10/02/2026
Saya habis baca satu berita tentang seorang tokoh dunia
Hartanya bukan main, angkanya bahkan susah dibayangin oleh kebanyakan dari kita
Seorang manusia yg hartanya ribuan triliun, aset di mana-mana, perusahaannya menguasai teknologi masa depan, namanya dikenal hampir di seluruh dunia
Level kaya yang kalo kita hidup 10 turunan pun
belum tentu kepikiran bisa nyampe ke situ
Tapi di tengah semua itu, dia bilang satu hal yang sangat sederhana
"Nggak bahagia"
Di titik ini saya jadi inget satu ayat yang sering kita dengar tapi kadang cuma lewat di telinga
“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayatnya pendek, tapi dalem banget, karena ayat ini nggak bilang:
hati tenang dengan harta
hati tenang dengan jabatan
hati tenang dengan pujian manusia
Tapi dengan mengingat Allah
Dan kalo kita tarik ke cerita tadi, jadi kebuka satu pelajaran penting
Kaya itu nggak otomatis tenang, sukses di dunia itu nggak otomatis bahagia, terkenal itu nggak otomatis damai
Bahkan orang sekaya itu pun, masih bisa ngerasa kosong
Karena kalo bahagia bisa dibeli dengan uang, harusnya orang-orang seperti ini adalah manusia paling tenang di muka bumi
Nyatanya, nggak selalu begitu
Kita sering terlalu kagum, terlalu silau, terlalu menganggap hidup orang lain selalu lebih baik dari hidup kita
Padahal yang kita lihat cuma permukaannya
Yang ditampilkan ke publik,
Yang difoto kamera,
Yang ditulis media
Kita nggak tau apa yang mereka pikul sendirian, apa yang mereka pikirkan ketika malam datang, dan apa yang sebenarnya mereka cari dalam hidup ini
Rasulullah ﷺ juga pernah ngingetin kita dengan sangat jelas
“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini sederhana, tapi jawabannya pas banget
Masalah banyak manusia hari ini bukan kurang harta, tapi kurang tenang
Kurang rasa cukup,
Kurang rasa syukur,
Kurang pegangan hidup
Makanya jangan heran, kalo orang yang hidupnya kelihatan biasa aja, rumahnya sederhana, penghasilannya nggak seberapa
tapi tidurnya nyenyak,
senyumnya ringan,
dan hatinya lebih damai
Karena mungkin yang dia punya bukan segunung harta, tapi hati yang hidup
Semoga kita nggak salah arah, nggak salah ngukur bahagia, dan nggak terlalu silau sama dunia
Karena kalo hati sudah jauh dari Allah, sebanyak apa pun yang dikumpulin
tetap aja terasa kurang dan kosong
Wallahu a’lam