mendidik anak dengan islami

  • Home
  • mendidik anak dengan islami

mendidik anak dengan islami 👩‍👧‍👦membantu mengembalikan peran MULIA dan fungs ibu sebagai pencetak generasi TANGGUH

Bunda pernah marah lalu merasa bersalah berhari-hari?Takut anak terluka secara emosional karena suara kita yang sempat m...
22/11/2025

Bunda pernah marah lalu merasa bersalah berhari-hari?
Takut anak terluka secara emosional karena suara kita yang sempat meninggi?

Tenang, Bun…
Psikolog anak punya satu pesan penting:

👉 “Anak tidak terluka karena marahnya orang tua… tapi karena tidak ada perbaikan setelahnya.”

Dan kabar baiknya?
Perbaikan itu bisa dilakukan kapan saja. Bahkan setelah kejadian.

Di carousel ini aku rangkum 4 langkah repair yang terbukti membantu anak pulih secara emosional:

✨ Minta maaf dengan bahasa anak
✨ Hangatkan lagi hubungan
✨ Bantu mereka memahami emosinya
✨ Jaga emosi diri Bunda

Yang paling bikin terharu adalah ini:
anak itu sangat pemaaf.
Selama kita hadir dan mau memperbaiki, mereka akan kembali merasa aman.

Dan kalau Bunda ingin belajar lebih dalam tentang cara:

— mengelola emosi,
— berhenti teriak,
— dan membangun koneksi hangat yang bikin anak nurut tanpa drama…

Aku punya panduannya.
Lengkap, step-by-step, dan banyak Bunda bilang hidupnya jauh lebih tenang setelah mempraktikkannya.

Tulis “anak” di komentar, nanti aku kirimkan ya Bun 🤍

21/11/2025

Lucu banget ya, Bun, dengar anak ngoceh “aaaaa. Uuuuuu…” kayak gini 🥹

Tapi tahu nggak, fase ini nggak cuma lucu.
Ini fondasi penting buat perkembangan bicara anak.

Banyak orang tua baru sadar setelah anak telat bicara, padahal pencegahan dimulai dari fase ocehan kecil ini — saat anak belajar meniru, fokus, dan membentuk kepercayaan diri buat bicara.

Kalau Bunda mau tahu gimana cara menstimulasi fase babbling biar nggak terlewat,
semua panduannya sudah di rangkum di eBook “Panduan Stimulasi Bicara.”

Panduan ini isinya langkah-langkah praktis, checklist milestone (Denver II & CDC), dan cara terapi bicara dari rumah.

💛 Ketik anak di komentar, nanti aku kirim panduannya ke DM biar Bunda bisa langsung mulai dari rumah 🌷

Kadang anak terlihat kuat… tapi sebenarnya sedang menahan luka yang nggak terlihat.Senyumnya bisa menutupi rasa takut, c...
17/11/2025

Kadang anak terlihat kuat… tapi sebenarnya sedang menahan luka yang nggak terlihat.
Senyumnya bisa menutupi rasa takut, cemas, atau kesepian kecil yang belum sempat ia ceritakan. 💔

Dan rasa “nggak didengar, nggak dianggap” itu sering kali terbentuk sejak dini —
saat anak menangis, tapi kita malah membalas dengan marah, bukan pelukan.

Padahal, yang anak butuhkan bukan orang tua yang sempurna, tapi orang tua yang mau mendengar dan jadi tempat aman untuk pulang. 🏡

Kalau Bunda ingin mulai belajar membangun koneksi sejak dini,dan menumbuhkan anak yang berani bicara tanpa takut dihakimi,
tulis “dengar” di komentar ya 🌷

Nanti kami kirimkan panduannya agar Bunda bisa mulai menumbuhkan hubungan yang lebih tenang, sadar, dan penuh kasih. 💛

16/11/2025

Lucu banget ya, Bun, dengar anak ngoceh “taaa…abbaaa…” kayak gini 🥹
Tapi tahu nggak, fase ini nggak cuma lucu.
Ini fondasi penting buat perkembangan bicara anak.

Banyak orang tua baru sadar setelah anak telat bicara, padahal pencegahan dimulai dari fase ocehan kecil ini — saat anak belajar meniru, fokus, dan membentuk kepercayaan diri buat bicara.

Kalau Bunda mau tahu gimana cara menstimulasi fase babbling biar nggak terlewat,
semua panduannya sudah di rangkum di eBook “Panduan Stimulasi Bicara.”

Panduan ini isinya langkah-langkah praktis, checklist milestone (Denver II & CDC), dan cara terapi bicara dari rumah.

💛 Ketik anak di komentar, nanti aku kirim panduannya ke DM biar Bunda bisa langsung mulai dari rumah 🌷

15/11/2025

Lihat deh betapa fokusnya dia! 😍
Cermin membantu bayi membangun self-awareness dan fokus visual. Dua hal ini adalah "bahan bakar" utama untuk kemampuan komunikasi.

Banyak orang tua berpikir stimulasi itu butuh mainan mahal. Padahal, alat terbaik ada di sekitar kita, asal kita tahu CARANYA.

Di ebook "Panduan Stimulasi Bicara", di bongkar semua strategi stimulasi "low budget high impact" seperti ini.
Ayah Bunda akan dapat:
✨ Panduan stimulasi 0-5 tahun
✨ Checklist Milestone (CDC & Denver II) biar nggak nebak-nebak
✨ BONUS 130+ Flashcard

Yuk, maksimalkan alat di rumah untuk cegah speech delay.
Komen MAU untuk akses panduanya.

15/11/2025

Lihat deh betapa fokusnya dia! 😍
Banyak orang tua nggak sadar… momen sederhana di depan cermin kayak gini sebenarnya lagi ngebangun dua hal penting:

🧠 Self-awareness
👀 Fokus visual

Dua kemampuan ini adalah fondasi utama sebelum anak bisa memahami, merespon, lalu akhirnya bicara.
Dan seringnya, stimulasi itu bukan soal mainan mahal, tapi cara kita memaksimalkan benda sederhana di rumah.

Yang bikin banyak anak telat bicara bukan karena “belum waktunya”,
tapi karena orang tua gak tahu harus mulai dari stimulasi yang mana.

Makanya di eBook Panduan Stimulasi Bicara, aku kumpulin langkah-langkah stimulasi sederhana tapi efektif untuk anak usia 0–5 tahun, lengkap dengan:

✨ Stimulasi “low effort, high impact”
✨ Checklist milestone (CDC & Denver II)
✨ BONUS 130+ Flashcard

dan selama periode promo ini… ada tambahan yang bikin value-nya jauh lebih besar:

🎁 FREE Media Stimulasi Toolkit (khusus yang checkout bulan ini)
Isinya:
• Worksheet benar–salah
• Sudah–belum
• Preposisi
• Latihan 5W1H
• Peta kata
• Membuat kalimat
• Menjawab pertanyaan
• Visual schedule
• Dan banyak media visual lainnya
(semua bisa dipakai langsung di HP/Tab atau dicetak untuk latihan harian)

Plus: toolkit-nya bakal terus di-update, dan yang sudah punya linknya akan otomatis ikut dapat versi terbarunya.

Kalau bunda mau akses panduannya,
komen MAU 👇✨

Kadang setelah marah, yang paling berat bukan menenangkan anak… tapi menenangkan diri sendiri. 😔Ada perasaan bersalah, t...
14/11/2025

Kadang setelah marah, yang paling berat bukan menenangkan anak… tapi menenangkan diri sendiri. 😔
Ada perasaan bersalah, takut anak menjauh, bahkan muncul pikiran, “Aku ibu yang buruk ya?”

Padahal, marah itu nggak membuat kita jadi ibu yang gagal.
Yang penting, kita belajar bagaimana cara pulih setelah marah.

Tiga detik setelah marah adalah waktu emas untuk memperbaiki ikatan.
Bukan dengan banyak kata, tapi dengan sikap yang menenangkan.
Tarik napas, lembutkan tatapan, dan biarkan anak tahu bahwa:

“Ibu tetap sayang kamu, meski tadi sempat marah.” 💛

Itu cukup, Bun.
Cukup untuk membuat anak merasa aman dan tahu bahwa cinta Ibu nggak berubah,
meski emosi sempat datang. 🤍

Kalau Bunda ingin belajar cara menenangkan diri dan menjaga koneksi setelah marah,
tulis “tenang” di komentar ya

Nanti kami kirimkan panduan refleksinya biar Bunda bisa mulai dari hati yang lebih damai dan sadar.

13/11/2025

Kadang, tanpa kita sadari, cara kita marah, menegur, bahkan diam di depan anak
semuanya terbentuk dari pola masa lalu yang belum sembuh.
Dari luka yang dulu kita alami, tapi belum benar-benar kita sadari. 💔

Dan luka yang tidak disembuhkan…
sering kali diteruskan.
Bukan karena kita ingin menyakiti anak,
tapi karena itulah satu-satunya cara yang pernah kita pelajari untuk bertahan.

Berhenti dari pola ini bukan soal menahan amarah,
tapi soal menyadari sumbernya.
Setiap kali emosi muncul, coba tanya ke diri sendiri:

“Ini tentang perilaku anakku, atau tentang luka lamaku yang sedang bicara?”

Dari kesadaran kecil seperti ini, perubahan besar mulai terjadi.
Kita jadi lebih tenang. Lebih sadar. Lebih lembut.

Kalau Bunda ingin mulai memahami akar emosinya
dan belajar cara menyembuhkan diri tanpa menyalahkan masa lalu,

tulis “healing” di komentar ya 🤍

Nanti kami kirimkan panduan refleksinya agar Bunda bisa mulai perjalanan pemulihan dengan langkah yang tenang dan penuh kesadaran. 🌷

11/11/2025

Kita sering lupa,
ibu bukan superwoman.
Ia manusia — yang bisa lelah, bisa hancur, tapi tetap memilih tersenyum agar anaknya merasa aman. 💔

Di balik setiap,

“Aku nggak apa-apa…”
ada tangis yang ditahan,
ada luka yang belum sempat disembuhkan,
karena yang utama selalu: “asal anakku bahagia.”

Tapi Bun,…
ketika kamu terus menekan emosi,
tubuh dan hati akan menumpuk beban.
Sampai akhirnya, semuanya keluar —
dalam bentuk marah, cemas, atau lelah yang tak lagi bisa dijelaskan. 😔

Mulailah dari hal kecil:
setiap hari, ambil 1 menit jujur dengan diri sendiri.
Tutup mata, tarik napas pelan, dan tanya:

“Apa yang sebenarnya aku rasakan hari ini?”

Boleh marah.
Boleh sedih.
Yang penting: jujur.
Karena kejujuran kecil itu bisa jadi awal dari pemulihan besar.

Anak tidak butuh ibu yang sempurna,
ia butuh ibu yang mau mengenali dirinya —
agar bisa mencintai tanpa rasa bersalah. 💛

Kalau kamu ingin mulai memulihkan bagian dirimu yang lelah tanpa kehilangan cinta,

tulis “pulih” di komentar,
aku kirim panduan refleksinya, biar kamu bisa mulai pelan-pelan sembuh… dan kembali utuh. 🤍

Kadang kita berpikir, yang penting anak nurut dulu.Tapi Rasulullah ﷺ mencontohkan hal yang jauh lebih dalam.Beliau tidak...
08/11/2025

Kadang kita berpikir, yang penting anak nurut dulu.
Tapi Rasulullah ﷺ mencontohkan hal yang jauh lebih dalam.

Beliau tidak hanya mengajarkan, tapi menghadirkan cinta dengan cara yang lembut dan penuh perhatian.
Beliau memangku, memeluk, bahkan ikut bermain dan merangkak bersama cucu-cucunya.
Tanpa teriak, tanpa marah — hanya kehadiran yang membuat anak merasa aman. 🥹

Kini, psikologi modern membuktikan...
✨ Anak yang tumbuh dengan koneksi emosional yang kuat akan:
— Lebih mudah diatur tanpa teriak
— Lebih percaya diri
— Lebih tenang dalam menghadapi dunia

Kadang bukan anak yang sulit diarahkan…
tapi hati kita yang belum benar-benar hadir untuknya.

Kalau Bunda ingin belajar bagaimana memahami dunia batin anak dan menemukan cara pengasuhan yang lebih tenang, lembut, dan efektif,

💬 Tulis “MAU” di kolom komentar, ya.
Nanti tim Magic Parenting kirimkan panduan lengkapnya langsung ke Bunda 💌

Karena setiap anak berhak tumbuh dalam kasih,
dan setiap ibu berhak punya ilmu untuk menuntunnya. 💖

07/11/2025

Dari bayi, anak sebenarnya sudah punya keberanian alami.
Mereka belajar berdiri, jatuh, lalu bangkit lagi tanpa takut gagal.
Itu naluri alami — risk taker sejak lahir.

Tapi perlahan, keberanian itu bisa pudar…
bukan karena mereka lemah, tapi karena terlalu sering mendengar:

“Jangan naik!”
“Nanti jatuh!”
“Sudah, biar Ibu saja.”

Sedikit demi sedikit, anak belajar bahwa dunia itu berbahaya.
Bahwa mencoba itu salah.
Dan tanpa sadar, kita sedang memindahkan rasa takut kita ke dirinya. 💔

Padahal, anak hanya butuh satu hal untuk tumbuh percaya diri:
👉 Orang tua yang percaya pada kemampuannya.

Mungkin selama ini bukan anak yang kurang berani,
tapi hati kita yang masih menyimpan luka —
luka dari masa kecil yang dulu juga sering dilarang mencoba.

Bunda, kalau kamu ingin belajar menenangkan luka lama itu, agar bisa lebih tenang, percaya, dan tidak mudah panik saat anak bereksplorasi…

💬 tulis kata “sembuh” di komentar ya,
nanti aku kirim panduan refleksinya biar Bunda bisa mulai proses penyembuhan ini pelan-pelan 💌

Address

Jalan Raya Padi

65175

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when mendidik anak dengan islami posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to mendidik anak dengan islami:

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share