01/05/2026
Walaupun Dia tahu Judas Iscariot akan mengkhianati-Nya, Yesus tetap tenang, bahkan masih makan bersama dia dalam The Last Supper. Itu bukan “chill” dalam arti tak peduli—tetapi kedamaian yang datang dari:
1. Dia tahu tujuan-Nya
Yesus sedar pengkhianatan itu sebahagian dari rencana Tuhan. Dia tidak bereaksi dengan emosi manusia biasa, kerana Dia melihat gambaran yang lebih besar.
2. Dia tetap mengasihi walaupun dikhianati
Bayangkan—Dia masih melayani Judas, bahkan membasuh kaki murid-murid termasuk dia. Itu level kasih yang tidak bergantung pada respon orang.
3. Dia tidak dikawal oleh keadaan
Banyak orang akan jadi marah, kecewa, atau defensif. Tapi Yesus tetap stabil. Ini menunjukkan kekuatan batin, bukan kelemahan.
4. Dia pilih respon, bukan reaksi
Yesus tidak “meletup” walaupun Dia ada alasan. Dia memilih diam, sabar, dan tetap berjalan dalam kehendak Tuhan.