Hobikoe

Hobikoe Hobikoe menyediakan berbagai layanan fitur terbaiknya
sehingga sangat istimewa peminat barang antik Terdiri dari beberapa komunitas Barang Antik dan Hobi

Batu bata bersusun, sebagiannya rubuh tak beraturan, ia menempelkan solatip kertas sebagai upaya menahan batu-batu terse...
06/12/2025

Batu bata bersusun, sebagiannya rubuh tak beraturan, ia menempelkan solatip kertas sebagai upaya menahan batu-batu tersebut untuk rubuh kembali. Pramudita Angga (b. 2002) mengeksplorasi visual kertas sebagai simbol dari kerapuhan dan kekuatan, sesuatu yang amat kontras. Dalam karyanya yang berjudul "Hampir Runtuh" ia mengapresiasi perjuangan ayahnya yang merupakan seorang kuli bangunan. Masa lalunya yang diremehkan oleh orang sekitar karena pekerjaan tersebut dan dirinya yang kerap kali membantu pekerjaan ayahnya, menginspirasi dirinya dengan mengeksplorasi visual batu-batu bangunan yang di tempelkan menggunakan solatip kertas sebagai gambaran harapan manusia yang rapuh nan kusut, namun tetap berusaha untuk terus kokoh.

Pada dinding galeri, Angga menghadirkan gergaji dan kuas cat bekas yang merupakan perkakas otentik menjadi saksi bisu tetesan keringat sang ayah. Benda-benda yang biasanya tergeletak di lokasi proyek berdebu ini kini digantung dengan takzim di ruang pamer yang putih dan bersih, seolah menuntut pengakuan dan validasi atas profesi yang kerap dipandang sebelah mata.

โ€‹Ketegangan visual memuncak pada instalasi paving block berbentuk heksagonal yang ditempelkan ke dinding. Di sini, Angga bermain dengan logika gravitasi dan persepsi audiens. Bongkahan beton yang berat dan keras menjadi simbol dari beban hidup dan realitas ekonomi, dipaksa menempel hanya dengan bantuan solatip kertas yang tipis dan ringkih. Secara fisis, ini adalah sebuah kemustahilan atau setidaknya sebuah struktur yang sangat sementara. Namun, justru di situlah letak kekuatan metaforanya. Solatip tersebut merepresentasikan upaya mental dan emosional yang seringkali seadanya namun dipaksakan sekuat tenaga untuk menahan beban hidup agar tidak ambruk menimpa diri.

๐—›๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ถ๐—ฟ ๐—ฅ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ต
by Pramudita Angga
Mix media installation
Variable dimension
2025

๐™Ž๐™ž๐™–๐™ฅ๐™–, ๐˜ฟ๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–?

Gallery hours:
13.00 - 20.00
๐Ÿ“Hobikoe

Periode pameran sampai tanggal 6 Desember 2025

Besar dan dipenuhi cipratan warna, karya Muhammad Ziddane (b. 2003) lahir dari dorongan emosional yang muncul secara spo...
06/12/2025

Besar dan dipenuhi cipratan warna, karya Muhammad Ziddane (b. 2003) lahir dari dorongan emosional yang muncul secara spontan. Ia membiarkan kemarahan, kecewa, bahagia, maupun cinta berpindah ke kanvas tanpa perantara konsep yang rumit. Setiap goresan dan cipratan warna menjadi jejak langsung dari kondisi batin, sehingga durasi penciptaan tidak pernah berlangsung berminggu-minggu, ia berhenti ketika emosi itu sendiri berhenti. Baginya, batas selesai sebuah karya bukan pada teknis atau komposisi, melainkan pada titik ketika perasaan yang ia bawa telah tuntas diungkapkan.

Dalam โ€œAbout You,โ€ kejujuran menjadi medium utama. Ziddane tidak datang dari latar kemampuan figuratif yang kuat, dan ia mengakuinya tanpa ragu. Keterbatasannya dalam menggambar figur realis justru membawanya pada abstraksi, yang bagi dirinya jauh lebih jujur dan lebih dekat dengan cara ia mengalami dunia. Abstraksi menjadi ruang aman tempat ia dapat berkomunikasi tanpa harus memikirkan kesempurnaan bentuk atau ketepatan anatomi. Setiap warna yang bertabrakan, setiap tekstur yang muncul, adalah cara tubuh dan perasaannya berbicara lebih cepat daripada pikirannya.

Meski demikian, ia tetap memperlihatkan sketchbook pribadinya yang berisi latihan-latihan sederhana seperti landscape, karakter anime, dan portrait. Sketchbook itu menjadi bukti perjalanan belajarnya, sekaligus memperlihatkan sisi dirinya yang mencoba, gagal, dan terus belajar. Dari lembar-lembar tersebut, terlihat bahwa proses bagi Ziddane tidak pernah berhenti pada satu medium atau satu kemampuan saja. Ia menjadikan latihan-latihan itu sebagai keseharian, sementara abstraksi menjadi ruang di mana ia benar-benar dapat bernapas.

๐—”๐—ฏ๐—ผ๐˜‚๐˜ ๐—ฌ๐—ผ๐˜‚
by Muhammad Ziddane
Mix media on canvas
170 ร— 130 cm
2025

๐™Ž๐™ž๐™–๐™ฅ๐™–, ๐˜ฟ๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–?

Gallery hours:
13.00 - 20.00
๐Ÿ“Hobikoe

Periode pameran sampai tanggal 6 Desember 2025

Indah berkilauan, namun rasa sesak turut hadir di dalamnya. Verifh Hendy Saputra (b. 2002) menitikberatkan pandangannya ...
04/12/2025

Indah berkilauan, namun rasa sesak turut hadir di dalamnya. Verifh Hendy Saputra (b. 2002) menitikberatkan pandangannya pada modernitas dunia yang kerap kali mengekang dan membutakan manusia dari kenyataan paling dasar, bahwa alam sedang rusak, dan kita justru sibuk mengagumi kilau plastik yang menutupinya. Eksplorasinya pada material dan visual plastik menjadi simbol dari kenyamanan palsu peradaban modern, tentang permukaan yang mengilap namun menyembunyikan sesuatu yang perlahan tercekik di dalamnya.

Dalam โ€œMelihat Masa,โ€ Verifh seperti menelusuri ulang proses dirinya sendiri, dari masa ketika menggambar hanyalah pelarian, cara diam untuk menolak pandangan orang lain yang meragukannya. Goresan yang kini tampil sangat presisi dan hyperrealistic bukan hasil dari teori atau akademik yang rumit, melainkan dari logika sederhana tentang terang dan gelap, tentang meniru apa yang dilihat mata lalu mengolahnya dengan perasaan.

Kini, di masa di mana pencapaian teknis sering disalahartikan sebagai tujuan utama berkesenian, Verifh justru bergerak tanpa arah yang pasti. Ia membiarkan dirinya mengalir, tidak terikat pada tujuan yang kaku, seperti air yang mengikuti kontur tanahnya sendiri. Mungkin karena ia tumbuh di Wonosobo yang merupakan tempat di mana kabut, gunung, dan udara sejuk masih terasa akrab, ia menyimpan pandangan yang lembut terhadap alam. Bagi Verifh, modernitas adalah paradoks yang menjanjikan kemajuan, tetapi juga menjauhkan manusia dari kedekatan dengan tanah, udara, dan ketenangan yang dulu begitu alami.

Dalam keheningan dan kejujuran prosesnya, Verifh memperlihatkan bahwa terkadang, cara paling jujur untuk memahami masa depan adalah dengan melihat kembali bagaimana kita dulu memandang dunia sebelum segalanya dibungkus rapat oleh modernitas.

๐— ๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐˜ ๐— ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ
by Verifh Hendy S
Pencil & Oil Pastel on Paper
Variable dimension
2025

๐™Ž๐™ž๐™–๐™ฅ๐™–, ๐˜ฟ๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–?

Gallery hours:
13.00 - 20.00
๐Ÿ“Hobikoe

Periode pameran sampai tanggal 6 Desember 2025

Kebersihan adalah sebagian dari iman, petuah paling ikonik yang diingat oleh setiap anak di Indonesia. Mengenyam pendidi...
02/12/2025

Kebersihan adalah sebagian dari iman, petuah paling ikonik yang diingat oleh setiap anak di Indonesia. Mengenyam pendidikan di pondok pesantren sedari kecil, Andhika Abi Ramadhan (b. 2001) mengulas kembali kedisiplinan yang membentuk kesehariannya ketika pesantren masih menjadi rumah kedua. Kemandirian menjadi fondasi utama baginya untuk bertahan dan tumbuh, terutama dalam mengelola waktu dan menjaga kebersihan diri. Dua hal yang tampak sederhana itu justru menjadi aturan tak tertulis yang terus menuntunnya hingga dewasa.

Dalam karya โ€œBerjemur,โ€ ia mengekspresikan pengalaman fisik yang sangat akrab dengan rutinitas santri. Kain-kain panjang yang digantung seperti pakaian basah menghadirkan ingatan tentang ritme harian yang ketat, tentang waktu yang diatur oleh sinar matahari, dan tubuh yang beradaptasi dengan rutinitas kolektif.

Sementara dalam โ€œWaktu Kebersihan,โ€ penggunaan jam dinding dan citraan visual yang berhubungan dengan waktu menjadi penanda disiplin yang terus mengawasi, sekaligus menjadi simbol bagaimana keteraturan membentuk kebiasaan. Karya ini bukan nostalgia sentimental, melainkan pencatatan tentang bagaimana praktik-praktik harian yang terlihat remeh justru menanamkan karakter yang dibawanya hingga masuk dunia kerja.

๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ฟ
by Andhika Abi Ramadhan
Acrylic on canvas
300ร—150 cm
2025

๐—ช๐—ฎ๐—ธ๐˜๐˜‚ ๐—ž๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ป
by Andhika Abi Ramadhan
Acrylic on canvas
300ร—200 cm
2025

๐™Ž๐™ž๐™–๐™ฅ๐™–, ๐˜ฟ๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–?

Gallery hours:
13.00 - 20.00
๐Ÿ“Hobikoe

Periode pameran sampai tanggal 6 Desember 2025

Detil dan penuh perhitungan, segala sesuatunya yang sedang, sudah, atau akan terjadi dalam kehidupan tidak pernah benar-...
30/11/2025

Detil dan penuh perhitungan, segala sesuatunya yang sedang, sudah, atau akan terjadi dalam kehidupan tidak pernah benar-benar lepas dari matematika. Abdul Lukmanul Hakim (b. 2003) mendalami ilmu matematika dan sains sebagai pengingat bagi dirinya dan mungkin juga orang lain. Fisika kuantum dan kosmologi membuka pikirannya bahwa sikap angkuh manusia tidak pernah sebanding dengan skala ruang dan waktu tempat kita berada. Semesta tetap bergerak tanpa menunggu manusia memahami apa pun, dan ketidakhadiran kita tidak akan mengubah arah putaran galaksi. Kesadaran inilah yang membuat Lukman melihat manusia hanyalah debu kecil nan rapuh yang terselip di antara rumus-rumus tak berujung yang membentuk segala sesuatu.

Dalam proses kreatifnya, Lukman tidak sekadar menyalin formula yang ia pelajari, ia memodifikasinya dan mencoba menciptakan jalurnya sendiri untuk menemukan bentuk. Ia menggambar spiral, golden ratio (Fibonacci), dan pola-pola matematis bukan sebagai pengulangan textbook, melainkan sebagai penyelidikan pribadi yang membuatnya semakin yakin bahwa keindahan semesta muncul dari struktur yang sangat teratur, sekaligus tak terjangkau. Bahkan penelitian kecil yang ia lakukan terhadap akar dua, geometri fraktal, serta sketsa-sketsa numerik menjadi bagian dari ritualnya untuk memahami ketertiban dari sesuatu yang tampak acak.

Melalui karya ini, Lukman tidak bermaksud menempatkan matematika dan sains sebagai sesuatu yang kaku, melainkan sebagai sarana untuk merendahkan hati, untuk melihat bahwa dunia jauh lebih besar daripada persepsi kita. Pada akhirnya, instalasi ini adalah catatan visual tentang upaya manusia kecil yang mencoba memahami struktur raksasa yang menaunginya, sembari menerima bahwa sebagian besar dari semesta akan selalu berada di luar jangkauan pengetahuan kita.

๐—ฆ๐—ฎ๐—ถ๐—ป๐˜€ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ฏ๐—ฎ๐—ต ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ธ๐˜‚
by Abdul Lukmanul Hakim
Pen on paper, rubber on canvas, spraypaint on paper
100ร—200ร—200 cm
2025

๐™Ž๐™ž๐™–๐™ฅ๐™–, ๐˜ฟ๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–?

Gallery hours:
13.00 - 20.00
๐Ÿ“Hobikoe

Periode pameran sampai tanggal 6 Desember 2025

Imajinatif, sebagiannya terlihat familiar tetapi juga berada di luar nalar pemikiran. Heiel Heielsa (b. 2003) mengeksplo...
29/11/2025

Imajinatif, sebagiannya terlihat familiar tetapi juga berada di luar nalar pemikiran. Heiel Heielsa (b. 2003) mengeksplorasi bentuk deformasi dari makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan sosok-sosok yang sepenuhnya tidak hadir di realitas. Tumbuh di lingkungan pedesaan agraris membuatnya akrab dengan keberlimpahan hayati yang saling berdampingan dalam keseharian. Kesuburan tanah, kehadiran macam hewan, serangga, rumput liar, dan hutan yang terus bertumbuh menjadi ingatan visual yang kemudian mengendap dan muncul kembali dalam wujud karakter-karakter ini. Mereka tampak seperti pecahan ingatan alam yang dipelintir menjadi sesuatu yang asing namun tetap memiliki denyut kehidupan.

Bagi Heiel, proses penciptaan tidak selalu harus memikul beban makna yang berat. Ia meyakini bahwa respons spontan terhadap apa yang dilihat dan dirasakannya justru membuka ruang yang lebih jujur bagi imajinasi untuk bergerak bebas. Ia tidak merasa perlu mengikat setiap garis dengan konsep yang kompleks karena kejujuran visual sering kali membuatnya lebih kuat dan inspiratif. Dari sikap inilah โ€œEnemies Seriesโ€ tumbuh menjadi kumpulan makhluk yang tercipta dari aksi spontan, rasa ingin tahu, dan permainan bentuk yang tidak dibatasi oleh kebutuhan untuk masuk akal.

Melalui โ€œEnemies Series,โ€ Heiel mengajak penonton memasuki zona antara keanehan dan familiaritas. Dunia yang ia bangun tidak menuntut penjelasan, tidak memaksa penonton untuk menemukan makna yang terselubung, dan tidak mengklaim kedalaman yang dibuat-buat. Ia sekadar menawarkan kemungkinan bahwa yang aneh bisa lahir dari hal-hal biasa, dan yang menakutkan bisa tumbuh dari sesuatu yang pernah terlihat indah. Dalam kebebasan inilah imajinasi Heiel menemukan bentuk paling jujurnya.

๐—˜๐—ป๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐—ฒ๐˜€ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ฒ๐˜€
by Heiel Heielsa
Watercolor, Ink on paper
15 ร— 20 cm (20 panel)
2025

๐™Ž๐™ž๐™–๐™ฅ๐™–, ๐˜ฟ๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–?

Gallery hours:
13.00 - 20.00
๐Ÿ“Hobikoe

Periode pameran sampai tanggal 6 Desember 2025

Kumuh, menjamur, tak beraturan. Edsel Nurvito (b. 2003) bereksperimen untuk merekonstruksi makna eksklusivitas dari sebu...
27/11/2025

Kumuh, menjamur, tak beraturan. Edsel Nurvito (b. 2003) bereksperimen untuk merekonstruksi makna eksklusivitas dari sebuah tanda tangan menjadi sesuatu yang murah, atau mungkin tak berharga sama sekali. Ia merespons sebuah ruang yang dulunya digunakan sebagai toko barang antik, desain yang mewah dan penuh ukiran. Kontras yang mengganggu dan saling bertabrakan, semua tembok dan plafon ruangan putih bersih ditimpah dengan coretan spray paint, cat akrilik, dan tinta hitam.

Dengan menempatkan tanda tangannya di mana-mana (di tempat yang secara tradisional tidak pantas dan tidak penting) Edsel meruntuhkan gagasan bahwa tanda tangan adalah simbol otoritas, nilai, atau kepemilikan. Repetisi yang berlebihan membuat identitasnya sendiri larut, kehilangan bobot, dan berubah menjadi pola visual yang lebih dekat dengan kerusakan daripada tanda keaslian. Bukannya mengklaim ruang, ia justru mencemari ruang dengan menghadirkan kekacauan yang membuat eksklusivitas itu sendiri tampak rapuh dan mudah runtuh.

Karya ini seperti menodai ilusi kemewahan yang dulu melekat pada ruangan tersebut. Jika barang antik mengandalkan sejarah untuk memperoleh nilai, "Signature" justru mengacak-acak nilai itu dengan menghadirkan jejak yang berantakan, instan, dan repetitif. Ia menantang romantisasi masa lalu sekaligus menolak estetika steril yang sering mengemas ruang seni. Di antara keindahan yang pudar dan kekumuhan yang baru, Edsel menciptakan zona abu-abu di mana identitas tidak lagi harus agung. Ia cukup hadir sebagai residu, sisa tangan, atau kebiasaan yang kehilangan tujuannya.

๐—ฆ๐—ถ๐—ด๐—ป๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ฟ๐—ฒ
by Edsel Nurvito
Spray paint, Acrylic, and Marker
Variable dimension
2025

๐™Ž๐™ž๐™–๐™ฅ๐™–, ๐˜ฟ๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–?

Gallery hours:
13.00 - 20.00
๐Ÿ“Hobikoe

Periode pameran sampai tanggal 6 Desember 2025

Ingin kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman yang sudah menyempatkan diri untuk hadir di hari pembukaan, kedatan...
25/11/2025

Ingin kami sampaikan terima kasih kepada teman-teman yang sudah menyempatkan diri untuk hadir di hari pembukaan, kedatangan kalian di hujan yang dingin turut menghangatkan pertemuan para identitas di ruang pameran. Tak lupa apresiasi terbesar kepada semua identitas yang terlibat demi terwujudnya pameran. Semua karya, cerita, dan ruangan ini akan terus menunggu kalian yang belum sempat bertatap wajah secara langsung.

Gallery Hours:
13.00 - 20.00 || *Jumat libur
๐Ÿ“Hobikoe

Pameran akan berlangsung hingga 6 Desember

๐™Ž๐™ž๐™–๐™ฅ๐™–, ๐˜ฟ๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–?

22/11/2025

Putih sampai hitam nan kotor, minimalis hingga banyak ukiran, mengerti atau yang tidak mengerti. Semua dipersiapkan untuk setiap identitas bertemu di dalam ruangan penuh pertanyaan... ๐™Ž๐™ž๐™–๐™ฅ๐™–, ๐˜ฟ๐™ž ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™–?

Opening
Minggu, 23 November 2025
16:00 WIB

๐Ÿ“Hobikoe
(Jl. Prof. DR. Soepomo Sh No.1114A, Warungboto, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55164)

Periode pameran dimulai dari 23 November sampai 6 Desember 2025

SIAPA, DI MANA?a Group Exhibition23 November - 6 Desember 2025 || 13.00 - 20.00 WIB Identitas bisa berubah mengikuti aru...
20/11/2025

SIAPA, DI MANA?

a Group Exhibition
23 November - 6 Desember 2025 || 13.00 - 20.00 WIB

Identitas bisa berubah mengikuti arus (waktu, ruang, tekanan sosial) dan bahkan keinginan untuk menyesuaikan diri, maka sejauh mana kita bisa menyebutnya sebagai milik pribadi? Ataukah identitas hanyalah refleksi dari apa yang dianggap tepat oleh lingkungan kita saat ini? Ketika nilai-nilai bergeser dan batasan lama runtuh, kita justru dihadapkan pada pertanyaan yang lebih menggelisahkan. Apakah diri yang kita banggakan adalah kenyataan, atau sekadar sisa-sisa dari apa yang diwariskan, dipaksakan, atau dipilih orang lain sebelum kita?

Written by: If El Lang Rajendra

Officiated by: Alwi Sjaaf

๐Ÿ“ Hobikoe
(Jl. Prof. DR. Soepomo Sh No.1114A, Warungboto, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55164)

Opening
Sunday, 23 November 2025 || 16.00 WIB

FREE ENTRY

Address

Jalan Prof. Drive Soepomo SH No. 1114A, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta
Yogyakarta City
55164

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hobikoe posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Hobikoe:

Share