16/04/2026
KUJUAL PAKET PERNIKAHANKU (14)
Masih mau lanjut di FB gak bab berikutnya?
Kalau mau lanjut, bantu bagikan, komen dan like bab ini di wall kalian biar tembus 10k like.
Kalau like dah 10 rb baru aku posting bab berikutnya
Di wall aku ini baru post ya, kalian yang udah baca mungkin di wall author sebelah.
******
“Maaf, Mbak … a—aku, aku h4m1l.” Aku meletakkan tespeck itu ke pangkuannya.
Hening, tak ada reaksi. Aku melirik wajah Mbak Nira, tapi dia terlihat datar saja.
“Oh, h4m1l? Jadi selama ini kamu bukan pergi kuliah, tapi pergi pacaran?” kekehnya sambil melempar benda itu ke lantai, seolah tak penting.
“Padahal Mbak banting tulang biar kehidupan kamu, ayah sama Ibu lebih terjamin di masa depan. Eh, malah gini hasilnya. Kurang bel4ian kamu, ya!”
Astagaaa, kenapa jadi malah dia yang nyerang aku? Aku melirik ayah dan Mas Indra, kenapa mereka pada diam saja.
“Mbak, jaga mulut kamu! Aku juga terjebak!” bentakku tak tahan.
“Terjebak atau sama-sama, nyari enak?” tanyanya ringan. Diluar dugaan, dia begitu santai menanggapi semua ini.
“Ini salah aku, Nira. Aku yang khilap.” Ah, syukurlah Mas Indra membuka suara. Aku melirik wajahnya, berharap dia shock, menjerit, menangis.
Namun, diluar dugaan. Dia hanya menaikkan satu alisnya ke atas dan menatapku dan Mas Indra bergantian dengan pandangan j*jik.
“Oh, jadi dia h4m1l anak kamu, Mas! Semurah itu ya, kamu. Macarin kakaknya bertahun-tahun, eh diam-diam h4m1li adiknya. Nggak punya harga diri banget ya kamu jadi cowok,” tuturnya tanpa teriakkan, tanpa tangisan, tanpa kehancuran seperti yang kubayangkan.
Aku dan Mas Indra saling bertukar pandang. Ekspresi Mbak Nira, diluar dugaan.
“Maafkan ayah, Nira. Ayah nggak bisa didik Dinar sebaik ayah mendidik kamu.” Suara ayah serak, menatap Mbak Nira dengan penuh rasa bersalah.
“Ayah nggak salah. Ayah jangan menyalahkan diri. Lalat itu memang akan tertariknya pada kotoran atau bangkai dari pada berlian yang bersinar.”
Huek, muak banget dengar kata-katanya. Masih sempat-sempatnya dia ngatain aku dan Mas Indra, lalat dan bangkai. Sial.
“Jadi, karena aku sudah mengandung anak Mas Indra. Besok, aku yang harus dia nikahin, Mbak. Aku nggak mau besarin anak ini tanpa ayah.”
Gemas, aku segera menyela kalimat sok bijaknya. Pasti mendengar itu, dia terpukul. Semua persiapan yang sudah matang ini, mau tak mau harus diserahkan padaku. Dia nggak ada pilihan ‘kan?
“Oh, ya sudah, silakan saja! Silakan kalian nikah … tapi.”
Mbak Nira berdiri santai sambil menjilati es krimnya, lalu membagi pandangan padaku dan Mas Indra bergantian. Ayah dan Ibu pun tampak heran dengan ketenangan Mbak Nira, mereka saling bertukar pandang.
“Tapi apa, Nira?” Mas Indra terlihat tak sabar.
“Tapi, silakan kalian cari gedung resepsi, catering dan pelaminan sendiri. Jangan pakai semua paket pernikahan yang sudah aku bayar dan aku lunasi.”
Hah? G*la? Ngurus semuanya sendiri? Mana sempat. Ini tinggal sehari. G*l4, Mbak Nira benar-benar g1l4. Bisa-bisanya dia malah menyerang balik aku dan Mas Indra setenang itu.
“Kamu jangan pelit gitu sama adik sendiri d**g, Nira! Lagian sayang, paket pernikahan semewah itu kalau nggak kepake. Mubadzir,” hardik Mas Indra, mulai naik pitam.
“Adik? Emang masih pantas dia disebut adik. Rasanya enggak. Dia lebih pantas disebut perempuan murah, yang rela melakukan apa saja demi u4n9!” kekehnya sambil menatapku tajam.
Aku mengepalkan tangan, darahku mendidih. Tapi anehnya … Mbak Nira malah tersenyum.
Tipis. Tenang. Menyeramkan.
“Silakan kalau kalian memaksa mau ikut memakai paket pernikahan yang sudah kubayar besok,” lanjutnya ringan.
“Pernikahanku besok, akan tetap berjalan, dengan atau tanpa kalian.”
Dadaku mendadak berdebar. Ada yang salah. Sangat salah.
“Karena bagaimanapun .…” Ia menatapku dan Mas Indra bergantian, “besok akan tetap jadi hari yang tak akan pernah terlupakan.”
Senyum itu masih ada. Namun, senyuman tenang yang terasa menakutkan. Aku yang awalnya tak sabar melihatnya hancur, kini justru mulai merasa seakan aku yang akan dihancurkan.
Judul : KUJUAL PAKET PERNIKAHANKU
Author : Evie Yuzuma
Selengkapnya, yuk baca di KBM App