Jurnal AKHWAT

Jurnal AKHWAT Halaman resmi Majalah AKHWAT, membahas seputar muslimah, keluarga, dan pendidikan anak, hanya yang sesuai manhaj salaf. Ajak teman-teman lainnya, semoga bisa bermanfaat. Simak web kami WWW.AKHWAT.WEB.ID dan WWW.AKHWAT.OR.ID

20/10/2018

AKHLAK MULIA

Al Hasan Al Bashri berkata,
Melupakan kesalahan saudara kita dan tidak mengingat ingatnya adalah akhlak orang orang yang mulia.”

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata :

ﻣﺎ ﻳﺰﺍﻝ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ ﻋﻦ ﺍﻟﺰﻻﺕ ﻣﻦ ﺃﺭﻗﻰ ﺷﻴﻢ ﺍﻟﻜﺮﺍﻡ
ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﺠﺒﻠﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺰﻻﻥ ﻭﺍﻷﺧﻄﺎﺀ ﻓﺈﻥ ﺍﻫﺘﻢ ﺍﻟﻤﺮﺀ ﺑﻜﻞ ﺯﻟﺔ ﻭﺧﻄﻴﺌﺔ ﺗﻌﺐ ﻭﺃﺗﻌﺐ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﺍﻟﺬﻛﻲ ﻣﻦ ﻻ ﻳﺪﻗﻖ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺻﻐﻴﺮﺓ ﻭﻛﺒﻴﺮﺓ ﻣﻊ ﺃﻫﻠﻪ
ﻭﺃﺣﺒﺎﺑﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﺟﺮﺍﻧﻪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﺗﺴﻌﺔ
ﺃﻋﺸﺎﺭ ﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻐﺎﻓﻞ.

Melupakan kesalahan orang lain adalah sifat orang - orang mulia.

Karena manusia tak ada yang lepas dari kesalahan dan dosa.

Apabila seseorang selalu memperhatikan tiap kesalahan orang lain, ia akan lelah dan membuat orang lain lelah.

Orang yang berakal dan cerdas adalah orang yang tidak menghitung hitung kesalahan saudaranya, tetangganya,temannya dan keluarganya.

Oleh karena itu Imam Ahmad berkata, “Sembilan persepuluh akhlak yang baik adalah orang yang melupakan kesalahan saudaranya.” (Tahdzibul Kamal 19/230).

Bila kita cinta kepada saudara atau teman mungkin amat mudah kita melupakan kesalahannya.

Tetapi ketika kita benci.
Kesalahan kecil padanya tampak jelas di mata kita.

Allahul Musta’an.
Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى

Fatwa Ulama: Muslimah Bercadar Memajang Foto Di Internet, Hanya Terlihat Matanya SajaFatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al...
16/10/2018
حكم وضع المرأة لصورة لها على الفيسبوك بالنقاب لا تظهر إلا العينين فقط - islamqa.info

Fatwa Ulama: Muslimah Bercadar Memajang Foto Di Internet, Hanya Terlihat Matanya Saja

Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Munajjid

Pertanyaan:
Apakah boleh seorang wanita memajang fotonya di facebook dan media sosial lainnya, sedangkan ia memakai cadar yang syar’i sehingga tidak terlihat wajahnya kecuali kedua matanya saja. Karena sebagian wanita yang melakukannya berpandangan yang terlarang itu jika wajahnya terlihat, sedangkan mereka memakai cadar hanya terlihat matanya saja. Ketika ada yang menasehati mereka bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan dan merupakan fitnah, mereka membantah dengan mengatakan “kami tidak menampakkan apa-apa kecuali kedua mata saja, dimana letak fitnahnya?”. Dan ketika mereka memajang foto mereka (yang bercadar tersebut) di internet, sebagian lelaki mengomentari: “maa hiya hadzal hulwah (wah… sungguh manis)”, yang lainya berkata: “maa hadzal jamaal (betapa cantiknya…)”, yang lainnya berkata “anti munawwarah (kamu bening sekali…)” dan perkataan-perkataan yang semisal. Walaupun memang ia (yang memasang foto) tidak membalas komentar-komentar para lelaki tersebut, hanya membalas komentar-komentar para wanita saja.

Jawab:
Alhamdulillah,
Telah kami jelaskan dalam web ini bahwa seorang wanita memasang fotonya di facebook yang memperlihatkan wajahnya itu tidak diperbolehkan. Silakan lihat fatwa nomor 165186.
Adapun jika foto tersebut dalam keadaan memakai cadar, yang tidak menampakkan wajahnya kecuali kedua matanya saja, maka ini tidak semestinya dilakukan (baca: makruh), atau bahkan tidak boleh (baca: haram) jika tampaknya kedua mata tersebut menimbulkan fitnah dan terlihat cantik karena menarik pandangan lawan jenis. Atau (diharamkan juga) jika pose si wanita atau keadaannya yang sedemikian rupa sehingga menarik pandangan lawan jenis, sebagaimana yang ada pada kebanyakan realita di lapangan. Sebagaimana juga tergambar oleh komentar-komentar para lelaki seperti disebutkan pada pertanyaan.
Para ulama juga menyebutkan haramnya melihat wanita yang bercadar yang terlihat matanya atau bola matanya. Al Allamah Ar Ramli, ulama madzhab Syafi’i, mengatakan:
ﺣﺮﻡ ﺍﻟﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻨﺘﻘﺒﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﺒﻴﻦ ﻣﻨﻬﺎ ﻏﻴﺮ ﻋﻴﻨﻴﻬﺎ ﻭﻣﺤﺎﺟﺮﻫﺎ ، ﻭﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺟﻤﻴﻠﺔ ، ﻓﻜﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺤﺎﺟﺮ ﻣﻦ ﺧﻨﺎﺟﺮ
“diharamkan melihat wanita yang bercadar yang hanya terlihat kedua matanya dan bola matanya, terlebih lagi jika ia cantik. Karena betapa sering bola mata itu bagaikan belati” (diringkas dari Nihayatul Muhtaj , 6/188).
Wallahu a’lam.
***
Sumber: https://islamqa.info/ar/229701
Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel Muslimah.or.id

السؤال هل يجوز وضع النساء صوراً لهن على الفيس وبعض مواقع التواصل الاجتماعي وهن يلبسن النقاب الشرعي حيثُ لا تظهر إلا العينين فقط حيثُ أرى بعض النساء يقمن بوضع صو

21/06/2018

Bismillaah....

🌻🌻🌹🌻🌻_______"_"

💌WAHAI para istri,

💕Apakah yang menyulitkanmu jika engkau menemui suamimu ketika dia masuk ke rumahmu dengan wajah yang cerah sambil tersenyum manis?

💕Beratkah bagimu untuk menghilangkan debu di wajah, kepala, dan pakaian suamimu kemudian engkau menciumnya?

💕Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala di sisi Allaah Ta’aalaa.

💕Sesungguhnya Allaah itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian!

Bercelaklah!

💕Berpakaianlah dengan busana terindah yang kau miliki untuk menyambut kedatangan suamimu.

💕Ingat, janganlah sekali-kali engkau bermuka muram dan cemberut di hadapannya!

Wahai, para istri,

💕Janganlah engkau melembutkan suaramu kepada laki-laki yang bukan mahram sehingga terfitnahlah orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit, sehingga ia ber-prasangka buruk kepadamu!

💕Jadilah seorang istri yang memiliki sifat lapang dada, tenang, dan selalu ingat kepada Allaah di dalam segala keadaan!

Wahai, para istri,

💕Ringankanlah segala beban suami, baik berupa musibah, luka, dan kesedihan!

Wahai, para istri,

💕Didiklah anak-anakmu dengan baik, penuhilah rumahmu dengan tasbih, takbir, tahmid, dan tahlil; serta perbanyaklah membaca al-Qur-an, khususnya surat Al-Baqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaitan!

Wahai, para istri,

💕Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkanlah dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkanlah dia kembali tentang keutamaan berinfak; serta janganlah melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tua dan menjaga tali silaaturrahiim!

" Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya."

( HR. Abu Dawud ).

Barrokallahufiik!!!

"_"______🌻🌻🌹🌻🌻

18/06/2018

JAZAAKALLAHU KHAYRAN SUAMIKU ...

Bismillah

Wahai saudariku muslimah, renungkanlah tentang SUAMIMU ..

Apa pun jenis pekerjaan halal yang mereka jalani, satu yang pasti, itulah bentuk tanggung jawab mereka sebagai seorang suami, seorang kepala keluarga.

Bayangkan betapa lelahnya tubuh dan pikiran suamimu seharian bergelut dengan pekerjaannya, dan Itu beliau lakukan seharian, dan mungkin beliau sudah terbiasa.

Dan sebagaimana lelaki pada umumnya, itu bentuk ikhtiar beliau dalam memenuhi segala kebutuhan anak dan istrinya.

Betapa besar kebaikan para suami

Kelelahan suami pantas kita bayar dengan sikap santun penuh pengertian. Tak banyak membantah ketika diperintah dalam perkara mubah, sunnah, maupun wajib.

Cukup DIAM mendengarkan saat beliau menegur kesalahan kita. Tak perlu kita imbuhi dengan jawaban-jawaban konyol yang bisa membuatnya naik pitam.

Cukuplah kelelahan fisik dan pikiran mereka menyadarkan kita betapa besar cinta mereka kepada istri dan anaknya.

Butiran nasi yang kita lahap, tegukan air segar yang mengalir di tenggorokan kita, cemilan manis yang memanjakan lidah kita, aliran listrik yang menghidupkan komputer di rumah kita, sinyal internet yang menjadi kawan sehari-hari kita.

Andai kita sadari bahwa itu semua dibeli oleh suami kita dengan bulir keringatnya dan perasan otaknya, pastinya kita akan termangu, “Betapa besar kebaikanmu pada kami. Namun betapa sedikit rasa terima kasihku padamu.”

Wahai para muslimah, beginilah semestinya dirimu..

Penuhi haknya,
Maklumi kekurangannya.

Para suami memiliki kekurangan, kita pun punya kekurangan.
Diri kita memiliki kelebihan, para suami pun pasti punya kelebihan.

Hindari banyak menuntut kebaikan dari mereka sedangkan kita lupa mendoakan kebaikan untuk mereka.

Ini adalah pengingat untuk kita semua, Yang banyak lalai, yang banyak lalai, yang banyak lalai.

قال صلى الله عليه و سلم : … وأريت النار فلم أر منظرا كاليوم قط أفظع ورأيت أكثر أهلها النساء

Beliau (Rasulullah) shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“… Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita.”

قالوا بم يا رسول الله ؟

Mereka (para shahabat) berkata,
“Mengapa demikian, wahai Rasulullah?”

قال : بكفرهن

Beliau bersabda, “Karena kekufuran mereka.”

قيل : يكفرن بالله ؟

?
Dikatakan oleh mereka, “Karena kekufuran mereka terhadap Allah?”

قال : يكفرن العشير ويكفرن الإحسان لو أحسنت إلى أحداهن الدهر كله ثم رأت منك شيئا قالت : ما رأيت منك خيرا قط

Beliau bersabda,
“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikan mereka. Andai engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka dalam waktu yang panjang, kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak disukainya), niscaya dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat sedikit pun kebaikan pada dirimu.‘”
(Muttafaq ‘alaih)

‼ Satu lagi:

إذا صلت المرأة خمسها و صامت شهرها و حصنت فرجها و أطاعت زوجها قيل لها : ادخلي الجنة من أي أبواب الجنة شئت

“Jika seorang wanita mendirikan shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya (Ramadhan), dia menjaga kemaluannya, dan dia menaati suaminya, maka dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana pun yang engkau mau.’”
(Shahih; h.r. Ibnu Hibban, dari Abu Hurairah)

JAZAAKALLAHU KHAYRAN, SUAMIKU …

Belum pernah mengucapkan kalimat indah itu di hadapannya ?

Sampaikan kepadanya malam ini.

Malu untuk mengucapkannya langsung ?

Saat tidur lelap telah mengistirahatkan rasa lelahnya seharian, bisikkanlah ke telinganya “Jazakallahu khayran, Suamiku.”

Sertakan sebuah kecupan manis di keningnya.

Alhamdulillah, semoga mudah untuk kita (para muslimah) melakukannya

Wongsewungu Trebislor

(copas...)

09/05/2018

بسم الله والصلاة والسلام على رسول اللّٰه

Siapakah wanita terbaik lagi sholihah
dan siapa pula wanita buruk lagi terhina . Perhatikan Hadits - Hadits yg berfaedah berikut ini:

1⃣.Dari Abu .Hurairah رضي اللّٰه عنه , dia berkata,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ

قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ

إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada
Rasulullahصلى اللّٰه عليه وسلم , “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya,
mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci”
(HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251.
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa
hadits ini hasan shahih)

2⃣.Al Hushoin bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat
Nabiصلى اللّٰه عليه وسلم karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut,
Rasulullah صلى اللّٰه عليه وسلم bertanya kepadanya,

أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ: كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟

قَالَتْ: مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ.

قَالَ: فَانْظُرِيْ أينَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

“Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah.” “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”,
tanya Rasulullah صلى اللّٰه عليه وسلم lagi.
Ia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu.” Rasulullah صلى اللّٰه عليه وسلم bersabda,
“Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu,
karena suamimu adalah surga dan nerakamu.”
(HR. Ahmad 4: 341 dan selainnya. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1933)

3⃣Dari Abdullah,
Nabi صلى اللّٰه عليه وسلم bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ عَوْرَةٌ،

وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

فَتَقُولُ: مَا رَآنِي أَحَدٌ إِلا أَعْجَبْتُهُ،

وَأَقْرَبُ مَا تَكُونُ إِلَى اللَّهِ إِذَا كَانَتْ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا”

“Sesungguhnya perempuan itu aurat.
Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”.
(HR Ibnu Khuzaimah no. 1685. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

4⃣Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah صلى اللّٰه عليه وسلم bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ

لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”
(HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

5⃣Ketika Selesai dari shalat(shalat Gerhana),
Nabi صلى اللّٰه عليه وسلم bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan
kepada beliau ketika shalat,

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ

وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟

قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟

قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ،

لَوْ أَََحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ،

ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu
(yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.”
(HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907).

Semoga bermanfaat....

05/02/2018
19/01/2018

👒 Ada seorang wanita bertanya kepada seorang Syaikh,

“Wahai Syaikh, dulu sebelum menikah, saya adalah seorang wanita yang banyak berpuasa, shalat malam, saya dapat merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika membaca Al Qur'an. Tapi sekarang setelah menikah, saya tidak lagi merasakan nikmatnya ketaatan.”

💬 Syaikh tersebut lalu bertanya :

“Baiklah..bagaimana perhatianmu kepada suamimu?!"Dengan heran, wanita itupun berkata,

👒"Wahai Syaikh, aku bertanya kepadamu tentang Al Qur'an, puasa, shalat, dan manisnya ketaatan, tapi mengapa anda bertanya tentang suamiku?”

💬 Syaikh menjawab :

“Betul wahai saudariku, mengapa sebagian istri tidak dapat merasakan manisnya iman, ketaatan, dan tidak dapat merasakan pengaruh dari ibadahnya?”

Dan inilah jawabannya, Rosulullah ﷺ bersabda,

ﻭﻻﺗَﺠِﺪُ ﺍﻣﺮﺃﺓٌ ﺣَﻼﻭَﺓَ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥِ ؛ ﺣﺘﻰﺗُﺆَﺩِّﻱَ حق َّﺰَﻭْﺟِﻬﺎ

“Seorang istri tidak akan dapat merasakan manisnya iman sampai ia menunaikan kewajibannya terhadap suaminya.”
(Shahih At Targhib 1939).

🌸Apa kewajiban seorang istri ?

Istri Sa'id bin Al Musayyib - mengatakan :

ﻣﺎ ﻛﻨَّﺎ ﻧُﻜﻠِّﻢ ﺃﺯﻭﺍﺟَﻨَﺎ ﺇﻟَّﺎ ﻛﻤﺎ ﺗُﻜﻠِّﻤﻮﻥ ﺃﻣﺮﺍﺀَﻛﻢ ‏) .

“Kami berbicara dengan suami kami sama seperti kalian berbicara dengan raja kalian.” (Hilyatul Auliya’ 5/168).

👉 Mengapa seperti itu?
Karena di dalam hati mereka, suami punya kedudukan dan wibawa yang tinggi.

✏ Rasulullah ﷺ bertanya kepada seorang wanita,

ﻗﺎﻝﷺ : ﻟﺼﺤﺎﺑﻴﺔ : ﺃَﺫﺍﺕُ ﺯﻭﺝٍ ‏[ ﺃﻧﺖِ ‏] ؟
ﻗﺎﻟﺖ : ﻧﻌﻢ ﻗﺎﻝ : ﻛﻴﻒ ﺃﻧﺖِ ﻟﻪ ؟ ﻗﺎﻟﺖ : ﻣﺎ ﺁﻟﻮﻩ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻋَﺠﺰﺕُ ﻋﻨﻪ .ﻗﺎﻝ : ﻓﺎﻧﻈُﺮﻱ ﺃﻳﻦ ﺃﻧﺖِ ﻣﻨﻪ ؛ ﻓﺈﻧﻪ ﺟﻨَّﺘُﻚِ ﻭﻧﺎﺭُﻙِ.
(ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ : ﺣﺼﻴﻦ ﺑﻦ ﻣﺤﺼﻦ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ‏: 1.933 ‏)

“Apakah kamu sudah menikah?”
Wanita itu menjawab, “iya.” Lalu Nabi - bertanya kepadanya, “ bagaimana sikapmu kepada suamimu?” Wanita itu menjawab, “saya tidak pernah lalai untuk mentaatinya.”
Lalu Nabi ﷺ bersabda,

“Lihatlah bagaimana sikapmu kepadanya, sejatinya suamimu itu adalah (sebab) bagi surga atau neraka untukmu.” (Shahih At Targhib 1933).

Allah Ta'ala berfirman,

ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ

“Maka perempuan-perempuan yang shalih adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).” (Surat An-Nisa’ : 34).

✏ Abdullah bin Abbas berkata bahwa :

“Makna Qanitaat yaitu para istri yang taat kepada suami mereka.”

Dan Allah Ta'ala tidak mengatakan, “Thai'aat” (istri yang taat)!! (Tapi Allah gunakan kata Qaanitaat) yang berarti sangat patuh dengan kepatuhan yang sempurna.

⁉ Kemudian, bagaimana seorang istri tahu bahwa ia adalah istri yang shalehah dan taat?

👑CIRI-CIRI WANITA SHOLIHAH :*

Inilah di antara sifat seorang isteri yang shalihah dan sangat kuat kepatuhannya kepada suaminya :*

إن نظر إليها سرَّتْه ..

🌷 Jika ia dipandang, maka menyenangkan suaminya

وإنْ أمرها أطاعتْه ..

🌷 Jika ia diperintah, maka mematuhi suaminya

وَإِنْ غابَ عنها حفظتْه في نفسها وماله .

🌷 Jika suaminya tidak ada di sisinya, maka ia menjaga kehormatannya dan harta suaminya…

• إِنْ غابَ عن عينها علمت ما يغضبه؛ فانتهت عنه

🌷 Jika suaminya berpaling muka dari dirinya, maka ia tahu apa yang menyebabkan suaminya tersebut marah, lalu ia berhenti darinya (membuat suaminya marah)…

- ولا تصرفات لا يرضاها .

🌷 Tidak ada tindakan-tindakan yang tidak diridhainya

- ولا أقلَّ ولا أكْثرَ ممِّا لا يريده .

🌷 Tidak pula sedikit atau banyak yang tidak dikehendakinya..

🌷 Ia tidak berani melakukan hal-hal yang tidak disukai suamiya,

🌷 Tidak pula mengurangi atau menambah apa yang diinginkan suaminya.

🌷 Tidak mengangkat suara keras melebihi daripada suami.

🌷 tidak membantah perintahnya dal hal yang ma'ruf.

🌷Berusaha membuat hati suami ridho

✏ Rasulullah ﷺ bersabda,

ﺃﻟَﺎﺃﺧﺒﺮُﻛﻢ ﺑﻨﺴﺎﺋِﻜُﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨَّﺔِ ؟ ﻗُﻠﻨَﺎ : ﺑﻠَﻰ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ !ﻗﺎﻝَ : ﻛُﻞُّ ﻭﺩﻭﺩٍ ﻭَﻟﻮﺩٍ ، ﺇﺫﺍ ﻏَﻀِﺒﺖْ ، ﺃﻭ ﺃُﺳﻲَﺀَ ﺇﻟﻴﻬَﺎ ، ﺃﻭ ﻏﻀِﺐَ ﺯﻭﺟُﻬﺎ ، ﻗﺎﻟﺖْ : ﻫﺬﻩِ ﻳﺪِﻱ ﻓﻲ ﻳﺪِﻙَ ، ﻻ ﺃﻛﺘﺤِﻞُ ﺑﻐَﻤﺾٍ ﺣﺘَّﻰ ﺗَﺮﺿَﻰ. (ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ‏:1941)

“Maukah kamu aku beritahu (ciri-ci

ri) istri-istri kalian di surga nanti? (Mereka adalah) para istri yang penyayang kepada suaminya lagi subur (akan keturunan), jika suaminya marah atau ia berbuat salah kepada suaminya, ia pun mendatanginya dan berkata,

"wahai suamiku, aku tidak bisa tidur nyenyak sampai engkau memaafkanku.” (Shahih At Targhib 1941).

✏ Istri yang shalihah akan selalu ingat sabda nabinya ﷺ ;

ﻻ ﻳﻨﻈﺮُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﻟﻰ ﺍﻣﺮﺃﺓٍ ﻻﺗﺸﻜُﺮُ ﻟﺰﻭﺟِﻬﺎ ؛ ﻭﻫﻲَ ﻻ ﺗَﺴﺘَﻐﻨﻲ ﻋَﻨْﻪُ
(ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ : 1944)

“Allah tidak akan melihat kepada seorang wanita yang tidak pandai berterima kasih kepada kebaikan suaminya.”

✏ Seorang istri yang shalihah tiada pernah lenyap dari benaknya sabda nabi :

ﻟَﻮْ ﺃَﻣَﺮْﺕُ ﺃﺣﺪًﺍ ﺃﻥْ ﻳَﺴْﺠُﺪَ ﻷَﺣَﺪٍ ؛ ﻷَﻣَﺮْﺕُ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓَﺃﻥْ ﺗَﺴْﺠُﺪَ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬﺎ ؛ ﻣﻦ ﻋِﻈَﻢِ ﺣَﻘِّﻪِ ﻋﻠﻴْﻬﺎ. (ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ‏: 1939)

“Kalau seandainya dibolehkan untuk memerintahkan seseorang sujud kepada orang lain, maka akan aku perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya.”

✏ Karena syarat diterimanya amalan seorang istri adalah bila suaminya ridha kepadanya.

✏ Rasulullah ﷺ bersabda :

“ ﺣَﻖُّ ﺍﻟﺰَّﻭْﺝِ ﻋَﻠَﻰ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻪِ ﺃَﻥْ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﺑِﻪِ ﻗُﺮْﺣَﺔٌ ﻓَﻠَﺤَﺴَﺘْﻬَﺎ ﺃَﻭِ ﺍﺑْﺘَﺪَﺭَ ﻣَﻨْﺨِﺮَﺍﻩُ ﺻَﺪِﻳﺪًﺍ ﺃَﻭْ ﺩَﻣًﺎ ﺛُﻢَّ ﻟَﺤَﺴَﺘْﻪُ ﻣَﺎ ﺃَﺩَّﺕْ ﺣَﻘَّﻪُ ” ‏[ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ : ١٩٣٤)

“Seorang istri tidak akan dapat menunaikan hak Allah Azza waJalla hingga ia bisa menunaikan semua hak suaminya.” (Shahih At Targhib 1934).

✏ Nabi ﷺ juga memperingatkan para istri dalam sabdanya,

‏( ﺍﺛﻨﺎﻥ ﻻ ﺗﺠﺎﻭﺯ ﺻﻼﺗﻬﻤﺎ ﺭﺅﺳﻬﻤﺎ 👈 ﻋﺒﺪ ﺁﺑﻖ ﻣﻦ ﻣﻮﺍﻟﻴﻪ ﺣﺘﻰ ﻳﺮﺟﻊ 👈 ﻭﺍﻣﺮﺃﺓ ﻋﺼﺖْ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﺗﺮﺟﻊ ‏(ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻏﻴﺐ ‏: 1948)

“Ada dua golongan manusia yang shalatnya tidak sampai ke kepalanya, seorang budak yang durhaka kepada majikannya sampai ia kembali (taat) dan seorang istri yang durhaka kepada perintah suaminya sampai ia kembali (taat dan meminta maaf kepada suami).”
(Shahih At Targhib 1948).

💙Besarnya Hak Suami👇

Rosulullah ﷺ bersabda :

ﻟَﻮْ ﻛُﻨْﺖُ ﺁﻣِﺮًﺍ ﻟِﺄَﺣَﺪٍ ﺃَﻥْ ﻳَﺴْﺠُﺪَ ﻟِﺄَﺣَﺪٍ ﻟَﺄَﻣَﺮْﺕُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓَ ﺃَﻥْ ﺗَﺴْﺠُﺪَ ﻟِﺰَﻭْﺟِﻬَﺎ

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” (Riwayat At-Tirmidzi)

⁉ Wahai para wanita, jadilah kalian wanita yang sholiha. Tidakkah kalian ingin menjadi wanita surga ?

✏Rosulullah ﷺ bersabda :

ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَﺖِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺧَﻤْﺴَﻬَﺎ ، ﻭَﺻَﺎﻣَﺖْ ﺷَﻬْﺮَﻫَﺎ ، ﻭَﺣَﺼَﻨَﺖْ ﻓَﺮْﺟَﻬَﺎ ، ﻭَﺃَﻃَﺎﻋَﺖْ ﺑَﻌْﻠَﻬَﺎ ، ﺩَﺧَﻠَﺖْ ﻣِﻦْ ﺃَﻱِّ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺷَﺎﺀَﺕْ

“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.”
(HR. At-Tirmidzi)

Semoga bermanfaat💕”

~ Coppas ~

📷 @Rerey Niqabis China ( Rerey )

Address

Nitipuran No.285
Yogyakarta City
55182

General information

Update artikel dari AKHWAT.WEB.ID. Kami menyebarkan artikel Islami khususnya seputar muslimah, keluarga, dan pendidikan anak, hanya yang sesuai manhaj salaf. Semoga menjadi wasilah yang bermanfaat. Silahkan bergabung menjadi penggemar untuk mendapatkan kiriman informasi dari Jurnal AKHWAT.

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jurnal AKHWAT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Category

Nearby media companies


Other Magazines in Yogyakarta City

Show All