Tukang Habar

Tukang Habar Semangka�
Semangat � kaka

07/12/2025

Assalamualaikum Wr Wb


Sekitar habis ashar tadi abah ulun bulik di pasar, membawa duit sekitar 9jt an, abah ulun be sepeda aja hndk bulik krmh, tapi ada bapa2 be mobil menyinggah di parak gudang sakura, atw sekitar seberang zabasa muka kantor pos, membawai besalaman jar abah, di suruh naik ke mobil, malah d kunci bapa tadi, kada lawas turun sidin, sakalinya kana hipnotis, krna duit abah tadi kadada lgi semuaan 🥺 nih cctv yg kmi dpat 🙏 mdhan yg bersangkutan msh ada itikat baiknya 🤲🏻

7 HARI TANPA NASI : NASI PERTAMA DAN MUKJIZAT KEHIDUPAN DI TENGAH BADAI PIDIE JAYADi tengah puing-puing sisa amukan banj...
07/12/2025

7 HARI TANPA NASI : NASI PERTAMA DAN MUKJIZAT KEHIDUPAN DI TENGAH BADAI PIDIE JAYA

Di tengah puing-puing sisa amukan banjir bandang yang melanda Pidie Jaya, Aceh, pada 2 Desember 2025, terekam sebuah momen pilu yang merobek hati sekaligus menyuntikkan semangat harapan. Bukan foto kehancuran infrastruktur, melainkan potret perjuangan seorang anak laki-laki dengan tatapan kosong, namun mulutnya penuh dengan suapan yang paling berharga di dunia: Nasi Pertama.

Dalam genangan air keruh sisa banjir, bocah berbaju merah itu duduk lesu di teras rumah yang terkepung. Lingkaran merah pada gambar menggarisbawahi kalimat yang menggetarkan:

"Jangan khawatirkan keadaan kami, kami baik-baik saja. ini NASI PERTAMA yg kami kunyah setelah 7 HARI bertahan tanpa makanan. Takdir telah memilih kami dan dgn izin Allah akan kami lewati. Sehat2 untuk kalian di luar sana! Pidie Jaya, 2/12/2025"

😭 Air Mata di Balik Suapan Pertama
Tujuh hari. Tujuh hari yang seolah abadi, dilalui tanpa asupan nutrisi yang layak. Bayangkan rasa lapar yang tak terperikan, kecemasan yang mendera, dan kedinginan yang menusuk, dialami oleh tubuh sekecil itu. Momen ketika anak ini melahap nasi putih itu bukanlah sekadar makan, melainkan upacara syukur atas bertahannya kehidupan.

Betapa lahapnya ia mengunyah menunjukkan betapa kejamnya perjuangan mereka selama seminggu terakhir. Nasi yang bagi kita adalah hidangan biasa, bagi mereka adalah mukjizat yang baru datang setelah seminggu berjuang melawan takdir dan kelaparan.

Kalimat yang menyertai foto, yang seolah diucapkan oleh penyintas itu sendiri, mengandung ketabahan yang luar biasa. Alih-alih meratap, mereka mengirimkan pesan ketenangan, seolah memeluk dan menenangkan hati siapa pun yang menyaksikan penderitaan mereka. Pesan "kami baik-baik saja" adalah kata-kata paling menyayat yang pernah diucapkan oleh korban bencana.

☀️ Harapan di Tengah Puing-Puing
Kisah dari Pidie Jaya ini adalah pengingat keras bahwa di balik laporan statistik dan hitungan kerugian materi, terdapat jiwa-jiwa yang berjuang hanya untuk satu suapan nasi. Anak ini, dengan nasi pertama setelah tujuh hari, adalah simbol dari ketahanan dan kekuatan spiritual masyarakat Aceh.

Ini adalah panggilan empati bagi kita semua. Musibah telah berlalu, namun perjuangan baru dimulai. Mari pastikan bahwa "Nasi Pertama" yang mereka kunyah itu segera disusul dengan makanan, air bersih, tempat berlindung, dan bantuan psikososial yang memadai.

Sehat-sehat untuk anak-anak tegar di Pidie Jaya! Semangatmu adalah pengingat bagi kami semua akan nilai sejati dari kehidupan.

Om bsa lah minta tolong sebar akan foto ini di medsos.Dicari org ini meninggalkan rumah sejak  26 NOVEMBER sampai sekara...
07/12/2025

Om bsa lah minta tolong sebar akan foto ini di medsos.
Dicari org ini meninggalkan rumah sejak 26 NOVEMBER sampai sekarang ..hp di tinggal..sudah d cari k rumh kakawanan x kdda..sampai detik ini kdda kabar..atas nama Noor Melly
Alamat jl.ayani km 4,5 GG permata
No yg bisa dihubungi klau ada yg malihat kabari ja ke u.
088704714506 RAfii/16 ANNUR BANJAR masin

Seperti Titian Maut dan Rusak Parah itulah Titian yg ada di Desa Muara Palantaukondisi memprihatinkan titian maut di Des...
29/08/2025

Seperti Titian Maut dan Rusak Parah itulah Titian yg ada di Desa Muara Palantau

kondisi memprihatinkan titian maut di Desa Muara Palantau, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (28/8/2025).

tampak warga bahkan pengendara sepeda motor nekat melintasi jembatan kayu yang sudah rapuh dan nyaris ambruk.

Setiap langkah dan roda yang bergulir di atas titian itu seolah mempertaruhkan nyawa, karena di bawahnya mengalir air yang sewaktu-waktu bisa menelan korban jika jembatan runtuh.

Menurut keterangan warga, kerusakan titian ini sudah berlangsung lama.

Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan dari pemerintah Kecamatan Pematang Karau maupun Kabupaten Barito Timur.padahal ini akses satu satunya buat warga

Bukan hanya pejalan kaki, tapi juga para pengendara motor yang setiap hari terpaksa melintas demi beraktivitas.


Address

Jalan Bregjen H Hasan Basri
Barabai

Telephone

+62859196408247

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tukang Habar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Tukang Habar:

Share