21/05/2026
Dulu kami berlima hanya anak laki-laki biasa yang dibesarkan dengan peluh, doa, dan kasih sayang seorang ibu.
Ibu yang rela lelah, rela menangis diam-diam, demi melihat anak-anaknya tumbuh dan berhasil.
Hari ini, kami memang telah menjadi abdi negara…, dihormati karena tugas.
Namun di hadapan pusara ini, kami tetaplah anak kecil yang kehilangan pelukan paling tulus dalam hidup.
Ibu…
keberhasilan kami tak akan pernah mampu membalas satu pun pengorbananmu.
Kini hanya doa yang bisa kami kirimkan, semoga Allah menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya.
Terima kasih sudah menjadi rumah ternyaman bagi kami berlima.
Selamat jalan, Ibu tercinta…” 🥀🤍
Almh..ibu Tumiyem Alfatiha 🤲🤲