05/08/2026
TARAKAN – Pembongkaran portal yang dipasang warga di kawasan sekitar PT PRI, Kota Tarakan, menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial.
Portal tersebut, berdasarkan keterangan sejumlah warga, dipasang sebagai bentuk protes terhadap penggunaan akses jalan yang mereka klaim berada di atas lahan milik warga. Jalan itu disebut telah menjadi jalur keluar masuk kendaraan bertonase besar menuju area operasional perusahaan.
Warga menilai aktivitas kendaraan berat tidak hanya berkaitan dengan persoalan akses jalan, tetapi juga diduga berdampak pada lingkungan sekitar. Mereka mengaku sistem drainase di kawasan tersebut tidak lagi berfungsi optimal sehingga genangan air lebih sering terjadi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk surut setiap kali hujan turun.
Sejumlah warga juga mengaku telah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada pihak perusahaan melalui pertemuan maupun komunikasi langsung. Namun, hingga kini mereka menilai belum ada penyelesaian yang memberikan kepastian atas persoalan yang dipersoalkan.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat portal dibongkar dengan pengamanan aparat. Belum diketahui secara pasti dasar pelaksanaan pembongkaran tersebut, namun peristiwa itu memicu beragam tanggapan dari masyarakat yang berharap sengketa dapat diselesaikan melalui dialog, mediasi, serta mekanisme hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT PRI maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi pembongkaran portal, status akses jalan yang dipersoalkan, maupun tanggapan atas keluhan warga. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak agar informasi yang disampaikan tetap berimbang.