PSRP

PSRP PERHIMPUNAN REVOLUSIOR SOSIALIS PAPUA-PRSP

Manusia untuk melihat realitas secara kritis, bukan sekadar menerima keadaan sebagai sesuatu yang wajar, tanpa kesadaran...
06/06/2026

Manusia untuk melihat realitas secara kritis, bukan sekadar menerima keadaan sebagai sesuatu yang wajar, tanpa kesadaran penindasan dapat terus berlangsung karena di anggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.!

Baca selengkapnya :

Manusia untuk melihat realitas secara kritis, bukan sekadar menerima keadaan sebagai sesuatu yang wajar, tanpa kesadaran penindasan dapat terus berlangsung karena di anggap sebagai bagian dari kehi…

SELAMATKAN TANAH & BANGUN PERSATUAN KELAS.!“HARI LINGKUNGGAN SEDUNIA TEPAT PADA TANNGGAL 05 JUNI 1972- 05 JUNI 2026”Oleh...
05/06/2026

SELAMATKAN TANAH & BANGUN PERSATUAN KELAS.!

“HARI LINGKUNGGAN SEDUNIA TEPAT PADA TANNGGAL 05 JUNI 1972- 05 JUNI 2026”

Oleh : Jalan Sunyi

kapitalisme telah merusak keseimbangan alamiah.Metabolisme Sosial vs. Alam: Menurut Marx, manusia bermetabolisme dengan alam melalui proses produksi dan kerja. Manusia mengambil nutrisi dari alam untuk bertahan hidup dan seharusnya mengembalikan limbah tersebut sebagai pupuk untuk menjaga kesuburan tanah.

Kritik terhadap Kapitalisme dibawah sistem kapitalis, terjadi urbanisasi besar-besaran yang memusatkan penduduk di kota. Makanan dan serat diproduksi secara massal di pedesaan, lalu dikirim ke kota. Namun, sisa-sisa limbah manusia dari konsumsi tersebut menumpuk di kota sebagai polusi dan tidak pernah dikembalikan ke tanah pertanian.

Dampak Keretakan Akibat arus satu arah ini, tanah pertanian mengalami penipisan unsur hara (degradasi tanah), sementara kota mengalami pencemaran. Marx menyebut ini sebagai “irreparable rift” (keretakan yang tak dapat diperbaiki) antara manusia dan bumi akibat kerakusan sistem kapitalis yang hanya berfokus pada akumulasi keuntungan.

Hari Lingkungan Sedunia lahir di Stockholm, Swedia, pada tahun 1972 selama Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia.Sementara itu, meskipun bukan ahli ekologi murni, Karl Marx memiliki teori lingkungan yang dikenal sebagai “Metabolic Rift” (Keretakan Metabolisme).

Sejarah Lahirnya Hari Lingkungan Sedunia Lokasi & Waktu Lahir tepat waktu Ditetapkan pada Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia (Pembukaan Konferensi Stockholm) di Stockholm, Swedia, pada tanggal 5-16 Juni 1972.Tanggal Peringatan: 5 Juni dipilih sebagai hari pertama konferensi tersebut, dan perayaan pertamanya dilaksanakan pada tahun 1974 dengan tema “Only One Earth”.Inisiator Resolusi ini diajukan oleh negara Senegal dan Jepang. Peringatan ini kemudian dikoordinasikan oleh United Nations Environment Programme (UNEP).

SELAMATKAN TANAH PAPUA DARI EKSPANSI MODAL DAN KOLONIALISME MODERN.!

Karl Marx dan Friedrich Engels menjelaskan ”bahwa sejarah umat manusia adalah sejarah perjuangan kelas”. Dalam setiap zaman, selalu terdapat pertentangan antara kelompok yang menguasai alat produksi dengan kelompok yang dieksploitasi. Dalam masyarakat kapitalis modern, kekuasaan ekonomi berada di tangan pemilik modal yang terus memperluas wilayah akumulasi keuntungan melalui penguasaan tanah, sumber daya alam, dan tenaga kerja.

Dalam karya-karya Marx dan Engels, negara tidak berdiri netral di atas semua kepentingan sosial. Negara sering berfungsi sebagai alat politik yang menjaga kepentingan kelas yang berkuasa. Melalui kebijakan pembangunan, investasi, dan proyek-proyek ekonomi berskala besar, negara dapat menjadi instrumen yang memfasilitasi ekspansi kapitalisme ke wilayah-wilayah yang sebelumnya berada di luar sirkulasi modal.

Papua merupakan salah satu wilayah yang mengalami tekanan tersebut. Kekayaan hutan, mineral, sungai, dan tanah adat menjadikan Papua sasaran berbagai proyek ekstraktif. Atas nama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, ruang hidup masyarakat adat semakin terdesak oleh pertambangan, perkebunan skala besar, pembukaan kawasan industri, dan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Marx menyebut proses ini sebagai bagian dari akumulasi kapital, yaitu upaya terus-menerus untuk memperluas keuntungan dengan menguasai sumber-sumber kehidupan masyarakat. Dalam perkembangannya, para pemikir Marxis melihat bahwa imperialisme merupakan tahap lanjut kapitalisme ketika modal membutuhkan wilayah-wilayah baru untuk dieksploitasi. Oleh karena itu, eksploitasi terhadap tanah, hutan, dan manusia tidak dapat dipisahkan dari kepentingan ekonomi global.

Dalam perspektif historis materialisme historis, kerusakan lingkungan bukanlah sekadar kesalahan individu atau lemahnya kesadaran masyarakat. Kerusakan lingkungan merupakan konsekuensi dari sistem ekonomi yang menempatkan keuntungan di atas keberlanjutan hidup manusia dan alam. Ketika hutan dipandang sebagai komoditas dan tanah dipandang sebagai aset investasi, maka masyarakat adat yang bergantung pada alam akan menjadi kelompok pertama yang menanggung dampaknya.

Friedrich Engels dalam kajiannya mengenai hubungan manusia dan alam mengingatkan bahwa setiap kemenangan manusia atas alam pada akhirnya dapat berbalik menjadi bencana apabila dilakukan tanpa memperhitungkan keseimbangan ekologis. Pengrusakan hutan, pencemaran sungai, dan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan akan melahirkan krisis sosial dan ekologis yang mengancam generasi mendatang.

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk menolak segala bentuk perampasan tanah adat, penghancuran lingkungan, dan praktik pembangunan yang mengabaikan hak-hak masyarakat adat Papua. Perjuangan menjaga lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari perjuangan mempertahankan tanah, identitas budaya, dan hak menentukan masa depan sendiri.



TUNTUTAN RAKYAT BENTUK PERLAWANAN SEBAGAI BERIKUT:

1. Hentikan perampasan tanah adat atas nama investasi dan pembangunan.

2. Evaluasi seluruh proyek yang mengancam lingkungan dan hak masyarakat adat Papua.

3. Akui dan lindungi wilayah adat sebagai ruang hidup rakyat Papua.

4.. Hentikan kriminalisasi terhadap pembela lingkungan dan masyarakat adat.

5. Wujudkan pembangunan yang berkeadilan sosial dan ekologis.

6. Hutan papua bukan untuk komoditas

7. Tanah papua bukan barang dagangan

8. Lingkungan hidup adalah hak rakyat

9. lawan kolonialisme imperialisme-kapitalisme

10. Selamatkan Papua, selamatkan masa depan Generasi akan mendatang



Referensi dari tulisan:

Karl Marx, Das Kapital (1867).
The Communist Manifesto, Karl Marx & Friedrich Engels.
The German Ideology, Karl Marx & Friedrich Engels.
The Origin of the Family, Private Property and the State, Friedrich Engels.
Dialectics of Nature.
Historical Materialism.
Political Ecology.
Di terbitkan 5 Juni 2026 waktu Indonesia Barat

Gulingkan Kapitalisme dan wujudkan sosialisme sekarang juga.!!

Bagikan ini: baca selengkapnya.!
https://jalansunyi8.wordpress.com/2026/06/04/selamatkan-tanah-bangun-persatuan-kelas/

Ini adalah pembalasan dari negara Israel atas tahun 2025 orang Indonesia Menginjak-injak bendera Israel vc AS di jalan b...
22/05/2026

Ini adalah pembalasan dari negara Israel atas tahun 2025 orang Indonesia Menginjak-injak bendera Israel vc AS di jalan besar makasar itu ada juga pembalasan dari bangsa Israel terhadap orang Indonesia sujud bendera Israel.

Jangan sombong karena setiap perbuatanmu jahat maka, membalas juga dengan kejahat.

Sejak 1961 Bendera bintang kejora berkibar di Holandia Jayapura seperti bangsa-bangsa lain dengan struktur negara yang sa secara (defacto dan -- dejure ) namun kolonialisme Indonesia mobilisasi masa sejak 19 December 1961 di alun-alun Jogjakarta dengan tujuannya adalah: Membubarkan negara Papua Barat yang telah di deklarasikan. Kemudian memobilisasikan masa guna mempertahankan bangsa Papua kedalam pangkuan NKRI, dan mengibarkan bendera merah putih di tanah air Papua dengan sejak saat itu di mana Amerika Serikat, Belanda, Indonesia, melakukan perjanjian internasional melalui (UNTEA/PBB) setelah melakukan perjanjian secara ilegal kepentingan imperialisme-kapitalisme akhirnya Indonesia berhasil memenangkan untuk bangsa Papua bagian dari Indonesia Dan sejak
1963 mengibarkan bendera merah putih di Papua Barat, Indonesia menganggap bendera bintang kejora seperti bendera teroris, bendera KKB, dll lalu bendera merah putih tetap berkibar tapi INGGAT.!!!
Suatu saat orang Papua akan membakar bendera merah putih dan injak-injak bendera merah-putih. Karena belum waktunya orang Papua berkibar bendera bintang kejora.


Medan juang, lombok 22 Mey 2026

Militer Indonesia Lakukan Serangan Drone Bom Di Markas TPNPB Batalyon Yuguru, Satu Anggota TPNPB GugurSiaran Pers Ke III...
22/05/2026

Militer Indonesia Lakukan Serangan Drone Bom Di Markas TPNPB Batalyon Yuguru, Satu Anggota TPNPB Gugur

Siaran Pers Ke III Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Jumat, 22 Mei 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma dari Komandan Batalyon Yuguru, Mayor Yibet Gwijangge dari medan perang bahwa aparat militer Indonesia telah melakukan serangan drone bom ke markas TPNPB Batalyon Yuguru pada 18 Mei 2026 yang mengakibatkan satu pasukan TPNPB gugur atas nama Engenpi Gwijangge berusia 18 tahun gugur.

Engenpi Gwijangge adalah prajurit terbaik TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dari Batalyon Yuguru yang berani dan siap melaksanan tugas dalam medan perang demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua dari jajahan kolonialisme Indonesia. Ia banyak terlibat dalam operasi TPNPB yang mengakibatkan banyaknya jatuhnya korban jiwa dari aparat militer Indonesia selama operasi berlangsung di Nduga. Ia adalah anak kandung dari Komandan Batalyon Yuguru, Yibet Gwijangge yang selalu mengawal ayahnya dalam medan perang. Engenpi Gwijangge besar dan tumbuh bersama pasukan TPNPB hingga memiliki jiwa pemberani dan siap tempur. Sejak kecil telah lahir dan besar bersama TPNPB hingga pada 2018 Ia secara resmi bergabung menjadi pasukan elit dan siap tempur dalam medan perang serta memiliki jiwa revolusioner dan terdidik dalam medan pertempuran.

Atas gugurnya Engenpi Gwijangge, TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dari 13 Batalyon dan III Kowip menggumumkan duka nasional kepada semua pihak atas serangan drone bom yang dialaminya pada 18 Mei 2026 lalu. Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga secara resmi mengumumkan duka nasional atas gugurnya Engenpi Gwijangge. Ia adalah prajurit muda dan terbaik yang banyak terlibat dalam medan perang demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua sehingga wajib di hormati dan dihargai oleh seluruh rakyat Papua dan semua pihak.

Demikian Siaran Pers Ke III Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Jumat, 22 Mei 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.

‎Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.

‎Jenderal Goliath Tabuni
‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM

‎Letnan Jenderal Melkisedek Awom
‎Wakil Panglima TPNPB-OPM

‎Mayor Jenderal Terianus Satto
‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

‎Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

20 Pontos do rograma por um Brasil comunistaInternacional Comunista Revolucionária - Brasilhttps://marxista.org/programa...
02/05/2026

20 Pontos do rograma por um Brasil comunista
Internacional Comunista Revolucionária - Brasil

https://marxista.org/programa-por-um-brasil-comunista/

Leia na íntegra e venha debater conosco

Pela luta de classes internacional e uma revolução mundial: Trabalhadores do mundo todo, uni-vos!

Comitê Central da ICR-Brasil

Seção Brasileira da Internacional Comunista Revolucionária

1. Fim da escala 6×1, redução da jornada para 30 horas semanais, com no máximo 6 horas de trabalho diário e sem redução salarial! Obrigatoriedade de pelo menos 2 dias de descanso na semana, rumo à escala 4×3! 2. Emprego para todos! Nenhuma pessoa apta ao trabalho deve estar desempregada ou ...

Baku Tembak Di Nduga Praka Aprianus Tewas Dan Mayor Ket Gwijangge Gugur, TPNPB: Perang Berlanjut Hingga Indonesia Mengak...
02/05/2026

Baku Tembak Di Nduga Praka Aprianus Tewas Dan Mayor Ket Gwijangge Gugur, TPNPB: Perang Berlanjut Hingga Indonesia Mengakui Kemerdekaan Bangsa Papua

Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 2 Mei 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigjend Egianus Kogeya dan pasukannya dari markas bahwa telah terjadi kontak senjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dengan aparat militer Indonesia pada 29 April 2026 sekitar pukul 09.00-12.00 siang di Gunung Alma pinggiran sungai Yuguru dalam kontak senjata tersebut mengakibatkan seorang aparat militer Indonesia tewas atas nama Praka Aprianus dan seorang lainnya kritis, sementara Komandan Operasi TPNPB Batalyon Mugi, Mayor Ket Gwijangge gugur dalam medan perang.

Komandan Batalyon Yuguru, Mayor Yibet Gwijangge melaporkan bahwa Ket Gwijangge merupakan prajurit terbaik dari TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, almarhum bergabung dengan TPNPB sejak tahun 2017 dan banyak terlibat dalam aksi kontak senjata melawan aparat militer Indonesia di Kenyam, Yigi, Mugi, Mapnudma dan seluruh wilayah operasi di Nduga.

Atas gugurnya Mayor Ket Gwijangge, Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigjend Egianus Kogeya bersama Komandan Batalyon Yuguru Mayor Yibet Gwijangge dan seluruh pasukan TPNPB dari 3 Kowip dan 13 Batalyon mengumumkan duka nasional kepada seluruh pihak. Dan Mayor Yibet Gwijangge meminta agar seluruh pasukan TPNPB untuk satukan barisan perlawanan melawan aparat militer Indonesia yang sedang merampok, mencuri dan membunuh rakyat Papua. Ia juga menyerukan agar seluruh pasukan TPNPB untuk wajib membunuh seluruh aparat militer Indonesia dan agen intelijennya. Perjuangan kami bukan untuk mencari makan, minum, uang maupun jabatan dalam pemerintahan kolonialisme indonesia tetapi, perjuangan kami untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga secara resmi mengumumkan duka nasional kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua atas gugurnya Mayor Ket Gwijangge dan kami juga berbelasungkawa atas tewasnya Praka Aprianus dalam medan perang di Nduga, Papua. Kami juga menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa perang untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua akan tetap berlanjut hingga negara kolonialisme Indonesia mengakui kemerdekaan bangsa Papua, jika tidak maka seluruh aparat militer Indonesia dan agen intelijennya yang terus memasuki wilayah konflik bersenjata kami siap eksekusi dan tembak mati jika kedapatan.

Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Sabtu, 2 Mei 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.

‎Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.

‎Jenderal Goliath Tabuni
‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM

‎Letnan Jenderal Melkisedek Awom
‎Wakil Panglima TPNPB-OPM

‎Mayor Jenderal Terianus Satto
‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

‎Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

"Sesungguhnya, apa yang dapat memberi para pekerja keberanian dan keyakinan yang lebih besar pada kekuatan mereka sendir...
26/04/2026

"Sesungguhnya, apa yang dapat memberi para pekerja keberanian dan keyakinan yang lebih besar pada kekuatan mereka sendiri selain pemogokan massal yang mereka putuskan sendiri? Apa yang dapat memberi lebih banyak keberanian kepada para budak abadi pabrik dan gudang selain pengerahan pasukan mereka sendiri? Dengan demikian, gagasan perayaan kaum proletar dengan cepat diterima dan ... menyebar ke setiap negeri hingga akhirnya menaklukkan seluruh dunia proletar." (Rosa Luxemburg)

https://percikanapi.data.blog/2026/04/25/may-day-bagi-kita/

Sorotan

“Sesungguhnya, apa yang dapat memberi para pekerja keberanian dan keyakinan yang lebih besar pada kekuatan mereka sendiri selain pemogokan massal yang mereka putuskan sendiri? Apa yang dapat …

AKSI NASIONAL – RAKYAT PAPUA MENGGUGATTim Investigasi HAM Kabupaten Puncak dan Mahasiswa Puncak Se-Indonesia bersama rak...
26/04/2026

AKSI NASIONAL – RAKYAT PAPUA MENGGUGAT

Tim Investigasi HAM Kabupaten Puncak dan Mahasiswa Puncak Se-Indonesia bersama rakyat akar rumput Papua menyampaikan seruan aksi nasional yang akan dilaksanakan pada 27 April 2026 sebagai respons atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Puncak.

Situasi di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sebanyak 10 orang meninggal dunia, termasuk seorang bayi, 1 orang dinyatakan hilang, dan 9 orang mengalami luka-luka. Di sisi lain, sekitar 14.166 jiwa terpaksa mengungsi dalam keadaan darurat, meninggalkan rumah serta seluruh harta benda tanpa kepastian akan keselamatan dan masa depan mereka.

Krisis ini bukan sekadar angka, melainkan kenyataan pahit yang dihadapi masyarakat sipil yang kehilangan rasa aman, kehilangan keluarga, serta akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan layanan kesehatan. Hingga hari ini, para pengungsi masih hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian serta perlindungan yang serius.

Melalui aksi ini, kami mengajak seluruh mahasiswa, masyarakat sipil, tokoh agama, pemuda, serta seluruh rakyat Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan untuk bersama-sama menyuarakan keadilan bagi rakyat Papua, khususnya masyarakat Kabupaten Puncak. Aksi ini menjadi ruang bersama untuk menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil harus dihentikan, korban harus mendapatkan keadilan, dan para pengungsi harus segera memperoleh perlindungan serta pemenuhan hak-hak dasarnya.

Partisipasi dan solidaritas dari semua pihak menjadi kekuatan penting dalam mendorong perubahan. Suara yang kita bangun bersama adalah harapan bagi mereka yang saat ini berada dalam situasi sulit dan penuh ketidakpastian.

Mari bergabung dan ambil bagian dalam aksi nasional ini. Karena ketika kemanusiaan terluka, diam bukanlah pilihan.

——————————
Penanggung jawab:
Tim Investigais Ham
Mahasiswa puncak Se-IndonesiaAKSI NASIONAL – RAKYAT PAPUA MENGGUGAT

Tim Investigasi HAM Kabupaten Puncak dan Mahasiswa Puncak Se-Indonesia bersama rakyat akar rumput Papua menyampaikan seruan aksi nasional yang akan dilaksanakan pada 27 April 2026 sebagai respons atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Puncak.

Situasi di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sebanyak 10 orang meninggal dunia, termasuk seorang bayi, 1 orang dinyatakan hilang, dan 9 orang mengalami luka-luka. Di sisi lain, sekitar 14.166 jiwa terpaksa mengungsi dalam keadaan darurat, meninggalkan rumah serta seluruh harta benda tanpa kepastian akan keselamatan dan masa depan mereka.

Krisis ini bukan sekadar angka, melainkan kenyataan pahit yang dihadapi masyarakat sipil yang kehilangan rasa aman, kehilangan keluarga, serta akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan layanan kesehatan. Hingga hari ini, para pengungsi masih hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian serta perlindungan yang serius.

Melalui aksi ini, kami mengajak seluruh mahasiswa, masyarakat sipil, tokoh agama, pemuda, serta seluruh rakyat Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan untuk bersama-sama menyuarakan keadilan bagi rakyat Papua, khususnya masyarakat Kabupaten Puncak. Aksi ini menjadi ruang bersama untuk menegaskan bahwa kekerasan terhadap warga sipil harus dihentikan, korban harus mendapatkan keadilan, dan para pengungsi harus segera memperoleh perlindungan serta pemenuhan hak-hak dasarnya.

Partisipasi dan solidaritas dari semua pihak menjadi kekuatan penting dalam mendorong perubahan. Suara yang kita bangun bersama adalah harapan bagi mereka yang saat ini berada dalam situasi sulit dan penuh ketidakpastian.

Mari bergabung dan ambil bagian dalam aksi nasional ini. Karena ketika kemanusiaan terluka, diam bukanlah pilihan.

——————————
Penanggung jawab:
Tim Investigais Ham
Mahasiswa puncak Se-Indonesia

“Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB”Semangat akan terus perjuangkan melalui Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB  dengan...
03/04/2026

“Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB”

Semangat akan terus perjuangkan melalui Kolektif Papua Belajar Bersama-KPBB dengan metode- tradisi yang secara demokratis tujuannya adalah memajukan kesadaran politik terkhususnya orang Papua.

orientasi dan teori-teori di bhawa Panji Bolshevik, Marxisme ilmiah, sosialisme ilmiah, tujuannya adalah wujudkan manusia tanpa kelas.

a.) Petani berhak berorganisasi di bahwa kolektif.
b.) Buruh berhak berorganisasi di bawah kolektif.
c.) Nelayan berhak berorganisasi di bhawa kolektif.
d.) Pelajar behak berorganisasi di bhawa kolektif
e.) Mahasiswa berhak berorganisasi di bhawa kolektif..

a.) Yang terlarang kolektif Papua belajar bersama adalah Borjuis lokal Papua.
b.) Terlarang Intel antagonis Borjuis kapitalisme.
c.) Terlarang TNI-Polri orang asli Papua.

Syarat masuk dalam kader kolektif adalah:
Tendensi yang sama, ideologi yang sama, metode yang sama, tujuannya adalah menggulingkan sistem imperialisme-kapitalisme kolonialisme mewujudkan Sosialisme ilmiah.

Cerita tentang pergerakan berdirinya kolektif dalam jangka pendek yang sudah lakukan kerja-kerja kolektif adalah sebagai berikut:

Kolektif sejak 14 Mey tahun 2024 nusa tenggara barat banyak masa yang tergabung dengan antusias melalui diskusi bersama, lapak baca bersama, menulis bersama, satu sama lain kontrakan Po nusa tenggara barat di bhawa Aliansi Mahasiswa Papua-AMP komite kota lombok,

Tujuannya adalah mendorong mahasiswa Papua 70 mahasiswa Papua yang di jamin dari Dikti (adik afirmasi)-dengan jumlah yang bertambah banyak itu kami berusaha semaksimal mungkin untuk menarik mereka dengan metode yang kita gunakan adalah, kemauan mereka, agar kolektif tetap membara, semakin hari semakin bertambah dalam 1 Minggu dengan hal itu kami kolektif berhasil merekrut 8 orang masuk dalam kaderisasi AMP sejak 2025 yang bagian dari kami.

Selanjutnya beberapa kawan yang ingin menjadi bagian dari kk-kolektif tapi apakah akan merekrut atau tidak Kawan-kawan yang bergerak dengan taktik yang tepat di dalam kolektif tidak ada membersamai dengan hal lain/ Panji yang berbeda..

Dan kolektif juga punya relasi dan basis yang cukup luas, terutama lombok timur, Lombok Utara, lombok barat.

Maka tentunya kolektif akan tetap konsisten dan membawa nama kolektif dengan apa yang kolektif yakini., kolektif tentunya mencari kader yang baru, tujuannya benar-benar memperjuangkan HMNS tanpa pemikiran yang dualisme, sektarianisme, oportunisme, kiri ke kanan...

Papua akan di usahakan di bentuk secara semaksimal mungkin, karena organisasi yang bernama masa yang luas tapi teori dan orientasinya masih ke kiri-kanan belum tentu semua terumus ke satu arah..

Medan juang 3 April 2026 Wamena Papua

Akar Rumput kaum Muda Revolusioner

01/04/2026

"Orang Papua seperti binatang di mata kolonial Indonesia."

Analisis wene; Brutalitas TNI-Polri Terhadap masyarakat adat Papua tentunya intrusi dari atasannya, tentunya perlu kita analisis secara tepat pelanggaran HAM brutalitas polisi terhadap masyarakat adat di Papua.

Brutalitas TNI-Polri Terhadap masyarakat adat Papua dengan antusias moncong senjata terhadap masyarakat adat pribumi Papua tentunya reaksi dari kepentingan imperialisme-kapitalisme kolonialisme dengan cara yang terang-terangan agar masyarakat lain diam dalam seksisme, Fasisme, rasisme, diskriminasi, penindasan, penumbuhan, massal, eksplorasi tanah adat dengan berbasis struktural militer yang brutalitas terhadap masyarakat Papua tidak Eran dan kaget, brutalitas polisi terhadap masyarakat karena reaksi Brutalitas muncul semenjak presiden. republik ini Prabowo-gibran dengan tentunya masyarakat Papua akan di musnahkan..

masyarakat adat Papua perlu mempersiapkan diri untuk melawan Militerisme Indonesia diatas tanah Papua, jika masyarakat massal Papua diam dalam penjajahan pembunuhan orang Papua akan di bunuh secara perlahan secara terang-terangan dan tertutup..

Terang-terangan adalah: membungkam ruang demokrasi hak orang Papua dengan mengatasnamakan hegemonisasi--chauvini NKRI Arga mati. Orang Papua menembak mati seperti binatang. Orang Papua dieksplotasi secara bertubi-tubi demi mengatasnamakan menjaga chauvinis NKRI Arga mati. Orang Papua di tangkap dan di melumpukan secara tidak manusiawi. Semuanya ini adalah tentunya reaksinya Kolonialisme terhadap bangsa terjajah maka pentingnya mempersatukan kekuatan untuk mengusir penjajah kolonial Indonesia diatas Tanah Papua.

Secara pelan dan Alus: kolonialisme tentunya mengirimkan perempuan-perempuan yang sudah kena HIV-ADS melalui ( Michat), Melalui minuman alcohol, melalui doktrin secara tekan dan banyak cara taktik dari pada strategi kolonialisme terhadap bangsa terjajah.

Kesimpulan:
melawan militerisme kolonial bertujuan untuk,
Mengakhiri akumulasi modal yang berbasis pada perampasan tanah dan tenaga kerja.

Menyatukan perjuangan pekerja di negara penjajah dengan perjuangan pembebasan di negara jajahan.

Mengusir penjajah sebagai langkah menuju revolusi proletar global.

Wene Karunggu 1 April 2026

Address

Perhimpunan Revolusioner Sosialis
Wamena
99511

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PSRP posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share