09/04/2026
G3MP*R..Sebuah tr*g3di yang sulit diterima ak*l
sehat men99unc*ng Kabupaten Lahat pada tanggal 8/4/2026 Seorang anak t3g4 mengh4-bisi ny4-wa ibu kandungnya sendiri, memu-til4si j4s4dnya, lalu berusaha m3ngu-bur jejak kej4hat*n itu dalam diam.
K0rb4n, S.A (63), bukan ditemukan begitu saja. la “m3nghilang" selama hampir sepekan—seolah lenyap tanpa jejak—hingga akhirnya kecurig*an keluarga membuka pintu menuju kenyataan yang
jauh lebih m3ng3-rik*n.
Semua bermula dari informasi w*rga tentang
aktivitas mencur1g*kan: penggalian tanah di kebun milik k0rb4n, yang disebut-sebut dilakukan atas permintaan seseorang. Nama itu kemudian mengarah pada A.F—yang tak lain adalah anak kandung k0rb4n sendiri.
Saat tanah yang baru ditimbun itu dibongkar ulang, tak ada lagi ruang untuk menyangkal.
Tiga karung plastik berisi p0-t0ngan tvbvh m4nusia ditemukan.
Bukan sekadar pembvnvhan. Ini adalah upaya menghapus jejak dengan cara yang dingin dan ter3ncana.
Pel4ku sempat melarikan diri. Namun pelariannya tak berlangsung lama. Tim Jag4L Bandit Polres Lahat bergerak cepat dan berhasil meringkvs A.F, mengakhiri pelarian sekaligus membuka fakta yang lebih menceng*ngkan.
Dari hasil pemeriksaan awal, motif yang terungkap bukan soal dend4m lama atau k0nflik keluarga klasik. Ini soal C4ndu.
Pel4ku mengaku nekat mengh4-bisi ny4w4 ibunya sendiri karena terjer4t JUD0L jenis slot—sebuah kebiasaan yang awalnya dianggap hiburan, namun perlahan berubah menjadi jer4t yang menghancvrkan.
Tekanan ekonomi, kekalahan beruntung, dan ketergantungan yang tak terkendali disebut menjadi pemicu. Dalam kondisi terdesak, akal sehat runtuh—dan yang menjadi k0rb4n adalah orang yang paling dekat yaitu ibunya sendiri.
Saat ini, j3naz4h telah dibawa ke RSUD Lahat untuk proses aut0psi. Sementara itu, penyidik terus mendalami kemungkinan adanya faktor lain, termasuk menelusuri jejak aktivitas pel4ku sebelum kejadian.