Info Tigaraksa

  • Home
  • Info Tigaraksa

Info Tigaraksa 📢Berita & Informasi Wilayah Tigaraksa Tangerang

Pemerintah terus memperkuat penyediaan air bersih melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian...
05/06/2026

Pemerintah terus memperkuat penyediaan air bersih melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Karian Timur yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Program ini difokuskan untuk meningkatkan layanan air minum bagi masyarakat di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi Banten, Agus Santoso, menjelaskan bahwa SPAM Regional Karian Timur dirancang untuk mendukung kebutuhan air bersih di wilayah yang mengalami pertumbuhan penduduk dan kawasan permukiman cukup pesat, khususnya di Kabupaten Tangerang.

“Ini merupakan program nasional dan bagian dari Proyek Strategis Nasional. Untuk Karian Timur, wilayah pelayanannya difokuskan pada Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang,” kata Agus usai Pelaksanaan Konsultasi Publik, Lingkungan dan Sosial Regional Water Supply Project (RWSP), Kamis 4 Juni 2026.

Dalam proyek tersebut, fasilitas pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) akan dibangun di Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Sementara sumber pasokan air berasal dari sistem yang terhubung dengan kawasan Maja, Kabupaten Lebak.

Menurut Agus, pembangunan WTP di Solear membutuhkan lahan sekitar 2,9 hektare atau hampir 3 hektare. Nantinya fasilitas ini akan berfungsi sebagai tempat pengolahan dan penampungan sementara air sebelum didistribusikan kepada masyarakat melalui jaringan perpipaan.

“Kurang lebih seperti tandon, tetapi fungsinya sebagai water treatment untuk menampung dan mengolah air sebelum disalurkan ke rumah-rumah warga,” ujarnya.

Proyek ini diproyeksikan mampu mendukung sekitar 25 ribu sambungan rumah yang telah teridentifikasi. Pengelolaan distribusi air nantinya akan dilakukan oleh Perumda Air Minum (PDAM) Kabupaten Tangerang yang akan menyesuaikan cakupan layanan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kapasitas jaringan yang tersedia.

Agus menambahkan, jaringan utama SPAM Karian Timur merupakan bagian dari sistem besar yang menghubungkan wilayah Lebak dan Kabupaten Tangerang.

Berbeda dengan SPAM Regional Karian-Serpong yang cakupan pelayanannya meliputi Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat, proyek Karian Timur lebih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di dua wilayah tersebut.

Sementara itu, untuk wilayah Tangerang Utara yang juga menghadapi tantangan ketersediaan air bersih, Kementerian Pekerjaan Umum memiliki rencana pembangunan danau retensi sebagai upaya mendukung kebutuhan layanan air di kawasan tersebut.

Meski demikian, Agus menegaskan bahwa fokus pembangunan SPAM Regional Karian Timur saat ini adalah memperluas akses air minum bagi masyarakat di wilayah tengah Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Lebak yang masih membutuhkan peningkatan layanan.

“Tujuannya agar tingkat pelayanan penyediaan air minum semakin baik dan mampu mengimbangi pertumbuhan kawasan permukiman yang terus berkembang,” katanya. (bantenekspres)

Mimpi buruk ribuan masyarakat kecil menjadi kenyataan pada awal Juni 2012. Harapan akan keuntungan berlipat dari investa...
26/04/2026

Mimpi buruk ribuan masyarakat kecil menjadi kenyataan pada awal Juni 2012. Harapan akan keuntungan berlipat dari investasi berkedok koperasi berubah menjadi tragedi sosial ketika Koperasi Langit Biru (KLB) runtuh dan meninggalkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp6 triliun.

Ribuan nasabah yang panik dan marah menggeruduk kantor pusat KLB di Perumahan Bukit Cikasungka, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, dalam kerusuhan yang pecah pada 2 hingga 4 Juni 2012.

Massa yang datang bukan sekadar demonstran, melainkan para korban dari berbagai latar belakang—ibu rumah tangga, pedagang, hingga pegawai—yang menyadari bahwa bonus kemitraan yang selama ini dijanjikan telah macet total.

Kepanikan kolektif berubah menjadi aksi anarkis. Bangunan koperasi dirusak, kaca dipecahkan, hingga aset dijarah sebagai bentuk pelampiasan sekaligus upaya menyelamatkan sisa kerugian.

Di tengah kekacauan, kisah pilu datang dari seorang nasabah bernama Hamdah yang mengaku menyetorkan Rp20 juta, namun hanya sempat menerima Rp2,5 juta sebelum aliran dana berhenti.

Ia menjadi salah satu dari sekitar 125.000 nasabah yang terjebak dalam skema investasi yang ternyata tidak memiliki dasar bisnis riil.

Di balik koperasi tersebut berdiri sosok Jaya Komara, seorang pria asal Garut yang membangun reputasi sebagai tokoh agama di wilayah Solear. Dengan karisma dan citra religius, ia berhasil menarik kepercayaan masyarakat luas.

Awalnya menjalankan bisnis daging sapi melalui PT Trasindo Jaya Komara, operasionalnya sempat dibekukan otoritas karena menawarkan keuntungan tidak wajar. Namun pada Januari 2011, ia mengubah badan hukum menjadi koperasi untuk menghindari pengawasan ketat.

Melalui KLB, Jaya menawarkan dua paket investasi dengan iming-iming keuntungan fantastis, yakni 17 hingga 20 persen per bulan. Narasi bisnis dibungkus dengan bahasa agama—disebut sebagai usaha “halal”, “anti-riba”, bahkan “dijaga ribuan malaikat”—yang membuat banyak orang menanggalkan nalar kritis dan menyerahkan dana mereka.

Pada fase awal 2011, skema ini berjalan mulus. Nasabah awal menerima keuntungan tepat waktu, menciptakan efek domino yang mendorong pertumbuhan anggota secara eksponensial. Namun memasuki awal 2012, sistem mulai goyah.

Pembayaran bonus tersendat, hingga akhirnya berhenti total pada Maret–Mei 2012. Puncaknya adalah kerusuhan awal Juni yang menandai runtuhnya seluruh sistem.

Polisi kemudian memburu Jaya Komara yang melarikan diri. Ia akhirnya ditangkap pada 24 Juli 2012 di Purwakarta oleh Bareskrim Polri.

Namun penyelidikan mengungkap fakta mengejutkan: bisnis daging sapi yang dijadikan dasar investasi ternyata fiktif. Aset yang ditemukan pun tidak sebanding dengan dana yang dihimpun. Dari gudang berisi bawang putih hingga sejumlah properti, tidak ada jejak signifikan dari Rp6 triliun yang terkumpul.

Kasus ini kemudian dipastikan sebagai praktik Skema Ponzi, di mana keuntungan nasabah lama dibayar dari setoran nasabah baru. Ketika aliran dana baru berhenti, sistem runtuh seketika.

Ironisnya, sebelum proses hukum tuntas, Jaya Komara meninggal dunia akibat serangan jantung pada 13 September 2012 di dalam tahanan, sekaligus mengubur harapan korban untuk mendapatkan kembali dana mereka.

Tragedi Koperasi Langit Biru menjadi pengingat pahit bahwa kejahatan finansial tidak selalu datang dengan wajah kasar.

Ia bisa hadir dalam balutan agama, kepercayaan, dan janji kesejahteraan. Lebih dari sekadar kasus penipuan, peristiwa ini menunjukkan rapuhnya masyarakat ketika dihadapkan pada kombinasi antara kesulitan ekonomi dan ilusi keuntungan instan.

Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini menegaskan pentingnya literasi keuangan dan kewaspadaan publik terhadap tawaran investasi yang tidak masuk akal. Sebab sejarah telah membuktikan, ketika logika dikalahkan oleh harapan, maka kerugian bukan hanya soal uang—tetapi juga tentang runtuhnya kepercayaan. (indopolitikacom)

Bupati Tangerang, Banten Moch Maesyal Rasyid mendatangi lokasi korban angin puting beliung yang merusak sebanyak 103 rum...
23/01/2026

Bupati Tangerang, Banten Moch Maesyal Rasyid mendatangi lokasi korban angin puting beliung yang merusak sebanyak 103 rumah warga dan puluhan ruko di Perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear.

“Kami hadir langsung bersama jajaran untuk melihat kondisi di lapangan pascakejadian angin puting beliung yang terjadi Kamis Sore (22/1/2026),” kata Maesyal di Solear, Jumat (23/1/2026).

Maesyal saat kunjungan itu didampingi Plh Sekda, Iwan Firmansyah, Wakapolresta Tangerang, Camat Solear, Kepala Desa Cikuya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan.

Namun berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 103 rumah warga yang terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, dilansir Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang.

Dia bilang pihaknya akan segera melakukan langkah penanganan secara cepat dan terkoordinasi melalui perbaikan langsung oleh pemerintah daerah maupun pemberian bantuan kepada warga agar dapat melakukan perbaikan rumah secara mandiri.

Bupati juga menyebut ada sejumlah infrastruktur lingkungan yang turut terdampak, selain rumah dan akan segera ditangani oleh OPD terkait karena saat ini musim hujan.

Dia mencatat ada juga kerusakan pada beberapa ruas jalan dan fasilitas lingkungan tapi seluruhnya akan ditindaklanjuti agar aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Salah satu warga terdampak, Ina Damayanti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas respons cepat yang dilakukan oleh Pemkab Tangerang.

Bahkan Pemkab Tangerang memastikan penanganan pascabencana akan terus dilakukan hingga kondisi permukiman warga kembali aman dan layak huni. (kabar6com)

Hujan deras yang datang bersama angin kencang menerjang Perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabu...
23/01/2026

Hujan deras yang datang bersama angin kencang menerjang Perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa cuaca ekstrem itu memicu kerusakan puluhan atap ruko, lapak pedagang kaki lima, serta sejumlah fasilitas umum.

Camat Solear, Rizkia Nurul Fajar di Tangerang mengatakan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak ada korban luka maupun jiwa. Namun, sejumlah fasilitas milik pedagang rusak berat akibat tertiup angin.

"Kita belum bisa menghitung berapa kerugian, Namun, dipastikan tidak ada korban jiwa," katanya.

Ia menerangkan, bila berdasarkan hasil laporan di lapangan kejadian tersebut terjadi saat hujan deras disertai angin kencang yang menerjang wilayahnya sekitar pukul 15:00 WIB.

"Kejadiannya, tadi sore ini baru selesai hujannya," ucapnya.

Dalam hal ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, untuk melakukan evakuasi terhadap puing-puing yang rusak akibat diterjang angin kencang.

22/01/2026

Hujan deras yang datang bersama angin kencang menerjang Perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa cuaca ekstrem itu memicu kerusakan puluhan atap ruko, lapak pedagang kaki lima, serta sejumlah fasilitas umum.

Angin berkecepatan tinggi merobohkan beberapa pohon besar dan melempar seng, kanopi toko, serta penutup wahana bermain anak hingga beterbangan ke jalan utama perumahan.

Rekaman itu memperlihatkan material bangunan berhamburan serta pohon yang patah di sepanjang kawasan perumahan.

Kondisi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas akibat ranting dan cabang pohon yang berserakan.

09/01/2026

Warga Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan.

Kondisi gelap ini dinilai berpotensi meningkatkan tindak kejahatan, terutama pada malam hari, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Warganet ini menyebutkan bahwa penerangan jalan di wilayah mereka sudah tidak optimal. Meskipun lampu penerangan sebenarnya sudah terpasang, sebagian besar titik jalan masih gelap.

Warga merasa tidak aman ketika melintasi jalan-jalan tersebut. Beberapa kejadian kriminal seperti begal dan perampokan disebut pernah terjadi di area yang minim penerangan.

“Kalau ada penerangan, itu secara tidak langsung bisa mencegah kejahatan. Karena di area sana beberapa kali sering terjadi begal atau perampokan.

Program ketahanan pangan di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kini tengah menghadapi ujian ...
08/01/2026

Program ketahanan pangan di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kini tengah menghadapi ujian berat.

Ladang jagung seluas 50 hektare yang bibitnya sempat ditanam oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di sana pada Oktober 2025 lalu, kini dilaporkan terancam gagal berbuah maksimal.

Kondisi lahan yang merupakan bekas galian pertambangan menjadi faktor utama sulitnya tanaman tumbuh sempurna.

Direktur Utama PT MSD Corpora, Made Suardika Dwipayana, mengungkapkan bahwa tanah di lokasi tersebut kehilangan lapisan topsoil (lapisan tanah subur) dan didominasi oleh bebatuan.

"Program kita adalah optimalisasi lahan tidak produktif menjadi produktif. Karena ini bekas galian, tanah topsoil-nya sudah terambil, sisa bebatuan saja," ujar Made saat meninjau lokasi, Kamis 8 Januari 2026.

Selain kondisi tanah, tingginya curah hujan belakangan ini kian memperburuk keadaan. Meski bibit jagung mampu tumbuh secara fisik, namun proses pembuahan menjadi terhambat.

"99 persen bisa tumbuh, tapi tidak 99 persen bisa berbuah. Jadi pertumbuhannya tidak bisa maksimal," tambah Made.

Pihak pengelola, yang terdiri dari Polresta Tangerang dan PT MSD Corpora, tidak tinggal diam. Mereka tengah mengupayakan langkah darurat dengan menyemprotkan cairan herbisida dan memberikan booster tanaman.

Hasilnya, dari total 50 hektare, saat ini hanya sekitar 1,5 hektare lahan yang diprediksi mampu menghasilkan panen.

Dari area kecil tersebut, diperkirakan akan menghasilkan sekitar 3 ton jagung yang nantinya akan didistribusikan ke Bulog atau industri pakan ternak.

Ke depan, Made menyatakan akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap lahan ekstrem tersebut. Beberapa langkah teknis yang akan diambil antara lain pembangunan sistem drainase untuk mengatur debit air, pembuatan penampungan air (embung), hingga pengurugan tanah kembali untuk meningkatkan kesuburan dan nutrisi lahan.

"Langkah ini diambil guna memutus rantai penyebaran virus atau bakteri yang rentan muncul pada kondisi tanah yang tidak sehat," jelasnya.

source: tangerangnewscom

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang melakukan pendataan terhadap bangunan liar yang diduga dijadi...
07/01/2026

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang melakukan pendataan terhadap bangunan liar yang diduga dijadikan tempat praktik prostitusi di wilayah Kecamatan Solear, pada Senin (05/01/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang mengeluhkan adanya aktivitas mencurigakan pada bangunan liar yang disinyalir dimanfaatkan sebagai tempat praktik prostitusi di wilayah tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Satpol PP Kabupaten Tangerang segera menurunkan petugas ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan pendataan awal guna memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Dari hasil identifikasi di lapangan, petugas menemukan sebanyak enam bangunan liar yang diduga kerap digunakan sebagai tempat praktik prostitusi. Bangunan-bangunan tersebut berada di kawasan depan Puri Delta, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna menyampaikan bahwa pendataan ini merupakan langkah awal sebelum dilakukan tindakan lanjutan sesuai dengan ketentuan peraturan daerah yang berlaku.

“Kami menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional dan terukur untuk menjaga ketertiban umum,” ujarnya.

Selain pendataan, petugas juga memberikan imbauan kepada pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi agar tidak memanfaatkan bangunan liar untuk kegiatan yang melanggar norma kesusilaan maupun peraturan perundang-undangan.

Dalam pelaksanaannya, Satpol PP Kabupaten Tangerang didampingi dengan unsur terkait, termasuk pemerintah kecamatan, desa, serta aparat TNI dan Polri, guna memastikan penanganan dilakukan secara terpadu dan kondusif.

"Satpol PP Kabupaten Tangerang menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan serta menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang, "pungkasnya.

Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Abdul Aziz, 19, remaja yang tewas secara tragis di tangan Abdul Mugni, 23,...
02/01/2026

Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Abdul Aziz, 19, remaja yang tewas secara tragis di tangan Abdul Mugni, 23, temannya yang berprofesi sebagai guru ngaji.

Deden Setiawan, paman korban, tak kuasa menahan air mata saat meminta aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman paling berat kepada pelaku.

Dengan mata sembab dan suara bergetar, Deden mengungkapkan bahwa luka yang ditinggalkan pelaku terlalu dalam bagi keluarga.

Baginya, keadilan hanya bisa tercapai jika pelaku mendapat hukuman yang setimpal dengan nyawa keponakannya yang hilang.

"Kalau boleh, saya memohon kepada aparat, kalau keponakan saya mati, dia (pelaku) juga harus mati," tegas Deden saat ditemui wartawan, Jumat 2 Januari 2026.

Deden mewakili pihak keluarga juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polresta Tangerang. Pasalnya, kepolisian bergerak cepat meringkus pelaku di tempat persembunyiannya tanpa perlawanan.

"Saya ucapkan terima kasih banyak kepada pihak Polresta Tangerang yang sudah bekerja keras menangkap pelaku," tambahnya.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada mengonfirmasi bahwa pelaku Abdul Mugni ditangkap di kediamannya di Desa Tipar Raya, Kecamatan Jambe.

Berdasarkan pengakuan pelaku, motif pembunuhan dipicu sakit hati ditagih hutang sebesar Rp1,4 juta oleh korban. Hutang itu sebelumnya habis digunakan pelaku untuk judi online (judol).

"Korban akan lapor polisi jika utang tidak dibayar, pelaku yang merasa terancam akhirnya membunuh korban," jelas Indra Jumat 2 Januari 2026.

Berdasarkan bukti-bukti yang ada, polisi menjerat pria tersebut dengan pasal berlapis yang sangat berat, yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana jo Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan jo Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. (tangerangnewscom)

Warga bisa melihat pembangunan gerbang menyambut tamu di Kabupaten Tangerang itu tampak cukup mewah.Proyek pembangunan g...
31/12/2025

Warga bisa melihat pembangunan gerbang menyambut tamu di Kabupaten Tangerang itu tampak cukup mewah.

Proyek pembangunan gerbang Puspemkab ini sudah rampung, akhir tahun ini.

Namun ternyata, pembangunan gerbang Puspemkab ini menuai kritik dari sejumlah warga Kabupaten Tangerang.

Iqbal (35), warga Solear, Kabupaten Tangerang, menilai pembangunan gerbang tersebut sebagai bentuk pemborosan anggaran yang tidak bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Ia berpendapat, anggaran tersebut seharusnya diprioritaskan untuk perbaikan infrastruktur yang lebih mendesak.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak peka dengan apa yang dibutuhkan warga, padahal masih banyak hal yang lebih penting bisa diprioritaskan seperti membangun jalan yang rusak," kata Iqbal kepada Kompascom melalui sambungan telepon.

Iqbal mencontohkan kondisi jalan di utara Kabupaten Tangerang, seperti di Mauk dan Sepatan, yang kondisinya rusak parah dan belum diperbaiki bertahun-tahun.

"Di Mauk sama Sepatan misalnya, banyak jalan yang sudah belah-belah, bertahun-tahun tapi gak pernah diperbaiki," ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) di beberapa wilayah yang dapat membahayakan pengendara, terutama pada malam hari.

Iqbal menyarankan agar anggaran dapat dialihkan untuk penerangan jalan, terutama di area seperti Tigaraksa, Solear, Cisoka, dan Curug.

"Di Tigaraksa sekitar kantor Pemkab saja masih banyak jalan yang gelap, apalagi kecamatan lain seperti Solear, Cisoka dan Curug, harusnya anggaran bisa dialihkan untuk penerangan jalan umum," keluhnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, tengah membangun gerbang Pusat Pemerintahan (Puspem) di Tigaraksa.

Gerbang megah yang menelan dana miliaran rupiah ini menjadi viral di media sosial.

Gerbang ini berfungsi sebagai akses utama dan simbol kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang, dengan total anggaran pembangunan sebesar Rp2,5 miliar yang bersumber dari APBD 2025.

Address


Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Tigaraksa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share