07/09/2026
KETIKA AKU KEMBALI MENJADI ANAK
Catatan perjalanan tentang sakit, pulang, dan seorang ibu.
Ada satu hal yang baru benar-benar kurasakan ketika tubuhku sedang tidak berdaya:
seberapa pun dewasa seorang anak, ketika sakit, ia tetap membutuhkan ibunya.
Dua pekan terakhir menjadi perjalanan yang cukup melelahkan.
Aku, anak-anak, dan suami sama-sama jatuh sakit. Demam, batuk, pilek, dan radang datang bergantian. Hari demi hari kami lalui sambil berusaha untuk kembali sehat.
Sudah sepekan kami berusaha sembuh. Bolak-balik ke klinik, memeriksakan kesehatan, minum obat, dan mencoba beristirahat.
Namun sakit itu seperti belum ingin pergi.
Seolah-olah ia betah tinggal di tubuh kami.
Sampai akhirnya tubuhku semakin lemah.
Kepala terasa begitu pusing. Dada terasa sesak. Mual, muntah, dan demam yang naik turun membuat tubuhku benar-benar kehilangan tenaga.
Saat itulah, di tengah rasa sakit dan kelelahan, tiba-tiba satu nama terlintas dalam pikiranku.
Mamah.
Aku mengambil telepon.
Aku menghubungi Mamah dan memintanya datang ke Bandar Lampung.
Mamah tinggal di Way Kanan. Jaraknya sekitar lima jam perjalanan.
Lima jam perjalanan untuk seorang ibu yang mendengar anaknya sedang sakit.
Dan Mamah datang.
---
Entah bagaimana menjelaskannya, tetapi ketika Mamah datang, ada sesuatu yang berubah.
Kegelisahan yang sejak beberapa hari memenuhi pikiran seperti perlahan mereda.
Kelelahan yang begitu berat terasa sedikit lebih ringan.
Mamah tidak datang membawa sesuatu yang istimewa.
Mamah hanya datang sebagai seorang ibu.
Tetapi ternyata, kehadiran seorang ibu adalah salah satu bentuk pertolongan yang paling menenangkan.
Mamah membantu mengurus cucu-cucunya yang juga sedang sakit.
Sementara aku bisa berbaring.
Aku yang biasanya harus mengurus banyak hal, kali ini hanya bisa terkapar di kasur. Kepala pusing, tubuh lemas, demam naik turun.
Dan untuk pertama kalinya setelah beberapa hari, aku bisa benar-benar beristirahat.
Ada Mamah.
Aku tidak perlu terlalu banyak berpikir.
Tidak perlu terlalu khawatir.
Karena ada seseorang yang diam-diam membuatku merasa,
"Sudahlah, istirahat saja. Ada Mamah di sini."
---
Mungkin inilah salah satu kehebatan seorang ibu.