10/31/2025
INI MEMBUAT HATI KITA TERLUKA.
Selama 80 tahun, Nenek Somboon, si gajah, hidup dalam belenggu.
Diambil dari alam liar saat masih bayi, ia dipaksa bekerja di industri penebangan kayu dan kemudian dipaksa mengangkut turis di Pattaya, Thailand.
Seluruh hidupnya dihabiskan dalam kelelahan dan kurungan, kebebasannya direnggut bahkan sebelum ia memahami maknanya.
Pada awal tahun 2024, segalanya akhirnya berubah. Yayasan Save Elephant menyelamatkannya dan membawanya ke Elephant Nature Park, sebuah suaka di mana gajah disayangi, bukan dimanfaatkan.
Ketika Somboon tiba, ia lemah, kurus, dan letih karena penderitaan seumur hidup. Namun saat ia melangkah ke pasir yang lembut, sesuatu yang indah terjadi. Ia berbaring dan beristirahat. Untuk pertama kalinya dalam delapan dekade, ia merasa cukup aman untuk memejamkan mata.
Di suaka tersebut, ia merasakan kebaikan, makanan lezat, jalan-jalan santai, dan mandi lumpur yang menenangkan tubuhnya yang lelah.
Untuk sesaat, ia merasakan kedamaian.
Ia meninggal dunia pada April 2025, dikelilingi oleh cinta dan perhatian yang selalu pantas ia dapatkan.
Kisah Nenek Somboon adalah pengingat yang memilukan tentang betapa besar penderitaan yang dialami banyak gajah tawanan, dan betapa besar kasih sayang yang masih dapat menyembuhkan, bahkan di saat-saat terakhir.