UII News

UII News 2003-2013: Berjuang untuk Pengembangan Mutu Berkelanjutan - 2013-Sekarang: Berkomitmen untuk Pengembangan Mutu Berkelanjutan

Kulo sowan wonten ing ngarsanipun Bapak/Ibu/sanak kadang. Sepisan, nyaos sungkem pangabekti mugi katur ing ngersanipun B...
22/05/2020

Kulo sowan wonten ing ngarsanipun Bapak/Ibu/sanak kadang. Sepisan, nyaos sungkem pangabekti mugi katur ing ngersanipun Bapak/Ibu/sanak kadang. Ongko kalih, mbok bilih wonten klenta-klentunipun atur kulo saklimah, tuwin lampah kulo satindak ingkah kulo jarak lan mboten ndadosaken sarjuning panggalih. Mugi Bapak/Ibu/sanak kadang kerso maringi agunging samudro pangaksami. Kulo suwun kaleburno ing dinten riyadi puniko lan ingkang putro nyuwun berkah soho pangestu.

Memulai KembaliPandemi virus Corona (Covid-19) memaksa umat manusia untuk menyesuaikan diri. Sejumlah perubahan, bahkan ...
14/05/2020

Memulai Kembali

Pandemi virus Corona (Covid-19) memaksa umat manusia untuk menyesuaikan diri. Sejumlah perubahan, bahkan beberapa di antaranya perubahan drastis, harus dilakukan demi beradaptasi dengan penyakit yang belum ditemukan penangkalnya ini. Sejumlah adaptasi, yang mungkin akan membuat jalannya hidup tidak lagi sama.
Selain bekerja, belajar, dan aktivitas lain (seperti berbelanja dan bertransaksi) yang dilakukan dari rumah, perubahan juga terjadi dalam ibadah kita. Di bulan suci Ramadan, di mana umat Muslim terbiasa untuk meramaikan masjid guna menunaikan ibadah (baik itu wajib mau pun sunah), membaca Al Quran, mengikuti kajian, kini tidak ada lagi -- tepatnya berpindah tempat, ke rumah.
Perubahan ini tetaplah memiliki sisi positif. Rumah kita akan penuh dengan aktivitas merangkai rakaat shalat, melafalkan ayat suci, dan memanjatkan doa. Insya Allah, kondisi ini akan membuat rumah kita senantiasa mendapat lindungan dari Allah SWT.
Adaptasi yang harus dilakukan semasa pandemi juga bakal membuat perayaan kemenangan di hari Idul Fitri kelak, juga pasti akan berbeda. Tidak ada sungkem kepada orangtua tercinta, tidak ada jabat tangan antar kerabat saudara, dan tak ada kesempatan bagi lisan untuk berucap kata maaf secara langsung kepada orang di sekitar kita. Idul Fitri terasa hambar, mungkin iya. Namun jangan sampai hilangnya momen sentuhan fisik akibat physical distancing membuat hati kita menjadi berhenti untuk meminta maaf dan memaafkan.
Kita semua tentu berharap bahwa penyakit Covid-19 segera berakhir. Namun jika nantinya Covid-19 telah selesai, bukan berarti tugas manusia akan berakhir. Manusia perlu memulai kembali, menata kembali kehidupan yang akan dijalani di masa depan.
Dari sudut pandang ilmu manajemen krisis, fase setelah bencana berakhir adalah pemulihan kembali (recovery) dan belajar (learning). Dalam Al Qur’an Allah berfirman bahwa bencana hendaknya tidak membuat manusia terpuruk. ''Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah sangat menyukai orang-orang yang berbuat baik.'' (QS Al Baqarah [2]: 195).
Manusia menjadi kunci dalam pemulihan di masa Covid-19 ini. Allah berfirman bahwa “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Q.S Ar-Rad [13] :11). Covid-19 telah “memaksa” manusia untuk membiasakan diri menjaga kebersihan (seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, segera berganti pakaian setibanya di rumah), menjaga hidup sehat (membiasakan berjemur di pagi hari), menjaga lingkungan (meminimalkan bepergian sehingga dapat mengurangi polusi), dan kepedulian terhadap sesama (lewat aktivitas donasi baik itu berupa uang atau benda kepada yang membutuhkan). Semoga saja kebiasaan-kebiasaan positif yang “terpaksa” dilakukan karena Covid-19, akan terus dilanjutkan saat pandemi ini berakhir.
Sebagai penutup, kami dari tim redaksi UII News mengucapkan Selamat Idul Fitri 1441H. Kami mohon maaf atas segala kesalahan yang telah kami lakukan selama ini. Taqaballahu Minna wa Minkum, Taqabballahu Shiyamana wa shiyamakum, Ja’alanallahu wa iyyakum, Minal Aidin wal Faizin. (semoga Allah menerima amal kita dan amal Anda sekalian, menerima puasa kita dan puasa Anda sekalian, semoga Allah menjadikan kita dan Anda sekalian orang-orang yang kembali suci dan memperoleh kemenangan).

By Pemred UII News

Memulai Kembali

Pandemi virus Corona (Covid-19) memaksa umat manusia untuk menyesuaikan diri. Sejumlah perubahan, bahkan beberapa di antaranya perubahan drastis, harus dilakukan demi beradaptasi dengan penyakit yang belum ditemukan penangkalnya ini. Sejumlah adaptasi, yang mungkin akan membuat jalannya hidup tidak lagi sama.
Selain bekerja, belajar, dan aktivitas lain (seperti berbelanja dan bertransaksi) yang dilakukan dari rumah, perubahan juga terjadi dalam ibadah kita. Di bulan suci Ramadan, di mana umat Muslim terbiasa untuk meramaikan masjid guna menunaikan ibadah (baik itu wajib mau pun sunah), membaca Al Quran, mengikuti kajian, kini tidak ada lagi -- tepatnya berpindah tempat, ke rumah.
Perubahan ini tetaplah memiliki sisi positif. Rumah kita akan penuh dengan aktivitas merangkai rakaat shalat, melafalkan ayat suci, dan memanjatkan doa. Insya Allah, kondisi ini akan membuat rumah kita senantiasa mendapat lindungan dari Allah SWT.
Adaptasi yang harus dilakukan semasa pandemi juga bakal membuat perayaan kemenangan di hari Idul Fitri kelak, juga pasti akan berbeda. Tidak ada sungkem kepada orangtua tercinta, tidak ada jabat tangan antar kerabat saudara, dan tak ada kesempatan bagi lisan untuk berucap kata maaf secara langsung kepada orang di sekitar kita. Idul Fitri terasa hambar, mungkin iya. Namun jangan sampai hilangnya momen sentuhan fisik akibat physical distancing membuat hati kita menjadi berhenti untuk meminta maaf dan memaafkan.
Kita semua tentu berharap bahwa penyakit Covid-19 segera berakhir. Namun jika nantinya Covid-19 telah selesai, bukan berarti tugas manusia akan berakhir. Manusia perlu memulai kembali, menata kembali kehidupan yang akan dijalani di masa depan.
Dari sudut pandang ilmu manajemen krisis, fase setelah bencana berakhir adalah pemulihan kembali (recovery) dan belajar (learning). Dalam Al Qur’an Allah berfirman bahwa bencana hendaknya tidak membuat manusia terpuruk. ''Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah sangat menyukai orang-orang yang berbuat baik.'' (QS Al Baqarah [2]: 195).
Manusia menjadi kunci dalam pemulihan di masa Covid-19 ini. Allah berfirman bahwa “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (Q.S Ar-Rad [13] :11). Covid-19 telah “memaksa” manusia untuk membiasakan diri menjaga kebersihan (seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, segera berganti pakaian setibanya di rumah), menjaga hidup sehat (membiasakan berjemur di pagi hari), menjaga lingkungan (meminimalkan bepergian sehingga dapat mengurangi polusi), dan kepedulian terhadap sesama (lewat aktivitas donasi baik itu berupa uang atau benda kepada yang membutuhkan). Semoga saja kebiasaan-kebiasaan positif yang “terpaksa” dilakukan karena Covid-19, akan terus dilanjutkan saat pandemi ini berakhir.
Sebagai penutup, kami dari tim redaksi UII News mengucapkan Selamat Idul Fitri 1441H. Kami mohon maaf atas segala kesalahan yang telah kami lakukan selama ini. Taqaballahu Minna wa Minkum, Taqabballahu Shiyamana wa shiyamakum, Ja’alanallahu wa iyyakum, Minal Aidin wal Faizin. (semoga Allah menerima amal kita dan amal Anda sekalian, menerima puasa kita dan puasa Anda sekalian, semoga Allah menjadikan kita dan Anda sekalian orang-orang yang kembali suci dan memperoleh kemenangan).

By Pemred UII News

Alhamdulillah, sudah 17 tahun UII News menerbitkan tabloid internal kampus konsisten 1 bulan sekali.-Tabloid UII News ad...
14/05/2020

Alhamdulillah, sudah 17 tahun UII News menerbitkan tabloid internal kampus konsisten 1 bulan sekali.
-
Tabloid UII News adalah metamorfosa dari Majalah rintisan tahun 1988 dengan nama Warta Kampus. Majalah yang terbit dwi bulanan ini dimotori oleh (Alm) M. Dahlan selaku Tenaga Kependidikan (Tendik Tetap) BAAK (sekarang Direktorat Layanan Akademik/DLA). Pada 17 Mei 2003 terbitlah Tabloid UII News ini yang perdana 8 page dengan 20an awak redaksi yang sebelumnya merintis tabloid semi komersial tahun 2000 dan hanya bertahan selama dua tahun bernama Tabloid Madani. Dimotori (Alm) Herin Priyono dan (Alm) Dr. Supardi selaku Warek II UII semasa kepemimpinan Rektor UII (Alm) Zaini Dahlan - Sang Guru periode 1994-2002. Dan sampai saat ini, alhamdulillah UII News terbit secara konsisten perbulan dan sejak edisi 183 dengan 20 halaman yang beroplah 750 exemplar.
-
Khusus masa Pandemi Covid-19, UII News untuk bulan April dan Mei 2020 ini hadir dengan 16 halaman (dari biasamya 20 halaman) dengan mengurangi foto berita yang ada di halaman 10-11 yang berwarna serta 2 halaman laporan utama.
-
Untuk update via web UII News ikuti di link https://news[dot]uii[dot]ac[dot]id/

Bencana dan Pembuktian Visi Rahmatan Lil'alamin UIIMilad Universitas Islam Indonesia pada tahun ini dilalui tanpa peraya...
25/04/2020

Bencana dan Pembuktian Visi Rahmatan Lil'alamin UII

Milad Universitas Islam Indonesia pada tahun ini dilalui tanpa perayaan. Wabah virus Corona (Covid-19), yang hingga tulisan ini diselesaikan, belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda, mmaksa sejumlah agenda kegiatan terpaksa ditunda, atau bahkan dibatalkan. Minus pesta tak membuat peringatan hari lahir UII menjadi hambar. Sebaliknya, ini adalah kesempatan bagi UII untuk sekali lagi membuktikan komitmen rahmatan lil’alamin.
Tidak salah jika menyebut bahwa pengabdian (kepada masyarakat) telah menjadi bagian dari UII sejak kelahirannya. Dalam buku UII Way: Menjadi Islami, Indonesiawi, dan Mondial disebutkan bahwa pendirian Sekolah Tinggi Islam (STI) –cikal bakal UII—merupakan bagian dari bentuk paling nyata dari pengabdian para pendiri UII kepada Sang Ilahi. Para pendiri UII merupakan elite politik nasional (ketika itu) dan mapan secara ekonomi. Mendirikan lembaga pendidikan tinggi, bukanlah hal yang menjanjikan secara ekonomi, politik, dan sosial bagi para pendiri. Namun, pilihan tersebut diambil karena pendidikan tinggi berguna untuk mengangkat derajat bangsa, dari hina menuju mulia (Suwarsono Muhammad, 2019: 30-31).
Dalam setiap kejadian bencana, keluarga besar UII (sivitas akademika dan alumni) selalu berusaha untuk hadir, untuk berkontribusi. Bantuan keluarga UII dalam bentuk donasi, bahan makanan, hingga tenaga, hadir di kawasan yang pernah ditimpa bencana alam seperti Lombok (Nusa Tenggara Barat), Palu (Sulawesi Tengah), dan awal tahun 2020 ini adalah DKI Jakarta. Tidak berhenti di situ, saat wabah pandemic Covid-19 ini UII kembali hadir di tengah masyarakat, memberikan kontribusinya bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, bantuan untuk tenaga medis, fasilitasi pembelajaran dan kelonggaran biaya bagi mahasiswa, dan sebagainya. Apa yang dilakukan UII merupakan pembuktian terhadap visi rahmatan lil’alamin, memberikan manfaat bagi semua.
Apa yang dilakukan UII merupakan ikhtiar untuk mewujudkan relasi ideal antara manusia dengan lingkungan menurut Islam. Seperti ditulis Siti Rumaha Mardatillah (Buletin Al Islamiyah, Desember 2016), Allah memberi manusia kelebihan akal guna mengatur keselarasan makhluk hidup di alam raya, bukan untuk memenuhi kepentingannya semata. Meski dengan segala kelebihannya, manusia tetaplah (sekadar) salah satu komponen hayati yang ada di muka bumi ini yang keberadaannya saling tergantung dan terkait dengan komponen hayati atau non-hayati lain.
Tentu saja, apa yang dilakukan UII tidak lantas serta merta dapat menghentikan Covid-19. Virus mematikan ini merupakan persoalan bersama yang harus diselesaikan semua elemen, secara global. Semua penduduk bumi harus punya peran dalam menyelesaikannya. Meski pun apa yang dilakukan oleh UII merupakan langkah kecil, namun ada tindakan itu memiliki makna yang besar : merayakan kemanusiaan.
Selamat Milad, UII. Semoga lekas membaik, semesta.

By Pemred UII News

Bencana dan Pembuktian Visi Rahmatan Lil'alamin UII

Milad Universitas Islam Indonesia pada tahun ini dilalui tanpa perayaan. Wabah virus Corona (Covid-19), yang hingga tulisan ini diselesaikan, belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda, mmaksa sejumlah agenda kegiatan terpaksa ditunda, atau bahkan dibatalkan. Minus pesta tak membuat peringatan hari lahir UII menjadi hambar. Sebaliknya, ini adalah kesempatan bagi UII untuk sekali lagi membuktikan komitmen rahmatan lil’alamin.
Tidak salah jika menyebut bahwa pengabdian (kepada masyarakat) telah menjadi bagian dari UII sejak kelahirannya. Dalam buku UII Way: Menjadi Islami, Indonesiawi, dan Mondial disebutkan bahwa pendirian Sekolah Tinggi Islam (STI) –cikal bakal UII—merupakan bagian dari bentuk paling nyata dari pengabdian para pendiri UII kepada Sang Ilahi. Para pendiri UII merupakan elite politik nasional (ketika itu) dan mapan secara ekonomi. Mendirikan lembaga pendidikan tinggi, bukanlah hal yang menjanjikan secara ekonomi, politik, dan sosial bagi para pendiri. Namun, pilihan tersebut diambil karena pendidikan tinggi berguna untuk mengangkat derajat bangsa, dari hina menuju mulia (Suwarsono Muhammad, 2019: 30-31).
Dalam setiap kejadian bencana, keluarga besar UII (sivitas akademika dan alumni) selalu berusaha untuk hadir, untuk berkontribusi. Bantuan keluarga UII dalam bentuk donasi, bahan makanan, hingga tenaga, hadir di kawasan yang pernah ditimpa bencana alam seperti Lombok (Nusa Tenggara Barat), Palu (Sulawesi Tengah), dan awal tahun 2020 ini adalah DKI Jakarta. Tidak berhenti di situ, saat wabah pandemic Covid-19 ini UII kembali hadir di tengah masyarakat, memberikan kontribusinya bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, bantuan untuk tenaga medis, fasilitasi pembelajaran dan kelonggaran biaya bagi mahasiswa, dan sebagainya. Apa yang dilakukan UII merupakan pembuktian terhadap visi rahmatan lil’alamin, memberikan manfaat bagi semua.
Apa yang dilakukan UII merupakan ikhtiar untuk mewujudkan relasi ideal antara manusia dengan lingkungan menurut Islam. Seperti ditulis Siti Rumaha Mardatillah (Buletin Al Islamiyah, Desember 2016), Allah memberi manusia kelebihan akal guna mengatur keselarasan makhluk hidup di alam raya, bukan untuk memenuhi kepentingannya semata. Meski dengan segala kelebihannya, manusia tetaplah (sekadar) salah satu komponen hayati yang ada di muka bumi ini yang keberadaannya saling tergantung dan terkait dengan komponen hayati atau non-hayati lain.
Tentu saja, apa yang dilakukan UII tidak lantas serta merta dapat menghentikan Covid-19. Virus mematikan ini merupakan persoalan bersama yang harus diselesaikan semua elemen, secara global. Semua penduduk bumi harus punya peran dalam menyelesaikannya. Meski pun apa yang dilakukan oleh UII merupakan langkah kecil, namun ada tindakan itu memiliki makna yang besar : merayakan kemanusiaan.
Selamat Milad, UII. Semoga lekas membaik, semesta.

By Pemred UII News

Alhamdulillah, sudah 17 tahun UII News menerbitkan tabloid internal kampus konsisten 1 bulan sekali.-Tabloid UII News ad...
25/04/2020

Alhamdulillah, sudah 17 tahun UII News menerbitkan tabloid internal kampus konsisten 1 bulan sekali.
-
Tabloid UII News adalah metamorfosa dari Majalah rintisan tahun 1988 dengan nama Warta Kampus. Majalah yang terbit dwi bulanan ini dimotori oleh (Alm) M. Dahlan selaku Tenaga Kependidikan (Tendik Tetap) BAAK (sekarang Direktorat Layanan Akademik/DLA). Pada 17 Mei 2003 terbitlah Tabloid UII News ini yang perdana 8 page dengan 20an awak redaksi yang sebelumnya merintis tabloid semi komersial tahun 2000 dan hanya bertahan selama dua tahun bernama Tabloid Madani. Dimotori (Alm) Herin Priyono dan (Alm) Dr. Supardi selaku Warek II UII semasa kepemimpinan Rektor UII (Alm) Zaini Dahlan - Sang Guru periode 1994-2002. Dan sampai saat ini, alhamdulillah UII News terbit secara konsisten perbulan dan sejak edisi 183 dengan 20 halaman yang beroplah 750 exemplar.
-
Khusus masa Pandemi Covid-19, UII News untuk bulan April ini hadir dengan 16 halaman (dari biasamya 20 halaman) dengan mengurangi foto berita yang ada di halaman 10-11 yang berwarna serta 2 halaman laporan utama.
-
Untuk update via web UII News ikuti di link https://news[dot]uii[dot]ac[dot]id/

Universitas Islam Indonesia
17/04/2020

Universitas Islam Indonesia

Assalamu'alaikum, Insan Ulil Albab!

Himbauan agar mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur telah kita lakukan selama beberapa pekan. Tapi, Mimin yakin pasti pada penasaran. Memangnya boleh meninggalkan salat Jumat lalu menggantinya dengan salat Zuhur di rumah selama lebih dari tiga kali?

Meskipun ada satu hadis riwayat Muslim yang mengatakan bahwa siapa saja yang meninggalkan salat Jumat lebih dari tiga kali tanpa uzur yang dibenarkan maka akan Allah tutupi hatinya dan ia akan termasuk golongan orang yang lalai, namun berbeda halnya apabila kita mengganti salat Jumat dengan salat Zuhur di rumah dengan alasan menghindari penularan Covid-19, meskipun dilakukan selama lebih dari tiga kali.

Menurut Sekretaris Komisi Fatwa MUI yang dilansir dari situs web cnnindonesia.com, termasuk uzur yang dibenarkan apabila kita meninggalkan salat Jumat dan menggantinya dengan salat Zuhur di rumah karena takut terkena penyakit yang potensi penularan dan tingkat risiko penyebarannya masih tinggi.

Jadi, meskipun diperbolehkan untuk tidak salat Jumat di masjid, Sobat tetap harus menggantinya dengan salat Zuhur di rumah, ya!

#UIISiagaCovid19
#BeraniGapaiMimpi
#KampusUII
#UIIYogyakarta
#UniversitasIslamIndonesia

Address

Gedung Rektorat GBPH Prabuningrat Kampus Terpadu UII Lt.2, Jl. Kaliurang Km,14,5
Yogyakarta City
55584

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when UII News posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to UII News:

Videos

Category

Nearby media companies


Other Magazines in Yogyakarta City

Show All

Comments

*Serial Webinar Singkong Pangan Strategis* Diselenggarakan oleh Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) bersama PT. Mutuagung Lestari pada: Sabtu, 16 Mei 2020 Pk. 13.30-15.30 Disampaikan oleh para Pakar Singkong dan Nutrisi Indonesia. Pendaftaran gratis di Link Registrasi berikut: bit.ly/webinar_MSI Sampai bertemu di Zoom dan terima kasih atas perhatiannya.
Barangkali orangnya ada disini
Kbjjiiji
Mojon ijin share info training...
Tkskonfirmnya
🇸🇦 PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 🇸🇦 MEMPERSEMBAHKAN : *SEMARAK FESTIVAL ARAB 8 2017 NASIONAL* 🇸🇦🇮🇩 dengan tema: 🌏 *HARMONI NUSANTARA DALAM GELORA NEGERI SAHARA* 🐪 📆 20-22 November 2017 🏢 Kampus A, Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun - Jakarta Timur *🤔Apa itu Semarak Festival Arab ?* Semarak Festival Arab bisa disebut juga Safar. Merupakan acara perlombaan nasional yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Jakarta. Acara ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa arab dan mengenalkan lebih budaya Arab. Acara SAFAR 2017 ini akan hadir dengan berbagai macam perlombaan dengan kategori: *MAHASISWA :* 📢 Pidato Arab 📞085870316982 (Urfa) 🙅 Debat Arab 📞085218704125 (Ninda) 📜 Puisi Arab 📞081289793398 (Tya) 📃 Baca Berita 📞087878346401 (Jabal) *SISWA (SMA/MA/Sederajat):* 📢 Pidato Arab 📞085645485787 (Tutik Ch) 🙋 Lomba Cerdas Cemat (LCC) 📞089626344827 (Indah) *UMUM:* 🎤 Menyanyi Arab 📞089513785970 (Herta) 👳 MTQ 📞081219959004 (Hafshah) 🎨 Kaligrafi 📞089608042348 (awalin) 🥁 Hadroh 📞0895383836507(Farhan) 👊Taqdimul Qishoh 📞083878654886 (Nurul) 📖 MHQ 📞083877655052 (Imtihani) ☎ *Narahubung Pendaftaran*: 👩🏻‍💻Paujiah Puji: 081286767832 👨🏻‍💻Eko Puji: 082114441316 🏃🏻‍♀Ayo segera persiapkan diri kalian di perlombaan *SAFAR 8 2017 NASIONAL*🏃🏻Jangan lupa ajak teman kampus dan sekolah kalian untuk ikut memeriahkan acara ini Yang lebih seru lagi nih ada 🎪 *SEMINAR KEBUDAYAAN* 📆 *21 NOVEMBER 2017* Nah makanya nyesel deh kalau ga ikutan😏. Karena acara ini akan diikuti oleh mahasiswa/siswa se-Indonesia loh..😎 PENDAFTARAN DI BUKA SAMPAI TANGGAL *15 NOVEMBER 2017* Mau tau kelanjutanya lagi? Makanya panteng terus media sosial kami 📲💻 👉🏻Diikuti ya: *Facebook* 👥: Semarak Festival Arab UNJ 2017 *Twitter* 🐤: @safar8unj *Instagram* 📷: @safarunj_8 *Weebly* 🖥: http://safar8unj.weebly.com/pendaftaran.html #SAFAR82017 #HidupMahakarya #TepukSAFAR
Buat yg ingin pindah Jogja atau anaknya sekolah di Jogja,dijual rumah di Jl Taman siswa dekat FH UII hunian sekaligus investasi Spesifikasi : Luas tanah 167, luas bangunan 180, kamar tidur 4, kamar mandi 3, Listrik 2200 w, telp/speedy internet. Minat serius silakan inbx