01/30/2026
﷽
┏ □■□ ━━━━━━━
SEANDAINYA YANG MATI BISA BICARA…
┗━━━━━━━━━━ ○○●
Telah diberikan apa yang mencukupi, masih meminta apa yang bisa membuat melampaui batas…
Tidak pernah merasa puas dengan yang sedikit dan tidak merasa kenyang dengan yang banyak…
Maka sungguh aneh orang yang menyakini adanya tempat kebenaran (akhirat) namun dia berusaha untuk tempat penipuan (dunia)…
Alangkah celakanya diri…
Bagaimana mungkin orang yang syahwatnya tidak pernah puas dan keinginannya tidak pernah berakhir bisa beramal untuk akhirat…?
Bagaimana mungkin ia lalai, sedangkan Allah tidak pernah lalai…?
Bagaimana hidup memberi kenyamanan, sedangkan hari yang berat ada dibelakangnya…?
Bagaimana mungkin takjub dengan sebuah negeri, sedangkan kegembiraan dan keabadian ada di negeri lain…?
Saat ini, kita belum merasakan mati…
Tapi kedatangannya adalah pasti, meskipun tak seorangpun tahu, kapan maut menghampiri…
Saat ini, belum ada yang disesali, namun boleh jadi ia datang esok hari saat penyesalan tak berguna lagi…
Kematian merupakan akhir dari kehidupan dunia, dan alam kubur merupakan tempat kehidupan akhirat yang pertama kali…
Andai orang yang mati dapat berbicara…
Andai bisa mendengar rintihan mereka…
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata :
“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sebentar, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”
➡https://bbg-alilmu.com/archives/29680
------
“Seluruh yang ada di atas bumi ini fana (tidak kekal).” (QS. Ar-Rahman: 26)
Memanjangkan angan-anganmu, maka engkau pun memperbaharui kedudukanmu terhadap dunia, menyenangkan kehidupanmu di sana, menikmati makannya yang lezat dan pakaiannya yang lembut, hingga seolah-olah engkau diciptakan untuk dunia! Tidak tahukah engkau bahwa kematian ada di hadapanmu? Tidak tahukah engkau bahwa Malaikat Maut diberi kuasa untuk mencabut nyawamu pada hari yang telah ditentukan dan tidak akan bergeser sedikitpun?
Jangan sampai engkau menjadi orang yang paling sedikit perhatiannya terhadap kematian dan paling besar kelalaiannya terhadap kematian. Apa yang ditunggu orang yang hidup selain kematian?! Dan apa yang ditunggu oleh seorang musafir selain keberangkatannya?!
***
Wahai orang yang terpesona oleh kesehatannya yang panjang, tidak pernahkah engkau melihat orang yang mati tanpa sakit sama sekali?
Wahai orang yang terpesona oleh waktu luangnya yang panjang, tidak pernahkah engkau melihat orang yang diambil tanpa bekal sama sekali?
Jika engkau berpikir tentang panjangnya umurmu, maka engkau akan lupa terhadap kenikmatan yang pernah kau rasakan.
Apakah engkau terpesona oleh kesehatan?
Apakah engkau bangga dengan keselamatanmu dari marabahaya dalam jangka waktu lama?
Apakah engkau merasa aman dari kematian?
Apakah engkau berani berhadapan dengan Malaikat Maut?
Sesungguhnya ketika Malaikat Maut itu telah datang, maka dia tidak akan bisa dicegah oleh kekayaan seorang raja ataupun banyaknya pendukung.
Tidak tahukah engkau bahwa saat kematian adalah saat yang sangat sulit, menyesakkan dan penuh penyesalan atas kelalaian yang pernah dilakukan?
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengasihi orang yang beramal untuk menghadapi saat-saat kematian. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengasihi orang yang beramal untuk menghadapi masa sesudah kematian. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengasihi hamba yang memperhatikan dirinya sebelum datangnya kematian. [1]
Saudaraku, waktu berangkat sudah tiba, tetapi engkau tidak punya berita. Sampai kapan engkau diberi nasehat dan engkau tidak mau mengamalkannya?
Engkau dibangunkan dan engkau tidak mau bangun?
Engkau membuat penceramah kelelahan dan engkau tidak mau menerimanya?
Cukuplah penjelasannya bahwa engkau melihat teman-teman sebayamu telah pergi meninggalkanmu.
أَفَسِحْرٌهٰذَآأَمْأَنتُمْ لَا تُبْصِرُونَ
“Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?” (QS. Ath-Thuur: 15)
Apakah engkau dibebani dengan kewajiban yang tidak mampu engkau kerjakan?
Apakah engkau diajak bicara tentang sesuatu yang tidak engkau pahami?
Mengapa engkau berpaling dari tempatmu berpulang?
Mengapa engkau begitu lemah, padahal engkau sehat wal afiat?
Mengapa engkau tidur, padahal engkau terjaga?
Betapa banyak orang yang berharap untuk bertemu bulan tertentu, tetapi tidak berhasil bertemu dengannya! Kerena Maut tiba-tiba datang menjemputnya.
Betapa banyak orang yang benar-benar berharap menunggu hari puasanya, tetapi tangan ajal tiba-tiba menghapus harapannya dengan kematian.
Betapa banyak orang yang merindukan perjumpaan dengan teman-teman sebayanya, tetapi kematian lebih dahulu melemparkannya ke dalam tanah! [2]
Saudaraku, kini waktu berangkat sudah tiba, bagaimanakah khabar beritamu..? Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikanmu kehidupan yang baik, dan mewafatkanmu bersama orang-orang yang berbakti kepada-Nya.
Dari saudaramu; Ibnu Umar, semoga Allah mengampuninya.
➡https://1bnuumar.wordpress.com/2016/08/10/waktu-berangkat-sudah-tiba-tetapi-engkau-tidak-punya-berita/
Telah diberikan apa yang mencukupi, masih meminta apa yang bisa membuat melampaui batas... Tidak pernah