05/10/2026
Kaltara Raya, Edukasi – Langkah tegas kembali diambil WhatsApp dalam memberantas sindikat penipuan digital global. Platform perpesanan instan milik Meta tersebut tercatat telah memblokir lebih dari 6,8 juta akun yang terindikasi terlibat dalam jaringan penipuan daring.
Kendati bertujuan membersihkan platform dari praktik culas, kebijakan bersih-bersih ini justru memicu gelombang protes dari para pengguna. Musababnya, sistem keamanan otomatis WhatsApp dinilai terlalu agresif hingga menimbulkan banyak kasus salah sasaran (false positive).
Tidak sedikit pengguna biasa maupun para pelaku usaha kecil yang mengandalkan akun bisnis mendadak kehilangan akses secara sepihak. Akun-akun malang tersebut diblokir otomatis oleh sistem tanpa proses verifikasi mendalam yang memadai.
Usut punya usut, salah satu pemicu utama salah blokir ini kerap terjadi ketika pengguna tiba-tiba dimasukkan ke dalam grup WhatsApp berisi jaringan penipuan oleh orang tak dikenal, tanpa persetujuan atau izin dari pemilik akun yang bersangkutan.
Akibat insiden pemblokiran massal yang salah sasaran ini, publik kini melayangkan protes keras dan menuntut pihak WhatsApp menghadirkan mekanisme verifikasi manual yang jauh lebih akurat. Langkah ini dinilai mendesak agar sistem perlindungan keamanan digital tidak justru merugikan masyarakat awam yang sama sekali tidak bersalah.