06/05/2022
Bid’ah vs riya, mana yang lebih berat?
Pertanyaan ini serupa dengan pertanyaan: gadis jawa vs gadis sunda, mana yang lebih cantik?
Kebanyakan orang menjawab dengan pengalaman personalnya, dan dari sudut seleranya yang sempit.
Padahal banyak wanita jawa yang jauh lebih cantik dibanding banyak wanita sunda, dan sebaliknya juga demikian.
Jadi, tatkala membandingkan antara dua hal yang masing masing memiliki banyak personal atau turunan, tidak dapat dibuat satu kesimpulan yang berlaku bagi semua kondisi dan bagian.
Riya’ itu bertingkat tingkat, dari yang paling rendah sampai pada level yang mencapai tingkat syirik akbar.
Sebagaimana bid’ah juga demikian, ada yang mencapai level bid’ah mukaffirah semisal bid’ah wihdatul wujud manunggaling kawulo ing gusti dll.
Patut digaris bawahi, masing masing kita sering kali terbelenggu oleh perasaan personal dan pengalaman parsial.
Orang Yang sedang gandrung dengan gadis sunda, tanpa sadar menyimpulkan pokoknya gadis sunda pasti lebih oye.
Sebaliknya orang yang lagi kesengsem dengan gadis jawa, dengan simpelnya berkata gadis jawa pastilah lebih kece.
Orang yang konsentrasi hariannya tentang bid’ah beranggapan bahwa bid’ah lebih bahaya dibanding riya’ karena dia kira riya’ tidak mungkin sampai pada level kesyirikan atau kekufuran.
Faktanya riya’ bisa saja sampai pada level kekufuran sebagaimana yang terjadi pada orang orang munafiq.
Sebaliknya yang konsentrasinya mensucikan jiwa dari penyakit hati, kurang peka dengan bid’ah, karena ia beranggapan bahwa yang penting jiwanya Suci dari hasad, sombong, iri, riya’ dan lainnya, maka pasti dirinya selamat dari kekufuran.
Faktanya, ada bid’ah yang mencapai level kekufuran, semisal yang terjadi pada kelompok ekstrim rafidhoh atau syi’ah.
Kawan! Renungkanlah, bahwa riya’ itu adalah hama atau wabah syahadat LA ILAHA ILLALLAHU.
Sedangkan bid’ah adalah hama bagi syahadat Muhammad rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Walaupun dalam banyak kasus, kedua hama tersebut telah bersatu alias telah menikah, sehingga bid’ah yang ia lakukan berpadu dengan kesyirikan dan sebaliknya riya’nya bersanding dengan bid’ah.
www.rasyidredbest.com