Disway jateng

Disway jateng Portal berita untuk wilayah jawa tengah dan naisonal.

14/05/2026

Pengawasan kendaraan angkutan di kawasan Tanjakan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, dipastikan akan diperketat Pemerintah Kota Semarang setelah insiden truk ekspedisi gagal menanjak dan meluncur mundur hingga area SPBU Silayur, Rabu 13 Mei 2026 dini hari.

Truk Hino Dutro bernomor polisi AE 8434 BA milik PT Kantor Pos Madiun tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal sekitar pukul 04.30 WIB saat melaju dari arah Surabaya menuju Boja.

Kendaraan bermuatan paket itu disebut kehilangan tenaga saat melintasi tanjakan ekstrem Silayur sebelum akhirnya bergerak mundur melewati median jalan.

Tidak adanya korban jiwa dalam insiden truk ekspedisi di Silayur tersebut dipastikan setelah petugas gabungan melakukan penanganan dan pengamanan di lokasi kejadian.

Arus lalu lintas sempat mengalami perlambatan akibat proses evakuasi kendaraan dan pemeriksaan teknis.

14/05/2026

Lagi, seorang Narapidana (Napi) Rutan Kelas II B Salatiga mendapat pengawalan ketat petugas saat menjalankan operasi katarak di Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Asmir Salatiga, Selasa 12 Mei 2026.

Pembantaran (stuiting) Napi Rutan Salatiga kali ini diberikan kepada Abu Mas’ud yang terjerat kasus pelecehan atau perkara Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Abu Mas’ud yang kini menginjak usia 60 tahun divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Salatiga selama 10 tahun, saat ini sudah menjalini 2,5 tahunan.

Sebagai informasi, Pembantaran adalah penangguhan masa penahanan atau masa pidana bagi tersangka, terdakwa, atau terpidana yang sakit dan perlu dirawat inap di rumah sakit di luar rumah tahanan negara (rutan) atau lembaga pemasyarakatan (lapas).

Pelayanan optimal kepada Napi atau Warga Binaan (Wabin) Rutan Salatiga Abu Mas'ud bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan.

"Hari ini kami melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan bagi salah satu Wabin yang menjalani operasi katarak di RST) dr. Asmir Salatiga," kata Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga, Anda Tuning Supiluhu.

Ia mengungkapkan, pengawalan dan pengamanan ketat kepada Napi terkait guna memastikan proses pelayanan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Berita selengkapnya di jateng.disway.id

13/05/2026

Ceceran tanah di Jalan Arteri Yos Sudarso depan akses PT Cipta, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan SEMARANG Utara, langsung ditangani Pemerintah Kota SEMARANG melalui langkah cepat lintas organisasi perangkat daerah setelah kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna jalan dan memicu keluhan masyarakat.

Penanganan ceceran tanah di Jalan Yos Sudarso Semarang itu dilakukan setelah instruksi langsung diberikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, guna memastikan keselamatan pengendara tetap terjaga di salah satu jalur dengan mobilitas kendaraan tinggi tersebut.

Koordinasi lintas OPD disebut telah digelar pada Senin 11 Mei 2026, kemudian eksekusi lapangan dilakukan sehari setelahnya dengan melibatkan Kecamatan Semarang Utara, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang.

“Atas instruksi Ibu Wali Kota, kami langsung bergerak bersama OPD terkait. Dinas Perhubungan melakukan pengaturan lalu lintas, Dinas PU melakukan pengerukan dan pembersihan ceceran tanah, kemudian dilanjutkan pembilasan dan penyemprotan oleh Dinas Pemadam Kebakaran agar kondisi jalan benar-benar bersih dan aman,” ujar Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, Selasa 12 Mei 2026.

Berita selengkapnya di jateng.disway.id

13/05/2026

Polres Tegal melalui Satreskrim berhasil mengungkap kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia di wilayah Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal.

Seorang perempuan berinisial ESCP (20), warga Kabupaten Brebes, diamankan petugas setelah diduga terlibat dalam kasus kematian bayi yang ditemukan di sebuah kamar kos di Desa Blubuk.

Peristiwa tersebut diketahui pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 05.15 WIB saat penghuni kos melihat banyak lalat keluar dari salah satu kamar kos.

Setelah dilakukan pengecekan bersama pemilik kos, ditemukan bercak darah di sekitar lemari dan sesosok bayi dalam kondisi meninggal dunia yang terbungkus kain sprei di dalam lemari kamar kos tersebut.

Berita lengkapnya di jateng.disway.id

13/05/2026

Aparatur Supil Negara (ASN) lingkungan Pemkot Salatiga 'kluyuran' santai berbelanja di Pasar Raya Salatiga saat jam dinas lengkap mengenakan seragam Keki mendapat sorotan, Selasa 12 Mei 2026.

ASN yang mengenakan hijab serta helm masih menempel di kepala itu, tanpa rasa canggung melakukan transaksi di jam-jam harusnya melakukan pelayanan atau pun bekerja.

Baju keki yang dikenakan pun tanpa rasa sungkan diperlihatkan dan tidak disamarkan. Mengendarai sepeda motor, ASN terkait diduga berbelanja ke Pasar Raya Salatiga usai absen dan apel pagi.

Dari pantauan, tertera di bad lengan kanannya menempel keterangan Kementrian Dalam Negeri. Sedangkan di bad lengan kiri terdapat tulisan Pemerintah Kota Salatiga.

ASN yang berkeliaran di tempat umum saat jam-jam kerja ini, cukup menjadi tontonan warga yang kala itu tengah ramai berbelanja. Bahkan terlihat tidak hanya satu orang, namun ada beberapa sebagian adalah ibu-ibu.

"Kok bisa ya jam kerja dengan santai berbelanja masih pake seragam lagi," ungkap seorang ibu tengah berbelanja di lapak sayur mayur.

ASN 'nakal' berkeliaran di jam kerja dan bukan atau tidak dalam porsinya bekerja sebenarnya bukan hanya dapat ditemui di kawasan pasar saja.

Beberapa titik yang kerap ditemui ASN terlihat santai di jam kerja ada di lapak atau warung makan.

Kondisi ini sebenarnya telah dipublish masyarakat di group-group media sosial (Medsos) khususnya lingkup Kota Salatiga.

Banyak masyarakat yang kecewa terhadap ASN kurang peduli atas tanggungjawabnya di jam-jam kerja tetap berada di tempat tidak semestinya.

"Masih pagi, di jam yang harusnya padat dengan rutinitas kerja tapi nongkrong di warung makan dengan alasan sarapan. Mereka (ASN) itu harusnya malu," ujar Fitri seorang pengunjung warung makan.

13/05/2026

Bejat, seorang bapak tiri di Klaten terbukti melakukan persetubuhan dengan korban anak berusia 8 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 2.

Modus pelaku, dengan menggunakan bujuk rayu berupa pemberian uang jajan serta iming-iming Handphone (HP).

Atas perbuatannya, pelaku H (53) telah ditetapkan tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Klaten.

Pengungkapan kasus ini, dibeberkan Kapolres Klaten, AKBP Moh Faruk Rozi dalam Jumpa Pers di Mapolres Klaten, Selasa 12 Mei 2026.

Kapolres Klaten, Moh Faruk Rozi menjelaskan, kasus tersebut dilaporkan pada 26 April 2026. Dan di hari yang sama, petugas langsung bergerak dan menangkap tersangka.

"Kasus ini menimpa korban anak berinisial ANT (8), diketahui tinggal di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten," ungkap AKBP Moh Faruk Rozi.

Berdasarkan hasil penyidikan, korban tinggal satu atap dengan tersangka yang merupakan suami dari ibu kandung korban.

"Pelaku menggunakan bujuk rayu berupa pemberian uang jajan dan telepon genggam untuk mendekati korban," ujar Kapolres.

Ironisnya, kasus persetubuhan menimpa korban terjadi sebanyak empat kali di sebuah hotel di wilayah Klaten dan di Kabupaten Madiun.

"Pelaku ini merupakan warga Kabupaten Madiun kini telah diamankan polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," tandas Kapolres.

Berita selengkapnya di jateng.disway.id

12/05/2026

Kondisi Jalan Arteri Yos Sudarso di depan akses keluar kawasan Cipta, Bandarharjo, Semarang Utara, kembali dikeluhkan warga setelah kecelakaan maut kembali terjadi akibat jalan licin yang dipicu tanah tercecer dari truk trailer pengangkut material.

Kecelakaan terbaru dilaporkan terjadi pada Rabu 6 Mei 2026 sore. Dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan satu korban lainnya mengalami luka ringan setelah diduga tergelincir di jalur yang berlumpur saat hujan turun.

Permukaan jalan di kawasan arteri Yos Sudarso Semarang disebut berubah licin ketika tanah yang terbawa kendaraan berat bercampur air hujan. Kondisi itu dinilai membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di jalur padat kendaraan tersebut.

“Setiap kali mobil truk lewat membawa tanah, jalur Yos Sudarso jadi licin. Sudah beberapa kali ada warga jatuh di lokasi itu,” kata warga Bandarharjo, Budi Santoso, saat ditemui, Selasa 12 Mei 2026.

Berita selengkapnya di jateng.disway.id

12/05/2026

Mantan anggota DPR RI periode 2021–2024, Riyanta, menilai kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo Pati, merupakan kejahatan luar biasa yang merusak masa depan anak-anak sebagai generasi bangsa.

Bahkan, ia menyebut dampak kasus tersebut lebih berbahaya dibanding tindak terorisme karena menyasar korban anak di bawah umur.

Riyanta meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi pihak mana pun.

Ia juga mendorong pengungkapan dugaan intimidasi terhadap korban maupun keluarga korban selama proses hukum berlangsung.

“Peristiwa di Pati itu, karena korbannya begitu banyak dan masih di bawah umur, ini kejahatan melebihi kejahatan teroris. Karena ini menyangkut masa depan anak-anak, masa depan bangsa dirusak,” ujar Riyanta saat mendampingi santriwati korban berinisial FA bersama ayahnya berinisial H di Kota Lama Semarang, baru-baru ini.

Menurut Riyanta, penanganan perkara perlu dievaluasi secara menyeluruh karena laporan yang masuk sejak 2024 baru menunjukkan perkembangan pada 2026.

Berita selengkapnya di jateng.disway.id

12/05/2026

Kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus dan Leptospirosis di Kota Semarang ditingkatkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) menyusul tingginya risiko penularan penyakit yang dibawa tikus.

Meski kasus Hantavirus belum ditemukan pada 2026, lonjakan kasus Leptospirosis di Kota Semarang mulai menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Upaya pengendalian penyakit zoonosis tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi masyarakat, pemberantasan tikus permukiman, hingga pemantauan berkala terhadap hewan pembawa penyakit.

Hantavirus diketahui dapat menular melalui cairan tubuh tikus, termasuk urine, sedangkan Leptospirosis disebabkan bakteri Leptospira yang juga ditularkan melalui hewan pengerat.

Penelitian terhadap Hantavirus disebut telah dilakukan selama tiga tahun berturut-turut oleh Dinkes Kota Semarang dengan pengambilan sampel pada manusia dan tikus.

Hasil penelitian menunjukkan adanya temuan positif pada 2023, namun tidak ditemukan lagi pada dua tahun berikutnya.

“Kita tiga tahun berturut-turut melakukan sampling penelitian, baik ke manusia maupun hewan tikus. Tahun 2023 dari 110 sampel manusia ada sekitar 3 persen yang positif Hanta. Namun pada 2024 dan 2025, hasil sampling baik pada manusia maupun tikus dinyatakan negatif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, Senin 11 Maret 2026.

Ia menegaskan hingga pertengahan 2026 belum terdapat laporan kasus Hantavirus yang masuk dari fasilitas kesehatan di wilayah Kota Semarang.

Berita selengkapnya di jateng.disway.id

12/05/2026

Masyarakat Kabupaten Kudus kini dibuat resah dengan aksi kawanan remaja yang nekat membawa berbagai jenis senjata tajam. Kawanan ini sempat membuat onar dan masuk ke area salah satu perumahan di Kudus.

Aksi mereka sempat direkam melalui video, dan sengaja disebarluaskan di media sosial. Dalam video itu, sejumlah remaja diduga membawa senjata tajam memasuki sebuah perumahan di Kecamatan Bae, Kudus.

Polisi kini melakukan penyelidikan terkait kejadian yang membuat resah warga satu kompleks perumahan di Desa Dersalam Kecamatan Bae.

Kapolsek Bae, Iptu Madiyono membenarkan adanya peristiwa itu. Polisi menerima laporan masyarakat terkait adanya sekelompok remaja meresahkan warga di sebuah perumahan di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, pada Minggu (10/5/2026) dini hari.

“Benar, anggota Polsek Bae menerima aduan masyarakat terkait adanya sekelompok remaja yang meresahkan warga. Setelah menerima laporan, personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,” kata Iptu Madiyono, Senin (11/5/2026).

BERITA SELENGKAPNYA DI JATENG.DISWAY.ID

11/05/2026

Seorang penjual es degan bernama Rudi Hartono (45) menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal di Warung Es Degan Rembo 2709, Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, pada Sabtu (9/5) pagi. Korban saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong.

‎Kasat Reskrim Polres Jepara AKP. Wildan Umar Rela menyatakan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, saksi mata melihat korban sudah tergeletak dalam posisi duduk di lantai warung dengan kondisi bersimbah darah. Saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik warung dan menghubungi pihak kepolisian.

‎"Berdasarkan hasil visum sementara dari dokter IGD RS PKU Muh. Mayong, korban mengalami tiga luka bacok. Terdapat luka robek di bagian dada dengan lebar 10 cm dan kedalaman 3 cm, luka di bahu kiri, serta luka di ketiak kiri," ujar Wildan.

‎Meski kondisinya cukup parah, korban dilaporkan sudah sadar dan mampu berkomunikasi. Namun, hingga saat ini korban belum dapat menjelaskan identitas pelaku secara detail. Keterangan yang berhasil dihimpun hanya sebatas ciri-ciri kendaraan yang digunakan pelaku, yakni sepeda motor jenis Honda Beat berwarna putih.

BACA BERITA SELENGKAPNYA DI JATENG.DISWAY.ID

Address

Jalan Perintis Kemerdekaan No 32
Tegal

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Disway jateng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Disway jateng:

Share