04/12/2025
Jika Polda Papua memanggil saudara
Maka negara melalui aparatur kepolisian seakan memperlihatkan wajah respons sekaligus apresiasi terhadap momen berkibarnya Bintang Fajar pada konser live Lucky Dube Band malam 03 Desember 2025 itu sebuah panggung musik yang tanpa direncanakan berubah menjadi ruang ekspresi identitas, sejarah, dan perasaan rakyat Papua Barat Dan personel Lucky dube band .
Momen tersebut menyimpan makna emosional yang dalam, bukan hanya bagi masyarakat Papua, tetapi juga bagi keluarga besar Lucky Dube Band.
Alm. Lucky Dube sendiri pernah meninggalkan jejak kisah yang tak terlupakan: ia dijadwalkan tampil di Papua bertahun-tahun silam, namun tak sempat memenuhi janjinya karena berpulang terlebih dahulu. Luka kecil itu hidup dalam ingatan rakyat Papua maupun personel Lucky Dube Band yang mengetahui rencana tersebut.
Karena itu, tanggal 03 Desember 2025 menjadi titik perjumpaan kembali waktu ketika kerinduan yang terpendam bertahun-tahun akhirnya menemukan ruangnya. Rakyat Papua dan keluarga Lucky Dube Band saling menyapa dalam suasana penuh penghormatan, musik, simbol sejarah, dan emosi yang sulit dibendung.
Malam itu bukan sekadar konser; ia menjadi ruang penyatuan memori, harga diri, dan dialog batin yang lahir melalui musik antara rakyat Papua dan keluarga Lucky Dube yang selama ini memberi inspirasi lintas generasi.
Berkibarnya Bintang Fajar pada momen konser tersebut menjadi ekspresi kultural dan emosional, sebuah cara rakyat Papua menyampaikan cerita dan hubungan historis mereka kepada saudara-saudara se-rumpun Melanesia.
Simbol itu bukan hal baru bagi masyarakat, melainkan bagian dari perjalanan panjang identitas mereka. Karena itu, penting agar pihak kepolisian tidak serta-merta menyudutkan panitia, melainkan memahami konteks sosial dan kultural yang melatarbelakanginya.