Informannya Warga Kaltara

Informannya Warga Kaltara Memberikan informasi seputar Kalimantan Utara, membagikan hal-hal penting terkait informasi dari pemerintah.

menjadi wadah untuk berdiskusi kepada masyarakat luas

07/01/2026

TARAKAN – Seorang perempuan berinisial H (32), warga Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, menjadi korban penganiayaan berat menggunakan senjata tajam pada Minggu (4/1) sekitar pukul 11.00 WITA. Korban mengalami luka serius di bagian kepala setelah diserang menggunakan parang oleh seorang pria yang masih satu lingkungan dengannya.

Berdasarkan press release Polsek Tarakan Timur, peristiwa berdarah itu terjadi di teras rumah pelaku di Jalan Binalatung RT 11, Pantai Amal. Saat kejadian, korban sedang membentang rumput laut di depan rumah, berjarak sekitar 15 meter dari rumah pelaku.

Pelaku kemudian datang dan memanggil korban untuk masuk ke rumah dengan alasan “dipanggil mamaku”. Korban lalu masuk ke dalam rumah tersebut. Di dalam rumah, korban sempat bertemu R, ibu dari pelaku, yang bahkan sempat memberikan rokok kepada korban.

Tak lama kemudian, pelaku yang diketahui bernama J (36) datang dalam keadaan emosi dan mempertanyakan uang pembuatan perahu yang sebelumnya menjadi sumber konflik antara pelaku dengan adik korban. Situasi memanas, hingga akhirnya korban keluar dan duduk di dekat tangga rumah.

Saat korban dalam posisi membelakangi pintu, pelaku tiba-tiba menghantamkan parang ke arah kepala korban, menyebabkan darah mengucur deras. Saksi R melihat langsung pelaku masih memegang parang di hadapan korban yang sudah terluka parah.

Warga sekitar segera berdatangan dan membawa korban ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan menyebutkan korban mengalami luka robek dan retak tulang di bagian dahi hingga kepala kanan, termasuk retakan pada tempurung kepala.

Sementara itu, pelaku sempat melarikan diri masuk ke dalam rumah. Namun tidak lama berselang, petugas Polsek Tarakan Timur berhasil menangkap pelaku yang sedang bersembunyi di dapur, tepat di samping kulkas.(ry)

07/01/2026

TONTON SAMPAI HABIS🙏🏻🙏🏻
—————————————————
KRAYAN – Presiden Prabowo Subianto dengan penuh percaya diri menyebut rakyat Indonesia sebagai bangsa paling bahagia di dunia, merujuk pada hasil Global Flourishing Study dari tim peneliti Harvard University, Baylor University, dan Gallup.

Namun di ujung perbatasan negeri, tepatnya di wilayah Krayan, Kalimantan Utara, klaim itu terdengar seperti lelucon pahit.

Di saat elite di pusat bicara tentang “kebahagiaan”, anak-anak sekolah di Krayan justru memulai hari pertama tahun ajaran baru dengan bertaruh nyawa di atas lumpur. Sebuah video yang beredar dan diterima Kaltara 24 Jam memperlihatkan para siswa berjalan kaki menyusuri jalan tanah yang licin, becek, dan nyaris tak bisa dilalui kendaraan.

Dalam video tersebut terdengar narasi pilu.

“Hari pertama sekolah di awal tahun baru. Tapi jalan nggak baru. Kasihan banget. Kapan sih kita menikmati jalan aspal? Aduh licin.”

Ini bukan sekadar soal jalan rusak. Ini tentang negara yang terlalu sibuk merayakan angka dan survei, sementara di beranda perbatasannya sendiri, warganya masih terjebak dalam ketertinggalan yang memalukan.

Krayan adalah wilayah 3T, tertinggal, terdepan, dan terluar. Tapi ironisnya, justru di wilayah inilah negara terlihat paling jauh. Tidak ada jalan layak, tidak ada infrastruktur memadai, dan akses dasar seperti pendidikan harus diperjuangkan dengan sepatu kotor dan kaki penuh lumpur.

Ketika Presiden menyebut rakyatnya paling bahagia di dunia, muncul satu pertanyaan sederhana. apakah anak-anak yang terpeleset di jalan berlumpur demi sekolah juga termasuk dalam hitungan survei itu?

Mungkin sudah saatnya para pemimpin berhenti membaca grafik di ruang ber-AC, dan mulai berjalan di jalanan berlumpur Krayan. Supaya mereka tahu seperti apa rasa “bahagia” versi rakyat di perbatasan.

Sayangnya, seperti yang disampaikan warga dalam narasi itu, mereka pun sadar, kritik dan jeritan ini kemungkinan besar tak pernah sampai ke telinga Istana.

Di negeri ini, suara dari ujung peta sering kalah oleh tepuk tangan di pusat kekuasaan.(ry)

Cc

06/01/2026

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab kejadian nahas tersebut, kepada seluruh pengendara diharap untuk hati2 saat berkendara.

Source by

06/01/2026

Ko liat tuh,, malaikat mau digampar!! Cuman di negara kita yg berani, orang luar mana bisa.

06/01/2026

Jadi gini genks, beberapa hari yang lalu admin memposting sebuah rekaman cctv yang memperlihatkan 2 sejoli yang diduga mengambil helm yang bukan miliknya di sebuah parkiran pertokoan di kota tarakan, atas permintaan sang pemilik helm yang juga karyawan toko tersebut.

Sebelumnya pemilik helm sebenarnya sudah menunggu itikad baik dari kedua sejoli tersebut dari pagi hingga sore, namun kedua sejoli tersebut tak juga kunjung datang sehingga pemilik helm mau tidak mau meminta tolong kepada admin untuk memviralkan kejadian tersebut.

Usai memposting rekaman CCTV terkait kehilangan Helm tersebut kedua sejoli itu bukannya klarifikasi justru melaporkan admin ke Polres Tarakan.😱😱😱

Dalam rekaman cctv juga terlihat agak janggal karna posisi motor kedua sejoli itu dan helm yang dia ambil posisinya jauh.

Ayo pak  do your magic✨✨✨
06/01/2026

Ayo pak do your magic✨✨✨

06/01/2026

NUNUKAN – Kondisi pembangunan infrastruktur di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga menilai hasil pekerjaan proyek, khususnya di sektor jalan, belum sebanding dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan pemerintah setiap tahun.

Dalam video yang dibagikan, salah satu titik yang dikeluhkan berada di ruas jalan antara Lokasi Pa’ Kebuan dan Lokasi Long Umung, Kecamatan Krayan Timur. Hingga hari ini, kondisi jalan di jalur tersebut masih rusak dan sulit dilalui.

Padahal, ruas jalan itu merupakan akses utama yang setiap hari digunakan oleh anak-anak sekolah dan para guru untuk menuju dan pulang dari sekolah. Kondisi jalan yang berlumpur dan berlubang dinilai sangat membahayakan keselamatan serta menghambat aktivitas pendidikan.

Seorang warga Krayan menyampaikan bahwa situasi ini bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, setiap tahun selalu ada proyek perbaikan jalan, namun hasilnya tidak bertahan lama.

“Setiap tahun anggaran ada, pekerjaan juga ada, tapi jalan tetap rusak. Akibatnya biaya hidup kami semakin tinggi karena akses transportasi sulit,” ujarnya.

Warga menilai persoalan utama bukan terletak pada ketersediaan anggaran, melainkan pada kualitas pelaksanaan dan pengawasan proyek. Mereka mempertanyakan mengapa dana yang nilainya mencapai miliaran rupiah belum mampu menghasilkan infrastruktur yang benar-benar layak dan tahan lama.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kehidupan masyarakat Krayan yang selama ini sangat bergantung pada akses jalan untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Jalan rusak membuat waktu tempuh semakin lama dan ongkos transportasi semakin mahal.

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di wilayah tersebut, termasuk peningkatan pengawasan terhadap kontraktor pelaksana. Warga juga meminta agar pembangunan ke depan lebih mengutamakan kualitas agar benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Krayan.(ry)

06/01/2026

TARAKAN - Video keributan di objek wisata Sungai Bidadari, Kelurahan Juata Kerikil, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, sempat viral di media sosial. Video tersebut mulanya diunggah akun instagram media lokal .

Dinarasikan salah satu pengunjung mengaku rombongannya yang berjumlah sekitar 15 orang dikenakan biaya masuk sebesar Rp 85 ribu, meski menurut perhitungan awal tarif seharusnya hanya Rp 4 ribu per orang.

“Pengunjung tersebut menyebut telah berupaya menjelaskan jumlah anggota rombongan secara rinci agar biaya dihitung sesuai ketentuan. Namun, upaya tersebut justru memicu perdebatan dengan pihak pengelola di lokasi. Situasi disebut semakin memanas setelah muncul ucapan bernada ancaman,” tulis narasi dalam video.

Dikonfirmasi oleh detikKalimantan pada Senin (5/1/2026), Kapolsek Tarakan Utara, Iptu Ghazy Prima Daffa Ohoirat meluruskan kejadian tersebut. Ia memastikan dugaan intimidasi fisik atau pencekikan tidak benar.

Ghazy mengatakan bahwa menurut keterangan yang diperoleh, insiden teriakan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman saat mertua pengelola tiba-tiba mengalami kerasukan.

“Itu kesalahpahaman. Mertua pengelola saat itu tiba-tiba kerasukan atau kemasukan, jadi berteriak-teriak histeris, bukan berniat mencekik pengunjung. Tidak ada sentuhan fisik sama sekali,” kata Ghazy saat ditemui detikKalimantan di Polsek Tarakan Utara.

Baca selengkapnya di detikKalimantan

04/01/2026

TANJUNG SELOR – Sebuah mobil pickup dilaporkan terperosok saat melintasi jalan penghubung sementara antara Desa Teras dan Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada malam hari.

Kejadian tersebut terjadi di jalur darurat yang selama ini digunakan warga sebagai akses alternatif karena jembatan permanen penghubung kedua desa tersebut belum diresmikan dan belum dapat digunakan secara resmi.

Seorang warga Salimbatu, mengatakan bahwa lokasi tersebut sudah beberapa kali mengalami kejadian serupa.

“Sudah empat kali kendaraan jatuh di situ. Karena memang jalannya itu hanya jalan sementara,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jalan tersebut sebenarnya berada di area persawahan yang dijadikan jalur sementara untuk menunjang aktivitas warga sekaligus pembangunan jembatan permanen. Saat air naik, permukaan jalan menjadi tidak terlihat, sehingga menyulitkan pengendara yang melintas, terutama pada malam hari.

“Kalau air sudah naik, jalannya tidak kelihatan lagi,” tambahnya.

Warga menyebut setidaknya tiga mobil sebelumnya juga pernah terperosok di lokasi yang sama. Hingga kini, jalur tersebut masih digunakan karena belum ada akses resmi yang bisa dilalui kendaraan.

Masyarakat berharap adanya perhatian dari pihak terkait, baik berupa pemasangan tanda peringatan, penerangan, maupun kejelasan penggunaan jembatan permanen agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.(ry)

Semangat manteman, besok hari senin loh😅😅
04/01/2026

Semangat manteman, besok hari senin loh😅😅

Address

Jalan Durian No 110
Tanjungselor
77212

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Informannya Warga Kaltara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Informannya Warga Kaltara:

Share