Disway jateng

Disway jateng Portal berita untuk wilayah jawa tengah dan naisonal.

08/01/2026

SRAGEN, diswayjateng.id - Polemik panas SPPG Banaran dengan peternak babi di Dukuh Kedungbanteng Desa Banaran Kecamatan Sambungmacan menemui titik terang. Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan SPPG Banaran harus relokasi ke tempat lain yang jauh dari kandang ternak.

"Dengan situasi kita tidak perlu menilai baik dan buruknya yang lain lain SPPG harus relokasi (tetap) di Kecamatan Sambungmacan Sragen," kata Ketua Satgas MBG Sragen yang juga Wakil Bupati Sragen H.Suroto, seusai mengikuti mediasi di Front One Hotel, Kamis (8/1/2025).

Mediasi sendiri dihadiri PIC SPPG Banaran Aan Yuliatmoko bersama pemilik peternakan babi Angga Wiyana Mahardika. Mediasi dipimpin Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewanto dan dihadiri pejabat Forkompinda Sragen.

Suroto menegaskan pihak SPPG harus mencari titik baru yang masih satu wilayah. Suroto menegaskan bahwa keputusan ini langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Ya pertimbangan dawuh pak presiden, kita tidak perlu kami uraikan. Kedua belah pihak supaya bisa menerima," ucap Suroto.

Wabup menyampaikan, keberadaan SPPG itu tidak boleh mematikan usaha satu sama lainnya. Justru harus mengembangkan pemberdayaan apa saja.

"Lebih-lebih perekonomian, tidak hanya satu titik untuk pemenuhan gizi. Tapi pemberdayaan pekerjaan ekonomi," katanya.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewanto menegaskan mitra SPPG Banaran melakukan satu pelanggaran. Membangun dapur MBG dekat dengan kandang ternak.

"Kita sama-sama harus tahu standar SOP SPPG jelas Permenkes tidak boleh dekat TPA (tempat pembuangan sampah), dan kandang. Terlebih kandang babi," kata Dony menandaskan.

BGN lanjut Dony juga tidak memberikan kompensasi apapun atas keputusan relokasi SPPG Banaran. Namun BGN memberikan kesempatan kepada SPPG untuk membangun SPPG baru yang sesuai SOP.

"Kesepakatan tidak ada kompensasi pindah ya pindah saja, karena ada hal yang dilanggar oleh mitra tersebut. Karena ada kandang ternak tapi tetap dibangun SPPG. Makannya dengan sudah ada pengeluaran pembangunan SPPG."

Disinggung keputusan ini merugikan mitra MBG, Dony menyebut itu risiko yang harus ditanggung oleh keputusan SPPG saat mengabaikan persyaratan standar dapur.

08/01/2026

SEMARANG, Diswayjateng.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar lima bangunan kios pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas saluran pedestrian di Jalan Gajah Raya, Kecamatan Gayamsari.
Selain kios yang sudah berdiri, petugas juga menemukan sekitar 15 hingga 20 petak lapak yang sudah dipersiapkan namun belum sempat digunakan untuk berjualan.

Keberadaan bangunan liar tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.
Salah satu anggota DPRD Kota Semarang dari PDI Perjuangan, Rahmulyo Wibowo, turut menyoroti persoalan itu melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir, mengatakan penertiban dilakukan setelah koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Perdagangan dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Beberapa hari lalu kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan DPU terkait keberadaan PKL di Jalan Gajah Raya. Kemarin kami bongkar beberapa kios yang sudah berdiri, dan hari ini dilakukan pembersihan saluran karena masih ada sisa material bangunan,” ujar Kusnandir, saat ditemui di kantornya, Rabu, 7 Januari 2026.

Ia menjelaskan, Satpol PP akan menugaskan personel secara rutin untuk melakukan patroli dan pengawasan di kawasan tersebut guna mencegah bangunan liar kembali berdiri.

Menurut Kusnandir, keberadaan bangunan di atas saluran sangat berisiko karena dapat menghambat fungsi drainase, terutama saat hujan deras.

Selain itu, bangunan tersebut menyulitkan proses perawatan dan pembersihan saluran oleh DPU.

“Saluran yang sudah dibangun rapi jangan sampai ditempati bangunan liar. Kalau ada bangunan di atasnya, saat banjir atau maintenance pasti akan menyulitkan,” tegasnya.

Satpol PP juga menemukan dua titik saluran yang masih dicor dengan panjang sekitar 3 hingga 4 meter. Pembongkaran pada titik tersebut akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum karena membutuhkan alat khusus.

Dari hasil pendataan di lapangan, Kusnandir menyebutkan terdapat sekitar 15 sampai 20 petak lapak yang sudah dipetak-petak, namun belum jadi didirikan.

05/12/2025

Salah satu ruangan di SDN Proyonanggan 3 Kelurahan Proyonanggan Selatan, ambruk akibat hujan deras sejak pagi di Kabupaten BATANG pada Kamis 4 Desember 2025.

Peristiwa sekitar pukul 10.30 WIB itu terjadi hanya beberapa menit setelah para siswa dipulangkan lebih awal karena cuaca ekstrem yang tak kunjung mereda.

Kepala SDN Proyonanggan 3, Esti Yuni Partiwi, menyebut ruang yang ambruk tersebut adalah bekas kelas dari sekolah lama yang kini difungsikan sebagai gudang.

Ia menegaskan bahwa kondisi bangunan yang sudah tua menjadi salah satu faktor runtuhnya ruangan yang berdiri sejak era Sekolah Rakyat tahun 1950–1960-an itu.

“Anak-anak kami pulangkan sekitar jam sepuluh karena hujan deras tak berhenti,” ujar Esti di lokasi kejadian.

“Beberapa menit setelah suasana sekolah sepi, terdengar suara gemuruh keras, dan kami langsung lari karena debunya sudah mengepul,” lanjutnya menggambarkan detik-detik ruangan ambruk.

Ruang yang runtuh tersebut awalnya merupakan ruang kelas ketika wilayah itu masih memiliki dua sekolah, sebelum pada 2013 dilakukan merger menjadi SDN Proyonanggan 3.

02/12/2025

TEGAL - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Pantura Kabupaten Tegal, Selasa, 2 Desember 2025. Truk bermuatan sepeda motor adu banteng dengan truk lain yang melaju dari arah berlawanan.

Akibat kecelakaan adu bantung truk tersebut, arus lalu lintas di Jalan Pantura Kabupaten Tegal, macet parah. Kendaraan mengular di kedua jalur di jalan nasional itu.

Insiden kecelakaan truk adu banteng ini, tepatnya terjadi di Jalan Raya Pantura, Larangan, Munjung Agung, depan CV Mekar Jaya Sentosa, sebelah timur Gudang Bulog.

Kerasnya suara benturan dua kendaraan besar itupun menarik perhatian warga sekitar. Warga berlarian menuju sumber suara, untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.

Kronologi Kecelakaan Truk di Jalan Pantura Tegal

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebut, peristiwa ini, terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Kecelakaan bermula saat sebuah truk dengan nomor polisi B 9288 UWV yang mengangkut sepeda motor melaju dari arah barat (Tegal) menuju timur (Pemalang).

Tiba-tiba, truk tersebut keluar dari jalur dan masuk ke jalur kendaraan dari arah yang berlawanan. Bersamaan dengan itu melintas truk berwarna putih yang melaju dari arah timur menuju ke barat. Tabrakan pun tak terelakkan.

Truk bermuatan motor itu menghantam truk putih yang melaju dari arah berlawanan.

"Saya dengar suara benturan keras. Waktu keluar, sudah terjadi kecelakaan di jalan pantura depan sini. Truk muat motor nabrak truk putih dari depan," ujar Rasban menceritakan apa yang ia saksikan.

Meski tidak mengetahu kronologi lengkapnya, Rasban menduga tabrakan terjadi karena supir truk pengangkut motor mengalami kelelahan.

"Mungkin ngantuk, makanya keluar jalur," ujarnya.

Akibat kecelakaan itu, supir truk putih mengalami luka-luka yang cukup serius, terutama pada bagian kaki. Korban segera dievakuasi oleh petugas dan warga untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Dia kemudian bawa menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat guna penanganan lebih lanjut. Sementara itu, sopir truk pengangkut motor mengalami cedera di bagian kepala.

Sementara itu, isiden ini menimbulkan kemacetan parah di Jalan Pantura Kabupaten Tegal. Antrean kendaraan mengular di kedua arah, baik dari Barat (Tegal) maupun dari Timur (Pemalang).

Petugas kepolisian dari Polres Tegal dengan sigap mengatur lalu lintas dan melakukan proses pemeriksaan awal.

Petugas bekerja cepat mengevakuasi kedua kendaraan yang sudah rusak itu dari badan jalan. Selama proses tersebut berlangsung, kemacetan masih terjadi, meski mulai bisa diurai perlahan oleh polisi yang mengatur arus kendaraan secara bergantian.

Hingga berita ini diturunkan polisi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka juga berusaha menghubungi pihak perusahaan dari truk pengangkut motor untuk mendapatkan data lengkap.

01/12/2025

SEMARANG, diswayjateng.id – Pemerintah provinsi Jawa Tengah mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar untuk mendukung percepatan penanganan bencana di Sumatera.

Bantuan diberangkatkan dari Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (1/12/2025), bersama puluhan relawan dan armada logistik.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, total bantuan dari pemerintah provinsi mencapai Rp 1.300.306.597, terdiri atas logistik sandang, pangan, dan obat-obatan senilai Rp 950,3 juta, bantuan Baznas Jawa Tengah Rp 225 juta, serta Korpri Jateng Rp 125 juta.

"Bantuan tersebut dihimpun dari Pemprov Jawa Tengah, PMI, RS Telogorejo, BPR BKK, Jamkrida, Petro Energi, Tirta Utama, dan sejumlah BUMD" kata Lutfhi.

Untuk operasi lapangan, ungkap Luthfi, Pemprov Jateng mengerahkan enam truk, tiga unit double cabin, satu ambulans, kendaraan dapur umum, alat penjernih air, motor trail, serta perlengkapan kesehatan.

Sebanyak 40 personel dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan unsur DPRD kabupaten/kota juga diberangkatkan menuju Sumatera Barat untuk bertugas selama dua minggu.

"Sebagian tim medis dikirim melalui jalur udara untuk percepatan penanganan, sementara logistik dan perlengkapan berat bergerak melalui jalur darat" kata mantan Kapolda Jateng itu.

Baca berita selengkapnya di diswayjateng.id

30/11/2025

SEMARANG, diswayjateng.id – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jawa Tengah) melaksanakan kegiatan Karantina Go Ekspor, yang salah satu agendanya adalah bimbingan teknis mengenai tantangan ekspor gula semut (coconut sugar) kepada para pelaku usaha di Jawa Tengah.

Pada kegiatan tersebut, Karantina Jateng juga mensertifikasi berbagai komoditas ekspor dengan total nilai mencapai Rp8,7 miliar. Kepala Barantin Indonesia, Sahat M. Panggabean, mengatakan bahwa Barantin melakukan sertifikasi komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan untuk memastikan seluruh produk memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari negara tujuan, sehingga tidak terjadi penolakan di pasar internasional.

“Selain sertifikasi, kami juga memberikan pembinaan agar UMKM dan pelaku usaha mampu memenuhi seluruh persyaratan tersebut,” ujar Sahat saat jumpa pers di Depo Adam Wiji, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (29/11).

Baca selengkapnya di diswayjateng.id

28/11/2025

Kapan pelatih Timnas Indonesia diumumkan? Simak penjelasan resmi PSSI dan proses seleksi 5 kandidat yang sedang berlangsung

27/11/2025

Wonosobo — Seorang remaja perempuan berinisial K (16) di Wonosobo menjadi korban pemerasan dengan ancaman kekerasan setelah tertarik dengan tawaran lowongan kerja palsu yang diterimanya melalui media sosial Facebook. Peristiwa ini terungkap oleh Polsek Kertek bersama Unit Resmob Polres Wonosobo pada Senin (24/11/2025).

Kasus bermula pada 15 September 2025 saat korban mengunggah postingan pencarian kerja di grup Facebook 'Loker Magelang'. Tidak lama kemudian, sebuah akun bernama 'Linda' menawarkan pekerjaan dan meminta nomor WhatsApp korban.

Pelaku berinisial W (32), warga Kecamatan Kalikajar, menjemput korban dengan mobil berwarna silver bersama saksi SS di wilayah Magelang. Namun situasi berubah genting saat tiba di Secang, Magelang, ketika pelaku mengancam saksi dengan pisau dan memaksa saksi SS untuk turun dari mobil.

Pelaku lalu membawa korban sendiri menuju Wonosobo sambil kembali mengancam dengan pisau, memaksa korban menghubungi keluarga untuk mengirim uang sebesar Rp500.000.

Setibanya di pertigaan Kedewan, Desa Sudungdewo, Kecamatan Kertek, pelaku menghentikan mobil dan merampas handphone korban sebelum menurunkannya. Korban kemudian mendapat pertolongan warga yang membawanya ke Polsek Kertek.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Kertek dan Tim Resmob Polres Wonosobo melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku beserta barang bukti. Pelaku kini dijerat Pasal 368 ayat (1) KUHP tentang pemerasan dengan ancaman kekerasan, yang mengancam hukuman penjara hingga sembilan tahun.

Kapolsek Kertek AKP Sutono, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan melalui media sosial, terutama dari akun yang tidak jelas identitasnya.

Kasus pemerasan dengan modus lowongan kerja palsu ini menyoroti potensi risiko penipuan dan kejahatan siber yang dapat berujung pada kekerasan fisik.

Menurutnya, kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam mencari pekerjaan lewat platform digital, menyaring tawaran kerja, dan segera melapor jika menghadapi ancaman serupa.

Masyarakat diimbau untuk memastikan keabsahan tawaran kerja dengan sumber resmi dan berhati-hati dalam memberikan data pribadi maupun kontak melalui media sosial demi mencegah menjadi korban tindak pidana pemerasan maupun penipuan lewat lowongan kerja palsu di Facebook atau platform digital lainnya.

25/11/2025

SEMARANG – Genap tujuh hari sejak meninggalnya dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi, puluhan mahasiswa menggelar aksi keprihatinan dengan menyalakan lilin di Lapangan Futsal Untag Bendan Dhuwur, Kota Semarang, Senin (24/11/2025) malam.

Dalam aksi itu, mahasiswa membentangkan poster bertuliskan Justice for Levi, lengkap dengan foto almarhum dan deretan lilin sebagai simbol duka serta tuntutan keadilan.

DLL, 35, ditemukan meninggal tanpa busana di sebuah kostel kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (17/11/2025) malam.

Setelah melakukan audiensi dengan dekanat pekan ini, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Untag sepakat menggelar aksi solidaritas bertajuk “Seribu Lilin”.

Dosen dan mahasiswa tampak bersatu dalam aksi tersebut. Mereka bergantian berorasi, menyerukan agar kepolisian segera mengungkap penyebab kematian dosen hukum pidana itu secara terang benderang.

Aksi ditutup dengan doa bersama, penaburan bunga, dan penyalaan lilin di atas foto DLL yang ditempatkan di meja berlatar tulisan Justice for Levi.

Wakil Rektor III Untag Semarang, Harsoyo, meminta agar kasus kematian Levi tidak ditutup-tutupi oleh pihak mana pun. Ia menegaskan bahwa pada era reformasi, sangat tidak wajar jika ada kasus yang ditutup demi kepentingan tertentu.

“Kasus ini jangan sampai ditutup-tutupi,” tegas Harsoyo.

Ia menambahkan, dorongan dari mahasiswa dan tim advokasi kampus membuat pihak rektorat berkomitmen terus mengawal penyidikan dan memastikan prosesnya berjalan transparan. Harsoyo juga membantah adanya intervensi dari kepolisian terhadap kampus.

“Tim advokasi kami akan meminta agar kasus ini dibuka sejelas-jelasnya. Dengan dukungan mahasiswa yang mendorong aparat, kami berharap kasus ini segera terselesaikan tanpa ada yang ditutupi,” ujarnya.

Presiden Mahasiswa BEM Untag, Bintang Laksamana Arsyad, menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal pengungkapan kasus hingga tuntas. Ia menyebut masih terdapat sejumlah kejanggalan yang dirasakan mahasiswa.

“Kalau terbukti lalai atau terjadi culpa, itu tetap pidana. Kami menuntut agar pihak berwajib bertindak tegas. Tidak cukup hanya BPTDH atau mutasi. Hukuman itu tidak memuaskan,” kata Bintang.

Ia juga mendesak rektorat dan dekanat sebagai tim advokasi kampus untuk konsisten mengawal penyidikan tanpa harus terus-menerus didesak mahasiswa. Menurutnya, ketertutupan informasi justru menimbulkan kecurigaan.

“Kejanggalan muncul karena ada hal-hal yang ditutup-tutupi. Kalau memang tidak janggal, buka saja seterang-terangnya. Meski ada unsur privasi, dalam situasi darurat seperti ini apakah masih harus disembunyikan?” ujarnya.

25/11/2025

Pemalang — Tangis histeris warnai pemakaman K (37), wanita korban pembunuhan di Perumahan Kota Bale Agung (KBA) di Pemalang. Usai diotopsi di RSUD dr. M. Azhari Pemalang oleh tim inavis dan Dokkes Polda Jateng, korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Lawangrejo, Kecamatan Pemalang, Senin (24/11/2025).

Tangis histeris keluarga tak terbendung, saat jenazah hendak dimakamkan sore itu. Ratusan warga memadati rumah korban untuk bertakziyah dan mengantarkan korban ke peristirahatan terakhir.
Berkali-kali keluarga memanggil nama korban, hingga beberapa anggota keluarga ada yang jatuh pingsan, tak kuasa menahan sedih.

Jenazah dimasukkan ke dalam sebuah mobil jenazah warna putih, disertai beberapa keluarga di dalamnya. Kemudian mobil perlahan bergeser menuju pemakaman desa setempat.

Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Johan Widodo mengungkapkan bahwa hasil otopsi masih menunggu dari Tim Dokkes Polda Jateng.

"Untuk hasil otopsi nanti menunggu dari tim Dokkes," terangnya di RSUD dr M. Azhari.

Dari hasil visum sementara, terdapat luka di kepala korban akibat benturan benda tumpul

"Dari visum tim medis ada luka di kepala akibat benda tumpul, tidak ada tikaman atau bacokan benda tajam, dari pemeriksaan dokter diperkirakan 12 jam kematian korban (baru ditemukan)," kata Kasatreskrim.

Polisi masih terus memburu terduga pelaku yang saat ini sudah diketahui identitasnya. Hanya saja polisi belum mengungkap ke publik siapa sosok pelaku pembunuhan wanita tersebut.

24/11/2025

SEMARANG – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah memperketat pengawasan lalu lintas media pembawa organisme pengganggu melalui kegiatan Patroli Terpadu di Pelabuhan Tanjung Emas.

Kepala Karantina Jateng, W***y Indra Yunan, mengatakan bahwa menjelang akhir tahun mobilitas komoditas meningkat signifikan sehingga membutuhkan pengawasan ekstra.

Patroli Terpadu digelar untuk memastikan seluruh media pembawa memenuhi ketentuan karantina dan aman dari hama penyakit.

“Penguatan ini dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya HPHK, HPIK, dan OPTK seiring meningkatnya arus komoditas menjelang akhir tahun,” ujar W***y dalam keterangan tertulis, Minggu (23/11/2025).

Baca berita selengkapnya di diswayjateng.com

24/11/2025

Pemalang — Warga Perumahan Bele Agum, Desa Saradan, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan pada Minggu malam, 23 November 2025. Seorang wanita Pemalang tewas mengenaskan di dalam kamar, dengan tangan dan kaki terikat.

Satuan Reserse Kriminal Polres Pemalang yang mendatangi lokasi melakukan olah TKP, dan mengumpulkan berbagai keterangan serta barangbukti.

"Korban seorang perempuan ditemukan dikamar mandi," kata Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Johan Widodo.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. M. Ashari Pemalang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasatreskrim memastikan korban sudah dinyatakan meninggal saat dilakukan pemeriksaan medis awal. “Jasad kami evakuasi ke rumah sakit untuk tindakan pemeriksaan mendalam,” ujarnya.

Hingga kini, kepolisian masih menelusuri identitas korban dan mencari keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi. Dugaan kuat mengarah pada tindak pidana kekerasan.

“Kalau melihat dari hasil olah TKP, memang ada indikasi tindak pidana, karena korban ditemukan dalam posisi tertidur di kamar mandi dengan posisi tangan dan kaki terikat,” jelas Johan.

Polisi juga masih mendalami apakah korban merupakan warga Pemalang atau berasal dari luar daerah. “Kami masih dalam proses pendalaman,” imbuhnya.

Kasus kematian misterius ini kini menjadi perhatian publik. Aparat Polres Pemalang menyebut akan ada olah TKP susulan untuk mengungkap peristiwa tersebut.

Saat ini jenazah masih disemayamkan di RSUD dr M. Ashari. Sementara itu belum ada keterangan dari polisi kapan jenazah akan di otopsi.

Address

Jalan Perintis Kemerdekaan No 32
Tegal

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Disway jateng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Disway jateng:

Share