03/09/2025
Perayaan 100 Tahun Peradaban Pendidikan di Papua oleh I.S. Kijne merupakan sebuah momentum bersejarah untuk mengenang dan merayakan karya besar seorang misionaris Belanda, I.S. Kijne, yang pada 25 Oktober 1925 menapakkan kakinya di Tanah Papua, tepatnya di Aitumieri, Teluk Wondama. Di tempat inilah ia mendirikan sekolah pertama dan meletakkan dasar peradaban pendidikan yang kemudian membuka jalan bagi perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Papua.
Melalui karya pendidikan yang ia rintis, I.S. Kijne tidak hanya mengajarkan baca tulis, tetapi juga menanamkan nilai iman, disiplin, kerja keras, dan kesadaran akan martabat manusia. Dari sinilah lahir generasi Papua yang melek huruf, memiliki wawasan, dan siap mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. Pendidikan menjadi pintu masuk transformasi sosial, budaya, dan rohani yang mengantar masyarakat Papua memasuki era baru peradaban.
Perayaan yang dilaksanakan pada 25 Oktober 2025 ini bukan hanya sekadar peringatan seratus tahun berdirinya sekolah pertama di Papua, tetapi juga sebuah refleksi atas perjalanan panjang pendidikan Papua serta tonggak syukur atas karya Tuhan melalui seorang hamba-Nya. Kegiatan ini diwarnai dengan ibadah syukur, seminar pendidikan, pameran sejarah, seni budaya, dan pertemuan akbar masyarakat Papua sebagai bentuk penghargaan atas jejak sejarah tersebut.
Lebih dari itu, perayaan ini menjadi momen untuk menyadarkan generasi muda Papua bahwa pendidikan adalah kunci menuju masa depan yang lebih baik. Semangat yang diwariskan I.S. Kijne harus terus dihidupi agar Papua tidak hanya dikenal sebagai tanah yang kaya akan alam, tetapi juga melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.
Dengan tema besar “100 Tahun Peradaban Pendidikan Papua: Dari Batu Peradaban Menuju Generasi Emas”, perayaan ini menjadi ajakan bersama untuk merawat warisan sejarah, memperkokoh iman, memperluas wawasan, serta meneguhkan komitmen membangun Papua melalui pendidikan.