02/06/2026
GERINDRA TIDAK KEJAR ANGKA KURSI, TAPI KEJAR MANFAAT UNTUK RAKYAT
Wahidin Ishak: "Target Kami Bukan Berapa Kursi, Tapi Kepada Berapa Orang Kami Bisa Bermanfaat"
GORONTALO — Menjelang semakin dekatnya tahun politik, berbagai spekulasi mulai bermunculan. Salah satu yang paling sering ditanyakan kepada Partai Gerindra adalah berapa target kursi yang ingin direbut pada Pemilu 2029 nanti.
Namun jawaban yang diberikan oleh Juru Bicara Partai Gerindra Gorontalo, Wahidin Ishak, justru di luar dugaan.
Menurutnya, hingga saat ini tidak pernah ada pembahasan mengenai target jumlah kursi yang harus direbut Gerindra pada pemilu mendatang.
"Sejauh ini sih tak pernah ada target di pemilu ini Gerindra merebut berapa kursi," ungkap Wahidin saat menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (2/6).
Pernyataan itu mungkin terdengar tidak biasa di tengah suasana politik yang umumnya dipenuhi hitung-hitungan kursi, survei elektabilitas, dan simulasi perebutan kekuasaan. Namun bagi Wahidin, terlalu dini membicarakan angka-angka ketika aturan mainnya sendiri belum jelas.
Menurutnya, pencalegan Pemilu 2029 masih jauh. Bahkan hingga hari ini, banyak hal mendasar yang belum memiliki kepastian hukum.
Apakah Pemilu 2029 masih menggunakan sistem proporsional terbuka seperti empat pemilu sebelumnya? Ataukah berubah menjadi proporsional tertutup?
Berapa jumlah kursi DPR RI yang akan diperebutkan dari Gorontalo?
Bagaimana ketentuan parliamentary threshold nantinya?
Semua pertanyaan itu, kata Wahidin, belum memiliki jawaban pasti.
"Bagaimana kita memprediksi sesuatu yang belum ada aturannya?" ujarnya.
Karena itu, ia menilai berbagai prediksi yang beredar saat ini lebih banyak bersifat spekulatif dibanding perhitungan yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Ketika ditanya mengenai siapa saja figur yang akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Gerindra pada Pemilu 2029, Wahidin juga memberikan penjelasan yang lugas.
Menurutnya, pencalegan untuk DPR RI merupakan kewenangan penuh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
"Kami pengurus daerah itu ibarat anak kos. Walaupun bisa mengusulkan, yang pasti DPD maupun DPC tidak punya kewenangan sama sekali di situ," tuturnya sambil tersenyum.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa proses penentuan calon legislatif tingkat pusat tidak ditentukan oleh pengurus daerah, melainkan melalui mekanisme dan keputusan yang berada di tingkat nasional.
Namun menariknya, di balik berbagai ketidakpastian politik itu, Gerindra ternyata tetap memiliki target yang sangat jelas.
Bukan target jumlah kursi.
Bukan p**a target jumlah pejabat.
Melainkan target yang jauh lebih sederhana, tetapi sesungguhnya lebih sulit diwujudkan.
"Target jumlah kursi Lho... Bukan soal dapat berapa kursi. ... Ini tentang kepada berapa orang kita bermanfaat," kata Wahidin menutup perbincangan.
Kalimat singkat itu seolah menjadi pengingat bahwa politik tidak selalu harus dimulai dari perhitungan angka. Ada saatnya politik berbicara tentang manfaat, keberpihakan, dan sejauh mana sebuah partai hadir dalam kehidupan masyarakat.
Sebab pada akhirnya, kursi hanyalah alat.
Sedangkan manfaat bagi rakyat adalah tujuan.
Dan mungkin, di situlah Gerindra sedang meletakkan fokusnya hari ini.
https://gotimes.id/gerindra-target-kursi-lho/