06/10/2023
🍂🖤✨
*BAHAYA PENYAKIT 'AIN*
Penyakit ‘Ain ini bersumber dari pandangan orang yang dengki dan jahat karena iri atau hasud namun juga dapat berasal dari pandangan orang yang cinta dan orang baik karena takjub (tidak bermaksud jahat atau sengaja).
Ibnu Hajar menjelaskan dalam Kitab Fathul Bari:
وَاْلعَيْنُ نَظْرٌ بِاسْتِحْسَانٍ مَشُوْبٍ بِحَسَدٍ مِنْ خَبِيْثِ الطَّبْعِ يَحْصُلُ لِلْمَنْظُوْرِ مِنْهُ ضَرَرٌ
_”penyakit ‘Ain adalah pandangan s**a disertai dengki yang berasal dari kejelekan tabiat, yang dapat menyebabkan orang yang dipandang tersebut tertimpa suatu bahaya.”_
وَأَنَّ الْعَيْنَ تَكُونُ مَعَ الْإِعْجَابِ وَلَوْ بِغَيْرِ حَسَدٍ وَلَوْ مِنَ الرَّجُلِ الْمُحِبِّ وَمِنَ الرَّجُلِ الصَّالِحِ
_“sesungguhnya ‘Ain dapat terjadi bersama rasa takjub meski tanpa disertai iri, meskipun dari orang yang mencintai dan dari orang yang saleh.”_
Pandangan seseorang juga dapat menyebabkan penyakit ‘Ain walaupun tanpa melihat secara langsung. Misalnya melalui foto atau video di medsos.
Bahkan seorang yang buta jika mendengar sesuatu yang mengejutkan atau merasa kagum juga dapat menjadi penyebabnya.
Penyakit ‘Ain timbul pada seseorang akibat sebuah kata-kata pujian. Kemudian setan berperan dan meniupkan rasa iri dan dengki terhadap kelebihan seseorang tersebut.
Sehingga terlepaslah panah hasad dan mengenai sasaran. Sehingga menyebabkan sasaran tersebut mengalami reaksi-reaksi negatif seperti sakit secara fisik maupun mental. Penyakit ini mudah untuk menyerang anak-anak dan balita.
Karena mereka masih lemah dan belum dapat melindungi dirinya sendiri. Namun orang dewasa juga bias terkena penyakit ‘Ain ini, bahkan hewan dan harta.
Penyakit ‘Ain memiliki ciri-ciri seperti pusing kepala, rasa sakit yang berpindah-pindah, wajah berwarna kekuningan namun kadang kemerahan bercampur hitam, mengeluarkan banyak keringat dari seluruh tubuh, sering buang air kecil, sering mual, kehilangan nafsu makan dan lainnya.
Kemudian ‘Ain juga dapat menyebabkan seseorang tiba-tiba menjauh atau gejala mental lain.
Penyakit ‘Ain dapat dicegah dengan cara menuntun bagi orang yang kagum untuk mengucapkan doa keberkahan pada sesuatu yang dikagumi tersebut.
Kemudian juga dapat diobati dengan ruqyah syar’i. Membaca doa harian untuk perlindungan diri masing-masing.
Nabi Muhammad SAW, bersabda:
_“Apabila seorang dari kalian melihat sesuatu dari saudaranya, atau melihat diri saudaranya, atau melihat hartanya yang menakjubkan, maka hendaklah ia mendoakan keberkahan untuk saudaranya tersebut. Karena sesungguhnya penyakit ‘Ain benar-benar ada.”_