27/11/2025
Register or invite friends to get bonus.
🌟
🌟
🌟
🌟
🌟
🌟
🌟
🌟
🌟
🌟
🚀Kesaktian Ganjar Atasi Kemiskinan🚀
Menekan angka pengangguran dan membuka lowongan kerja merupakan hal yang selalu didambakan. Dua hal, antara pengangguran dan loker memang saling berkaitan.
Namun, bila seorang yang menganggur tanpa kemampuan apakah bakal keterima kerja? Sebaliknya, adakah perusahaan mau menerima orang tanpa keterampilan yang dia punya?
Saya baru memposisikan tak punya pekerjaan, juga seolah menjadi pengusaha dalam konteks tersebut. Silahkan kalau kamu mau gabung berimajinasi.
Pertama, menjadi seorang yang mencari pekerjaan tanpa skill sama sekali, otomatis ditolak mentah-mentah sama HRD. Meski itu berpenampilan menarik dengan parfum semerbak, dan rambut yang klimis. Apalagi, kalau segi penampilannya yang kusut. Jelas tak memiliki nilai tawar. Mungkin, baru sampai pos satpam saja sudah paling bagus.
Kedua, sebagai pengusaha pastinya realistis. Lowongan pekerjaan diumumkan ke publik, seorang usahawan berharap mendapatkan umpan balik yang sesuai atau melebihi ekspektasinya. Misal, yang dibutuhkan seorang desain grafis, ternyata dia juga lancar mengendarai roda empat. Ada nilai plus di sana.
Hal berbeda, bila tak sesuai harapan. Seorang bos sudah tentu menolak calon karyawan yang mengandalkan penampilan tapi nol kemampuan, seperti yang saya sebut sebelumnya. Itu kalau bosnya baik, kalau galak saya tak mau membayangkan.
Intinya perusahaan tak mau rugi d**g. Lain hal, kalau ada potensi yang bisa dikembangkan. Secercah harapan akan berpihak kepada calon pekerja tersebut.
Peristiwa-peristiwa dari dua konteks tersebut berserakan di mana-mana. Mungkin hampir seluruh kota besar ada. Mengharapkan pekerjaan yang bagus, tapi skill tak punya. Ya wassalam.
Rasanya dua persoalan tersebut tidak pernah ketemu ujungnya. Pengangguran ingin pekerjaan yang layak, dan pengusaha sangat selektif ketika perekrutan.
Baru-baru ini, Ganjar Pranowo menggemparkan dunia loker tanah air, khususnya Jawa Tengah. Dia berhasil mengajak perusahaan-perusahaan agar menerima warga miskin yang tidak punya skill sekalipun. Setidaknya ada 800 lowongan pekerjaan dibuka di Kabupaten Pemalang.
Meski, bos-bos di Jawa Tengah sudah menyatakan menerima, demi membantu pemerintah menurunkan angka kemiskinan. Namun, Ganjar tak melepas begitu saja.
Meski kesepakatan dengan perusahaan sudah tercapai, Ganjar tak ingin itu dilakukan. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu memilih menggelar pelatihan terlebih dulu.
Sebelum diterima oleh perusahaan, para warga miskin itu diupgrade skillnya. Meskipun bakal diterima, setidaknya warganya telah memiliki bekal keahlian seperti posisi pekerjaan yang akan diisi.
Rupanya, tak hanya soal itu. Ganjar juga telah membuktikan menggaet perusahaan-perusahaan bersama mengeksekusi beragam program pembangunan di provinsi ini.
Misalnya, dalam dunia pendidikan, kesehatan, infrastruktur, bahkan di daerah-daerah tertentu, termasuk Pemalang mereka mau ikut membantu menurunkan angka kemiskinan.
Idenya si rambut putih ini memang aneh, tetapi hal itu bisa dilakukan olehnya. Saya kembali membayangkan ide Ganjar itu bisa diterapkan di seluruh daerah Indonesia. Mungkin, angka kemiskinan akan cepat menurun signifikan. #