DPD Gerindra Gorontalo

  • Home
  • DPD Gerindra Gorontalo

DPD Gerindra Gorontalo Politik silaturahim. 1 musuh terlalu banyak, 1000 kawan terlalu sedikit. Berbagi senyum, kawan👍🙂👍
(1)

Bagi Anda orang-orang baik yang sedang menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin-pemimpin di masa yang akan datang, dan siap untuk dikader di dalam Partai Gerindra, silahkan menghubungi pengurus Gerindra atau langsung mengisi formulir ini http://bit.ly/daftargerindragorontalo.

03/06/2026

Pasal 30% itu untuk perempuan, bukan untuk kawe2....

Gerindra Gorut Hadir, Berbagi untuk Sesama 😇
03/06/2026

Gerindra Gorut Hadir, Berbagi untuk Sesama 😇

DPD GERINDRA GORONTALO DUKUNG PENYEGARAN DI BGN, BERHARAP PROGRAM MBG MAKIN KUATGORONTALO – Pergantian kepemimpinan di B...
02/06/2026

DPD GERINDRA GORONTALO DUKUNG PENYEGARAN DI BGN, BERHARAP PROGRAM MBG MAKIN KUAT

GORONTALO – Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk keluarga besar Partai Gerindra di Gorontalo. Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana sebagai bagian dari evaluasi dan penyegaran organisasi guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program nasional.

DPD Gerindra Provinsi Gorontalo menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Presiden tersebut. Menurut Gerindra, pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam pemerintahan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola, mempercepat capaian program, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Kami menghormati dan mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo Subianto. Setiap penyegaran organisasi tentu memiliki tujuan besar, yakni memastikan program-program prioritas pemerintah berjalan semakin efektif dan memberikan manfaat maksimal kepada rakyat," demikian pandangan yang berkembang di lingkungan DPD Gerindra Gorontalo.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo selama ini telah menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia dan terus diperluas. Karena itu, keberlanjutan dan peningkatan kualitas pelaksanaan program menjadi harapan bersama.

DPD Gerindra Gorontalo juga menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana atas pengabdian dan kontribusinya dalam membangun fondasi awal BGN serta mengawal pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. Pada saat yang sama, Gerindra menaruh harapan besar kepada Nanik S. Deyang agar mampu membawa energi baru, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan mempercepat pencapaian target program gizi nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Sulyanto Pateda, menilai pergantian pimpinan di BGN merupakan langkah yang positif.

"Pergantian dan penyegaran dalam sebuah lembaga negara adalah sesuatu yang biasa dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan bahkan semakin baik, semakin tepat sasaran, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Sulyanto.

Menurutnya, program MBG merupakan investasi besar pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Karena itu, siapa pun yang diberi amanah memimpin BGN harus mendapatkan dukungan agar dapat bekerja maksimal.

"Kami berharap di bawah kepemimpinan Ibu Nanik S. Deyang, program MBG semakin kuat, tata kelolanya semakin baik, dan manfaatnya semakin luas dirasakan oleh anak-anak Indonesia, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program," tambahnya.

Bagi Gerindra Gorontalo, yang terpenting bukanlah siapa yang memimpin, melainkan bagaimana program-program kerakyatan yang menjadi visi Presiden Prabowo dapat berjalan optimal dan membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Gerindra akan selalu berada di garis depan untuk mendukung setiap langkah perbaikan yang bertujuan menghadirkan pelayanan yang lebih baik kepada rakyat."

GERINDRA TIDAK KEJAR ANGKA KURSI, TAPI KEJAR MANFAAT UNTUK RAKYATWahidin Ishak: "Target Kami Bukan Berapa Kursi, Tapi Ke...
02/06/2026

GERINDRA TIDAK KEJAR ANGKA KURSI, TAPI KEJAR MANFAAT UNTUK RAKYAT
Wahidin Ishak: "Target Kami Bukan Berapa Kursi, Tapi Kepada Berapa Orang Kami Bisa Bermanfaat"

GORONTALO — Menjelang semakin dekatnya tahun politik, berbagai spekulasi mulai bermunculan. Salah satu yang paling sering ditanyakan kepada Partai Gerindra adalah berapa target kursi yang ingin direbut pada Pemilu 2029 nanti.

Namun jawaban yang diberikan oleh Juru Bicara Partai Gerindra Gorontalo, Wahidin Ishak, justru di luar dugaan.

Menurutnya, hingga saat ini tidak pernah ada pembahasan mengenai target jumlah kursi yang harus direbut Gerindra pada pemilu mendatang.

"Sejauh ini sih tak pernah ada target di pemilu ini Gerindra merebut berapa kursi," ungkap Wahidin saat menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (2/6).

Pernyataan itu mungkin terdengar tidak biasa di tengah suasana politik yang umumnya dipenuhi hitung-hitungan kursi, survei elektabilitas, dan simulasi perebutan kekuasaan. Namun bagi Wahidin, terlalu dini membicarakan angka-angka ketika aturan mainnya sendiri belum jelas.

Menurutnya, pencalegan Pemilu 2029 masih jauh. Bahkan hingga hari ini, banyak hal mendasar yang belum memiliki kepastian hukum.

Apakah Pemilu 2029 masih menggunakan sistem proporsional terbuka seperti empat pemilu sebelumnya? Ataukah berubah menjadi proporsional tertutup?

Berapa jumlah kursi DPR RI yang akan diperebutkan dari Gorontalo?

Bagaimana ketentuan parliamentary threshold nantinya?

Semua pertanyaan itu, kata Wahidin, belum memiliki jawaban pasti.

"Bagaimana kita memprediksi sesuatu yang belum ada aturannya?" ujarnya.

Karena itu, ia menilai berbagai prediksi yang beredar saat ini lebih banyak bersifat spekulatif dibanding perhitungan yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Ketika ditanya mengenai siapa saja figur yang akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Gerindra pada Pemilu 2029, Wahidin juga memberikan penjelasan yang lugas.

Menurutnya, pencalegan untuk DPR RI merupakan kewenangan penuh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

"Kami pengurus daerah itu ibarat anak kos. Walaupun bisa mengusulkan, yang pasti DPD maupun DPC tidak punya kewenangan sama sekali di situ," tuturnya sambil tersenyum.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa proses penentuan calon legislatif tingkat pusat tidak ditentukan oleh pengurus daerah, melainkan melalui mekanisme dan keputusan yang berada di tingkat nasional.

Namun menariknya, di balik berbagai ketidakpastian politik itu, Gerindra ternyata tetap memiliki target yang sangat jelas.

Bukan target jumlah kursi.

Bukan p**a target jumlah pejabat.

Melainkan target yang jauh lebih sederhana, tetapi sesungguhnya lebih sulit diwujudkan.

"Target jumlah kursi Lho... Bukan soal dapat berapa kursi. ... Ini tentang kepada berapa orang kita bermanfaat," kata Wahidin menutup perbincangan.

Kalimat singkat itu seolah menjadi pengingat bahwa politik tidak selalu harus dimulai dari perhitungan angka. Ada saatnya politik berbicara tentang manfaat, keberpihakan, dan sejauh mana sebuah partai hadir dalam kehidupan masyarakat.

Sebab pada akhirnya, kursi hanyalah alat.

Sedangkan manfaat bagi rakyat adalah tujuan.

Dan mungkin, di situlah Gerindra sedang meletakkan fokusnya hari ini.

https://gotimes.id/gerindra-target-kursi-lho/

🚔 Operasi Patuh Otanaha 2026 🚔Keselamatan dimulai dari diri sendiri. Gunakan helm SNI, pakai sabuk pengaman, lengkapi su...
02/06/2026

🚔 Operasi Patuh Otanaha 2026 🚔

Keselamatan dimulai dari diri sendiri. Gunakan helm SNI, pakai sabuk pengaman, lengkapi surat kendaraan, jangan bermain HP saat berkendara, dan hindari mengemudi saat mengantuk.

Mari jadi pelopor keselamatan berlalu lintas demi diri sendiri, keluarga, dan sesama pengguna jalan.

Berawal dari "Calon Poyimumuto"Ada banyak politisi yang lahir dari perencanaan matang. Ada yang dibesarkan oleh organisa...
02/06/2026

Berawal dari "Calon Poyimumuto"

Ada banyak politisi yang lahir dari perencanaan matang. Ada yang dibesarkan oleh organisasi besar, dipromosikan sejak lama, bahkan diprediksi akan menjadi bintang politik masa depan.

Tapi kisah Nirwan Due berbeda.

Kalau mengikuti logika politik, mungkin namanya tidak pernah masuk hitungan.

Pada Pemilu 2014, Partai Gerindra menempatkannya di nomor urut 9 dari 9 caleg di Dapil Marisa–Duhiadaa–Buntulia–Patilanggio. Sebuah dapil yang oleh banyak orang disebut sebagai "dapil neraka". Belasan tokoh besar bertarung di sana untuk memperebutkan hanya sembilan kursi DPRD Pohuwato.

Di atas kertas, peluang Nirwan Due nyaris tidak terlihat.

Bahkan ada yang menganggap pencalonannya hanya sekadar pelengkap daftar.

Istilah Gorontalonya: *caleg poyimumuto*.

Caleg yang ada karena memang harus ada.

Tapi politik sering kali tidak berjalan sesuai hitungan manusia.

Ketika hasil pemungutan suara diumumkan, banyak orang terkejut. Di antara nama-nama besar yang bertarung sengit, muncul satu nama yang berhasil lolos menuju kursi DPRD Pohuwato.

Nirwan Due.

Tidak berhenti di situ.

Pada Pemilu 2019, ribuan rakyat kembali mencoblos namanya dan mengantarkannya duduk untuk periode kedua.

Lalu datang Pemilu 2024.

Hasilnya sama.

Masyarakat kembali memberikan kepercayaan.

Tiga kali pemilu. Tiga kali terpilih.

Artinya, selama kurang lebih 15 tahun terakhir, Nirwan Due menjadi salah satu wajah yang terus dipercaya rakyat Pohuwato untuk memperjuangkan aspirasi mereka di DPRD.

Padahal, kalau mendengar pengakuannya sendiri, semua itu tidak pernah masuk dalam rencana hidupnya.

*"Otutu lomao, tidak terbersit sebelumnya di otak saya untuk jadi anggota dewan. Tidak pernah terpikir lah. Tapi takdir yang membawa saya ke sini,"* tutur Nirwan dengan gaya khasnya yang sederhana.

Barangkali justru karena kesederhanaan itulah masyarakat merasa dekat dengannya.

Sebab di tengah dunia politik yang sering dipenuhi pencitraan dan formalitas, Nirwan tetap menjadi dirinya sendiri.

Ia tidak pernah berusaha terlihat rumit.

Tidak juga berusaha menjadi orang lain.

Ia hanya menjadi Nirwan Due.

Ketika ditanya apa rahasia bertahan selama tiga periode sebagai anggota dewan, jawabannya bahkan jauh lebih sederhana daripada yang dibayangkan banyak orang.

Tidak ada teori politik yang rumit.

Tidak ada strategi kampanye yang panjang.

Tidak ada resep rahasia.

*"Doa ortu bro. Hanya itu modalku, dan hanya itu p**a modalmu di politik,"* katanya sambil tersenyum.

Jawaban yang mungkin terdengar sederhana.

Tetapi justru di situlah letak kekuatannya.

Mereka yang mengenal Nirwan Due tahu satu kelebihannya yang sulit ditiru orang lain.

Ia selalu bisa *baku cocok bahasa* dengan siapa saja.

Berhadapan dengan orang tua, nyambung.

Bersama teman sebaya, masuk.

Bercanda dengan anak-anak, juga asyik.

Tidak ada jarak.

Tidak ada sekat.

Orang merasa sedang berbicara dengan keluarga sendiri.

Mungkin karena itulah masyarakat terus mempercayainya dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.

Dan ada satu catatan kecil yang menarik.

Foto yang menghiasi tulisan ini ternyata bukan foto yang mudah didapatkan.

Berkali-kali diminta, berkali-kali p**a tertunda.

Maklum.

Saat foto itu diminta, Nirwan Due sedang berada di rumah duka salah seorang konstituennya yang baru saja meninggal dunia.

Barangkali di situlah kita bisa melihat siapa sebenarnya sosok yang satu ini.

Ketika banyak orang sibuk mengurus citra, ia justru sedang berada di tengah-tengah masyarakat yang berduka.

Sebuah kebiasaan yang mungkin menjelaskan mengapa "caleg poyimumuto" itu akhirnya dipercaya rakyat selama tiga periode berturut-turut.

Karena dalam politik, kadang yang paling kuat bukan yang paling banyak bicara.

Melainkan yang paling sering hadir.

02/06/2026
Komen bebas saja utk jawab pertanyaan ini: apa yang Anda harapkan dari sebuah parpol?
01/06/2026

Komen bebas saja utk jawab pertanyaan ini: apa yang Anda harapkan dari sebuah parpol?

Address

Jln. Medi Botutihe (Kasuari)

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DPD Gerindra Gorontalo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share