Bataknesia

Bataknesia Berbagi Video video lagu lagu batak

4 pelaku p3mbunuh lansia di rumbai akhirnya tertangkap.Polisi Gerak Cepat, Empat Pelaku Pembunuhan di Rumbai Ditangkap d...
02/05/2026

4 pelaku p3mbunuh lansia di rumbai akhirnya tertangkap.
Polisi Gerak Cepat, Empat Pelaku Pembunuhan di Rumbai Ditangkap di Aceh dan Sumut
Aparat gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menewaskan seorang perempuan lanjut usia di kawasan Rumbai.

Kapolresta Pekanbaru, Muharman Arta, mengatakan keempat pelaku telah berhasil diamankan setelah dilakukan pengejaran intensif.
“Empat pelaku sudah kami tangkap. Ini hasil kerja cepat tim di lapangan,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, dua pelaku ditangkap di wilayah Aceh Tengah, sementara dua lainnya diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara. Penangkapan dilakukan setelah polisi mengantongi identitas para pelaku dari hasil penyelidikan.

“Tim bergerak cepat melakukan pelacakan hingga ke luar daerah. Alhamdulillah seluruh pelaku berhasil diamankan,” jelasnya.

Kasus ini sempat menyita perhatian publik karena korban merupakan seorang lansia yang tewas dalam aksi kekerasan di dalam rumahnya. Peristiwa tersebut juga sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan beredar luas di media sosial.



01/05/2026

Perampok sadis dan berencana, di pekanbaru

SOLOK SELATAN – Dunia live streaming TikTok kembali berduka sekaligus terheran-heran. Seorang remaja berinisial AF (17) ...
31/03/2026

SOLOK SELATAN – Dunia live streaming TikTok kembali berduka sekaligus terheran-heran. Seorang remaja berinisial AF (17) resmi mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai martir konten paling "mahal" di Sumatera Barat. Demi selembar uang merah senilai Rp100 ribu dari penonton yang (mungkin) tangannya terlalu ringan memberi gift, AF memutuskan untuk melakukan aksi akrobatik yang berakhir menjadi episode terakhir hidupnya.

Kejadian bermula saat AF sedang asyik memamerkan pesonanya di depan kamera smartphone. Suasana mendadak panas ketika seorang penonton melayangkan tantangan maut: "Lompat ke embung, nanti dikasih gift seratus ribu!"

Tergiur dengan nominal yang cukup buat beli paket data sebulan, AF yang diduga memiliki nyali sebesar raksasa namun kemampuan renang sekelas batu kali, langsung nyemplung tanpa ragu.

Begitu tubuhnya menyentuh air embung yang dalam, AF baru menyadari bahwa algoritma air tidak sama dengan algoritma TikTok. Air tidak butuh like atau share untuk menenggelamkan seseorang.

Penonton yang tadinya semangat kasih gift mendadak panik, mungkin langsung close app karena takut kena pasal berlapis. Tim SAR gabungan yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi kejadian. Setelah melakukan pencarian intensif, AF ditemukan dalam kondisi yang sudah tidak bisa lagi melakukan dance tantangan apa pun. Beliau ditemukan meninggal dunia, menyisakan duka mendalam dan sisa saldo gift yang tak sempat dicairkan.

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Ternyata, di zaman sekarang, nyawa manusia bisa dihargai seharga dua porsi nasi padang spesial.

Wahai para pemuda harapan bangsa, ingatlah:

Air Embung tidak kenal fitur undo.

Gift 100 Ribu tidak bisa dipakai buat bayar biaya pemakaman yang layak.

Skill Berenang lebih penting daripada jumlah followers.

Lagian di akhirat tidak akan di tanya jumlah follower mu berapa ?

Semoga almarhum AF diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan ekstra luas. Untuk para penonton "dermawan" di luar sana, tolonglah kalau mau kasih tantangan, suruh hafalan juz amma atau bantu cuci piring ibu saja, jangan suruh orang menjemput maut.

Dua Kapal Pertamina Lolos dari Selat HormuzIni kabar baik. Di tengah perang Iran vs Israel-AS, dua kapal Pertamina lolos...
11/03/2026

Dua Kapal Pertamina Lolos dari Selat Hormuz

Ini kabar baik. Di tengah perang Iran vs Israel-AS, dua kapal Pertamina lolos dari Selat Hormuz. Alhamdulillah..Cuma, ancaman kenaikan BBM tetap saja masih menganga. Nikmati narasinya sambil imagine seruput Koptagul, wak!

Timur Tengah mendidih, rudal beterbangan seperti kembang api versi kiamat kecil, dan para analis geopolitik sibuk tampil di televisi sambil menggambar peta dengan wajah serius. Di tengah kekacauan global itu, tiba-tiba muncul kabar dari Pertamina International Shipping (P*S). Bukan kabar perang baru, bukan juga kabar damai. Kabar tentang dua kapal yang berhasil lolos dari wilayah panas dunia.

Iya, lolos.

Dua kapal itu, yakni P*S Rinjani dan P*S Paragon dilaporkan berhasil keluar dari kawasan konflik di sekitar Selat Hormuz. Jalur ini bukan sembarang jalur laut. Selat Hormuz adalah kerongkongan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global lewat sana. Kalau tempat itu panas, pasar minyak dunia langsung ikut demam.

Di tengah situasi yang penuh drama geopolitik itu, dua kapal tersebut berhasil menjauh dari wilayah konflik dengan selamat. Seperti adegan film aksi, hanya saja tanpa aktor Hollywood. Yang ada kru kapal tanker dengan radar menyala dan jantung yang mungkin berdetak lebih cepat dari biasanya.

Namun ceritanya tidak berhenti di situ.

Masih ada dua kapal lain milik Pertamina yang belum ikut keluar dari wilayah tersebut. Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro masih berada di Teluk Arab. Mereka bukan lagi santai menikmati angin laut. Mereka sedang menunggu situasi aman sebelum melintasi Selat Hormuz yang saat ini lebih mirip panggung drama geopolitik internasional.

Kalau di jalan tol Indonesia orang emosi karena macet, di Selat Hormuz yang ditunggu bukan lampu hijau. Yang ditunggu adalah situasi yang tidak dipenuhi ancaman kapal perang, drone, atau rudal yang tiba-tiba ingin mencari sensasi.

Dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta pada Selasa di 10 Maret 2026, Pjs Corporate Secretary P*S, Vega Pita menjelaskan, perusahaan melakukan pemantauan intensif selama 24 jam setiap hari secara real time.

Nuan bayangkan ruang kendali penuh layar besar. Titik-titik kapal bergerak di peta digital. Operator menatap layar sambil menghitung jarak aman. Situasinya mungkin mirip pusat kendali misi luar angkasa. Hanya saja objek yang dipantau bukan roket menuju Mars, melainkan kapal tanker yang membawa minyak mentah untuk kebutuhan energi Indonesia.

Kapal Gamsunoro membawa minyak milik pihak lain. Sementara VLCC Pertamina Pride menjalankan misi pengangkutan minyak mentah jenis light crude oil untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Kata “misi” di sini terdengar sangat heroik. Hampir seperti film mata-mata internasional, hanya saja yang dipertaruhkan bukan rahasia negara, melainkan pasokan energi.

Kabar dua kapal yang berhasil keluar dari kawasan konflik tentu memberi napas lega bagi Indonesia. Setidaknya distribusi energi tidak langsung terganggu oleh situasi panas di Timur Tengah.

Namun di tengah rasa lega itu, muncul satu pertanyaan klasik dari rakyat yang hidupnya akrab dengan p***a bensin, apakah ini berarti harga BBM akan aman?

Jawabannya tidak sesederhana itu.

Selamatnya dua kapal dari kawasan konflik memang kabar baik, tetapi harga BBM tidak ditentukan oleh satu atau dua kapal saja. Harga minyak dunia masih dipengaruhi banyak faktor: konflik geopolitik, spekulasi pasar, produksi negara-negara besar, hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Selat Hormuz sendiri tetap menjadi titik rawan. Selama kawasan itu masih dipenuhi ketegangan militer, harga minyak global bisa saja melonjak. Jika harga minyak dunia naik, tekanan terhadap anggaran negara juga ikut meningkat karena pemerintah harus mengelola subsidi energi.

Pemerintah dan Pertamina sebenarnya memiliki berbagai skema untuk menjaga pasokan energi tetap stabil. Ada strategi Regular, Alternative, dan Emergency. Terdengar seperti level dalam permainan strategi, tetapi itu adalah upaya nyata untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan meskipun jalur global sedang tidak bersahabat.

Namun strategi secanggih apa pun tetap tidak bisa sepenuhnya mengendalikan harga minyak dunia yang ditentukan oleh dinamika pasar internasional.

Kesimpulannya sederhana tetapi sedikit pahit. Kita boleh lega karena dua kapal Pertamina berhasil lolos dari kawasan panas Selat Hormuz. Kru kapal yang bekerja di tengah situasi genting layak mendapat apresiasi besar karena menjalankan tugas yang tidak ringan.

Akan tetapi urusan harga BBM masih merupakan cerita panjang yang dipengaruhi banyak faktor global. Untuk sementara, kabar ini adalah napas lega bagi keamanan pasokan energi Indonesia. Soal harga di p***a bensin, rakyat mungkin masih harus menunggu bab berikutnya dari drama panjang energi dunia.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

‎Rekonstruksi kasus pencurian di Hotel Kristal, Medan Tuntungan (9/2), memunculkan pemandangan yang tak biasa dan memicu...
12/02/2026

‎Rekonstruksi kasus pencurian di Hotel Kristal, Medan Tuntungan (9/2), memunculkan pemandangan yang tak biasa dan memicu kontroversi. Dua terduga pelaku pencurian terlihat santai bercengkerama dan merokok bersama petugas di luar mobil polisi. Sementara itu, Persadaan Putra Sembiring, yang mengaku sebagai korban, justru ditahan di dalam mobil tanpa izin turun.

‎Momen paling haru terjadi saat ibu kandung Persadaan memohon agar anaknya diberikan ruang, mengingat riwayat gangguan kesehatan yang dideritanya. Aksi ini terekam dan menyulut kemarahan publik, yang mempertanyakan netralitas penegakan hukum di Polrestabes Medan.

‎Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah prosedur yang diterapkan polisi memang standar, ataukah ini contoh nyata ketidakadilan di depan mata warga?

‎Publik ramai memberikan komentar, menyuarakan kekhawatiran bahwa korban bisa saja diperlakukan sama seperti tersangka, sementara pelaku justru bebas.

Silahkan..netijen..
06/02/2026

Silahkan..netijen..

Ini kek manaaa :Maling : masuk rumahYg punya rumah : ketauan ..trus maling ditumbuk..ditangkap dibawa ke polisi.Pol : ke...
06/02/2026

Ini kek manaaa :
Maling : masuk rumah
Yg punya rumah : ketauan ..trus maling ditumbuk..ditangkap dibawa ke polisi.
Pol : kek mana tdi critanya pak cb reka adegan dulu.
Yg punya rumah sm maling ber adegan lahh yaa..kann..pas adegan tumbuk2 di cut...trus yg punya rumah ditahan..jadi tersangka..tru malinngya jadi apaaaa!!?
Ini menurut keyakinan sy...kaleraa bongak..wak..hee

Miris! Korban pencurian justru jadi tersangka.
Keluarga tak boleh membesuk, minta tolong Presiden.

Keributan terjadi di halaman Polrestabes Medan, Kamis, 5 Februari 2026. Sejumlah orang berteriak di depan Satreskrim karena tak bisa menemui anggota keluarga yang ditahan selama tiga hari.

Mereka diketahui keluarga dari tersangka dugaan penganiayaan pelaku maling toko ponsel yang kasusnya ramai diperbincangkan. Keluarga mengaku heran dan kecewa karena yang menjadi korban pencurian justru ditetapkan sebagai tersangka, bahkan salah satu sudah ditahan.

“Kami mau lihat adik kami, sudah tiga hari enggak bisa dibesuk,” teriak salah satu anggota keluarga. Mereka menilai penetapan tersangka tidak adil dan menyebut kasus ini mirip dengan peristiwa di Sleman sebelumnya.

Keadilan kembali dipertanyakan—korban malah berujung jadi tersangka.

26/10/2025

Lahhhh...
26/10/2025

Lahhhh...

Melda Safitri Dibikin cantik sama Sella saukia Semua perempuan bisa cantik asal ada dana nya, mau istri cantik ya modali...
24/10/2025

Melda Safitri Dibikin cantik sama Sella saukia
Semua perempuan bisa cantik asal ada dana nya, mau istri cantik ya modalin

15/10/2025

Address

Suao

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bataknesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category