Kopi Nikmat

Kopi Nikmat Kumpulan Opini Terkini Umat
(6)

Runtuhnya daulah Utsmaniyah bukan sekadar musibah bagi muslim di Timur Tengah tapi juga bencana besar bagi negeri-negeri...
23/02/2020

Runtuhnya daulah Utsmaniyah bukan sekadar musibah bagi muslim di Timur Tengah tapi juga bencana besar bagi negeri-negeri muslim di dunia. Malapetaka itu menjadi bermulanya simpul-simpul hukum yang terurai seiring umat Islam tercerai berai dalam negara bangsa. Bagaimana dampak makar imperialis Barat terhadap Turki Utsmani di masa itu menjadi musibah umat Islam sampai kini? In syaa Allah hal ini akan terungkap pada:

Kajian Sejarah
Strategi Imperialisme Barat Meruntuhkan Turki Utsmani; Telaah atas Musibah Terbesar Umat Islam di Abad 20

Ahad, 1 Maret 2020
Pukul 08:00–11:00 WIB
Jalan Pintas, Rumah Warna
https://bit.ly/37TE5kS

Narasumber:
~ Dr. Muhammad Nur Islami, SH, MHum; Pengamat Hukum Internasional & Kemasyarakatan
~ Winner Agung Pribadi, SIP, MA; Dosen Luar Biasa Hubungan Internasional UMY

Narahubung:
~ 085214510995/Ikhwan
~ 085643268324/Akhwat

Penyelenggara:
Paguyuban Mataram Islam

Didukung:
~ Jalan Pintas
~ Simply Fresh
~ Simply Homy
~ Rumah Perca
~ Firdaus Property
~ Bakpiapia
~ Kayuna

28/01/2020

Senjata Barat Merusak Islam

Negara kapitalis Barat sebagai musuh utama Islam tidak sekadar merusak citra ajaran Islam, dan menciptakan ketakutan pada ajaran Islam. Mereka pun membuat Islam dengan format yang baru, yakni ‘Islam moderat’ yang berlawanan dengan ‘Islam radikal’ versi mereka.

Moderat adalah istilah asing, bersumber dari trauma Barat atas agama Kristen. Ide ini sebagai jalan tengah antara kubu gereja dan para pemikir atau filosof. Pihak gereja memandang agama Kristen layak untuk mengatur seluruh urusan kehidupan. Sementara pihak filosof memandang bahwa agama Kristen tidak layak untuk turut campur mengatur urusan kehidupan. Bahkan turut campurnya gereja dalam urusan kehidupan justru menjadi penyebab kehinaan dan ketertinggalan Barat atau the Dark Age.

Bagi Barat, hanya akal manusialah yang mampu menciptakan peraturan yang layak untuk mengatur segala urusan kehidupan. Maka hasil dari pertarungan ini adalah kompromi atau moderat, yakni jalan tengah antara 2 kubu. Artinya mengakui eksistensi agama untuk mengatur interaksi manusia dengan Tuhan tetapi agama tidak boleh ikut campur dalam kehidupan. Pengaturan urusan kehidupan ini bersumber dari akal manusia atau sekulerisme. Celakanya filosofi moderat atau kompromi atau jalan tengah ini dianalogkan pada agama Islam.

Berdasarkan karakter ‘Islam moderat’ yang disajikan dalam Building Moderate Muslim Networks oleh RAND Corporation maka ada 5 analisis ‘Islam moderat’ ala Barat:

1. Proyek ‘Islam moderat’ merupakan soft approach (pendekatan halus) untuk memalingkan umat dari sumber hukum Islam.

2. Dunia Islam dipaksa menerima demokrasi sebagai sistem politik tunggal. Sistem pemerintahan Islam dianggap illegal dan tidak cocok diterapkan karena usang.

3. Mengeliminasi keagungan Islam sebagai aturan kehidupan. Islam pun distigma negatif dengan penyesatan istilahnya.

4. War on Islamic idea. Keinginan umat Islam kembali kepada syariah Islam dan institusi politik dicap negatif.

5. Penyesatan umat Islam. Ketika umat Islam mengikuti genderang Barat maka kesesatan pun merajalela.

Penyesatan di balik kata ‘moderat’ sering digunakan dengan makna positif untuk mensifati orang-orang yang bisa menerima pemimpin kafir, pernikahan beda agama, buka aurat, LGBT, dan enggan penerapan hukum syariah. Parahnya, klaim ‘moderat’ dijustifikasi dengan dalil dari al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 143:

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) sebagai umat yang wasath agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”

Padahal, kata ‘wasath’ memiliki makna yang jauh berbeda dengan yang mereka klaim. Makna wasath adalah ‘adil dan pilihan’ (Departemen Agama RI), bukan diterjemahkan dengan ‘moderat’.

Sungguh umat Islam harus kembali sadar pada politik Islam dan kedalaman tsaqofah Islamiyah. []

(Muslimah Media Center)

SELAMATKAN MUSLIM UIGHUR!Oleh : Ust. Rokhmat S. LabibBerita menyedihkan kembali terjadi pada kaum Muslimin. Kali ini ten...
18/12/2019

SELAMATKAN MUSLIM UIGHUR!
Oleh : Ust. Rokhmat S. Labib

Berita menyedihkan kembali terjadi pada kaum Muslimin. Kali ini tentang nasib etnis Uighur di Xinjiang, China, yang ditindas oleh Pemerintahan Komunis China.

Penindasan terhadap mereka sudah berlangsung lama. Penyebabnya hanya satu: Karena mereka Muslim. Karena mereka memeluk Islam.

Maka, yang dimusuhi oleh Pemerintahan China adalah segala hal yang berkaitan dengan Islam. Dan itu pula yang hendak mereka musnahkan dari Uighur. Mereka ini melucuti segala yang berbau Islam dari Uighur.

Mereka menutup banyak masjid di Xinjiang. Mereka melarang menjalankan agama mereka. Termasuk memelihara jenggot bagi pria. Yang menolak ketentuan itu. akan diganggu dan diintimidasi. Mereka juga memerintahkan pemilik toko menjual alkohol. Ini dilakukan sebagai upaya melemahkan aturan agama. Mereka juga memaksa wanita-wanita muslimah Uighur untuk menikah dengan pria-pria suku Han yang kafir. Juga melarang umat Islam memberikan nama Islami.

Terbaru, mereka membuat di kamp-kamp konsentrasi, mirip tahanan besar. Di situlah mereka berupaya mencuci otak Muslimin Uighur dan menanamkan doktrin komunisme.

Bagi kita, bukan sesuatu yang mengherankan. Sebab, begitulah sikap kaum kafir kepada kaum Muslimin pada umumnya. Kebencian mereka terhadap kaum Muslimin dengan jelas diberitakan dalam firman-Nya:
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik (QS al-Maidah [5]: 81).

Juga firman-Nya:
وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا
Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup (QS al-Baqarah [2]: 217).

Demikianlah kebencian dan permusuhan kaum musyrikin terhadap kaum Muslimin. Maka, aneh jika ada yang masih berharap belas kasihan mereka.

Yang justru penting yang adalah apa yang wajib dilakukan kaum Muslim terhadap saudara mereka seperti dialami Muslim Uighur.

Perintah al-Quran jelas, ketika saudara mereka ditindas dan minta pertolongan, kaum Muslimin wajib memberikan pertolongan kepada mereka. ALlah Swt berfirman:
وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ
Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan (QS al-Anfal [8]: 72).

Uighur telah lama menjerit meminta pertolongan kaum Muslimin untuk menyelamatkan mereka. Menjaga eksistensi mereka, memelihara keimanan dan keislaman mereka, dan mencegah mereka dari kekufuran yang dipaksakan kepada mereka.

Persoalannya, mana pemimpin Muslimin saat yang mau dan berani mengirimkan pasukan menyelamatkan mereka?

Sungguh tak ada yang mempedulikan mereka. Termasuk penguasa negeri ini. Sebuah negeri Muslim dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Jangankan memberikan pertolongan mereka secara riil, bahkan hanya sekedar kecaman saja tak terdengar.

Sampai kapan mereka harus menangis, menjerit, dan melolong minta tolong?

Realitas ini menambah daftar panjang betapa besar penderitaan umat Islam sekarang. Sebab, Uighur tak sendiri. Nasib serupa juga dialami oleh kaum Muslimin di Rohingya, Kashmir India, Pattani Thailand, Moro Philipina, Palestina, Suriah, Afghanistan, dan lain-lain.

Semua realitas semakin meneguhkan kesimpulan tentang betapa butuhnya umat terhadap Khilafah. Khilafah yang melindungi, menjaga, dan memerihara kaum Muslimin. Khilafah yang menyatukan umat dalam satu kepemimpinan sehingga menjadi umat yang kuat. Umat yang tidak mudah dipecundangi, ditindas, dan dikalahkan oleh kaum kafir.

Ya, #WeNeedKhilafah

06/12/2019

Dari mana asal ideologi nasional? Pertanyaan ini umumnya hanya terjawab di lapisan permukaan melalui penokohan elite pribumi modern didikan Belanda semasa kolonial. Padahal lazimnya pergerakan kaum muda dipengaruhi oleh mentor yang senior namun sumber pemikiran itu justru jarang diungkap. In syaa Allah tanda tanya ini terjawab di grand launching Pustaka Kalam dengan kajian sejarah:

Freemason dan Pengaruhnya di Indonesia, Menelusuri Genealogi Gagasan Kebangsaan Netral Agama

Narasumber:
- Ust. Artawijaya, Penulis Buku 'Freemason & Teosofi'
- Ust. Deni Junaedi, Dosen ISI, Pemerhati Kebudayaan Islam

Moderator:
- Arif as-Saud, Penulis Buku, Founder Rohis DKI

Jum'at, 6 Desember 2019
Pukul 18:00 s/d 22:00 WIB

Masjid Dzarratul Khair
Komplek STTN-BATAN
Utara J-Walk Babarsari
https://g.co/kgs/igLMH8

IG: @pustaka.kalam
CP: 081353158584

Didukung:
- Paguyuban Mataram Islam
- Inisiator Kebaikan
- Info Kajian Jogja
- FSLDK Jogja

Disponsori:
- Palagan Experience
- Caco Decor Design
- Nusanta

Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh. Secara historis, perjuangan kemerdekaan sangat erat kaitannya dengan Islam. P...
04/12/2019

Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.

Secara historis, perjuangan kemerdekaan sangat erat kaitannya dengan Islam. Peran ulama, santri, dan tokoh-tokoh Islam dalam memperjuangkan kemerdekaan tentu menjadi topik yang harus dipahami oleh pemuda hari ini. Kita tidak akan mampu menemukan pohon besar nan tinggi menantang langit tanpa ditopang dengan akar yang kuat menghujam bumi. Kita tidak akan mampu membangkitkan semangat kepahlawanan dalam diri, jika tak mengerti bagaimana sejarah perjuangan kaum muslimin dalam memerdekakan Indonesia.

Lantas, bagaimana sejarah Islam dalam memperjuangkan kemerdekaan? Temukan jawabannya di sini.

Kajian Sejarah:
Islam dan Perjuangan Kemerdekaan

Narasumber:
Ust. Artawijaya (Sejarawan dan Penulis Buku 'Freemason & Teosofi')

In syaa Allah
Sabtu, 7 Desember 2019
Pukul 08:00 s/d 10:30 WIB

Masjid Baiturrahim Gejayan
Jl. Garuda, Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta, Utara Terminal Condongcatur

Gratis dan Terbuka untuk Umum

Info
IG: @mpi.yogyakarta
CP: 085642810313 (Khosyim)

Didukung oleh:
- Pesma Ulul Albab
- Paguyuban Mataram Islam
- Masjid Baiturrahim Gejayan

Disponsori oleh:
- Caco Decor Design
- Nusanta

Ajak teman, sahabat dan keluarga juga. Ditunggu kehadirannya.

Dari mana asal ideologi nasional? Pertanyaan ini umumnya hanya terjawab di lapisan permukaan melalui penokohan elite pri...
28/11/2019

Dari mana asal ideologi nasional? Pertanyaan ini umumnya hanya terjawab di lapisan permukaan melalui penokohan elite pribumi modern didikan Belanda semasa kolonial. Padahal lazimnya pergerakan kaum muda dipengaruhi oleh mentor yang senior namun sumber pemikiran itu justru jarang diungkap. In syaa Allah tanda tanya ini terjawab di grand launching Pustaka Kalam dengan kajian sejarah:

Freemasons dan Pengaruhnya di Indonesia, Menelusuri Genealogi Gagasan Kebangsaan Netral Agama

Narasumber:
- Ust. Artawijaya, Penulis Buku 'Freemason & Teosofi'
- Ust. Deni Junaedi, Dosen ISI, Pemerhati Kebudayaan Islam

Moderator:
- Arif as-Saud, Penulis Buku, Founder Rohis DKI

Jum'at, 6 Desember 2019
Pukul 18:00 s/d 22:00 WIB

Masjid Dzarratul Khair
Komplek STTN-BATAN
Utara J-Walk Babarsari
https://g.co/kgs/igLMH8

IG: @pustaka.kalam
CP: 081353158584

Didukung:
- Paguyuban Mataram Islam
- Inisiator Kebaikan
- Info Kajian Jogja
- FSLDK Jogja

Disponsori:
- Palagan Experience
- Caco Decor Design
- Nusanta

BAHAYA MUNAFIK INTELEKTUALOleh: Zakariya al-BantanyMunafik Itu Sangat TercelaDalam Islam, munafik adalah perilaku sangat...
31/10/2019

BAHAYA MUNAFIK INTELEKTUAL

Oleh: Zakariya al-Bantany

Munafik Itu Sangat Tercela

Dalam Islam, munafik adalah perilaku sangat tercela. Dan dalam banyak ayat-Nya, Allah SWT tidak pernah menyebut kaum munafik kecuali dalam makna yang negatif atau buruk. Sebagian Ulama membagi orang munafik menjadi dua:

Pertama: munafik secara i’tiqâdi. Pelakunya pada dasarnya kafir, tetapi berpura-pura atau menampilkan diri sebagai Muslim semata-mata demi menipu Allah SWT (QS. An-Nisa’: 142). Munafik jenis ini ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

"Sungguh kaum munafik itu ditempatkan di dasar neraka yang paling bawah (kerak neraka) dan mereka tidak memiliki seorang penolong pun." (QS. An-Nisa’: 145)

Kedua: munafik secara ‘amali. Pelakunya boleh jadi Muslim, tetapi memiliki sifat-sifat atau ciri-ciri orang munafik. Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda:

آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

"Ada tiga tanda orang munafik: jika berkata, berdusta; jika berjanji, ingkar; jika diberi amanah, khianat." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Pertama: Berbicara bohong atau dusta dinyatakan sebagai salah satu karakter orang munafik. Hal itu menunjukkan bahwa berbohong merupakan dosa besar. Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ

"Sungguh kebohongan itu mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan itu mengantarkan ke neraka." (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua: Ingkar janji adalah ciri kaum munafik berikutnya. Kaum munafik itu gemar berjanji, tetapi gemar pula mengingkari janji-janji mereka.

Ketiga: Khianat terhadap amanah adalah ciri kaum munafik yang ketiga. Allah SWT mencela sikap khianat ini:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ

"Sungguh Allah tidak menyukai para pengkhianat." (QS. Al-‘Anfal: 58)

Di antara amanah itu adalah amanah kepemimpinan. Kepemimpinan—dalam konteks bernegara—adalah amanah untuk mengurus rakyat. Rasulullah Saw bersabda:

الإِمَامُ رَاعٍ وَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

"Imam (pemimpin) itu pengurus rakyat dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus." (HR. Bukhari dan Ahmad)

Mengurusi kemaslahatan rakyat yang menjadi amanah seorang pemimpin tentu harus sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya (Syariah Islam). Karena itu selalu merujuk pada Syariah Islam dalam mengurus semua urusan rakyat adalah wajib (Lihat: QS al-Nisa’ [4]: 59). Amanah untuk mengurus semua kemaslahatan rakyat tidak boleh didasarkan pada aturan-aturan kapitalis sekular—sebagaimana yang terjadi saat ini—yang dasarnya adalah hawa nafsu. Allah SWT jelas mencela segala tindakan yang bersumber dari hawa nafsu manusia:

وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ

"Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya…" (QS. Al-Kahfi: 28)

Selain ketiga ciri kemunafikan di atas, menurut ‘Aid Abdullah al-Qarni dalam salah satu kitabnya, Al-Quran menyebut sejumlah perilaku orang munafik. Di antaranya: dusta; khianat; ingkar janji; riya' (doyan pencitraan); mencela orang-orang taat dan shalih; memperolok-olok Al-Quran, As-Sunnah dan Rasulullah Saw; bersumpah palsu; tidak peduli terhadap nasib kaum Muslim; suka menyebarkan kabar bohong (hoax); mencaci-maki kehormatan orang-orang shalih; membuat kerusakan di muka bumi dengan dalih mengadakan perbaikan; tidak ada kesesuaian antara lahiriah dan batiniah; menyuruh kemungkaran dan mencegah kemakrufan; sombong dalam berbicara; menantang Allah SWT dengan terus berbuat dosa; dan seterusnya.

Sayang, saat ini perilaku munafik ini terus tumbuh makin subur. Khususnya di kalangan rezim atau penguasa, para pejabat negara dan para politisi. Faktanya, sebagian perilaku di atas—jika tidak semuanya—banyak dipraktikkan oleh rezim saat ini, termasuk sebagian pejabat negara dan para politisi. Di antara mereka banyak yang biasa berdusta; khianat; ingkar janji; riya' (doyan pencitraan); mencela orang-orang taat dan shalih; memperolok-olok Al-Quran, As-Sunnah dan Rasulullah Saw.; bersumpah palsu; tidak peduli terhadap nasib kaum Muslim; suka menyebarkan kabar bohong (hoax); mencaci-maki kehormatan orang-orang shalih; membuat kerusakan di muka bumi dengan dalih mengadakan perbaikan; tidak ada kesesuaian antara lahiriah dan batiniah; menyuruh kemungkaran dan mencegah kemakrufan; sombong dalam berbicara; menantang Allah SWT dengan terus berbuat dosa; dan seterusnya. [https://mediaumat.news/buletin-kaffah-stop-segala-kemunafi…/]

Munafik Intelektual

Diantara golongan orang munafik atau kaum munafik, sesungguhnya ada orang munafik yang paling berbahaya yaitu munafik intelektual ('aalimul lisaan). Sebab, dalam sejarah umat manusia, kebanyakan masyarakat dan negara serta peradabannya rusak dan hancur karena diantaranya disebabkan oleh kaum munafik intelektual ('alimul lisan). Kaum munafik intelektual itu sangat berlemah lembut terhadap orang kafir dan bersikap sangat keras terhadap sesama Muslim. Bahkan kaum munafik intelektual tersebut menjalin kerjasama dengan orang-orang kafir dalam menghancurkan Islam dan dalam menghabisi umat Islam.

Kaum munafik intelektual senantiasa meniupkan keragu-keraguan dan rasa was-was dalam benak umat Islam dan berupaya keras menggembosi umat Islam serta mengadu domba antar umat Islam, dimana mereka senantiasa berupaya menyesatkan umat Islam dengan mendistorsi atau mengaburkan dan merusak serta mengkriminalisasi ajaran Islam khususnya ajaran Islam yang utama seperti Tauhid, Dakwah, Syariah, Jihad dan Khilafah. Bahkan kaum munafik intelektual itu senantiasa menyerukan amar munkar dan nahi ma'ruf dan loyalitas mereka hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya serta untuk majikan mereka yakni para penguasa ruwaibidhah dan para penjajah kafir kapitalis asing dan aseng.

Karena itulah, daya rusak kaum munafik intelektual itu sangat sistemik, terstruktur, massif dan brutal serta jangka panjang. Jadi, sangat wajar bila orang munafik itu tempatnya di keraknya neraka Jahannam selamanya, khususnya munafik intelektual tersebut. Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

"Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal." (QS. At-Taubah: 68)

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

"Sungguh kaum munafik itu ditempatkan di dasar neraka yang paling bawah (kerak neraka) dan mereka tidak memiliki seorang penolong pun." (QS. An-Nisa’: 145)

Seorang munafik intelektual mampu menyesatkan ribuan bahkan jutaan lebih umat manusia dan membawa kerusakan sistemik yang sangat besar bagi tatanan kehidupan umat manusia. Serta daya rusaknya pun berkepanjangan turun-temurun dari generasi ke generasi hingga puluhan tahun, ratusan tahun bahkan hingga lebih dari ribuan tahun lamanya.

Sebab, seorang munafik intelektual argumentasinya bernas, lengkap dengan kutipan dari literatur yang secara akademik sangat ilmiah, mengutip perkataan Ulama, alur penyampaiannya teratur dan logikanya terstruktur dan sistematis serta terkadang gaya retorikanya dalam berkomunikasi sangat menarik dan menawan hati. Namun, sayang semua itu dia gunakan untuk mendukung kemaksiatan dan kesesatan serta kekufuran dan ia pun menjadi agen penguasa dan penjajah atau komprador kaki tangan penguasa ruwaibidhah yang dzalim dan para penjajah kafir asing dan aseng.

Di zaman now ini, potret atau fakta di atas sering kita temukan pada beberapa orang yang biasa disebut cendekiawan Muslim terkadang mereka bergelar profesor, doktor, insinyur, ilmuan, peneliti, aktivis, kyai, gus, ustadz, dan lain-lain. Ada yang membela dan menghalalkan pemimpin kafir, membela dan menghalalkan LGBT, menghalalkan zina dan mengharamkan Khilafah serta mengharamkan poligami, menghalalkan ekonomi ribawi dan pajak serta BPJS, berupaya menghapus kata kafir dalam Islam. Mereka ada yang terang-terangan menentang Syariah Allah dan Khilafahnya Allah, ada pula yang menistakan Syariah Allah dan Khilafahnya Allah, serta mereka pun sering kali menjilat penguasa ruwaibidhah yang dzhalim dan menjilat para penjajah kafir kapitalis asing dan aseng demi uang, jabatan dan wanita atau demi dunia dan materi atau karena mereka tersandera kasus hukum seperti korupsi, penipuan, dan lain-lain, sehingga ia banting setir berbalik mendukung penguasa ruwaibidhah yang dzalim dan mendukung para penjajah kafir asing dan aseng, dia tak ubahnya seperti Ar-Rajjal bin Unfuwah-seorang mantan Sahabat Nabi Saw-yang pindah kubu menjadi pengikut setia Nabi palsu Musailamah al-Kadzdzab laknatullahi 'alaihi.

Potret-potret atau fakta semacam itu mengingatkan kita tentang sabda Nabi Muhammad Saw perihal para munafik 'alimul lisan tersebut, yakni munafik yang pandai bersilat lidah atau pandai dan ahli beretorika alias munafik intelektual. Rasulullah Saw sangat mengkhawatirkan keberadaan orang-orang munafik ini, para pendusta yang pandai mengolah kata dan data, serta pandai berbicara dan pandai beretorika. Beliau Saw bersabda:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ

“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti menimpa umatku, adalah setiap munafik yang pandai bicara (bersilat lidah).” (HR. Ahmad no. 143)

Senada dengan itu, suatu ketika Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu naik mimbar kemudian berpidato:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى هَذِهِ الْأُمَّةِ الْمُنَافِقُ الْعَلِيمُ ، قِيلَ : وَكَيْفَ يَكُونُ الْمُنَافِقُ عَلِيمٌ ؟ قَالَ : عَالِمُ اللِّسَانِ، جَاهِلُ الْقَلْبِ وَالْعَمَلِ

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terhadap umat ini adalah orang pintar yang munafik. Para sahabat bertanya: Bagaimana bisa seseorang itu menjadi munafik yang pintar? Umar radhiyallahu ‘anhu menjawab: “Yaitu orang yang pandai berbicara (bak seorang alim), tapi hati dan perilakunya jahil”. [Ihya Ulumuddin, hlm. 1/59]

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka (keraknya neraka). Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka." (QS. An-Nisaa': 145)

Dahulu, di zaman Nabi Musa AS pun ada seorang tokoh munafik intelektual yang bernama Samiri yang berpura-pura menjadi pengikutnya Nabi Musa AS. Samiri pun berhasil sukses menyesatkan banyaknya pengikut Nabi Musa yakni Bani Israil yang menyembah patung emas sapi buatan tangan Samiri saat Bani Israil ditinggal oleh Nabi Musa AS untuk menerima wahyu Allah di bukit Thur.

Di masa Rasulullah Saw pun ada seorang tokoh munafik intelektual yang bernama Abdullah bin Ubay bin Salul yang berupaya keras menggembosi umat Islam dan memecah belah umat Islam, serta membangkang kepada Rasulullah Saw melalui pemikiran-pemikiran kufur nan sesatnya Abdullah bin Ubay tersebut. Dan Abdullah bin Ubay pun juga mendirikan Masjid Dhirar di Madinah serta menjalin kerjasama dengan kaum yahudi di Madinah untuk merongrong Rasulullah Saw dan Daulah Islam.

Di masa Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq pun muncul sosok seorang munafik intelektual yang bernama Ar-Rajjal bin Unfuwah. Pada awalnya dia adalah salah satu sahabat Rasulullah Saw. Ar-Rajjal bin Unfuwah telah berhijrah, menyatakan keislamannya kepada Rasulullah Saw. Dia membaca Al-Quran dan memahami ilmu agama. Dia juga seorang yang cerdas dan memiliki pandangan yang luas tentang problematika hidup. Suatu ketika muncul fitnah kenabian Musailamah al-Kadzdzab di Yamamah. Maka, Rasulullah Saw mengutusnya sebagai pengajar penduduk Yamamah.

Ar-Rajjal bin Unfuwah mendapat tugas untuk mengajar dan memberikan pemahaman kepada penduduk Yamamah akan sesatnya Musailamah. Sehingga penduduk Yamamah menentang Musailamah dan menggagalkan usaha Musailamah untuk diakui menjadi nabi di samping Rasulullah Saw. Akan tetapi, di tengah jalan, Ar-Rajjal bin Unfuwah justru terpengaruh dan lalai dari tugasnya. Ia termakan tipu daya dan kebohongan Musailamah. Sehingga dia berbalik menjadi pembela Musailamah al-Kadzdzaab sebagai nabi palsu.

Pindah kubu Ar-Rajjal bin Unfuwah jauh hari telah dikabarkan oleh Rasulullah Saw. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, “Suatu hari aku duduk di sisi Rasulullah bersama sekelompok orang, di tengah kami hadir Ar-Rajjal bin Unfuwah. Nabi bersabda, “Sesungguhnya di antara kalian ada seseorang yang gigi gerahamnya di neraka lebih besar dari Gunung Uhud.”

Kemudian aku (Abu Hurairah) perhatikan bahwa seluruh yang dulu hadir telah wafat, dan yang tinggal hanya aku dan Ar-Rajjal. Aku sangat takut menjadi orang yang disebutkan oleh Nabi tersebut hingga akhirnya Ar-Rajjal keluar mengikuti Musailamah dan membenarkan kenabiannya. Sesungguhnya fitnah Ar-Rajjal lebih besar daripada fitnah yang ditimbulkan oleh Musailamah.” [Lihat Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan-Nihayah, dalam bahasan nabi palsu Musailamah al-Kadzdzab]

Sungguh fitnah Ar-Rajjal bin Unfuwah menjadi cerminan kondisi para elit politik dalam kubangan demokrasi. Pindah kubu demi menyelamatkan kepentingan. Memuji pihak kawan dan menjelek-jelekkan pihak lawan. Kerap kita jumpai dalam kontestasi politik ala demokrasi di zaman now ini.

Munculnya gerakan khawarij dan gerakan syiah tidak bisa pula dilepaskan dari fitnah yang dilontarkan oleh orang-orang munafik di tengah kaum Muslimin. Diantaranya tokoh munafik intelektual yang berjasa memicu konflik antar sesama Muslim hingga melahirkan gerakan khawarij dan syiah adalah Abdullah bin Saba' seorang yahudi hitam dari Yaman sejak era Khalifah Utsman bin Affan si Abdullah bin Saba' berupaya keras memecah belah kaum Muslim melalui pemikiran-pemikiran sesat dan nyelenehnya serta melalui propaganda fitnah kepada Khalifah Utsman bin Affan dan memprovokasi kaum Muslim untuk membangkang Khalifah Utsman bin Affan dan membunuh Utsman bin Affan hingga terjadilah pembunuhan terhadap Khalifah Ustman bin Affan tersebut. Hingga fitnah tersebut pun berkelanjutan pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib hingga terjadilah perang saudara antar sesama Muslim dalam perang Shiffin dan perang Jamal. Hingga terjadilah pembunuhan terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib oleh seorang khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam dan pasca terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Muljam tersebut, fitnah tersebut pun berkelanjutan hingga ribuan tahun sampai dengan sekarang di zaman now ini.

Dan juga di masa akhir Khilafah Islam Utsmaniyah yang berpusat di Turki pun muncul tokoh munafik intelektual yang bernama Mustafa Kamal Attarturk seorang agen Inggris dan juga seorang yahudi yang berpura-pura Islam dan berpura-pura dekat dengan Ulama serta berpura-pura pula cinta Ulama dan cinta Islam. Serta Mustafa Kamal pun berhasil menyusup ke dalam tubuh militer Khilafah Ustmani hingga ia mendapatkan posisi sangat strategis di militer Khilafah Utsmani hingga berhasil menguasai militer Khilafah Utsmani.

Dan akhirnya Mustafa Kamal pun berhasil diciptakan sebagai pahlawan Turki oleh inggris dengan skenario perang-perangan melawan Inggris oleh Mustafa Kamal Attarturk tersebut di Turki hingga ia pun berhasil menguasai parlemen Turki, dan pada 3 maret 1924 masehi ia pun berhasil menghapus sistem Khilafah di Turki dan di dunia untuk selama-lamanya. Dan ia pun mengusir Khalifah kita yang terakhir Sultan Abdul Hamid II beserta keluarganya dari istana sang Khalifah dan memenjarakan sang Khalifah seumur hidupnya di Tesalonika Yunani.

Hingga akhirnya pun Turki menjadi negara sekuler sampai dengan sekarang dengan presiden pertamanya yakni Mustafa Kamal Attarturk laknatullahi 'alaihi dan ia pun menghapus semua simbol-simbol Islam dan ajaran Islam khususnya Islam politik serta umat Islam pun terpecah berkeping-keping menjadi lebih dari 50 negara kecil dalam bentuk negara bangsa (nation state) dengan paham kufurnya nasionalisme hingga umat Islam pun terjajah secara sistemik dan menjadi bulan-bulanan negara-negara kafir imperialis barat (asing) dan timur (aseng) hingga umat Islam pun merintih kesakitan penuh bersimbah darah sampai sekarang, serta kondisi umat Islam pun bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya dan bagaikan kebun tanpa pagar serta bagaikan hidangan di atas meja yang diperebutkan oleh musuh-musuhnya dari segala penjuru mata angin.

Di zaman penjajahan Belanda di Indonesia dahulu pun muncul tokoh munafik intelektual yang bernama Christiaan Snouck Hurgronje yang merupakan seorang orientalis dan think thank-nya Belanda dalam menguasai dan menjajah Indonesia. Dimana Snouck Hurgronje berpura-pura masuk Islam dan ia pun sangat fasih berbahasa Arab dan hafal sebagian kecil Al-Quran dan ia pernah berangkat haji ke tanah suci Mekkah serta ia pun berpenampilan seperti seorang Ulama atau Syaikh bahkan di Aceh ia dijuluki Syaikh Putih.

Dengan begitulah Snouck Hurgronje masuk ke dalam tubuh umat Islam di Nusantara dengan mulai melemahkan dari dalam umat Islam dengan pemikiran-pemikiran kufur liberal barat sesatnya ia pun meracuni pemikiran umat Islam untuk secara pelan-pelan menjauhkan umat Islam dari Islam dan memecah belah kekuatan umat Islam hingga Belanda pun berhasil menguasai sepenuhnya pulau Jawa dan pulau Sumatera khususnya Aceh hingga kian langgenglah kekuasaan penjajahan dan kolonialisme Belanda di Indonesia.

Dan kini di zaman now ini, di peradaban sampah kapitalisme dan di negara-negara demokrasi ataupun di negara-negara sekuler yang mengadopsi ideologi kufur demokrasi kapitalisme sekulerisme biang kemunafikan di zaman now ini justru semakin membuat kaum munafik intelektual tersebut tumbuh subur bagaikan tumbuh suburnya jamur di musim penghujan. Dan orang-orang munafik intelektual tersebut itu pun diberi fasilitas lengkap, gaji yang besar dan jabatan tinggi nan strategis oleh negara bahkan dijadikan sebagai soko guru dan guru bangsa serta pemimpin masyarakat hingga makin rusaklah masyarakat dan negara hingga carut-marutlah di semua lini kehidupan, dan makin mengguritanya liberalisme dan neo imperialisme serta neo kolonialisme kafir penjajah asing dan aseng serta kemunafikan di negeri ini dan di negeri-negeri Islam lainnya serta di seluruh penjuru dunia.

Jadi, begitulah fitnah yang dilontarkan oleh kaum munafik intelektual sangat dahsyat mampu memecah belah kaum muslimin hingga Ulama dan ahlul Quran pun bisa terkena fitnah dahsyat kaum munafik intelektual tersebut dan menjadi pengikut setia kaum munafik intelektual tersebut. Karena itulah, begitu sangat berbahayanya munafik intelektual ('alimul lisan) tersebut.

Semoga Allah melindungi kita dan menjauhkan kita dari sifat nifaq dari dalam diri kita dan potensi diri kita menjadi orang munafik. Dan semoga Allah pun melindungi dan menjauhkan kita dari bahaya dan fitnah keji kaum munafik intelektual serta dari kejahatan sistematis kaum munafik khususnya kaum munafik intelektual ('alimul lisan) tersebut yang hidup dan berkembang biang dalam ekosistem peradaban sampah kapitalisme sekuler demokrasi di zaman now ini. Aaamiin.

Wallahu a'lam bish shawab.

Address

Yogyakarta City

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kopi Nikmat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Videos

Nearby media companies


Other Yogyakarta City media companies

Show All