026

SABLON GELAS CUP 24 JAM SELESAI

UNTUK PEMESANAN !!!

Sablon Gelas Cup, Sablon Plastik,Sablon Botol,Sablon Kaos, Sablon Tas, Sablon Rice Bowl, Sablon PaperBag.Desain Logo,Vektor.DLL

Sablonnya di:
Wa: 085161248891

✅ PENGERJAAN 24 JAM SELESAI
✅ HARGA KOMPETITIF
✅ DESAIN SUKA-SUKA
✅ BANYAK PILIHAN WARNA TINTA
✅ KONSULTASI GRATIS
✅ MESIN SEMI OTOMATIS
✅ DIDUKUNG MESIN PENGERING OTOMATIS
✅ MINIMAL ORDER TERJANGKAU UMKM BARU

📌Jl. Albina Gg. Albina III. Tanjung Redeb. Berau. Kalimantan Timur






sablonbotol
sablonricebowl
sablonpaperbag
sablontas
sablonpayung
sablonkaos
sablonsuvenir
berau
kalimantantimur

TARAKAN - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Borneo Tarakan (UBT) Mohamad Nur Utomo angkat bicara soal ...
13/08/2026

TARAKAN - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Borneo Tarakan (UBT) Mohamad Nur Utomo angkat bicara soal isu dugaan pungutan liar (pungli) program studi tur S2 ke Malaysia. Nur Utomo mengakui kegiatan yang membawa nama institusi tersebut tidak mengantongi Surat Keputusan (SK) Rektor dan tidak masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kampus.

“Kegiatan ini memang sifatnya non terstruktur di luar kurikulum resmi. Tidak ada dokumen resmi, tidak ada SK Rektor. Sifatnya begitu, tapi kita bayangkan dia bermanfaat secara akademik,” kata Nur Utomo saat dikonfirmasi detikkalimantan di ruangannya, Kamis (13/8/2026).

Meski berstatus di luar sistem anggaran resmi kampus, Nur Utomo mengklaim Rektor UBT telah mengetahui adanya agenda keberangkatan mahasiswa Magister Ilmu Manajemen semester 3 tersebut. Terlebih, di Kota Kinabalu, terdapat agenda penandatanganan MoU antara UBT dengan Universiti Malaysia Sabah (UMS).

“Kalau dia di luar (kurikulum) tadi itu, tidak terpapar dalam anggaran (DPA UBT). Makanya pembiayaannya tadi berdasarkan musyawarah. Tapi kegiatan ini diketahui oleh Rektor,” tambahnya.

Ketiadaan payung hukum berupa SK dan absennya kegiatan ini dari DPA membuat mekanisme pengelolaan dana dilakukan secara mandiri. Dana mahasiswa dikumpulkan secara tunai tanpa disetor ke rekening kas negara atau universitas.

“Uang tersebut murni milik mahasiswa. Dana ditarik oleh Ketua Kelas, lalu diserahkan secara tunai kepada Ketua Program Studi (Kaprodi) selaku pengelola untuk membiayai tiket pesawat, hotel, hingga transportasi lokal,” bebernya.

“Ini kan bukan uang negara, maka tidak harus masuk ke negara. Karena ini adalah kegiatan mahasiswa yang disepakati oleh mahasiswa, kita sebagai panitia atau pengelola hanya memfasilitasi,” jelasnya.

Baca selengkapnya di detikKalimantan

13/08/2026

Kebakaran hebat melanda sebuah rumah panggung kayu di kawasan Sei Mengkadu, RT 007, Nunukan Selatan, Kamis (13/8) sore.

Rumah berukuran sekitar 6×10 meter itu ludes dilalap api. Seorang perempuan berusia 50 tahun bernama Hasna tewas dalam peristiwa tersebut.
Hasna diketahui mengalami sakit stroke dan tidak dapat berjalan. Kondisi tersebut membuat korban tidak mampu menyelamatkan diri ketika api dengan cepat membesar dan menguasai bangunan.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan lokasi yang sangat jauh membuat petugas dan armada terlambat tiba di lokasi.
“Respon time kami 15 menit, itu normalnya. Tapi kejadian ini lokasinya sangat jauh. Jadi kami tiba tinggal penindingan, api sudah habis memakan rumah,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, material bangunan yang didominasi kayu membuat api sangat cepat melahap rumah. Kondisi cuaca yang panas saat kejadian turut mempercepat kobaran api.

Baca selengkapnya di Koran Kaltara

13/08/2026

Sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji dengan terdakwa mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026), diwarnai lantunan sholawat dari para pendukung yang hadir. Dalam agenda pembacaan dakwaan, jaksa KPK menuduh Yaqut bersama sejumlah pihak melakukan pengaturan kuota haji tambahan 2023-2024 yang tidak sesuai ketentuan dan menimbulkan kerugian negara sekitar Rp622,09 miliar.

Jaksa juga mendakwa perkara tersebut memperkaya Yaqut sebesar USD 271.500 atau sekitar Rp4,8 miliar, selain memberi keuntungan kepada pihak lain termasuk ratusan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus. Salah satu yang disorot adalah pengisian kuota haji khusus tambahan tanpa mekanisme masa tunggu yang berlaku, penerimaan fee percepatan dari jemaah, serta pembagian kuota tambahan 2024 sebesar 50 persen yang disebut dilakukan tanpa landasan kajian teknis.

13/08/2026

MANGKUPADI – Aktivitas kapal pengangkut material untuk kebutuhan proyek Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) kembali menjadi sorotan. Kali ini, warga mengeluhkan dugaan pembuangan limbah berupa sisa oli yang disebut dilakukan di sekitar area tangkapan nelayan di Kampung Baru, Desa Mangkupadi.

Keluhan tersebut disampaikan warga melalui sebuah laporan yang disertai foto kondisi perairan pada malam hari. Dalam keterangannya, warga menyebut limbah tersebut diduga berasal dari kapal pengangkut material KIPI.

“Limbah yang dibuang kapal pengangkut material KIPI. Limbah ini adalah sisa oli yang langsung dibuang pada area tangkap nelayan di Kampung Baru, Desa Mangkupadi,” demikian keterangan yang diterima.

Jika dugaan tersebut benar, pembuangan sisa oli secara langsung ke perairan berpotensi menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada kawasan tersebut, khususnya para nelayan.

Selain berpotensi mencemari lingkungan perairan, keberadaan limbah minyak juga dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem serta hasil tangkapan masyarakat di sekitar lokasi.

Warga berharap pihak terkait tidak mengabaikan laporan tersebut dan segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan sumber limbah serta kapal yang diduga melakukan pembuangan.

Masyarakat juga meminta adanya pengawasan lebih ketat terhadap kapal-kapal pengangkut material yang beroperasi di kawasan tersebut, terutama terkait pengelolaan limbah selama aktivitas pelayaran.(ku)

Cc Dlh Bulungan Ibal Syarwani Pemerintah Kabupaten Bulungan Dprd Kabupaten Bulungan

TARAKAN — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang disebut dialami sejumlah mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT)...
12/08/2026

TARAKAN — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang disebut dialami sejumlah mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT), khususnya di lingkungan Fakultas Ekonomi, mulai menjadi sorotan.

Informasi tersebut mencuat setelah adanya keluhan mahasiswa yang mempertanyakan permintaan sejumlah uang berkaitan dengan kegiatan tour akademik ke Malaysia.

Berdasarkan informasi yang diterima, mahasiswa disebut diminta menyiapkan dana hingga Rp5 juta untuk mengikuti kegiatan tour akademik ke luar negeri tersebut. Persoalannya, kegiatan itu disebut-sebut tidak termasuk dalam kurikulum perkuliahan.

Tak hanya mahasiswa yang mengikuti kegiatan, mereka yang tidak ikut tour akademik juga disebut mendapatkan permintaan dana.

Dalam pesan yang beredar, mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan tersebut dikabarkan diminta membayar sekitar Rp3 juta, dengan alasan dana tersebut diperuntukkan bagi dosen pendamping yang mengikuti tour akademik.

Kondisi ini menuai keberatan dari sejumlah mahasiswa. Mereka mempertanyakan dasar penarikan dana tersebut, terlebih bagi mahasiswa yang kondisi ekonominya terbatas atau harus membiayai kuliah sambil bekerja.

“Kalau orang tuanya ada uang, mungkin bisa. Kalau kami yang sambil kerja atau pas-pasan bagaimana?” demikian keluhan salah seorang mahasiswa yang disampaikan kepada media.

Mahasiswa berharap pihak kampus dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar, mekanisme, serta penggunaan dana yang diminta kepada mahasiswa.

Apabila benar terdapat pungutan yang tidak memiliki dasar aturan yang jelas, mahasiswa berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti dan tidak dibebankan kepada mahasiswa secara sepihak.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan tersebut masih berupa informasi dan keluhan dari mahasiswa. Pihak UBT Tarakan, khususnya Fakultas Ekonomi, perlu memberikan klarifikasi terkait kegiatan tour akademik tersebut, termasuk dasar penarikan dana Rp5 juta bagi peserta dan Rp3 juta bagi mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan.(ku)

NUNUKAN – Perjalanan dari wilayah perbatasan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, menuju Jakarta menjadi pengalaman yang t...
12/08/2026

NUNUKAN – Perjalanan dari wilayah perbatasan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, menuju Jakarta menjadi pengalaman yang tak pernah dibayangkan Putri Fetriani sebelumnya.

Siswi kelas IX SMP Negeri 1 Krayan Selatan tersebut kini bersiap membawa nama Kabupaten Nunukan dan Kalimantan Utara dalam Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka Tahun 2026 yang digelar di Cibubur, Jakarta.

Putri merupakan satu dari 27 Pramuka Penggalang yang terpilih mewakili Kabupaten Nunukan. Para peserta tersebut berasal dari 27 SMP/MTs di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan dan akan didampingi enam orang pembina.

Bagi Putri, kesempatan mengikuti Jamnas bukan sekadar keberhasilan melewati proses seleksi. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman baru yang mempertemukannya dengan dunia Pramuka yang sebelumnya belum banyak ia ketahui.

Ia mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali mendapat tawaran dari gurunya untuk mengikuti seleksi Pramuka.

Namun, keputusan untuk mencoba justru membawanya hingga ke Jakarta.

“Bahagia, tapi juga kaget. Tidak menyangka bisa sampai di sini,” ujar Putri saat ditemui usai pelepasan Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Nunukan, Senin (10/8/2026).

Kontingen Kwarcab Pramuka Nunukan secara resmi dilepas oleh Bupati Nunukan H. Irwan Sabri di Lantai V Kantor Bupati Nunukan pada Senin.

Keberangkatan Putri menjadi kisah tersendiri karena ia berasal dari Krayan Selatan, salah satu wilayah perbatasan Indonesia yang berada di Kabupaten Nunukan dan berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Pusat pemerintahan Kecamatan Krayan Selatan berada di Long Layu. Wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan dataran tinggi yang memiliki tantangan tersendiri dalam akses dan mobilitas menuju wilayah lain.

Kini, Putri bersama puluhan peserta lainnya akan menjalani pengalaman baru di Jambore Nasional XII di Cibubur.

Bersambung dikomentar

Korea Utara melayangkan kecaman keras terhadap Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya, menyusul sikap ASEAN yang mend...
08/08/2026

Korea Utara melayangkan kecaman keras terhadap Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya, menyusul sikap ASEAN yang mendorong denuklirisasi di semenanjung Korea. Bahkan, adik kandung Kim Jong Un turut mengeluarkan pernyataan tegas yang menyebut Indonesia dan negara ASEAN lain sebagai pihak yang “bodoh”, sekaligus mendesak agar tidak menjadi kepanjangan tangan kepentingan Amerika.

Situasi ini cukup menarik perhatian, mengingat selama ini hubungan Indonesia dan Korea Utara terbilang harmonis, terlebih sejak awal kemerdekaan kedua negara di mana para pemimpinnya memiliki kedekatan yang erat. Terlebih lagi, baru-baru ini Indonesia kembali membuka KBRI di Pyongyang setelah sempat ditutup akibat pandemi Covid-19.

Sumber sewaktu.com

08/08/2026

Momen dua asisten pribadi (aspri) Presiden Prabowo Subianto yang sedang bermain “kecap-kecapan” di atas sofa viral di media sosial. Video yang diunggah melalui akun TikTok eka.rahmawanty itu memperlihatkan keduanya saling bertindihan sambil tertawa hingga menarik perhatian warganet.

Address

Jalan Durian No 110
Tanjungselor
77212

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Informannya Warga Kaltara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Informannya Warga Kaltara:

Shortcuts

Share