OnexCreate

OnexCreate "✅ Berita dan politik Nasional terkini " Membangun Nusantara"

16/08/2026

MBG jangan dipandang hanya sebagai program pemerintah, tetapi sebagai investasi untuk masa depan anak-anak Indonesia.
Karena itu, ketika pelaksanaannya masih memiliki kekurangan, jawabannya bukan sekadar menghentikan program, tetapi memperbaiki sistemnya.
Pernyataan Prabowo bahwa MBG akan terus dilanjutkan dengan perbaikan dan efisiensi menunjukkan satu hal penting: program besar harus berani dievaluasi tanpa kehilangan tujuan utamanya.
Namun ada syarat mutlak: uang dan makanan yang diperuntukkan bagi anak-anak tidak boleh menjadi ladang keuntungan pribadi.
Kalau anggaran dipotong, kualitas makanan dikurangi, atau terjadi penyimpangan, maka yang dirugikan bukan sekadar negara—tetapi anak-anak yang seharusnya menerima hak mereka.
Karena itu, keberlanjutan MBG harus berjalan bersama transparansi, pengawasan, efisiensi, standar keamanan pangan, dan penegakan hukum yang tegas.
Programnya boleh dilanjutkan, tetapi celah penyimpangannya harus dihentikan.

👉 Menurut Anda, apa yang paling penting diperbaiki dari MBG: kualitas makanan, distribusi, pengawasan, atau pengelolaan anggarannya?

Data per akhir Juni 2026 menunjukkan utang pemerintah mencapai Rp10.293,69 triliun, naik sekitar Rp1.819,79 triliun diba...
15/08/2026

Data per akhir Juni 2026 menunjukkan utang pemerintah mencapai Rp10.293,69 triliun, naik sekitar Rp1.819,79 triliun dibanding September 2024.
Rasio utang terhadap PDB juga bergerak dari 38,55% menjadi 41,26%.
Angka ini memang belum melewati batas 60% PDB yang ditetapkan dalam UU Keuangan Negara. Jadi, secara batas legal, Indonesia masih berada di bawah ambang tersebut.
Tetapi di sinilah masyarakat perlu melihat persoalannya secara lebih kritis.
“Masih di bawah 60%” bukan berarti utang tidak perlu diawasi.
Yang jauh lebih penting adalah: untuk apa utang tersebut digunakan, berapa biaya bunganya, seberapa besar kemampuan negara membayarnya, dan apakah utang itu benar-benar menghasilkan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan rakyat?
Utang bukan otomatis sesuatu yang buruk. Negara memang dapat menggunakan pembiayaan utang untuk pembangunan dan menjaga perekonomian.
Namun, utang yang terus meningkat harus diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi, penerimaan negara, efisiensi belanja, dan produktivitas yang nyata.
Karena itu, masyarakat tidak perlu terjebak pada dua ekstrem:
❌ “Utang naik berarti negara gagal.”
atau
❌ “Masih di bawah 60% berarti semuanya aman.”
Keduanya terlalu sederhana.
Perspektif yang lebih sehat adalah:
Utang boleh menjadi alat pembangunan, tetapi jangan sampai berubah menjadi beban yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pemerintah perlu transparan menjelaskan penggunaan utang, sementara masyarakat perlu kritis mengawasi hasilnya.

👉 Menurut Anda, apakah kenaikan rasio utang menjadi 41,26% masih merupakan kondisi yang sehat jika pembangunan dan pertumbuhan ekonomi mampu mengimbanginya?

Pernyataan Presiden Prabowo tentang upah mengupas bawang yang disebut mencapai Rp700 ribu per kilogram menjadi viral dan...
15/08/2026

Pernyataan Presiden Prabowo tentang upah mengupas bawang yang disebut mencapai Rp700 ribu per kilogram menjadi viral dan mengundang banyak pertanyaan publik.
Di sinilah kita perlu belajar membedakan antara kritik dan penghukuman.
Jika angka tersebut benar, tentu menarik untuk ditelusuri: di mana, dalam kondisi apa, dan bagaimana mekanisme pembayaran sebesar itu?
Namun jika terjadi kekeliruan penyebutan angka, persoalannya juga tidak boleh dianggap sepele. Sebab ketika sebuah angka disampaikan oleh seorang Presiden dalam pidato resmi, masyarakat berhak mendapatkan data yang akurat dan konteks yang jelas.
Kita juga perlu adil: satu kekeliruan dalam pidato tidak otomatis membuat seluruh kinerja seorang pemimpin gagal. Tetapi semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar p**a tuntutan terhadap ketelitian ucapannya.
Karena itu, kritik terbaik bukanlah menghina pribadi, melainkan bertanya:
“Dari mana angka itu berasal, apa konteksnya, dan apakah angka tersebut dapat diverifikasi?”
Inilah budaya demokrasi yang sehat:
pemimpin boleh dikritik, tetapi kritik harus berbasis fakta. Pendukung boleh membela, tetapi pembelaan juga harus berbasis data.
Jangan jadikan politik sebagai perlombaan siapa yang paling keras membela atau menyerang.
Jadikan politik sebagai ruang untuk menguji kebenaran.

👉 Menurut Anda, apakah pernyataan seperti ini cukup dianggap sebagai blunder pidato, atau justru menunjukkan pentingnya verifikasi data sebelum disampaikan kepada publik?

15/08/2026

Ada cerita menarik yang pernah disampaikan Jokowi mengenai salah satu alasan yang membuat gagasan pemindahan ibu kota ke IKN terasa penting baginya.
Ketika kepala negara lain berkunjung ke Indonesia dan melihat istana kepresidenan yang megah, mereka sering memberikan pujian terhadap keindahan bangunannya.
Namun di balik pujian itu, Jokowi mengaku memiliki perasaan yang berbeda.
“Itu peninggalan kolonial.”
Ada rasa tidak nyaman ketika simbol kekuasaan negara Indonesia justru menggunakan bangunan yang dibangun pada masa penjajahan.
Bahkan muncul pertanyaan sederhana: ketika mereka memuji keindahan istana tersebut, apakah mereka benar-benar memuji Indonesia, atau sebenarnya mereka juga menyadari bahwa bangunan itu bukan dibangun oleh bangsa Indonesia sendiri?
Dari perspektif ini, pembangunan IKN dapat dilihat bukan hanya sebagai proyek memindahkan pusat pemerintahan.
Ada dimensi identitas dan simbol kedaulatan di dalamnya.
Indonesia yang sudah merdeka lebih dari tujuh dekade tentu memiliki hak untuk membangun simbol-simbol kenegaraannya sendiri—dengan arsitektur, filosofi, dan karakter yang mencerminkan identitas Indonesia.
Namun tentu saja, IKN tetap harus dinilai secara objektif: dari manfaat ekonominya, biaya pembangunannya, keberlanjutan lingkungan, hingga apakah benar-benar mampu menciptakan pusat pertumbuhan baru.
Karena sebuah ibu kota bukan hanya tentang gedung yang megah.
Ia harus menjadi simbol bahwa bangsa yang dahulu dijajah kini mampu membangun rumah pemerintahannya sendiri.
Dari bangunan peninggalan masa lalu menuju simbol masa depan—itulah salah satu perspektif menarik di balik gagasan IKN.

Menurut kamu, apakah Indonesia memang membutuhkan simbol ibu kota baru yang benar-benar mencerminkan identitas bangsa sendiri? Tulis pendapatmu dan bagikan perspektif ini. 🇮🇩

15/08/2026

Dalam pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen Jakarta, 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo menyampaikan arah kebijakan yang menarik perhatian: peningkatan gaji guru di berbagai jenjang pendidikan, sekaligus efisiensi anggaran untuk hal-hal yang bersifat seremonial.
Jika dua kebijakan ini berjalan konsisten, ada sebuah pesan penting di dalamnya:
Anggaran negara seharusnya diarahkan kepada kebutuhan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Guru memiliki posisi strategis dalam membangun masa depan bangsa. Mereka bukan hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi ikut membentuk karakter dan kualitas generasi berikutnya.
Karena itu, meningkatkan kesejahteraan guru bukan sekadar menaikkan angka penghasilan. Ini juga merupakan bentuk investasi terhadap kualitas pendidikan Indonesia.
Di sisi lain, efisiensi terhadap kegiatan seremonial menunjukkan bahwa pemerintah ingin mengurangi pengeluaran yang tidak memberikan dampak langsung dan mengalihkan ruang fiskal kepada program yang lebih produktif.
Tentu efisiensi bukan berarti semua kegiatan seremonial harus dianggap tidak penting. Negara tetap membutuhkan kegiatan kenegaraan dan kelembagaan. Namun prinsipnya harus jelas:
Mana yang benar-benar diperlukan, dan mana yang bisa dikurangi?
Sebab setiap rupiah dalam APBN adalah uang rakyat.
Ketika anggaran yang sebelumnya habis untuk hal-hal yang kurang produktif dapat dialihkan untuk pendidikan, kesejahteraan guru, kesehatan, infrastruktur, dan kebutuhan rakyat lainnya, maka efisiensi bukan sekadar penghematan.
Efisiensi menjadi cara untuk memastikan uang negara bekerja lebih keras untuk rakyat.

Menurut kamu, apakah anggaran negara sebaiknya semakin diarahkan kepada sektor yang berdampak langsung seperti pendidikan dan kesejahteraan guru? Tulis pendapatmu dan bagikan perspektif ini.

14/08/2026

Pernyataan Megawati Soekarnoputri yang menyentil bahwa “Kejaksaan itu bukan milik kalian, Kejaksaan itu milik Republik Indonesia” membawa kita pada satu prinsip penting dalam kehidupan bernegara:
Lembaga negara bukan milik pribadi, bukan milik partai, dan bukan milik kelompok tertentu.
Kejaksaan sebagai institusi negara memiliki tugas menjalankan kewenangan berdasarkan hukum dan untuk kepentingan negara serta masyarakat.
Pesan Megawati juga mengingatkan kita pada posisi Indonesia di dunia internasional. Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung menjadi salah satu tonggak penting sejarah diplomasi Indonesia. Konferensi tersebut mempertemukan negara-negara Asia dan Afrika dan melahirkan semangat solidaritas, perdamaian, serta penghormatan terhadap kedaulatan negara.
Bagi Indonesia, warisan Konferensi Asia-Afrika bukan sekadar cerita sejarah.
Itu adalah bukti bahwa sebuah negara berkembang pun dapat memiliki pengaruh ketika mampu berdiri dengan prinsip, membangun diplomasi, dan memperjuangkan kepentingan bersama.
Karena itu, ketika berbicara mengenai institusi negara, pesan yang harus selalu diingat adalah:
Kekuasaan lembaga negara harus kembali kepada kepentingan Republik Indonesia, bukan kepentingan siapa yang sedang berada di dalamnya.
Pejabat datang dan pergi. Pemerintahan berganti. Partai politik berubah.
Tetapi negara dan institusinya harus tetap berdiri.

Menurut kamu, seberapa penting menjaga lembaga negara agar tetap bekerja untuk kepentingan Republik Indonesia, bukan kepentingan kelompok tertentu? Tulis pendapatmu dan bagikan perspektif ini. 🇮🇩

14/08/2026

Dalam pidatonya, Jokowi menekankan bahwa pembangunan Indonesia tidak cukup hanya dengan membangun jalan, gedung, atau infrastruktur.
Ada pembangunan yang jauh lebih menentukan masa depan bangsa: membangun sumber daya manusia.
Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar. Tetapi jumlah penduduk saja tidak otomatis menjadi kekuatan ekonomi. Manusia harus memiliki pendidikan yang baik, keterampilan, karakter, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Di tengah persaingan global, negara-negara tidak hanya bersaing melalui sumber daya alam. Mereka bersaing melalui kualitas manusia, teknologi, inovasi, dan produktivitas.
Karena itu, investasi terbesar Indonesia sebenarnya bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi pada manusia Indonesia.
Anak-anak yang hari ini mendapatkan pendidikan yang layak adalah tenaga kerja masa depan. Generasi yang mendapatkan keterampilan dan kesempatan akan menjadi penggerak ekonomi. Dan masyarakat yang memiliki kemampuan bersaing akan membuat Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain, tetapi mampu menjadi pemain dalam ekonomi global.
Membangun manusia berarti membangun masa depan Indonesia.
Jika kualitas SDM meningkat, produktivitas meningkat. Jika produktivitas meningkat, daya saing bangsa ikut meningkat. Dan ketika daya saing meningkat, peluang untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih merata juga semakin besar.
Indonesia tidak cukup hanya menjadi negara besar. Indonesia harus menjadi bangsa yang manusianya berkualitas dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Menurut kamu, apa yang paling penting untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia: pendidikan, keterampilan kerja, teknologi, atau karakter? Tulis pendapatmu dan bagikan perspektif ini.

Kutipan SBY ini mengandung pesan strategis yang penting: dalam geopolitik, kekuatan militer bukan hanya soal kemampuan m...
14/08/2026

Kutipan SBY ini mengandung pesan strategis yang penting: dalam geopolitik, kekuatan militer bukan hanya soal kemampuan menyerang, tetapi juga konsekuensi ketika sebuah negara dianggap mulai mengancam keseimbangan kawasan.
Indonesia memiliki posisi strategis di tengah persaingan kekuatan besar. Karena itu, pilihan untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dapat dipandang sebagai bagian dari politik luar negeri yang mengutamakan perdamaian dan stabilitas.
Memiliki kemampuan nuklir sebagai senjata mungkin terlihat seperti simbol kekuatan. Tetapi bagi negara seperti Indonesia, pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah kekuatan tersebut benar-benar meningkatkan keamanan, atau justru membuat Indonesia menjadi sasaran dalam persaingan kekuatan besar?
Kekuatan sebuah bangsa tidak harus selalu diukur dari jumlah senjata yang dimiliki.
Diplomasi, ekonomi, teknologi, pertahanan konvensional, ketahanan pangan, serta kemampuan membangun hubungan dengan banyak negara juga merupakan bagian dari kekuatan nasional.
Pesan SBY tersebut mengingatkan kita bahwa dalam politik internasional, terkadang kemampuan untuk menahan diri justru merupakan bentuk kecerdasan strategis.
Indonesia harus kuat, tetapi kekuatan itu sebaiknya digunakan untuk menjaga kedaulatan dan perdamaian—bukan menciptakan perlombaan senjata yang dapat membahayakan masa depan bangsa.

Menurut kamu, apakah Indonesia lebih tepat memperkuat pertahanan dan diplomasi tanpa memiliki senjata nuklir? Tulis pendapatmu dan bagikan perspektif ini.

14/08/2026

DITUDUH ANTEK ASING, TETAPI APAKAH FAKTANYA SESERHANA ITU?

Jokowi pernah mendapat tuduhan sebagai “antek asing”. Namun tuduhan politik seharusnya diuji dengan rekam kebijakan, bukan hanya label.
Pada sektor migas, pengelolaan Blok Mahakam beralih kepada Pertamina pada 1 Januari 2018 setelah sebelumnya dikelola Total E&P Indonesie dan Inpex. Sementara Blok Rokan resmi dikelola Pertamina sejak 9 Agustus 2021 setelah puluhan tahun berada di bawah Chevron.
Di sektor pertambangan, Indonesia juga meningkatkan kepemilikan di PT Freeport Indonesia. Setelah transaksi 2018, kepemilikan Indonesia melalui holding pertambangan negara mencapai 51,23%, sementara pengelolaan operasional Freeport Indonesia berada di bawah PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), yang merupakan BUMN holding pertambangan.
Fakta-fakta tersebut tentu tidak otomatis membuat seluruh kebijakan pemerintahan Jokowi harus dianggap sempurna.
Tetapi justru di sinilah pentingnya diskusi politik yang berbasis data.
Kalau seseorang dituduh sebagai “antek asing”, kita perlu bertanya: kebijakan mana yang menjadi dasarnya? Dan bagaimana membandingkannya dengan kebijakan yang justru memperbesar kendali Indonesia atas aset strategis?
Kritik terhadap pemerintah adalah bagian dari demokrasi. Tetapi kritik akan jauh lebih bermakna ketika dibangun di atas fakta, bukan sekadar label.
Karena pada akhirnya, politik boleh berbeda, tetapi fakta tetap harus dihormati.

Menurut kamu, apakah tuduhan politik seperti “antek asing” seharusnya dibuktikan dengan data dan rekam kebijakan? Tulis pendapatmu secara kritis dan bijak, lalu bagikan perspektif ini.

13/08/2026

Ketika ditanya wartawan tentang apa yang dilakukan setelah menyelesaikan tugas sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia, Jokowi memberikan jawaban yang sederhana: kembali ke Solo sebagai rakyat biasa.
Jawaban singkat itu menyimpan sebuah perspektif menarik tentang kehidupan seorang pemimpin.
Jabatan presiden memiliki batas waktu. Kekuasaan ada masanya. Ketika tugas selesai, seorang pemimpin pada akhirnya kembali menjadi manusia biasa yang hidup di tengah masyarakat.
Tidak lagi memiliki kewenangan sebagai kepala negara, tidak lagi mengambil keputusan atas nama pemerintahan, tetapi tetap memiliki pengalaman panjang setelah menjalani perjalanan dari seorang pengusaha mebel, wali kota, gubernur hingga menjadi presiden.
Di sinilah kita bisa belajar bahwa jabatan adalah amanah, bukan identitas yang harus dibawa selamanya.
Seorang pemimpin yang mampu menerima berakhirnya kekuasaan dengan tenang menunjukkan bahwa kehidupan tidak berhenti ketika jabatan berakhir.
Karena pada akhirnya, seorang presiden juga akan kembali menjadi warga negara yang hidup bersama rakyat.
Kekuasaan bisa berakhir, tetapi pengabdian dan pengalaman tetap bisa menjadi bagian dari perjalanan hidup.
Mungkin justru di situlah makna sederhana dari sebuah perjalanan panjang: pernah berada di puncak kekuasaan, tetapi tetap siap kembali menjadi rakyat biasa.

Menurut kamu, apakah seorang pemimpin seharusnya tetap dekat dengan kehidupan rakyat setelah tidak lagi menjabat? Tulis pendapatmu dan bagikan perspektif ini.

Address

Jalan Trans Tobelo Sofifi KM 15, Desa Lemah Ino. Kec. Tobelo Selatan/Halut
Tobelo
97768

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when OnexCreate posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share