13/08/2026
Entah dikatakan loyalis, atau bahkan orang yang "ora duwe wudel", yang selalu menyempatkan hadir di setiap momen. Bukan karena ingin dipuji, bukan p**a karena mengejar pengakuan.
Ansor telah memberikan jalan untuk terus berkarya, ruang untuk belajar, berproses, dan mengabdi. Ada banyak waktu, tenaga, pikiran, bahkan kesempatan pribadi yang terkadang harus disisihkan.
Namun inilah khidmah organisasi.
Hadir ketika dibutuhkan, bergerak ketika ada yang harus dikerjakan, dan tetap berjalan meski tidak selalu terlihat. Sebab dalam berorganisasi, yang terpenting bukan seberapa sering nama disebut, tetapi seberapa banyak manfaat yang bisa diberikan.
Bukan tentang loyal kepada seseorang, tetapi tentang setia pada nilai, perjuangan, dan khidmah.
Karena Ansor bukan sekadar tempat berkumpul. Ansor adalah ruang untuk tumbuh, berkarya, dan mengabdikan diri untuk umat.
Sekali lagi, jadi pengurus jangan ngurusi pengurus, tapi urusilah apa yang menjadi kemajuan organisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Muchammad Shidqon Prabowo—atau yang akrab disapa Gus Shidqon—saat membuka kegiatan PKL & SUSBALAN di PC GP Ansor Kabupaten Batang pada 7 Agustus 2026.
Pria kelahiran Semarang, 27 Juni 1985 ini merupakan sosok multitalenta. Selain mengasuh Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang, Gus Shidqon berkiprah aktif di dunia akademis sebagai dosen sekaligus Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, serta menggeluti dunia kewirausahaan.
Latar belakang pendidikannya di bidang hukum sangatlah solid. Gelar sarjana dan magister ia raih di Universitas Islam Indonesia (UII), sebelum akhirnya menuntaskan program doktoral di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Tak hanya itu, ia juga aktif memperkuat organisasi profesi akademis, seperti Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), Indonesian Society of International Law Lecturers, hingga Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan.