Nganjuk Update

  • Home
  • Nganjuk Update

Nganjuk Update Website dan Fanpage Berita terbaru Nganjuk dst

12/04/2024

Pye nek ngene bolo

Radio ANDIKA 12.11Teman, mohon bantuanMbak NAZILA, warga Tanjunganom Nganjuk sedang mencari adiknya yang meninggalkan ru...
03/01/2024

Radio ANDIKA 12.11
Teman, mohon bantuan
Mbak NAZILA, warga Tanjunganom Nganjuk sedang mencari adiknya yang meninggalkan rumah sejak Sabtu 30 Desember 2023.

Adiknya bernama ZUIYINA WAHYU PUJIANI berpamitan ke ibunya dengan alasan pergi ke rumah teman. Hingga kini belum pulang ke rumah. Ciri-ciri ZUIYINA usia 16 tahun, tinggi 155 cm, warna kulit putih, terakhir memakai jaket hoodie kuning, jilbab pink, dan celana kulot hitam. Nomor handphone ZUIYINA tidak dapat dihubungi.

Segenap keluarga berharap kehadiran ZUIYINA. Jika teman-teman mengetahui perempuan dengan ciri-ciri tersebut, silakan menghubungi Gatekeeper Radio ANDIKA via telpon/WA 08113454000.(hil)

NOTE: TEMAN-TEMAN, HINDARI KOMENTAR NEGATIF. MARI KEDEPANKAN EMPATI. JIKA BELUM BISA MEMBANTU, MOHON DIDOAKAN.

Taman Baru yang terletak di Baron, Lebih tepatnya Timur Pasar Baron Nganjuk
02/01/2024

Taman Baru yang terletak di Baron, Lebih tepatnya Timur Pasar Baron Nganjuk

Monggo Dulur Ingkan Madosi Info Loker Saget Cek Fanpage  nipun ngih...
28/06/2023

Monggo Dulur Ingkan Madosi Info Loker Saget Cek Fanpage nipun ngih...

•| Cara Melamar :
Via E-mail : [email protected]
Subjek : Driver Direksi _Nama Lengkap_Domisili

21/04/2023

Alhamdulillah Korban Sudah ketemu, Tolong doa nya ngeh agar alm tenang dan diterima disisinya

Promote: Monggo Beras Zakat+ Kemasan 2.7 kg = Rp.31.000+ Kemasan 3 kg = Rp.34.000Untuk harganya bisa berubah sesuai harg...
03/04/2023

Promote:

Monggo Beras Zakat

+ Kemasan 2.7 kg = Rp.31.000
+ Kemasan 3 kg = Rp.34.000

Untuk harganya bisa berubah sesuai harga padi
Bisa melayani cod dan antar kerumah free ongkir untuk area terjangkau

🏘Jalan Raya Baron Lengkong Dusun Karang Tengah Desa Garu (Rumah Selatannya Tasya Salon)

☎️Order Bisa Langsung WA
Wa.me/6283848335805

Mau Free Promote? Chat admin!

18/03/2023

Assalamualaikum, Selamat Pagi Dulur

Kepada Dulur" Semua kalau ada Info/Berita yang ingin di post/share Monggo di chat mawon mengke di respon kalih admin.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Polisi masih memburu belasan pelaku pengeroyokan Jamaludin, 58, warga Desa Blongko, Kecamatan...
17/03/2023

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Polisi masih memburu belasan pelaku pengeroyokan Jamaludin, 58, warga Desa Blongko, Kecamatan Ngetos kemarin. Meski telah meringkus enam tersangka tetapi polisi menganggap masih banyak pengeroyok yang belum tertangkap. Saat ini, mereka dianggap bersembunyi. “Pelaku pengeroyokan itu ada belasan hingga puluhan orang,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP I Gusti Ananta Pratama.

Untuk itu, enam tersangka, yaitu Agus Setyono, kasun; Slamet, ketua RT; Riski Galeh Saputro, 27, M. Budi Utomo, 28, M. Sirojul Munir, 47, dan M. Ibnu Mundir, 22, keempatnya warga Desa Blongko masih diperiksa intensif. Diharapkan, mereka mau membuka mulut untuk menyebutkan siapa pelaku yang ikut mengeroyok Jamaludin hingga tewas pada Sabtu (11/3).

Selain mengorek keterangan dari enam tersangka, polisi juga meminta keterangan saksi-saksi. Rekaman closed circuit television (CCTV) juga dipelototi. Karena di rekaman CCTV milik warga itu terlihat banyak orang melakukan pengeroyokan kepada Jamaludin yang tepergok mencuri kambing milik Painah, 70, warga setempat.

Kasatreskrim asal Pulau Dewata ini berharap, pelaku pengeroyokan kepada Jamaludin untuk menyerahkan diri secepatnya. Jangan sampai melarikan diri. Karena polisi akan bertindak tegas. Jika tertangkap saat menjadi buronan, ancaman hukumannya juga akan lebih berat.
Untuk enam tersangka pengeroyokan yang telah ditangkap, Gusti mengatakan, mereka akan dijerat pasal 170 ayat 2 KUHP. Di dalam pasal tersebut disebutkan jika pelaku pengeroyokan yang menyebabkan matinya seseorang diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. Karena itu, semua tersangka langsung ditahan di Mapolres Nganjuk. “Semoga tersangka jera,” harapnya.

Sementara itu, Saiful, 47, warga Desa Blongko mengatakan, pengeroyokan itu terjadi karena warga Desa Blongko sering menjadi korban pencurian. Berdasarkan hitungannya, ada 21 ekor kambing warga hilang. Kemudian, ada tiga sepeda motor juga lenyap. “Ciri-ciri pencuri itu seperti Jamaludin,” ujarnya.

Dugaan Jamaludin sebagai pencuri semakin menguat saat dia tepergok beraksi pada Sabtu (11/3). Sehingga, tanpa ampun, warga akhirnya mengeroyok dan membakar sepeda motor Honda Kalong milik Jamaludin.

Terpisah, Suntamah, 39, anak Jamaludin masih tidak percaya jika bapaknya adalah pencuri kambing dan motor yang meresahkan warga setempat. Karena selama ini, dia tidak berhubungan dengan ayahnya. Bahkan, dia menganggap ayahnya ada di Semarang. Setelah bercerai, Jamal kabarnya tinggal di Semarang. Dia hanya berkunjung ke Desa Blongko beberapa kali. “Harusnya dicari tahu kebenarannya atau diserahkan ke polisi. Tidak dikeroyok,” ujarnya.

Suntamah mengatakan, untuk kasus yang dialami Jamaludin tersebut, dia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi. Semua proses hukum diserahkan kepada pihak yang berwajib. Dia juga mengaku sudah ikhlas dengan kematian sang ayah.

Saat ini, Suntamah berharap, kejadian itu tidak membuat hubungan baik dia dan tetangga terganggu. Dia ingin semua kembali kondusif. Apalagi, dalam kasus ini, dia juga tidak tahu apa-apa.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP I Gusti Agung Ananta mengatakan, jenazah Jamaludin telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat. Pihaknya menyerahkan ke keluarga setelah jenazah diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk. “Berdasarkan hasil otopsi korban meninggal dunia karena dikeroyok. Banyak luka di sekujur tubuhnya,” ujarnya.

Gusti berharap, perbuatan main hakim di wilayah hukum Polres Nganjuk tidak terulang. Dia ingin kasus yang menimpa Jamaludin adalah yang terakhir. Setiap persoalan hukum harus diselesaikan dengan hukum yang berlaku di Indonesia. “Tidak boleh main hakim sendiri,” ingatnya.





Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Reporter: Andhika Attar Anindita
Reporter: Karen Wibi

Sumber: https://radarkediri.jawapos.com/

10/03/2023

Info Relawan Admin damel post Fanpage Niki Ngih ^_^

Kebakaran kandang sapi terjadi dalam dua hari terakhir. Kebakaran pertama terjadi pada Minggu (30/10). Peristiwa itu ter...
01/11/2022

Kebakaran kandang sapi terjadi dalam dua hari terakhir. Kebakaran pertama terjadi pada Minggu (30/10). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Kandang sapi milik Sudarmawan, 54, warga Desa Mlandangan, Kecamatan Pace ludes dilalap si jago merah.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk Sujito, awalnya Sudarmawan membakar jerami untuk perapian. Lokasinya di samping kandang.

Setelah api menyala, Sudarmawan meninggalkan kandang. Tiba-tiba, api menjalar ke kandang. Diperkirakan api tertiup angin. Kemudian, api membakar kandang.

Mengetahui kandang terbakar, Sudarmawan panik. Dia tidak berani memadamkan api. Warga juga takut. Karena api terlanjur berkobar. Akhirnya, korban melapor ke damkarmat.

Beberapa menit kemudian, damkarmat datang. Pemadaman pun dilakukan. Sekitar 30 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan. Kerugian yang dialami Sudarmawan sekitar Rp 15 juta. “Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu,” ujar Jito Damkar-panggilan Sujito di damkarmat.

Kebakaran kedua terjadi kemarin. Kandang milik Suwardi, 47, warga Desa Sekaran, Kecamatan Loceret ludes dilalap si jago merah. Penyebab kebakaran sama dengan yang seperti di kandang milik Sudarmawan. Suwardi juga membuat perapian di dekat kandang sapi. Tiba-tiba, api menjalar ke kandang dan menghanguskannya.

Untuk memadamkan api di kandang milik Suwardi butuh perjuangan ekstrakeras. Kandang dan isinya yang mudah terbakar membuat damkarmat harus bersusah payah. “Butuh waktu sekitar dua jam untuk memadamkan api,” ujar Jito Damkar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka-luka. Kerugian hanya berupa kandang yang terbakar. “Sekitar Rp 10 juta kerugian korban,” pungkas Jito Damkar.

Source: Jawa Pos

01/11/2022

Akibat Korsleting Listrik, Rumah di Desa Kalianyar Ngronggot Nganjuk Terbakar.
Rumah milik Jamari (38) warga Desa Kalianyar Kecamatan Ngronggot, Nganjuk.
Kejadian kebakaran disebabkan korsleting listrik di salah satu ruangan. Disaat itu sang pemilik rumah tertidur lelap, tiba tiba pemilik rumah mendengar ada suara ledakan dari arah garasi motor, setelah di cek oleh Jamari , sudah mendapati adanya kobaran api.
Damkar Nganjuk menjelaskan kejadian kebakaran tersebut dilaporkan sekitar pukul 00.25 WIB Selasa Dini hari 1 November 2022. Tim Damkar Nganjuk langsung berangkat begitu mendapatkan laporan kejadian.
Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian di Perkirakan hingga 30 juta.



18/09/2022

Sugeng injing dolor, Pripun acara CB Semalam?

Monggo Infone Dulur
22/07/2022

Monggo Infone Dulur

Kabar Duka, Ulama Kharismatik Kiai Djamaluddin Ahmad Jombang WafatKabar duka datang dari lingkungan pesantren dan keluar...
24/02/2022

Kabar Duka, Ulama Kharismatik Kiai Djamaluddin Ahmad Jombang Wafat

Kabar duka datang dari lingkungan pesantren dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh pondok pesantren Bumi Damai Al Muhibbin Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang Jawa Timur, KH Moh Djamaluddin Ahmad wafat, Kamis (24/2/2022).

“Telah pulang ke rahmatulloh KH Ahmad Djamaluddin Ahmad, Pengasuh PP Almuhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Kamis, 24 februari 2022 jam 03.15,” kata ketua yayasan Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Wafiyyul Ahdi.

Kiai Djamaludin Ahmad adalah Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. KH Djamaludin Ahmad merupakan adalah menantu dari KH Abdul Fatah yang juga gurunya sewaktu menjadi santri di Ponpes Tambakberas.

KH Djamaludin Ahmad, merupakan sosok kiai kharismatik yang mengajarkan kajian kitab Al Hikam karya Syekh Ibnu Athoillah dan banyak kitab kuning lainnya meninggal dunia, pada Kamis 24 Februari 2022 atau 23 Rojab 1443 Hijriah.

Kiai Djamaluddin dikenal sebagai sosok kiai yang produktif menulis buku tentang tasawuf, fiqih sosial, amalan sehari-hari dan yang berkaitan dengan akhlak mulia.

Semasa masih hidup, kiai Djamal dikenal santun dan luwes mewarnai akhlak puluhan ribu santrinya. Kajian Kitab Al Hikam yang disampaikan kiai Djamal, menyentuh kalbu sampai di rasa. Jamaah yang menghadiri majelis Ilmunya jumlahnya mencapai ribuan.

Ada yang mengatakan, jika Kitab Al Hikam yang kajiannya disampaikan ulama dari Thariqah Sadziliyah, terasa sampai di hati. Itu karena, Syeikh Athailah As sakandariy, penyusun Kitab Al Hikam adalah cucu murid Syeikh Abi Hasan As-Sadzili.

Kiai Djamal adalah pengamal Thoriqoh Sadziliyah. Beliau berbaiat Thariqoh Sadziliyah kepada Al Maghfurllah KH. Abdul Jalil Mustaqim, di Pondok PETA (Pesulukan Thariqoh Agung), Tulungagung Jawa Timur.

KH Moh. Djamaluddin bin Achmad bin Hasan Mustajab bin Hasan Musthofa bin Hasan Mu’ali lahir 31 Desember 1943 di kampung Kedungcangkring, Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon, Kabupaten

Tiga Pengedar Pil Koplo Sasaran Anak-anak Muda di Nganjuk DiringkusTiga orang laki-laki pengedar narkoba jenis pil koplo...
14/02/2022

Tiga Pengedar Pil Koplo Sasaran Anak-anak Muda di Nganjuk Diringkus

Tiga orang laki-laki pengedar narkoba jenis pil koplo dengan sasaran anak-anak muda di Nganjuk, Jawa Timur diringkus tim Satresnarkoba Polres Nganjuk pada Sabtu (12/02/2022) dini hari.

Tiga orang pelaku yakni berinisial Wh (37) asal Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang, Rv (33) warga Desa Tegaron, Kecamatan Prambon dan Mh (34 asal Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon.

Selengkapnya: https://updatesnganjuk.blogspot.com/2022/02/tiga-pengedar-pil-koplo-sasaran-anak.html

Gara-gara Angin, Rumah Seorang Nenek Luluh Lantak Rata dengan Tanah, Kapolsek di Nganjuk Bantu Bangun KembaliDiketahui, ...
12/02/2022

Gara-gara Angin, Rumah Seorang Nenek Luluh Lantak Rata dengan Tanah, Kapolsek di Nganjuk Bantu Bangun Kembali

Diketahui, hujan deras disertai angin mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Nganjuk pada Rabu, 9 Februari 2022. Karena hal tersebut, terdapat beberapa rumah di Kabupaten Nganjuk yang luluh lantak rata dengan tanah.

Salah satunya adalah rumah Painem yang merupakan nenek-nenek berusia 72 tahun asal Desa Bagorwetan Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Hal tersebut kemudian mendapat perhatian dari Kapolsek Sukomoro AKP Jumari, S.H. yang berinisiatif untuk membantu membangun kembali rumah Painem tersebut.

Lengkap: https://updatesnganjuk.blogspot.com/2022/02/gara-gara-angin-rumah-seorang-nenek.html

Address


Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nganjuk Update posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Nganjuk Update:

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share