30/06/2025
Selamat Tinggal Timnas Malaysia! FIFA dan AFC Resmi Sanksi Federasi Sepak Bola Harimau Malaya, Negara ASEAN Kena Peringatan
Minggu 29-06-2025,10:43 WIB
Reporter: Risto Risanto|Editor: Risto Risanto.
JAKARTA, DISWAY.ID - Selamat tinggal sepak bola Malaysia, FIFA dan AFC kompak sanksi Timnas Malaysia akibat gunakan pemain keturunan yang melanggar aturan FIFA.
Kuala Lumpur 28 Juni 2025, Dunia Sepak Bola Asia dan Internasional digemparkan oleh keputusan besar yang diambil FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia AFC terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia, FAM.
Dalam konferensi pers yang berlangsung secara mendadak di markas besar FIFA di Zurich dan diikuti oleh pernyataan resmi AFC dari Kuala Lumpur, dipastikan bahwa timnas Malaysia secara resmi mendapat sanksi berat atas pelanggaran serius dalam proses naturalisasi pemain keturunan.
Sanksi ini menjadi akhir dari perjalanan sepak bola Malaysia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 serta mencoreng reputasi negara yang selama ini kerap menonjolkan program naturalisasi sebagai jalan pintas kebangkitan prestasi mereka di kancah internasional
*.Awal Mula Skandal Naturalisasi Malaysia
Skandal ini pertama kali mencuat awal 2025 setelah investigasi mendalam dilakukan oleh media internasional dari Inggris dan Jepang.
Mereka mencurigai asal-usul sejumlah pemain asing yang tiba-tiba memperkuat Timnas Malaysia dalam laga uji coba melawan Vietnam dan Jepang.
Pemain-pemain tersebut diketahui berasal dari klub-klub lapis kedua di Eropa—khususnya Inggris, Belanda, dan Prancis.
Anehnya, mereka mendapatkan status Warga Negara Malaysia (WNM) hanya dalam hitungan bulan.
Padahal, sebagian besar dari mereka tidak memiliki darah keturunan Malaysia, belum pernah menetap di negeri jiran, serta tidak memenuhi syarat minimal domisili 5 tahun sebagaimana diatur oleh FIFA dan AFC.
*.Modus: Dokumen Palsu dan Keturunan Fiktif
Investigasi menemukan indikasi pemalsuan dokumen, klaim keturunan fiktif, hingga manipulasi data keluarga.
Salah satu contoh mencolok adalah kasus Daren J Rizal, pemain yang disebut memiliki nenek asal Johor.
Namun, identitas sang nenek ternyata hasil rekayasa oleh biro jasa yang terafiliasi dengan agen pemain internasional.